bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review & Sinopsis Green Book, Isu Rasisme dalam Kisah Komedi

Review & Sinopsis Green Book, Isu Rasisme dalam Kisah Komedi

Ditulis oleh Sri Sulistiyani - Diperbaharui 1 Juni 2021

Isu mengenai rasisme antara kulit hitam dan kulit putih telah menjadi masalah yang muncul sejak lama di dunia barat, terutama di Amerika. Isu ini pun banyak diangkat dan menjadi inspirasi berbagai karya film, salah satunya adalah film berjudul Green Book.

Dalam film yang sukses meraih piala Oscar ini, kita akan diajak untuk melihat bagaimana sentimen rasial terjadi di Amerika pada masa tersebut melalui kisah persahabatan dua orang pria yang menempuh perjalanan bersama yang juga berbalut unsur komedi

Sinopsis

Sinopsis Green Book
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Drama komedi  / biografi
  • Produksi: Participant Media / DreamWorks Pictures / Universal Pictures
  • Sutradara: Peter Farrelly
  • Pemeran: Viggo Mortensen, Mahershala Ali, Linda Cardellini

Green Book adalah sebuah film drama komedi yang diadaptasi dari kisah nyata seorang musisi jazz berkulit hitam yang tenar di tahun 60-an, Don Shirley. Di tahun 1962, Don Shirley dikisahkan akan melakukan tur selama seminggu di wilayah Deep South, Amerika Serikat. Ia pun mencari seorang supir untuk menemaninya dalam perjalanan tersebut.

Pada masa-masa tersebut, isu mengenai rasisme masih begitu kuat di Amerika. Don Shirley yang merupakan orang kulit hitam pun merekrut seorang supir dari ras kulit putih, Tony Vallelonga atau yang sering dijuluki Tony Lip. Tony merupakan mantan pekerja di klub malam yang kehilangan pekerjaan karena klub tempatnya bekerja akan direnovasi selama dua bulan.

Tony merupakan bangsa kulit putih yang cukup memiliki sentimen tinggi terhadap orang kulit hitam. Ia pun cukup terkejut saat melihat Don Shirley yang merupakan orang kulit hitam namun memiliki kekayaan yang melimpah dan sikap yang berkelas seperti orang yang terdidik. Tony pun berusaha menolak tawaran Shirley saat ia memintanya untuk menjadi supir pribadi.

Meski Tony telah menolak, Shirley tetap berusaha agar Tony mau menjadi supirnya. Bagi Don Shirley, Tony merupakan sosok yang paling tepat untuk menjadi supir dan menemaninya selama tur. Di sisi lain, Don Shirley pun masih bersikap menjaga jarak dengan Tony. Sebagai orang kulit hitam, Don Shirley juga tetap menaruh sedikit kecurigaan pada Tony yang merupakan orang kulit putih.

Green Book

Setelah berpikir cukup lama, Tony pun akhirnya bekerja untuk Shirley. Mereka berdua mulai melalui perjalanan panjang berdua dengan menggunakan mobil. Selama di perjalanan, Tony juga bertugas untuk mencarikan penginapan yang aman untuk orang kulit hitam seperti Shirley melalui panduan The Negro Motorist Green Book.

Keduanya memiliki karakter yang berbeda yang sering membuat mereka berselisih paham di awal-awal perjalanan. Don Shirley merupakan orang yang selalu tenang, rapi, elegan, dan teratur. Sementara Tony yang merupakan mantan preman di klub-nya merupakan pribadi yang ugal-ugalan dan tidak peduli dengan apapun.

Meski sering berselisih paham di awal, hubungan keduanya pun membaik seiring dengan waktu yang mereka habiskan. Selama perjalanan tersebut, Don Shirley pun banyak mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari para warga kulit putih, bahkan dari petugas polisi dan panitia penyelenggara konsernya yang memberikan perlakuan tidak pantas padanya.

Saat Shirley mengalami perlakuan rasis tersebut, Tony selalu membantu dan membelanya. Perlahan-lahan, sentimen Tony pada orang kulit hitam pun memudar seiring persahabatannya dengan Shirley, dimana Tony bisa mulai melihat Shirley sebagai sesama manusia yang memiliki hak setara.

Kisah Nyata Tentang Rasisme yang Dikemas Menarik

Kisah Nyata Tentang Rasisme yang Dikemas Menarik

Green Book merupakan film yang diangkat dari kisah nyata seorang musisi jazz di era 60-an, Don Shirley, dimana kala itu Shirley mendapatkan perlakuan rasis karena ia berasal dari ras kulit hitam. Meski termasuk dalam film biografi, namun film Green Book juga memiliki pengemasan yang menarik, dari segi cerita hingga sisi dramatiknya.

Sisi dramatik dalam film ini membuat film Green Book tak terasa seperti sebuah film biografi yang monoton. Terlebih lagi, penonton juga akan disuguhkan dengan bumbu-bumbu komedi di sepanjang film dari dua tokoh utamanya.

Penambahan unsur komedi ini membuat tema rasisme yang terdengar begitu berat berubah menjadi kisah yang ringan, menghibur, namun tetap memberikan pesan moral yang mendalam. Ada banyak kritik-kritik sosial yang diselipkan dari setiap adegannya. Pengemasan cerita dan struktur dramatik inilah yang membuat film Green Book tidak akan terasa membosankan.

Baca juga: Film Terbaik Tentang Rasisme yang Harus Ditonton

Dua Tokoh Utama di Sepanjang Film

Dua Tokoh Utama di Sepanjang Film

Dua aktor yang menjadi pemeran dalam film ini, Viggo Mortensen dan Mahershala Ali mendapat porsi peran yang begitu dominan. Dari awal hingga akhir film, hampir keseluruhan cerita hanya mengisahkan tentang perjalanan yang dilakukan oleh dua tokoh utama film ini, Don Shirley dan Tony Lip. Adegan keduanya pun banyak dilakukan dalam mobil Shirley.

Meski hanya mengisahkan tentang dua orang tokohnya dari awal hingga akhir film, namun kisah yang disajikan serta totalitas akting keduanya akan membuat film ini tetap seru untuk terus disaksikan hingga akhir. Seperti yang sudah dibahas dalam poin sebelumnya, penyusunan struktur dramatiknya membuat film Green Book tidak akan membosankan meski hanya memiliki dua tokoh utama saja.

Dari awal hingga akhir film, penonton justru akan dibuat penasaran mengenai perkembangan hubungan antara Don Shirley dan Tony Lip, dimana sejak awal keduanya dikisahkan memiliki karakter yang berbeda bahkan berasal dari ras yang berbeda. Chemistry yang kuat diantara keduanya juga yang membuat Green Book menjadi film yang menarik.

Berjaya di Ajang Academy Awards & Festival Lainnya

Berjaya di Ajang Academy Awards & Festival Lainnya

Tak berlebihan rasanya jika menyebut bahwa film Green Book merupakan salah satu film terbaik yang hadir di tahun 2018. Hal ini juga dibuktikan dengan kesuksesan film ini dalam salah satu ajang perfilman paling bergengsi di Hollywood, Academy Awards, Pada Academy Awards 2019, film ini sukses meraih tiga piala Oscar untuk tiga kategori yang dimenangkannya.

Green Book meraih piala Oscar dalam kategori Naskah Asli Terbaik, kategori Aktor Pendukung Terbaik untuk Mahershala Ali, serta penghargaan utama untuk kategori Film Terbaik. Selain pada ajang Academy Awards, film ini juga meraih sederet penghargaan di ajang penghargaan internasional lainnya.

Green Book juga Berjaya dalam ajang Golden Globe Award, Critics Choice Movie Awards, British Academy Film Awards, hingga AACTA International Award.

Itulah sedikit review dan sinopsis dari film Green Book, sebuah film yang mengangkat tema rasisme yang dikemas dengan sentuhan komedi dan kisah persahabatan. Selain menjadi media hiburan, film Green Book juga akan membuatmu mengingat sejarah mengenai isu rasial serta memberikan pelajaran moral untuk berlaku adil pada sesama.

Jadi, apakah kamu sudah menonton film ini? Apa yang kamu rasakan setelah menonton perjalanan Don Shirley dan Tony Lip dalam film ini? Ceritakan di kolom komentar ya!

No review box found! Insert a valid box ID.

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram