Sinopsis & Review Hanna, Gadis yang Dilatih Membunuh

Ditulis oleh Sri Sulistiyani
Hanna
2.7
/5

Jika gadis remaja lainnya menghabiskan waktu mereka untuk bersenang-senang dengan temannya, lain halnya dengan Hanna. Sejak kecil Hanna yang tinggal di hutan es terpencil sudah dilatih untuk menjadi pembunuh. Saat beranjak remaja, Hanna yang merasa dirinya sudah siap pun mulai berpetualang untuk membunuh targetnya.

Kisah tersebut dapat kamu saksikan dalam film Hanna, film bergenre action yang berpadu kisah misteri dan teka-teki mengenai gadis tangguh yang dilatih untuk menjadi seorang pembunuh. Berikut review dan sinopsisnya!

Sinopsis

film-hanna-1_
  • Tahun rilis: 2011
  • Genre: Action / Thriller
  • Produksi: Focus Features / Universal Pictures
  • Sutradara: Joe Wright
  • Pemeran: Saoirse Ronan, Eric Bana, Cate Blanchett

Film action thriller berdurasi 119 menit ini diawali dengan kisah Hanna Heller, gadis remaja berusia 16 tahun yang tinggal di hutan terpencil bersama sosok yang disebutnya ayah, Eric Heller. Sejak kecil, Hanna sudah dilatih dengan kemampuan bela diri, bertarung, hingga membunuh, Ia juga mempelajari banyak hal dari ensiklopedia dan memguasai banyak bahasa.

Eric Heller adalah agen CIA yang kabur karena mengetahui sebuah proyek rahasia CIA. Ia yang kabur bersama Hanna kemudian mempersiapkan Hanna untuk bisa membunuh agen CIA yang memburu mereka, Marissa Wiegler. Setelah 16 tahun, Hanna pun mengaku jika ia sudah siap memburu Marissa. Eric kemudian memberi sebuah box yang akan memancarkan sinyal mereka.

Hanna menekan tombol di box tersebut sehingga sinyal keberadaan mereka terlacak oleh CIA. CIA yang menyangka sinyal tersebut dari Eric langsung menyergap tempat tersebut. Namun Eric rupanya sudah kabur dan CIA hanya bisa menangkap Hanna. Eric dan Hanna sudah memiliki rencana untuk berpisah dan bertemu kembali di rumah Wilhelm Grimm yang terletak di Jerman.

Hanna dibawa ke markas bawah tanah CIA. Di sana, ia meminta untuk bertemu Marissa Wiegler. Marissa yang curiga pun mengirim orang lain untuk mengaku sebagai dirinya dan bertemu Hanna. Namun Hanna rupanya membunuh orang tersebut dan sebagian penjaga CIA. Hanna yang mengira sudah membunuh Marissa pun berhasil kabur dari markas CIA tersebut.

Hanna yang ternyata berada di wilayah gurun di Maroko kemudian bertemu dengan Sophie dan Miles, anak-anak yang sedang berlibur dengan orang tua mereka menggunakan van. Setelah menghabiskan beberapa hari di Maroko, Hanna menyusup di van keluarga Sophie yang hendak berangkat ke Spanyol agar ia bisa semakin dekat menuju Jerman.

Sementara Marissa dan timnya juga terus memburu Eric dan Hanna. Marissa mengirimkan timnya untuk melacak keberadaan mereka. Saat Hanna dan Sophie sudah semakin dekat satu sama lain, tim Marissa berhasil menemukan Hanna. Hanna berhasil kabur, namun tim Marissa menyekap Sophie dan keluarganya. Sophie pun mengatakan jika Hanna berniat menuju rumah Wilhelm Grimm.

Marissa dan timnya pun menuju rumah Wilhelm Grimm saat Hanna sudah sampai di sana. Saat bersembunyi, Hanna mendengar jika Marissa mengatakan bahwa Eric bukanlah ayah dari Hanna. Hanna yang masih terkejut dengan fakta itu berusaha kabur menuju sebuah alamat yang sering disebut Eric sebagai alamat mereka di Jerman.

Eric yang melihat rumah Grimm sudah hancur kemudian menyusul Hanna ke lokasi tersebut. Di tempat itu, Hanna dan Eric pun bertemu. Hanna meminta kejelasan mengenai asal-usulnya yang sebenarnya. Eric pun mengungkap jika dulu CIA memiliki proyek untuk mengembangkan embrio anak-anak untuk diubah DNA-nya agar menjadi kuat selayaknya DNA prajurit.

Hanna merupakan salah satu anak hasil percobaan rekayasa genetika tersebut. Namun dua tahun setelah penelitian, CIA menghentikan proyek tersebut dan membunuh semua objek penelitiannya. Ibu kandung Hanna juga tewas setelah ditembak oleh Marissa, Namun Eric berhasil membawa kabur Hanna dan melatih serta merawatnya seperti anaknya sendiri.

Di saat yang bersamaan, Marissa berhasil menemukan keberadaan mereka. Eric pun menyuruh Hanna kabur dan mengorbankan dirinya untuk ditembak oleh Marissa. Setelah membunuh Eric, Marissa pun terlibat aksi saling kejar-kejaran dengan Hanna. Marissa sempat menembak Hanna, namun Hanna juga berhasil menancapkan panah ke tubuh Marissa.

Setelah kembali melakukan aksi kejar-kejaran, Marissa terjatuh dan membuat pistolnya terlepas. Hanna akhirnya berhasil membunuh Marissa dengan pistol milik Marissa sendiri.

 Penuh Adegan Aksi yang Dipenuhi Teka-Teki

film-hanna-2_

Sebagai film yang mengangkat genre action thriller, film ini dipenuhi oleh berbagai adegan aksi yang cukup menegangkan, terlebih lagi adegan itu dilakukan oleh seorang gadis remaja. Sejak awal film, kita akan melihat bagaimana sosok Hanna yang sudah dilatih kemampuan bela diri hingga membunuh.

Adegan aksi ini pun didukung dengan sinematografi yang banyak memperlihatkan shot-shot dengan sudut pandang subjektif dari para pemerannya sehingga membuat kita merasa ikut tegang seperti halnya yang dirasakan oleh Erik atau Hanna. Di awal film, shot-shot cantik yang memperlihatkan pemandangan hutan di Finlandia pun akan sedikit memanjakan mata para penontonnya.

Tak hanya adegan aksi, alur cerita film Hanna juga penuh dengan teka-teki yang cukup membingungkan dan membuat kamu bertanya-tanya. Sama halnya seperti sang karakter utama, Hanna yang mempertanyakan jati dirinya, kita sebagai penonton pun juga akan bertanya-tanya mengenai karakter Hanna tersebut.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram