bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Aksi Fistful of Vengeance (2022)

Kai Jin, Lu Xin dan Tommy mencari jejak pembunuh Jenny hingga ke Thailand dan bertemu dengan para jiangshi yang berkeliaran. Sebuah petunjuk membawa mereka berhadapan dengan keturunan Pangu yang hendak membangkitkan kembali leluhurnya dengan mengambil chi milik Kai Jin.

Fistful of Vengeance adalah film fantasy action karya Roel Reine yang menjadi original film Netflix dan dirilis pada 17 Februari 2022.

Menampilkan kembali tiga pemeran utama serial Wu Assassins, kecuali karakter Jenny yang diceritakan tewas dan CG yang memilih berpisah di akhir serialnya, film ini akan menyuguhkan adegan perkelahian yang seru dan keras.

Mengingat serialnya yang tampil dengan potensi dan premis yang menarik tapi kurang diolah dengan baik, apakah film ini akan bisa hadir lebih baik dari serialnya?

Simak review berikut untuk mengetahui ulasan lengkap tentang film yang melakukan syuting di Thailand pada awal tahun 2021 ini.

Baca juga: Sinopsis dan Review Mile 22 (2018), Aksi Pemacu Adrenalin

Sinopsis

Fistful of Vengeance

Kai Jin, Lu Xin dan Tommy pergi ke Bangkok untuk mengejar pembunuh Jenny berdasarkan jimat batu hijau yang ada di tangan jenazah kakaknya Tommy itu.

Aksi mereka di sebuah klub malam mendapat perhatian dari seorang miliarder bernama William Pan yang memberi tahu mereka bahwa kembarannya, Ku An Qi, adalah seorang jiangshi yang memakan chi manusia untuk menambah kekuatannya.

Jimat batu hijau yang ada di tangan Tommy adalah milik Ku An Qi yang merupakan seorang pemimpin organisasi kejahatan.

William menjelaskan kepada mereka bahwa dirinya dan Ku An Qi adalah keturunan dari Pangu, seorang dewa mitologi, dan dengan jimat yang ada pada mereka, William bisa menghilangkan kekuatan Ku An Qi sehingga keseimbangan alam tidak goyah.

Tommy meminta bantuan Preeya, teman lamanya, untuk mendapatkan semua kebutuhan dalam menjalankan misi mereka.

Setelah mengetahui bahwa Jenny telah meninggal dunia, Preeya ikut serta dalam misi dan membuat rencana untuk bisa masuk ke hotel tempat pertemuan Ku An Qi dengan para bos Triad.

Mereka berhasil masuk ke dalam hotel tapi terlambat karena semua bos Triad sudah dibunuh oleh Ku An Qi dan dia mengerahkan ilmunya untuk mempengaruhi seluruh orang di hotel untuk menyerang Kai dan kawan-kawannya.

Masuk ke dalam kelompok mereka, seorang agen Interpol bernama Zama Zulu yang juga adalah mantan kekasih Lu Xin.

Mereka berusaha mencari jalan keluar dari hotel dengan susah payah menghadapi ratusan orang yang menghadang, termasuk munculnya Zan yang berada di sisi Ku An Qi.

Berhasil keluar dari hotel, mereka tetap dikejar di jalanan hingga terjebak di sebuah pasar. Harus berkelahi lagi, mereka akhirnya menggunakan speed boat dan berhasil sampai di desa kelahiran Preeya.

Dukun di desa itu menjelaskan kepada mereka bahwa William dan Ku An Qi sebenarnya merencanakan membangkitkan kembali Pangu untuk merestorasi bumi sesuai keinginan mereka, dan agar bisa melakukan itu semua mereka membutuhkan chi dari seorang wu assassin, yaitu Kai Jin.

William dan Ku An Qi memasuki alam pikiran Preeya dan membujuknya untuk mengambil chi milik Kai Jin menggunakan jimat batu hijau dengan imbalan seluruh keluarganya yang sudah meninggal dunia akan dihidupkan kembali.

Kai Jin dan kawan-kawannya harus berjibaku lagi ketika pasukan Ku An Qi menyerang desa. Mereka berhasil kabur dari desa itu dengan mengendarai mobil jeep milik sang dukun.

Sempat bertengkar, mereka akhirnya berdamai dan berhasil menyatukan pemikiran dan petunjuk yang mereka dapatkan yang bermuara kepada sebuah lokasi arkeologi tempat mereka bertemu William.

Berhasilkah mereka menuntaskan balas dendam kematian Jenny sekaligus menyelamatkan dunia dari kehancuran akibat bangkitnya Pangu? Nonton film seru ini sampai habis, ya!

Melanjutkan Kisah Serial Wu Assassins

Melanjutkan Kisah Serial Wu Assassins

Wu Assassins, serial action produksi Netflix, merupakan sajian Netflix bagi para penikmat film-film martial arts, terutama fans berat Iko Uwais.

Selain sebagai aktor utama, Iko Uwais juga bertindak selaku pengarah koreografi kelahi dan eksekutif produser di serial tersebut. Banyak yang mengkritik alur ceritanya, tapi juag menuai pujian berkat adegan action yang cukup seru.

Di akhir serialnya, terjadi seperti gempa bumi di restoran milik Jenny berbarengan dengan kehadiran Ying Ying yang bilang kepada Kai bahwa dunia masih membutuhkan seorang wu assassin.

Dan cerita film Fistful of Vengeance ini dimulai tepat dimana serial itu berakhir. Dengan respon beragam atas serial tersebut, Netflix belum memberikan lampu hijau untuk kelanjutannya.

Bermaksud untuk menutup cerita yang dibuat menggantung itu, maka dibuatlah film berdurasi 1 jam 36 menit ini sebagai penghapus dahaga bagi fans serialnya tersebut.

Tapi akhir film ini mengindikasikan akan adanya film lanjutan dimana Kai akan berhadapan dengan necromancer.

Cerita Klise yang Tidak Berkembang

Cerita Klise yang Tidak Berkembang

Tidak ada hubungan dengan kisah di serialnya, hanya mengambil plot kematian Jenny sebagai pangkal cerita, film ini dipenuhi dengan nuansa balas dendam.

Jika di serialnya kita disuguhkan kisah para pendekar dengan ilmu kanuragan yang tinggi sebagai lawan utama Kai Jin, maka musuh mereka kali ini memiliki kekuatan yang lebih hebat, yaitu seorang dewa mitologi Cina yang mampu mengubah dunia.

Sayangnya, jalan cerita yang ditampilkan tidak diolah dengan baik sehingga tidak menarik, terutama di sisi dialog yang menyuguhkan kalimat-kalimat klise dan lelucon yang tidak lucu.

Hasilnya adalah tidak adanya chemistry yang padu diantara para pemeran utamanya, yang hanya tampil maksimal ketika sedang berkelahi saja.

Sempat dibuatkan sub-cerita dengan memasukkan emosi dan perasaan cinta yang diangkat dari latar belakang pertemuan dua pasangan, Tommy dan Preeya, serta Lu Xin dan Zama Zulu.

Tapi karena tidak pandainya Cameron Litvack selaku penulis naskah dalam mengolah dialog romantis, kesan cinta antara mereka tidak tampak dan terasa hambar. Kisah balas dendam pun kemudian menjadi bias dengan memasukkan unsur mitologi tentang restorasi dunia.

Misi baru dengan skala yang lebih besar ini kemudian menutup misi utama mereka datang ke Thailand, sehingga di akhir film, kesan balas dendam itu sudah luntur dan tidak berbekas lagi meski sudah coba diungkit kembali.

Adegan Pertarungan yang Keras dan Berdarah

Adegan Pertarungan yang Keras dan Berdarah

Untungnya film ini memiliki Iko Uwais yang sekali lagi berhasil menyajikan adegan perkelahian yang seru dan keras dengan jurus-jurus maut yang cukup bikin kita tercengang.

Para aktor ini terlihat sangat piawai dalam melakukan gerakan-gerakan silatnya sehingga sangat meyakinkan. Apalagi banyak adegan berdarah yang tidak diperlihatkan di dalam serialnya muncul di film ini.

Tapi sayangnya, pergerakan kamera yang terlalu dinamis dan banyaknya tambahan special-effect disana-sini membuat keseruan pertarungan para pendekar ini sedikit meluntur.

Meski sinematografinya menampilkan pewarnaan yang apik, tapi kekayaan warna tersebut tidak bisa membantu film ini yang tampil layaknya film action kelas B.

Fistful of Vengeance menjadi film yang bisa menghapus dahaga para penggemar serial Wu Assassins yang tidak ada kejelasan akan kelanjutannya.

Dengan cakupan cerita yang lebih luas dan musuh yang kekuatannya lebih tinggi, cukup membuat premis film ini menjanjikan, meski hasilnya tidak dieksekusi dengan baik sehingga tidak sesuai harapan para fans film action pada umumnya.

Jalan cerita yang tidak tertata rapi, kurangnya emosi dan chemistry, serta dialog yang buruk adalah elemen-elemen yang mengurangi kenikmatan kita saat menyaksikan film ini.

Sudah pasti, kita hanya akan menunggu adegan action-nya saja. Masih cocok untuk mengisi waktu luang kita, segera saksikan aksi Iko Uwais beserta rekan-rekannya dari Wu Assassins di Thailand ini!

Fistful of Vengeance
Rating: 
2.4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram