Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Five Feet Apart, Pacar Lima Langkah!

Review & Sinopsis Five Feet Apart, Pacar Lima Langkah!

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Dari berbagai genre film, drama akan tetap mempunyai penggemarnya sendiri. Cerita yang menyentuh merupakan unsur yang sering ditonjolkan di genre ini. Tema percintaan menjadi salah satu yang paling digemari karena dirasa sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Walau nggak semua berakhir menyenangkan dan membuat penontonnya menangis.

five feet apart

Five Feet Apart merupakan salah satu film bergenre drama percintaan. Tapi, bukan percintaan yang berjalan mulus. Kedua orang yang jatuh cinta harus tetap menjaga jarak selama lima kaki dari satu sama lain. Alasannya? Karena penyakit yang mereka idap. Bagaimana review dan sinopsis film Five Feet Apart? Yuk kita bahas lebih lanjut.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Drama, Romance
  • Produksi: CBS Films, Welle Entertainment, Wayfarer Entertainment
  • Sutradara: Justin Baldoni
  • Pemain: Haley Lu Richardson, Cole Sprouse, Moises Arias

Stella Grant adalah seorang remaja yang menderita penyakit cystic fibrosis. Cystic fibrosis adalah penyakit yang menyebabkan lendir-lendir dalam tubuh menjadi kental dan lengket. Hal itu menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan dan pencernaan. Penyakit ini nggak menular pada orang lain, kecuali pada penderita penyakit yang sama.

Harus menjalani proses pengobatan yang panjang, nggak membuat Stella berkecil hati. Dia tetap menunjukkan semangat dan pikiran yang positif. Saking seringnya berkunjung ke rumah sakit, dia sudah menganggapnya sebagai rumah kedua. Sebagaimana wanita seusianya, dia aktif di media sosial dengan membagikan kegiatan kesehariannya.

Di rumah sakit, Stella mendapatkan teman baru. Dia adalah Poe yang juga menderita cystic fibrosis. Seringnya bertemu membuat hubungan mereka semakin dekat. Selain Poe, ada juga Williiam “Will” Newman, pasien dengan penyakit yang sama. Dia sedang menjalani percobaan pengobatan untuk penyakitnya.

Will bukan orang penurut seperti Stella dan Poe. Dia suka melanggar aturan yang ada. Perbedaan sifat antara Stella dan Will sempat membuat mereka nggak akur pada awalnya. Sifat Will yang cenderung memberontak dalam mengikuti aturan pengobatan merupakan hal yang mengganggu bagi Stella.

Sinopsis

Keinginan Will untuk menggambar Stella dijadikan alat. Stella setuju untuk digambar dengan syarat Will harus taat menjalani pengobatannya. Perlahan-lahan, Stella dan Will mulai menyimpan rasa suka pada satu sama lain. Keduanya pun setuju untuk pergi berkencan. Sayangnya, kencan itu nggak sesuai dengan harapan dan mereka berakhir berduaan di kolam renang rumah sakit.

Aturan mengharuskan mereka menjaga jarak selama enam kaki mereka kurangi menjadi lima kaki. Agar tetap taat aturan, mereka menggunakan tongkat billiard ketika jalan bersama. Satu hari setelah kencan pertama adalah hari ulang tahun Will. Stella pun menyiapkan pesta kejutan. Merasa akan kesulitan kalau melakukannya sendirian, dia akhirnya mengajak Poe.

Pesta ulang tahun kecil-kecilan itu berhasil dilakukan dan membuat Will bahagia. Begitu juga dengan Stella yang menemukan semangat baru untuk terus berobat. Keesokan hari setelah pesta ulang tahun Will, Stella mendapat kabar mengejutkan. Sahabatnya yang baru saja membantunya tadi malam, Poe, meninggal.

Merasa sedih ditinggalkan salah satu orang terdekatnya, membuat Stella cukup terpukul. Bahkan dia mulai menjauh dari Will yang ingin menemaninya melewati kesedihan. Setelah beberapa waktu berpikir tentang Poe dan kehidupannya, Stella berusaha melanjutkan hidup dengan keinginannya sendiri. Dia mulai menerima Will kembali yang dianggap bisa membuatnya semangat.

Keduanya kemudian jalan bareng pada malam hari melewati jalanan bersalju. Semua berjalan lancar sampai penyakit Stella kambuh. Kondisi Stella terlihat memburuk dan Will harus segera melakukan tindakan. Butuh waktu untuk mendatangkan tenaga medis, sehingga Will mengambil keputusan beresiko.

Dia memberi nafas buatan dari mulutnya ke mulut Stella dengan harapan Stella bisa bernafas kembali. Hal itu merupakan penyelamatan krusial sambil menunggu tenaga medis datang. Stella ternyata harus menjalani operasi. Dia butuh paru-paru baru supaya bisa tetap hidup. Will khawatir nafas buatan yang dibuatnya akan membuat kondisi kesehatan Stella makin memburuk.

Apakah Stella akan terinfeksi atau justru selamat? Bagaimana juga dengan nasib Will? Apakah percobaan pengobatannya berhasil? Film ini mengisahkan cerita ‘pacar lima langkah’ dalam arti yang sesungguhnya. Masing-masing dari mereka harus menjaga jarak kalau ingin tetap bertahan hidup. Premis yang unik bukan?

Formula Lama yang Dikemas Menarik

Formula Lama yang Dikemas Menarik

Drama percintaan dengan salah satu atau dua karakternya mempunyai penyakit tertentu bukanlah sesuatu yang baru. Ya, kita sudah pernah melihat film sejenis sebelumnya. Sebut saja The Fault in Our Star yang diadaptasi dari buku dan sukses secara komersil. Five Feet Apart menggunakan formula yang sama tapi dikemas dengan menarik.

Yang membuat menarik adalah tragedi-tragedi yang dimasukkan ke dalam film ini. Penyakit cystic fibrosis yang membuat menderita itu digambarkan cukup ril. Tentu saja kematian Poe merupakan salah satu tragedi yang membuat cara berpikir Stella terhadap kehidupan harus dipikirkan lagi.

Puncaknya tentu saja ketika Will memaksakan diri memberi nafas buatan padahal mereka nggak boleh bersentuhan sama sekali. Pergolakan perasaan yang dialami oleh para karakter membuat film ini semakin menyentuh. Mereka harus memilih cara yang berbeda dalam mengambil keputusan, di sisi lain mereka juga manusia biasa yang sama seperti kita.

Elemen Komedi yang Proporsional

Elemen Komedi yang Proporsional

Menonton film percintaan yang benar-benar murni mengekspos dialog dan drama dua orang yang jatuh cinta sulit untuk dibuat tetap menarik. Hal itu yang disadari oleh sang sutradara, Justin Baldoni. Maka dari itu, dia menyisipkan elemen komedi agar filmnya nggak melulu muram walau tetap berfokus pada jalan cerita.

Elemen komedi itu muncul bukan dari Stella dan Will, tapi dari Suster Barb dan Poe. Sebagai suster, Barb bisa menjadi orang yang begitu ramah, lucu sekaligus tegas. Sementara Poe bisa bercanda dan penampilannya menghibur mengimbangi keceriaan sang sahabat, Stella. Kehadiran dua karakter tersebut seperti penyegar dan pelengkap dalam cerita di film ini.

Penggambaran Karakter yang Maksimal

Penggambaran Karakter yang Maksimal

Penggambaran karakternya yang maksimal adalah hal paling menonjol dari film ini, terutama dua karakter utama. Stella yang diperankan Haley Lu Richardson adalah seorang remaja putri yang periang. Selain menderita cystic fibrosis, dia juga mempunyai OCD. Selain itu, dia bisa memperlihatkan keriangannya padahal di dalam dirinya, dia menyimpan ketakutan juga.

Will yang diperankan Cole Sprouse mendapat porsi penggambaran yang nggak kalah maksimal. Dia digambarkan sebagai seorang yang skeptis, sinis, dan misterius. Tingkahnya yang suka nyeleneh terhadap aturan merupakan bentuk dari kesinisannya. Dia dari awal nggak begitu yakin akan percobaan pengobatan yang dijalaninya akan membuahkan hasil.

Chemistry Will dan Stella yang Bagus

Chemistry Will dan Stella yang Bagus

Film drama percintaan mengharuskan kedua pemain utamanya mempunyai chemistry yang bagus. Akan aneh rasanya kalau melihat dua orang itu seperti orang yang baru kenal dan dipaksakan untuk terlihat saling mencintai. Lu Richardson sebagai Stella dan Sprouse sebagai Will berhasil membuat chemistry yang baik dan nggak terlihat canggung.

Adegan di kolam renang rumah sakit bisa dijadikan contoh bagaimana keduanya tampil ril sebagai orang yang jatuh cinta. Keduanya saling bercerita tentang bagaimana pengobatan yang mereka jalani sampai membuka luka di bagian tubuh mereka karena operasi. Adegan ini terasa sangat sweet dengan caranya sendiri.

Five Feet Apart akan membuat hati kita tersentuh tentang bagaimana cinta yang biasanya membutuhkan jarak yang dekat dan sentuhan bisa terjalin tanpanya. Sebelum nonton, siapin tisu dulu ya karena banyak adegan yang menyentuh. Setelah itu, kamu bisa membagikan adegan yang paling menyentuh versi kamu di kolom komentar, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *