Sinopsis dan Review Full Metal Jacket, Film Tahun 1987

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Full Metal Jacket
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Seorang anggota marinir yang pragmatis mengamati efek tidak manusiawi Perang Vietnam pada rekan-rekannya, dari pelatihan brutal di boot camp hingga ke pertempuran berdarah di jalanan Kota Hue. Drama perang karya Stanley Kubrick ini menampilkan performa akting Vincent D’Onofrio dan kawan-kawan yang tidak mudah dilupakan.

Full Metal Jacket mengambil bahan ceritanya dari novel The Short-Timers karya Gustav Hasford yang terbit di tahun 1979. Kubrick dan Hasford menulis naskahnya bersama dengan Michael Herr yang pernah terjun di Perang Vietnam sebagai jurnalis. Film ini memiliki dua bagian cerita, yaitu pelatihan rekrutmen baru di boot camp dan pertempuran berdarah di Kota Hue.

Stanley Kubrick dikenal sebagai sutradara yang memiliki visi yang berbeda dengan sutradara lainnya yang membuat film-filmnya memiliki nilai keunikan tersendiri. Begitu pun juga dengan Full Metal Jacket ini. Apa saja sih keunikan itu? Kami akan ulas semua dalam sinopsis dan review berikut ini.

Sinopsis

Full Metal Jacket

Bagian pertama film dimulai dengan penerimaan rekrutmen baru di boot camp yang bertempat di Pulau Parris. Hartman, instruktur mereka, memiliki metode tersendiri untuk membentuk mental mereka sebagai tentara yang siap berperang, salah satunya adalah menjuluki mereka dengan nama panggilan masing-masing dan banyak menggunakan kata-kata kasar yang bisa menyinggung perasaan.

Di antara rekrutmen baru tersebut, ada dua orang yang menarik perhatian Hartman, yaitu Pyle (Vincent D’Onofrio) dan Joker (Matthew Modine). Karena berat badan dan sikapnya yang lembek, Pyle selalu menyulitkan latihan mereka sebagai tim, hingga akhirnya Hartman menunjuk Joker sebagai komandan tim dan bertanggung jawab dalam membantu Pyle.

Dengan kesabaran Joker, Pyle mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam latihan. Suatu hari, Hartman menemukan donat jelly di loker Pyle dan Hartman menghukum mereka sebagai tim kecuali Pyle yang harus menghabiskan makanan tersebut. Walhasil, rekan-rekannya marah kepadanya dan memberikan hukuman dengan cara memukulkan handuk berisi sabun batangan ke badan Pyle.

Sikap Pyle berubah setelah itu dan membuat rekan-rekannya khawatir, terutama Joker. Tetapi ada sisi positif yang ditampilkan Pyle, yaitu dia menjadi ahli dalam menembak dan hal ini membuat Hartman senang. Joker semakin khawatir akan kewarasan Pyle ketika dia melihat Pyle sering berbicara dengan senapannya.

Di hari kelulusan, semua rekrutmen mendapat penugasan. Hampir seluruhnya ditugaskan sebagai infantri, kecuali Joker yang ditugaskan di jurnalisme.

Malam itu, Joker menemukan Pyle sedang memegang senapannya dan mengucapkan janji militer yang membuat rekan-rekannya terbangun. Hartman yang berusaha menenangkan Pyle malah ditembak mati yang kemudian Pyle menembak dirinya sendiri.

Bagian kedua film kita mendapati Joker berada di Da Nang, Vietnam Selatan pada bulan Januari 1968. Rafterman yang menjadi fotografernya, ingin sekali terjun dalam pertempuran, sementara Joker selalu diejek karena menulis berita perang tanpa pernah berada di medan perang.

Akhirnya mereka ditugaskan meliput Lusthog Squad, dimana Joker bertemu dengan rekannya dari boot camp, Cowboy. Mereka langsung terlibat dalam pertempuran di Kota Hue yang menewaskan komandan mereka dan menjadikan Cowboy sebagai pemimpin pengganti.

Ketika hendak menuju lokasi check point, ternyata mereka salah arah dan harus memotong jalan menuju lokasi tujuan. Salah seorang dari mereka ditembak oleh sniper saat sedang melihat situasi.

Cowboy meminta bantuan tank tetapi tidak bisa direspon dengan cepat, membuat seorang tentara lagi mencoba untuk menyelamatkan rekannya yang malah membuat dia menjadi korban berikutnya.

Teror sniper semakin merajalela tanpa ampun. Animal Mother (Adam Baldwin) maju untuk mencari lokasi sniper. Ketika sudah mengetahuinya, dia memanggil sebagian dari tim.

Ketika mencari posisi, Cowboy tertembak dari celah tembok yang runtuh. Animal Mother menjadi pemimpin mereka dan memutuskan untuk masuk ke gedung tempat sniper bersembunyi. Joker menemukan penembak misterius itu yang ternyata adalah gadis kecil. Ketika sniper itu mengetahui keberadaannya, Joker berusaha menembak tetapi senapannya macet.

Untung saja Rafterman datang tepat waktu dan melumpuhkan sniper cilik itu. Ketika sedang dalam kondisi sekarat, Animal Mother dan Joker berdebat tentang nasib penembak jitu ini, yang pada akhirnya Joker menembak mati sniper itu atas permintaannya sendiri.

Kemudian mereka menuju kamp mereka sambil menyanyikan lagu “Mickey Mouse March” dengan narasi dari Joker tentang akhir film.

Ketidakmanusiawian Perang

Ketidakmanusiawian Perang

Semua orang juga sudah tahu bagaimana kebiadaban perang. Amerika Serikat pada saat itu memutuskan untuk ikut campur dalam perang saudara yang terjadi di Vietnam. Karena tidak pernah menang dalam berbagai pertempuran, militer Amerika terus mengirimkan tentara ke Vietnam untuk menambah kekuatan mereka.

Tentara yang dikirim adalah orang-orang yang memang bermental siap perang karena latihan yang keras yang telah mereka tempuh selama di boot camp dengan berbagai metode yang membuat jiwa mereka sekeras batu dan tak kenal ampun.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram