bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Gringo, antara Drama Korporasi dan Konspirasi

Ditulis oleh Aditya Putra
Gringo
3.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Ketika bekerja di sebuah perusahaan, kita dituntut untuk mengikuti kebijakan yang ada. Salah satu kebijakan yang sering berlaku adalah kita harus siap ditugaskan ke luar kota bahkan ke luar negeri. Bukan itu saja, bahkan banyak yang harus siap pindah domisili. Dengan begitu, kita harus siap memulai hidup dari nol di lingkungan baru.

Di film Gringo, seorang manager perusahaan diberi tugas untuk pergi ke Meksiko. Tapi ternyata ada maksud lain dari tugas itu. Sang manager dijadikan target untuk dibunuh. Ada konspirasi besar di belakang misi itu, termasuk hubungan dengan kartel narkoba. Seperti apa sinopsis dan review filmnya? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Sinopsis

gringo-2_
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Crime, Comedy
  • Produksi: Denver + Delilah Productions, Blue-Tongue Films
  • Sutradara: Nash Edgerton
  • Pemain: David Oyelowo, Charlize Theron, Joel Edgerton, Amanda Seyfried, Thandiwe Newton

Harold Soyinka adalah seorang manajer eksekutif di Promethium Pharmaceuticals di Chicago. Dia pergi ke Meksiko dengan dua Presiden perusahaan, Richard Rusck dan Elaine Markinson. Kepergian mereka bertujuan untuk mengecek tanaman yang kelak dijadikan produk obat. Mereka pun bertemu dengan Sanchez, manajer Promethium di Meksiko.

Ketika makan malam, Harold menyimpan ponselnya di meja makan. Dia mengaktifkan fitur perekam suara. Richard dan Elaine membicarakan perusahaan mereka yang akan melakukan merger.

Hal itu akan membuat Harold kehilangan pekerjaannya. Pada malam harinya, Harold ditelepon sang istri, Bonnie. Bonnie menginginkan cerai. Terlebih dia mengaku sudah berselingkuh dengan pria lain.

Sanchez diam-diam menjual produk berupa pil berisi ganja pada kartel narkoba. Richard dan Elaine datang untuk memutuskan kerja sama dengan kartel. Sanchez memberi tahu Villegas, bos kartel narkoba, bahwa perusahaan berhenti memasok pil.

Villegas menyiksa Sanchez. Villegas kemudian memberi perintah untuk menculik Harold. Villegas mengira Harold adalah Presiden perusahaan.

Keesokan harinya, Richard dan Elaine sudah tiba di Chicago. Sementara itu, Harold masih berada di Meksiko. Harold menyewa dua pegawai Motel, Ronaldo dan Ernesto untuk berpura-pura menculiknya.

Dia kemudian menelepon Richard dan Elaine untuk meminta tebusan sebesar lima juta USD. Harold berniat mendapatkan uang yang banyak sebelum dia dipecat dari Prometheum.

Richard menghubungi saudaranya Mitch untuk menyelamatkan Harold. Mitch adalah seorang mantan tentara bayaran yang kini bergerak di bidang kemanusiaan. Harold menghabiskan waktu di bar.

Dia mengira rencananya untuk mendapatkan uang dari Richard dan Elaine gagal. Seorang bartender mengabari Villegas. Dua orang anak buah Villegas datang dan menculik Harold. 

Harold kabur setelah menabrakkan mobil. Pagi harinya, Harold diselamatkan oleh dua orang turis, Sunny dan Miles. Mereka membawa Harold ke Motel. Ronaldo dan Ernesto disuap oleh Villegas untuk menculik Harold.

Mitch datang tepat waktu dan mengalahkan mereka. Dia membawa Harold ke bandara, tapi Harold malah melarikan diri. Dia mengira Mitch orang jahat yang berniat membunuhnya.

Mitch ternyata sudah menempelkan alat pelacak. Mitch menemukan Harold. Mereka berdua pun menyiapkan rencana untuk memeras uang dari Richard. Mitch menelepon Richard untuk menginformasikan dia belum menemukan Harold.

Richard mengatakan bahwa apabila Harold meninggal, perusahaan akan mendapat uang asuransi. Uang itu akan dibagikannya dengan Mitch.

Mitch setuju membantu Richard menghabisi Harold. Mitch urung menembak Harold karena merasa Harold sudah menjadi temannya. Ronaldo dan Ernesto mengambil kesempatan. Mereka berdua menculik Harold. Harold pun diserahkan pada Villegas.

Villegas membunuh Ronaldo dan Ernesto. Dia meminta Harold untuk memberi akses agar bisa mencuri pil dari Prometheum. Akankah Harold selamat?

Satir tentang Korporasi

gringo-3_

Gringo berjalan dengan cukup menyenangkan walau plotnya rumit. Di balik itu, ada satir tentang korporasi. Prometheum menjalankan bisnis kotor. Perusahaan itu bekerja sama dengan kartel pimpinan Villegas. Padahal Prometheum merupakan sebuah perusahaan farmasi. Kerja sama dengan kartel semata-mata untuk mengeruk keuntungan yang lebih besar.

Unsur satir terus dilanjutkan sampai akhir. Harold hendak ditumbalkan supaya Prometheum mendapat uang asuransi. Terlepas dari itu, Prometheum juga akan segera merger dengan perusahaan lain.

Oleh karena itulah mereka mencoba memutuskan bisnis dengan Villegas. Bisnis dengan Villegas dianggap nggak punya nilai yang sepadan dengan perusahaan yang akan merger.

Secara sinematografi, film garapan sutradara Nash Edgerton banyak mengandalkan mid shot. Lokasi yang dipilih pun cukup jomplang. Richard dan Elaine digambarkan nyaman di kantor yang mewah. Sedangkan Harold harus tinggal di Motel serta wilayah pinggiran Meksiko yang kumuh. Ketidakseimbangan itu diangkat lewat visualisasi yang tepat.

Subplot Bertumpuk

gringo-4_

Gringo kesulitan untuk berfokus pada plot utama. Masalahnya adalah ada terlalu banyak subplot dan karakter dalam cerita. Walau sosok Harold terus eksis dari awal sampai akhir, subplot-subplot yang ada terasa mengaburkan cerita.

Untungnya di akhir, subplot-subplot itu berhasil terangkai dengan baik. Hanya saja, caranya kurang mulus. Mungkin akan membuat sebagian orang mengerutkan kening.

Di balik plot upaya Harold menyelamatkan diri di Meksiko, ada banyak subplot di belakangnya. Richard dan Elaine sebenarnya memiliki hubungan spesial.

Richard kemudian berusaha memanfaatkan Harold untuk mendapatkan uang asuransi. Ada juga Miles yang sebenarnya datang ke Meksiko untuk menyelundupkan narkoba. Subplot yang banyak membuat cerita terasa bertumpuk.

Banyaknya subplot berpotensi menciptakan kebingungan. Menuju akhir, muncul sosok baru yang merupakan agen DEA yang menyamar di kelompok Villegas. Kejutan itu terasa nggak dibangun dengan cukup kuat. Film seperti mencari solusi dari titik yang sembarangan. Padahal tanpa sosok itu pun, banyak karakter lain yang dapat dioptimalkan untuk mengakhiri plot.

Secara pendalaman karakter, tiga karakter utama di film ini diberikan pendalaman yang minim tapi cukup menggerakkan plot. Harold berusaha mendapatkan uang karena takut akan dipecat oleh Prometheum. Richard dan Elaine adalah dua sosok manipulatif yang rela melakukan apapun demi mendapatkan keuntungan. 

Mengandalkan Komedi Gelap

gringo-5_

Gringo mengandalkan komedi gelap dalam mewarnai plot. Ada adegan Ronaldo dan Ernesto marah karena bayaran mereka nggak sebesar tuntutan Harold pada Richard.

Ada juga adegan ketika Harold mengetahui bahwa Bonnie ternyata selingkuh dengan Richard. Harold mencoba merusak hubungan Richard dengan Elaine. Sayangnya, upaya Harold gagal total.

Charlize Theron yang berperan sebagai Elaine terlihat nggak kesulitan memainkan komedi. Dalam sebuah adegan, dia melihat foto sekumpulan anak di Meksiko lalu menanyakan prosedur penjualan kondom di Meksiko.

Adegan paling absurd adalah ketika kamera menyoroti seorang karakter dan tiba-tiba karakter itu ditabrak mobil. Terasa absurd karena nggak ada tanda-tanda dia akan ditabrak.

Sekilas, Gringo terlihat mencoba mengambil inspirasi dari Tarantino dan Coen Brothers. Sayangnya, film ini nggak memenuhi ekspektasi. Walau begitu, kesan menyenangkan tetap terasa.

Durasi selama 110 menit rasanya cukup pas untuk merangkai banyaknya subplot. Film ini cocok untuk kamu yang suka komedi gelap. Punya rekomendasi film lain? Langsung tulis di bawah, guys!

cross
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram