Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Upgrade (2018), Film Cyberpunk yang Menarik

Sinopsis & Review Upgrade (2018), Film Cyberpunk yang Menarik

Ditulis oleh - Diperbaharui 13 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di masa depan yang sepertinya tidak jauh dari saat ini, teknologi mengatur hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Tetapi tidak dengan Grey yang tidak terlalu tertarik dengan kemajuan teknologi. Tiba-tiba hidupnya menjadi berubah karena sebuah peristiwa memilukan, dan satu-satunya harapannya berada pada chip komputer yang ditanamkan pada tubuhnya.

Upgrade adalah sebuah film sci-fi dengan tema cyberpunk yang diarahkan oleh otak dibalik franchise Saw (2004-2017), Leigh Whannell. Tentunya kita mengharapkan sebuah film sci-fi yang mencekam di tangannya. Banyak sekali teknologi canggih yang ditampilkan yang sepertinya bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Selain itu, film ini banyak menampilkan hal-hal yang menarik untuk dilihat.

Apa saja sih hal menarik itu? Kami akan ulas film yang pertama kali ditayangkan di South by Southwest dan dirilis di bioskop-bioskop di Amerika pada 1 Juni 2018 ini, apalagi film ini sudah bisa disimak di layar Netflix mulai bulan Oktober 2020.

Sinopsis

Upgrade (2018)

*https://www.imdb.com/title/tt6499752/mediaviewer/rm1734099200

  • Tahun: 2018
  • Genre: Action / Sci-Fi / Thriller
  • Produksi: Blumhouse Productions, Goalpost Pictures, Nervous Tick Productions
  • Sutradara: Leigh Whannell
  • Pemeran: Logan Marshall-Green, Betty Gabriel, Simon Maiden

Grey Trace (Logan Marshall-Green) meminta istrinya untuk menemaninya mengembalikan mobil yang baru saja selesai diperbaikinya. Ternyata pemilik mobil itu adalah Eron Keen, seorang inovator teknologi. Pada kesempatan itu, Eron memperlihatkan penemuan terbarunya yang dinamakan STEM yang dianggap memiliki kemampuan tanpa batas jika berhasil diaplikasikan.

Dalam perjalanan pulang, mobil canggih mereka error dan mengalami kecelakaan. Empat orang datang menyerang mereka dan membunuh Asha. Sedangkan Grey disuntik lehernya, sehingga dia mengalami kelumpuhan di tulang punggungnya.

Setelah sebulan dirawat di rumah sakit, Grey pulang ke rumahnya yang sudah dilengkapi teknologi untuk membantu kebutuhannya selama di rumah. Masih berduka atas kematian istrinya, kesal dengan kelumpuhan dirinya, dan ketidakmampuan polisi untuk menemukan pelaku pembunuhan istrinya membuat dirinya depresi.

Eron datang menawarkan Grey untuk dijadikan bahan percobaan STEM yang akan ditanamkan di tubuhnya. Grey setuju dan setelah selesai operasi dia bisa bergerak seperti sedia kala. Hanya saja Eron meminta agar hal ini dirahasiakan.

Ketika sedang mencari petunjuk pembunuhan istrinya dari video yang diberikan pihak kepolisian, Grey menyadari jika STEM bica berbicara kepadanya. STEM menyarankan Grey untuk mengusut kasus ini sendiri tanpa bantuan polisi. Dengan identitas salah seorang pelaku yang berhasil didapat, Grey mendatangi rumah penjahat itu.

Tentu saja penjahat ini marah karena identitasnya sudah diketahui dan menyerang Grey. STEM meminta izin untuk mengontrol secara total tubuh Grey dan mulai menghabisi penjahat yang sudah ditanamkan senapan pada tangannya.

Kedatangan Grey ke rumah penjahat itu sebenarnya terekam CCTV, tetapi detektif yang menangani kasus ini menolak kemungkinan Grey sebagai pelaku pembunuhan itu.

Eron yang mengetahui apa yang dilakukan Grey menyarankannya agar tidak melanjutkan investigasi dan balas dendam atas pembunuhan istrinya, atau dia akan mematikan STEM. Tetapi Grey tetap melanjutkan investigasinya dan berhasil membunuh satu pelaku lagi di sebuah bar. Fisk, pimpinan kelompok penjahat, mulai melakukan pengejaran terhadap Grey.

Sementara itu Grey mengalami kelumpuhan sedikit demi sedikit ketika Eron mulai meretas sistem STEM dari komputernya. STEM menunjukkan jalan bagi Grey untuk mendatangi seorang hacker agar bisa memblokir sistem di tubuhnya. Grey berhasil menemukan hacker tersebut tepat sesaat sebelum Fisk datang menyerangnya. Grey berhasil lepas dari serangan Fisk saat itu.

Grey membuka fakta tentang STEM kepada ibunya dan Detektif Cortez pun menemukan cara untuk membuka kedok Grey dengan memasang alat penyadap di jaketnya. Ketika Grey memburu Fisk dan Cortez membuntuti, STEM meretas mobil canggih di jalan untuk mencelakai Cortez.

Grey berhasil menemukan Fisk yang membuka rencana mereka untuk membuat Grey lumpuh bahwa semua itu adalah suruhan dari orang lain untuk menjadikan Grey sebagai percobaan sebuah teknologi baru yang membuat dirinya menjadi “upgrader”.

Grey kesulitan mengalahkan Fisk, tetapi ketika psikologi Fisk diganggu oleh Grey, STEM kemudian mengambil alih dan berhasil membunuh Fisk. Grey membuka pesan di dalam ponsel Fisk dan menemukan perbincangan Fisk dengan Eron yang membuat Grey mendatangi rumah Eron untuk meminta penjelasan semua ini.

Sempat baku tembak dengan Cortez, Grey mendapat penjelasan dari Eron jika ternyata semua ini adalah rencana STEM yang ingin menjadi manusia dan membunuh Eron agar tidak membuat teknologi sejenisnya lagi.

STEM membunuh Eron dan berusaha membunuh Cortez juga. Tetapi Grey berusaha melawan STEM dalam dirinya. Tiba-tiba Grey berada di rumah sakit dan istrinya berada di sampingnya. Pada kenyataannya, STEM sudah menguasai seluruh tubuh dan pikiran Grey dan menembak Cortez setelah menjelaskan semuanya. Spoiler Alert!

Dunia Cyberpunk

Dunia Cyberpunk

*https://www.imdb.com/title/tt6499752/mediaviewer/rm2216475649

Istilah cyberpunk merupakan sub-genre di ranah fiksi ilmiah yang menggabungkan antara kemajuan teknologi dan kemunduran kehidupan. Hal ini sering kita lihat dalam film-film tentang masa depan seperti Blade Runner (1982), trilogy The Matrix (1999-2003), Alita: Battle Angel (2019), dan masih banyak lagi film sejenis lainnya.

Prediksi masa depan seperti yang digambarkan di film-film ini bisa saja terjadi jika manusia yang memegang teknologi itu tidak memiliki moral yang baik, pasti teknologi di tangannya akan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Ada benarnya ucapan seorang ilmuwan nasional, “Iptek (ilmu pengetahuan) harus dibarengi dengan imtak (iman dan ketakwaan).”

Karena tanpa adanya iman dan takwa, moralitas seorang manusia akan menjadi kabur. Dari situlah bisa jadi muncul dehumanisasi dan kebobrokan moral dalam kehidupan manusia. Dalam film-film jenis ini, tokoh baik dan jahat selalu berada di garis abu-abu, atau paling tidak kita mengetahui dia berada di sisi mana ketika film mendekati akhir.

Ini terjadi karena ambiguitas moral pada manusia. Dalam Upgrade, teknologi yang ditampilkan sudah lumayan canggih tetapi masih berdampingan dengan teknologi yang ada di masa kini. Kita bisa lihat mobil elektronik dengan sistem komputer berjalan berdampingan dengan mobil yang masih menggunakan teknologi manual.

Pistol yang ada sekarang pun masih bisa ditembakkan untuk melawan senapan yang ditanamkan di tangan. Jika teknologi seperti ini sudah hadir saat ini, apakah kita sudah mampu menerimanya? Dan apakah kita bisa menggunakannya untuk kemaslahatan hidup kita atau untuk merugikan manusia lainnya? Itu dikembalikan kepada nilai moralitas dan keimanan yang kita miliki tentunya.

Efek Kamera yang Dinamis

Efek Kamera yang Dinamis

*https://www.imdb.com/title/tt6499752/mediaviewer/rm340437505

Upgrade memiliki banyak adegan aksi yang menarik untuk dilihat dan memiliki keunikan tersendiri dalam menggunakan teknik kameranya, sehingga adegan aksi menjadi semakin nikmat untuk disimak. Apalagi dalam adegan tersebut disisipkan nuansa humor yang cukup untuk membuat kita tersenyum.

Stefan Duscio sebagai cinematographer mengambil referensi kerja kameranya dari game berjudul Overwatch untuk menampilkan pergerakan Grey dalam berkelahi di bawah kekuasaan STEM dalam tubuhnya.

Perkelahian yang ditampilkan itu seolah-olah Grey memang tidak bisa mengontrol tubuhnya yang sedang berkelahi dengan lawannya. Tentu saja adegan ini cukup mengundang kelucuan.

Rekayasa Jalan dalam Proses Syuting

Rekayasa Jalan dalam Proses Syuting

*https://www.imdb.com/title/tt6499752/mediaviewer/rm77428736

Ada hal menarik lain yang terjadi selama proses syuting. Upgrade melakukan syuting di Melbourne, Australia, kampung halaman Leigh Whannell, yang dimulai di bulan Maret 2017.

Untuk menciptakan landscape kota, Whannell menggunakan special effects yang cukup rapih dan menggunakan kamera Arri Alexa XT dan Alexa Mini serta lensa anamorphic Panavision seri C dan E untuk menciptakan nuansa kelam.

Dalam sebuah adegan kejar-kejaran di jalan raya, lokasi syuting menggunakan jalan raya di daerah Craigieburn dengan mengganti jalur dari yang semestinya. Hal ini dilakukan untuk menampilkan penggunaan mobil dengan setir di kiri, sedangkan jalur jalan di Australia sama dengan di Indonesia, yaitu menggunakan setir di kanan.

Meski ide cerita Upgrade tidak orisinil, seperti menggabungkan serial TV The Six Million Dollar Man (1973-1978) dengan Death Wish (1974), dan tidak sebaik Ex Machina (2014) dalam menampilkan kisah thriller dalam dunia cyberpunk, konsep yang ditawarkan cukup membumi dan dapat diterima penonton serta cukup menghibur dengan adegan aksi yang bernuansa humor.

Upgrade layak untuk ditonton meski kita harus sedikit bersabar dalam mengikuti ritme film yang naik dan turun untuk membuka semua misteri dibalik otak pelaku kejahatan yang menimpa tokoh utamanya. Dan jangan kecewa ketika akhirnya tokoh antagonist yang menang kali ini dengan membuat sang protagonist terdampar dalam fantasinya. Tetap ditonton ya, jangan kecewa!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *