Sinopsis & Review Drama Thailand, Good Old Days (2022)

Ditulis oleh Suci Maharani R
Good Old Days
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Tak terasa, kini Gyb dan Tong sudah memasuki masa-masa remaja dan perasaan cinta pun tumbuh di hati Tong. Ia tidak menyangka, bagaimana dirinya bisa jatuh cinta kepada Gyb yang terkadang nakal dan sangat ceroboh.

Lucunya lagi, tiket lotre yang didapatkan Gyb dengan menjual tugasnya ternyata menghasilkan banyak uang dan mewujudkan impian Tong untuk membeli gitarnya sendiri.

b

Dengan uang tersebut, Gyb membelikan sebuah gitar untuk Tong yang mereka beri nama “500 Days”. Inilah kisah seorang penyanyi terkenal yang lagu-lagunya selalu berada di puncak tanggal lagu.

Pria ini dikenal dengan nama Tong – 250 Days. Tapi, kenapa kisah yang diceritakannya pada Hey justru mengenai Tong – 500 Days?

Tong menambahkan, bahwa gitar ini adalah gitar utamanya yang telah mengubah hidupnya. Alasannya menjual gitar ini, karena Tong ingin mengubah hidupnya satu kali lagi.

Tepatnya di tahun 2019, Tong tidak sengaja bertemu dengan sosok yang ia kenal sejak lama di sebuah bar. Namun, suasana pertemuan ini terlihat sangat canggung dan dipenuhi dengan emosi yang sulit dijelaskan.

c

Hari itu, Tong menyanyikan sebuah lagu yang sudah lama tidak dinyanyikan. Lagu ini ditulis oleh orang terpenting dalam hidupnya. Hal inilah yang membawanya masuk pada masa lalu, saat Gyb menulis lirik lagunya dan Tong yang membuat musik untuk mengiringinya.

Bahkan, mereka nekat mengamen di kelas untuk mendapatkan uang pendaftaran kontes musik. Namun hal ini menimbulkan masalah, ketika Tong menghajar salah satu teman sekelasnya yang menghina impian Gyb.

Sejak saat itu, mereka berjanji akan berjuang bersama dan membentuk band ini. Tapi, tanggal ujian dengan kontes ternyata berada di hari yang sama. Tak hanya itu, Gyb juga tidak sengaja mendengar perbincangan orang tuanya kalau ibunya mengidap kanker.

d

Perkataan sang ayah soal menjadi musisi malah membuatnya tidak bisa membantu sang istri, sangat mempengaruhi Gyb. Kemarahannya karena tidak tahu soal penyakit kanker sang ibu, ternyata melampiaskannya pada Tong.

Gyb mengatakan, bahwa musik hanya membawa kesengsaraan untuk keluarganya dan disaat yang bersamaan Tong berhasil menenangkannya.

Meski mereka berhasil lolos dalam kompetisi musik, ternyata nilai ujian keduanya justru jeblok. Bahkan dalam live session yang dilakukan oleh bandnya, Tong berpikir ia hanya akan tampil sendirian.

Sempat merasa kecewa, Gyb datang dan bernyanyi bersamanya untuk terakhir kalinya. Gadis itu menghentikan karir musiknya dan membuat Tong merasa sangat patah hati.

e

Bahkan, hari itu adalah hari terakhirnya untuk tinggal berseberangan dengan Tong. Pasalnya, mereka harus menjual rumah untuk biaya pengobatan ibu Gyb. Memilih menyendiri di kamarnya, Tong merasa sedih dan inilah yang membuatnya membuang 500 Days menjadi 250 Days.

Usai lulus sekolahnya, Tong memilih untuk merantau ke Bangkok dan memulai karirnya sebagai seorang musisi. Ia berusaha keras membuat lirik lagu, mengirimkan demonya ke banyak perusahaan hingga mengamen di pinggir jalan. Satu hal yang selalu ia dapatkan, semua lagunya dinilai bagus tapi terasa kosong dan tidak ada perasaaan.

f

Bahkan banyak orang yang meremehkan taste musiknya dan menyuruh Tong menjadi anggota boyband karena ia memang tampan. Dalam kesedihannya, Tong memilih untuk bernostalgia dengan menonton video performnya bersama Gyb di Youtube.

Ia juga mengirimkan lagi ini ke beberapa label musik di Facebook dan ia mendapatkan beberapa tanggapan. Sejak saat itu, karir Tong 250 Days mulai mendapatkan perhatian dari banyak orang. Bahkan, teman-teman satu kantor Gyb juga menjadi salah satu penggemarnya.

Lagu-lagu buatan Tong memang terkesan dalam. Bahkan ada orang yang bertanya, kenapa Tong selalu menyisihkan bagian kosong dalam lagu populernya.

g

Ia berkata, bahwa bagian itu sengaja ia kosongkan karena ia ingin seseorang menyanyikannya. Sayang orang tersebut tidak pernah ada. Meski mendapatkan kepopuleran, tetap saja Tong tidak bisa meninggalkan hati kosongnya pasca kepergian Gyb dalam hidupnya.

Apalagi pertemuan mereka di Bar, membuat Tong sadar bahwa Gyb sudah memiliki hidup baru. Kesulitan kembali datang pada Tong, saat pria ini dituduh melakukan plagiarisme oleh salah satu pengguna Facebook.

Tong hancur, apalagi ia harus vakum dari industri musik atas hal yang tidak pernah ia lakukan. Ditambah lagi, hatinya sangat terluka saat tahu Gyb sudah menikah dengan pria lain.  

h

Dalam keterpurukannya, Tong memilih untuk pulang ke rumah lamanya. Tanpa diduga-duga, Tong bertemu lagi dengan Gyb dan mereka kembali berbincang untuk pertama kalinya.

Melakukan kebiasaan-kebiasaan lama mereka, menuliskan pesan di struk. Hari itu juga Tong mengetahui, ternyata Gyb sudah bercerai dengan suaminya.

Bahkan untuk pertama kalinya Gyb mengutarakan isi hatinya, bahwa ia tidak pernah ingin berhenti bernyanyi. Hal ini membuat Tong merasa sangat bersalah, kenapa dulu ia tidak bisa memahami Gyb. Malam itu, Gyb dan Tong menghabiskan malam dan bernyanyi bersama seperti masa-masa muda mereka.

Sempat berpikir momen ini adalah awal baginya untuk bisa bersama lagi dengan Gyb, ternyata Tong lagi-lagi salah. Momen ini menjadi perpisahan mereka untuk kedua kalinya, karena Gyb susah memutuskan untuk pindah ke Amerika. Inikah garis finish dari kisah Tong?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram