Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Gemini Man, Proyek Kloning Manusia

Review & Sinopsis Gemini Man, Proyek Kloning Manusia

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Hidup manusia nggak akan bisa dilepaskan dari cerita masa lalunya. Berbagai kesalahan dan pelajaran yang bisa diambil mempunyai pengaruh besar untuk membentuk karakternya di masa kini. Tapi nggak semua kesalahan itu bisa diterima. Kadang ada perasaan kita ingin bertemu dengan sosok kita di masa lalu dan memberinya masukan ketika mengambil sebuah keputusan atau tindakan.

Gemini Man

Bertemu dengan sosok masa lalu terjadi di film Gemini Man. Henry Brogan bertemu dengan versi muda dari dirinya sendiri. Tapi bukan untuk mengobrol atau memberi nasihat melainkan versi mudanya malah berniat untuk menghabisi nyawa Henry. Seperti apa keseruannya? Simak dulu review dan sinopsis film Gemini Man di sini.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Skydance Media, Jerry Bruckheimer Films, Fosun Pictures, Alibaba Pictures
  • Sutradara: Ang Lee
  • Pemain: Will Smith, Mary Elizabeth Winstead

Henry Brogan merupakan seorang pembunuh bayaran dengan kemampuan menembak dari jarak jauh yang bekerja untuk Defense Intelligence Agency (DIA). Walau usianya sudah melewati kepala lima, dia masih dianggap yang terbaik oleh rekan-rekannya. Oleh karena itu, dia selalu menjadi pilihan pertama.

Usia yang sudah nggak muda, membuat Henry berpikir untuk pensiun. Dia mendapat instruksi untuk misi terakhirnya, membunuh teroris di kereta. Dia diberikan instruksi untuk mencari waktu yang tepat untuk membunuh sang teroris. Karena diberi tahu ada seorang anak kecil mendekati target, Henry memelesetkan tembakannya ke leher walau tujuan awalnya adalah kepala.

Sinopsis

Henry kecewa sampai merasa nggak mumpuni lagi untuk menjalankan tugas, dan Henry memilih untuk penisun. Masa awal di fase hidupnya yang baru dia gunakan untuk bertemu dengan teman lamanya, Jack. Jack memberi tahu informasi dari informannya, Yuri, bahwa pria yang dibunuh oleh Henry adalah seorang ilmuwan yang nggak bersalah apa-apa.

Jack mempertemukan Henry dan Yuri dan mulai menemukan keanehan. Pertemuan Henry dan Yuri diketahui oleh petinggi DIA, Clay Varris. Untuk menutupi tindakannya yang di luar koridor hukum, Clay mulai menyiapkan strategi untuk menyingkirkan Henry. Dia membuat sebuah unit khusus yang diberi nama Gemini.

Henry mencari orang yang memberinya instruksi ketika di kereta tapi ternyata orang tersebut sudah tewas dibunuh. Bukan hanya Henry, Danny, rekannya pun menjadi sasaran pembunuh. Henry melihat Danny sebagai seseorang yang sedang diawasi juga, sama dengan dirinya. Keduanya pun bekerja sama. Berkat kerja sama keduanya, sang pembunuh berhasil dikalahkan.

Kolumbia merupakan tujuan Henry dan Danny untuk melarikan diri. Di sana mereka akan bertemu Yuri untuk mencari langkah apa yang harus mereka ambil. Di sisi lain, Clay mulai frustasi dan menugaskan salah satu algojo terbaiknya untuk mencari dan menghabisi Henry dan Danny. Nama orang yang ditugaskan oleh Clay adalah Junior.

Junior berhasil menemukan keberadaan Henry dan Danny. Mereka pun baku hantam sampai Henry bisa mengalahkan Junior. Junior mengatakan bahwa dia adalah anak adopsi dari Clay. Dia melihat ada kemiripan secara fisik maupun kemampuan dengan Henry. Begitu juga yang dipikirkan oleh Henry.

Danny menyatakan bahwa Junior mungkin adalah anak dari Henry. Merasa penasaran, Danny mengambil sampel DNA dari Junior dan mengujinya. Hasilnya adalah sama. Ternyata Junior adalah kloningan dari Henry. Nggak mengherankan kalau kemiripan secara fisik dan kemampuan mereka sangat identik.

Di Hungaria, Henry dan Danny bertemu dengan Yuri. Yuri memberi tahu mereka berdua tentang sebuah projek kloning. Ilmuwan yang dibunuh oleh Henry di kereta adalah salah satu ilmuwan yang bertugas di projek itu dan ingin keluar. Henry sadar dia sedang dijebak. Bagaimana dengan Junior? Bisakah mereka berdamai? Atau akan tetap saling memburu?

Will Smith Bekerja Dua Kali Lipat

Will Smith Bekerja Dua Kali Lipat

Film Gemini Man menampilkan Will Smith sebagai poros dari cerita. Dia berperan sebagai Henry Brogan sekaligus Junior. Untuk memerankan satu karakter saja memerlukan usaha yang besar, kali ini dia harus memerankan dua. Artinya, dia harus bekerja dua kali lipat walau kedua karakternya mempunyai sifat identik.

Bermain dalam film action bukanlah barang baru bagi Will Smith. Bad Boys, I Am Legend, Bright, merupakan beberapa film bergenre serupa dalam catatan karirnya. Bedanya, usianya sudah nggak semuda dulu. Hal ini yang perlu diapresiasi lebih karena dia bisa tampil begitu bugar seperti Will Smith yang kita kenal di tahun 2000-an.

Visualisasi Cemerlang

Visualisasi Cemerlang

Salah satu hal yang unik dalam film Gemini Man adalah visualisasinya yang cemerlang. Secara sinematografi, film ini menampilkan banyak bangunan yang memiliki keindahan. Terutama ketika Henry dan Danny bersembunyi di Kolumbia. Mereka berada di wilayah Cartagena yang disorot dengan pengambilan gambar yang tepat sehingga terlihat cantik.

Orang yang bertanggung jawab dalam sinematografi film ini adalah Dion Beebe. Dia berandil dalam beberapa film seperti Edge of Tomorrow, Into the Woods, dan 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi. Kemampuannya untuk membuat visualisasi cantik memang nggak perlu diragukan. Apalagi pemilihan tempat di Gemini Man memang sudah terkenal dengan keindahannya.

Yang nggak boleh dilewatkan adalah sosok Will Smith yang terbagi dua. Sosoknya di masa kini tentu bisa dimainkan dengan alami. Karakter mudanya yaitu Junior memerlukan usaha yang nggak mudah. Penggunaan teknologi yang mumpuni benar-benar menjadi kunci bagi film ini. Hasilnya adalah penampilan Will Smith muda yang nyaris sempurna.

Sudah Disusun Sejak 23 Tahun yang Lalu

Sudah Disusun Sejak 23 Tahun yang Lalu

Film yang bercerita tentang sosok pembunuh yang diburu oleh versi mudanya pertama kali mencuat di tahun 1997. Banyak nama sutradara dan aktor yang diproyeksikan untuk melahirkan film ini. Bahkan nama-nama yang mencuat pun bukan nama-nama yang biasa saja. Tapi baru Ang Lee yang berani mewujudkan ide itu menjadi kenyataan di tahun 2019.

Keterbatasan teknologi dan biaya produksi adalah alasan utama mengapa film ini baru bisa diselesaikan. Sudah banyak film tentang kloning yang dirilis tapi bukan menampilkan versi muda satu karakter. Gemini Man bisa jadi sebuah film yang membuka jalan untuk sineas lain yang ingin menampilkan ide kloningan yang nyaris sempurna.

Keunikan Gemini Man

Keunikan Gemini Man

Menonton Gemini Man akan mengingatkan kita pada beberapa film lain. Upaya Henry Brogan untuk mencari kebenaran setelah dijebak terasa mirip dengan sekuel Mission: Impossible. Sementara kedatangan versi muda dari seseorang pernah disajikan dalam film Looper yang dibintangi Bruce Willis dan Joseph Gordon-Levitt.

Walau bukan hadir dengan formula yang baru, Gemini Man masih berhasil menyajikan hiburan. Adegan kejar-kejaran, tembak-tembakan sampai ledakan mengingatkan kita pada sosok Will Smith yang bermain di film action. Selain itu, ceritanya yang ringan nggak akan membuat kita bingung untuk mengikuti alur.

Keunikannya terletak pada pondasi cerita yang lebih kuat dan spesifik. Proyek kloning manusia di film ini dibuat sebagai pondasi utama cerita, bukan cuma pelengkap belaka. Begitu juga karakternya yang diperankan oleh orang yang sama. Meski ada film lain yang terkesan serupa, Gemini Man bisa dibilang film yang eksekusinya paling apik.

Penasaran nggak dengan nasib Henry Brogan dan Junior? Siapa yang berhasil bertahan di antara keduanya atau keduanya akan tewas? Jawaban itu hanya bisa didapat dengan menonton Gemini Man. Kalau sudah nonton, coba bagikan bagaimana rasanya nonton Will Smith yang memerankan dua karakter beda usia. Kolom komentar di bawah menunggumu, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *