bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis dan Review Film Aksi Komedi Game Night (2018)

Sinopsis dan Review Film Aksi Komedi Game Night (2018)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 24 Maret 2021

Sekelompok teman yang bertemu secara rutin untuk malam permainan menemukan diri mereka terjerat dalam sebuah misteri ketika kakak dari salah seorang teman mereka sepertinya diculik oleh kelompok gangster yang berbahaya. Jason Bateman dan Rachel McAdams memimpin teman-teman mereka dalam petualangan semalam karya sutradara John Francis Daley dan Jonathan Goldstein ini.

Game Night adalah film action comedy yang menampilkan banyak karakter dalam jalan ceritanya. Kecerdasan Mark Perez sebagai penulis naskah mampu membuat semua karakter ini memiliki porsi peran yang cukup dan berarti di setiap adegannya. Oleh karena itu, film ini berhasil meraih penghargaan dari San Diego Film Critics Society Award sebagai Best Performance by an Ensemble.

Film yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 23 Februari 2018 dan sudah bisa ditonton kembali di layer Netflix ini memiliki premis yang sangat menarik. Simak review kami berikut tentang film yang mengambil setting di kota Atlanta, Georgia ini.

Sinopsis

Sinopsis

  • Tahun: 2018
  • Genre: Action, Comedy, Crime, Thriller
  • Produksi: Access Entertainment, Aggregate Films, New Line Cinema, Davis Entertainment
  • Sutradara: John Francis Daley & Jonathan Goldstein
  • Pemeran: Jason Bateman, Rachel McAdams, Billy Magnussen

Pasangan penyuka gim dan berbagai macam permainan lainnya, Max dan Annie, berusaha memiliki anak. Tetapi program yang mereka ikuti menyatakan jika salah satu dari mereka menderita stress. Annie menduga Max stress karena kerisauannya ketika membandingkan dirinya dengan kakaknya yang merupakan pengusaha sukses dengan harta berlimpah.

Bahkan di malam permainan rutin yang digelar bersama teman-teman mereka, kakak Max yang bernama Brooks datang dengan membawa mobil impian masa kecil Max, Corvette Stingray berwarna merah. Sepanjang permainan Brooks pun menceritakan hal-hal yang memalukan tentang adiknya yang membuat Max semakin tertekan karenanya tapi tetap dia berusaha menyembunyikannya.

Brooks kemudian mengundang mereka semua bermain di rumahnya untuk minggu depan. Max dan Annie menyembunyikan malam permainan mereka ini dari Gary, tetangga mereka yang merupakan polisi bermental tidak stabil sejak ditinggal pergi istrinya.

Setelah mereka berkumpul semua, Brooks membuka rencana permainan mereka yang dianggapnya akan luar biasa, yaitu permainan misteri interaktif dan pemenangnya akan mendapatkan mobil Stingray miliknya. Ketika aktor yang berperan sebagai agen FBI masuk, permainan dimulai. Tidak berapa lama, dua orang bertopeng mendobrak pintu dan merobohkan sang aktor lalu menculik Brooks.

Melacak GPS ponsel Brooks, Max dan Annie kemudian menemukan Brooks disekap di dalam sebuah resto kecil. Dengan pistol milik Brooks yang jatuh saat penculikan, mereka berhasil melepaskan Brooks tapi kemudian dikejar oleh para penculik. Annie sempat menembakkan pistol yang ternyata senjata sungguhan dan melukai tangan Max.

Brooks mengakui jika dia selama ini adalah pedagang ilegal yang membuat kesalahan dengan pihak pembeli yang ternyata pimpinan gangster. Setelah Brooks menyerah untuk kembali ke tangan penculik, Max dan Annie bersama teman-temannya mulai mengumpulkan data dan menyusun rencana untuk mendapatkan barang yang diinginkan pimpinan gangster tersebut untuk ditukar dengan Brooks.

Demi mencari data rahasia yang akurat, mereka berpura-pura mengadakan permainan di rumah Gary agar Max bisa mencari data di komputer kepolisian milik Gary. Setelah berhasil mendapatkan data, mereka langsung menuju rumah Donald Anderton yang sedang menggelar pertandingan tarung bebas rahasia dimana mereka berhasil mendapatkan barang yang dicari.

Mereka kemudian bertemu dengan penculik di sebuah jembatan untuk menukar Brooks dengan daftar rahasia dari barang yang pecah. Ketika para penculik tidak terima, mereka dihadapkan pada situasi menegangkan hingga akhirnya mereka diselamatkan oleh Gary yang kemudian tertembak di dada. Ketika Max dan Annie meminta maaf kepada Gary, dia membuka rahasia jika semua ini adalah rencananya.

Tapi ternyata “The Bulgarian”, pimpinan gangster, datang dan menembak Gary serta menculik Brooks yang menelan kertas berisi daftar rahasia itu. Max dan Annie membawa mobil Stingray untuk menghentikan pesawat yang ditumpangi oleh Brooks dan The Bulgarian. Mereka berhasil mematahkan roda pesawat dengan menabrakkan mobilnya yang membuat pesawat tidak jadi take-off.

Dengan segala cara, Max dan Annie berhasil menghentikan perlawanan The Bulgarian dan anak buahnya. Tiga bulan kemudian, Brooks ditahan atas tindakan kriminalnya, Annie berhasil hamil dan mereka tetap melanjutkan malam permainan secara rutin bersama Gary.

Naskah yang Tajam dengan Banyak Twist

Naskah yang Tajam dengan Banyak Twist

Game Night hampir memiliki kesamaan premis dengan film The Game (1997) yang diperankan Michael Douglas. Kesamaannya ialah permainan misterius yang berbahaya. Bedanya, jika The Game tampil serius, maka film ini tampil lebih santai dengan nuansa black comedy yang kental tapi tidak meninggalkan aroma ketegangan dan beberapa adegan aksi di dalamnya.

Naskah yang ditulis oleh Mark Perez sangat padat dan kompleks dengan dialog-dialog yang cerdas dan stabil bagi para karakter-karakternya. Rasanya tidak ada kalimat yang tersia-siakan, meski itu hanya celetukan kecil. Twist yang disuguhkan pun tidak terduga dan tidak hanya satu twist saja, lho!

Ketika kelompok aktor yang disewa oleh Brooks menyatakan jika penculikan ini bukan ulah mereka, tidak ada yang menduga jika Gary adalah otak dibalik rencana penculikan Brooks. Tapi tidak sampai disitu saja. Ketika penjahat aslinya muncul, cerita dipelintir lagi. Kita nyaris tertipu dengan twist lainnya ketika Brooks berkata jika semua ini adalah rencananya setelah mereka mengalahkan sang penjahat. Tapi bohong!

Fakta unik tentang Mike Perez ini ialah dia tidak berkarya lebih dari satu dekade, naskah terakhirnya adalah film Accepted (2006). Kemudian dia keluar dari persembunyiannya dan menghasilkan naskah yang setajam, semenarik dan semenghibur ini. Dan duet sutradara Daley dan Goldstein mampu menerjemahkannya dengan baik.

Kedalaman Karakter Meski Hanya Sepintas

Kedalaman Karakter Meski Hanya Sepintas

Game Night mengangkat tema yang cukup berat tapi ditampilkan dengan ringan, yaitu usia, kekecewaan, romantisme yang hilang dan persaingan antar saudara. Semua tema ini diolah dengan baik dan tersebar rata ke semua karakternya sesuai porsi masing-masing. Tidak hanya karakter Max dan Annie saja yang digali karakternya, semua teman mereka mendapatkan kedalaman karakter yang cukup meski sepintas.

Contohnya pasangan Kevin dan Michelle yang terus saja mengungkit kisa perselingkuhan Michelle yang tidak diketahui oleh Kevin. Meski beberapa kali coba dimentahkan oleh Michelle, dalam berbagai kesempatan bicara, Kevin selalu mengarah ke topik itu terus yang akhirnya membuat Michelle berkata jujur. Dan apa respon Kevin? Dia justru tertawa atas kekhilafan istrinya itu.

Karakter Ryan dan Sarah pun mendapat porsi yang cukup. Kita bisa tahu dari dialog-dialog singkat mereka bahwa Ryan adalah playboy tapi terkesan tolol karena pemikirannya yang dangkal atas segala hal, sedangkan Sarah adalah wanita yang cerdas dan jauh lebih pintar dari Ryan. Meski mereka membantah hubungan cinta mereka, tapi pada akhirnya mereka terpaut juga.

Bahkan sosok Gary yang misterius pun digali karakternya lewat adegan penutup di akhir film dimana dia menyusun segala rencana penculikan beserta detailnya sebagai bagian dari ending credit title yang unik dan menarik. Dan pertanyaan “dimana istrinya sekarang?” terjawab di akhir film.

Menghibur dengan Kelucuan dan Aksi Dahsyat

Menghibur dengan Kelucuan dan Aksi Dahsyat

Sebagai film bergenre thriller, apalah artinya jika tidak ada adegan menegangkan bukan? Game Night menyajikannya dengan cukup lengkap. Ada adegan perkelahian, baku tembak dan car chase. Bahkan ada satu adegan yang ditampilkan dengan teknik one single shot yang sedang populer belakangan ini. Adegan lempar-lemparan telur dalam kejaran penjahat memang menjadi adegan paling mengesankan.

Kamera yang dinamis bergerak bebas demi menangkap gambar para pemerannya yang berlari, melompat dan terjatuh sambil terus saling mengoper telur ke satu sama lain. Sepertinya nyaris tanpa editing. Dibutuhkan kejelian, latihan panjang dan presisi posisi untuk menciptakan adegan seperti ini. Sebuah kerjasama yang baik dari keseluruhan tim produksinya.

Game Night adalah film paket hiburan komplit yang bisa membuat kita tegang sekaligus tertawa tanpa henti. Seluruh pemeran yang tampil lepas dan penuh chemistry dengan naskah yang kental dengan dark comedy dan pelintiran cerita, membuat film ini menjadi pilihan terbaik untuk mengisi waktu menonton berkualitas kita.

Sekadar tambahan referensi, IMDb memberikan rating 6,9 dengan Metascore sebesar 66 dan di cap certified fresh oleh Rotten Tomatoes yang semakin menguatkan jika film ini memiliki kualitas yang baik dalam menghibur penontonnya. Jadi langsung play saja ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram