Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis dan Review Film Netflix Unstoppable (2010)

Sinopsis dan Review Film Netflix Unstoppable (2010)

Ditulis oleh - Diperbaharui 28 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Setelah kita sudah membahas film tentang bencana yang terjadi di bus (Speed), Kapal Laut (Titanic), Pesawat (The Captain), kini giliran bencana yang menimpa Kereta Api yang akan di review. Adalah Unstoppable; sebuah film yang menceritakan tentang bagaimana efek dari human error membuat kereta terpanjang di Pennsylvania bergerak tanpa masinis di dalamnya.

Sebelumnya film ini berjudul Runaway Train, namun di saat terakhir proses editing, film ini berubah judul menjadi Unstoppable setelah pergantian sutradara. Meski demikian, film ini terus berlanjut hingga proses akhir. Rotten Tomatoes memberikan rating sebesar 87% untuk film ini, bahkan sutradara sekelas Quentin Tarantino memasukan film ini sebagai film wajib untuk ditonton ulang pada tahun ini.

Sinopsis

unstoppable movie poster (Copy)

  • Tahun rilis: 2010
  • Genre: Action, Thriller
  • Pemain: Denzel Washington, Chris Pine, Rosario Dawson
  • Sutradara: Tony Scott
  • Produksi: Dune Entertainment

Pennyslvania lumayan mendung ketika kereta AWVR (Allegheny and West Virginia Railroad) sedang dalam inspeksi oleh para teknisi sebelum dinyatakan siap berangkat membawa 39 gerbong muatan dan 8 di antaranya adalah bahan kimia berbahaya dan bahan bakar yang mudah sekali meledak apabila ada percikan api.

Kereta AWVR akhirnya ditarik maju oleh lokomotif bernomor 777. Teknisi yang bertugas untuk inspeksi kereta, Dewey (Ethan Suplee), sadar bahwa jalur rel untuk masuk ke wilayah inspeksi masih belum diubah.

Dewey yang berpikir untuk menghemat waktu dengan ceroboh meninggalkan kereta dan berlari untuk merubah jalur secara manual. Namun karena saat itu gerimis, Dewey tergelincir di rel. Ia telat merubah jalur dan membuat kereta berjalan ke jalur utama tanpa ada siapapun di dalam kereta.

Dewey mati-matian mengejar kereta tersebut namun nihil. Posisi rem dinamik tidak berfungsi membuat kereta malah jadi semakin melaju kencang. Hal ini lantas disampaikan ke pihak berwenang yang saat itu bertugas, Connie (Rosario Dawson). Connie langsung memberi perintah untuk mengejar kereta dengan mobil. Usaha tersebut juga nihil karena kereta sudah berjalan dengan kekuatan penuh.

Akhirnya Connie menelpon wakil direktur dari perusahaan kereta, Oscar Galvin (Kevin Dunn) untuk menggulingkan kereta di ladang tak bertuan sehingga bisa meminimalisir korban jiwa.

Namun ide Connie ditolak mentah-mentah dengan alasan kerugian yang cukup banyak. Oscar malah meminta masinis lain untuk menempelkan lokomotif lain di bagian belakang kereta 777 supaya bisa menarik mundur.

Usaha tersebut juga mengalami kegagalan karena lokomotif tidak cukup kuat untuk menahan beban dari kereta AMVR-777, bahkan lokomotif malah tergelincir dan meledak membuat masinis yang ditugaskan oleh Oscar meniggal di tempat.

Setelah kejadian tersebut, muncul kembali masalah yang lebih edan; jalur kereta yang dilewat AMVR-777 akan berkelok tajam dan di bagian bawah jalur kereta tersebut ada pabrik gas terbesar di kota tersebut. Apabila kereta derailed dan menabrak pabrik gas itu, tamat sudah semua.

Seorang masinis senior bernama Frank Barnes (Danzel Washington) dan kondektur muda bernama Will Colson (Chris Pine) yang sedang membawa kereta dengan lokomotif 1206 mendengar hal tersebut. Mereka ada dalam 1 jalur dengan kereta AMVR-777. Alhasil mereka juga harus berburu waktu supaya tidak saling tumbuk.

Setelah berhasil lolos dari maut, baik Frank dan Will langsung mengejar kereta AMVR-777 menggunakan kereta yang mereka kendarai. Ini sudah jelas menjadi misi bunuh diri, karena apabila gagal, kereta mereka bisa terguling seperti dengan kereta sebelumnya yang diperintahkan Oscar untuk menarik mundur AMVR-777.

Meski sulit, Frank dan Will terus menerus berusaha untuk tetap bisa masuk ke dalam lokomotif 777. Selagi Frank dan Will berusaha untuk masuk ke dalam lokomotif 777, banyak pihak berwenang yang ikut membantu.

Meledakan rel, menembak roda, atau cara lain yang menurut mereka bisa memperlambat kereta sebelum melewati tikungan tajam di Stanton. Namun semuanya gagal, kereta terlalu cepat untuk dikendalikan.

Akhirnya, kereta 1206 bisa mengejar AMVR-777 dan segera menyambungkan lokomotif 1206 ke bagian belakang kereta AMVR-777. Awalnya semua lancar, karena kereta mulai melambat, tapi karena gerak momentum dari AMVR-777 sudah terlalu kuat, lokomotif 1206 malah jadi terseret. Usaha lain dicoba oleh Frank sementara Will lompat ke kereta AMVR-777 untuk memberhentikan kereta.

Usaha Frank dan Will berjalan sempurna, meski keduanya harus luka-luka, kereta mampu melambat saat melewati tikungan tajam Stanton, dan Will juga berhasil masuk ke dalam lokomotif 777 dan menarik tuas rem dinamik, sehingga perlahan kereta pun dapat dikendalikan dan berhenti. Frank dan Will dianggap pahlawan besar oleh seluruh masyarakat Pennyslvania.

Tidak Ada Jeda Istirahat

unstoppable_thrill (Copy)

Film Unstoppable ini sama sekali tidak memberikan kita jeda untuk istirahat semacam pergi ke toilet atau ambil camilan di dapur. So, buat kalian yang mau nonton Unstoppable kudu siapin semuanya sebelum film dimulai. Memang sih menit awal rada membosankan, tapi begitu kereta AMVR-777 sudah lepas kendali, semuanya jadi serba deg-degan.

Banyak scene yang menurut saya bikin jantungan. Seperti ketika masinis suruhan Oscar tidak mampu menarik AMVR-777 dan bahkan tergelincir dan meledak membuat sang masinis tewas, dilanjut ketika kereta 1206 yang dikendarai oleh Frank dan Will memburu waktu supaya bisa membelokan kereta mereka ke jalur lain sebelum bertumbukan dengan AMVR-777.

Paling epik adalah ketika Will hendak melompat ke gerbong AMVR-777. Sambungan besi lokomotif 1206 lepas mendadak dan membuat gerbong belakang AMVR-777 terkoyak menghempaskan biji jagung  tajam kearah Will dan Frank.

Will juga terluka akibat insiden tersebut, ia bahkan tidak bisa melihat dengan jelas karena biji-biji jagung tersebut melayang kesana kemari. Salah-salah bisa melukai mata Will dan membuat perkara baru.

Intinya, sang sutradara, Tony Scott, mampu membawa para penontonnya merasakan apa yang dirasakan Frank dan Will. Semakin dan semakin tegang di setiap scenenya. Good job Tony!

Terinspirasi Dari Kisah Nyata

unstoppableAMVR777 (Copy)

Lepasnya kendali dari kereta AMVR-777 ini terinspirasi dari kejadian nyata yang terjadi di Ohio pada tahun 2001 ketika kereta dengan nomor CSX-8888 berjalan dengan kekuatan penuh 106km/jam membawa setidaknya 47 gerbong yang di antaranya bermuatan bahan kimia, liquid Phenol.

Selama kurang lebih 2 jam, kereta meluncur bebas sampai akhirnya berhasil berhenti setelah salah satu masinis bisa mengejar kereta dan lompat masuk ke lokomotif kedua.

Alasan kenapa CSX-8888 juga sama persis dengan kejadian yang difilmkan. Masinis dengan ceroboh keluar dari lokomotif untuk membetulkan jalur secara manual. Masinis salah perhitungan karena mengira rem dinamik menyala, namun ternyata rem mati membuat kecepatan naik perlahan hingga sampai kekuatan penuh.

Kejadian tersebut menggemparkan banyak pihak. Bahkan beberapa museum ingin membeli lokomotif 8888 untuk dipajang guna memperingati bencana CSX-8888. Namun pihak resmi kereta yang menaungi lokomotif 8888 enggan menjualnya. Kini kereta tersebut masih beroperasi dengan nomor berbeda. Yaitu CSX SD40-3 #4389. Jadi semakin rumit ya nomornya?

Sinematografi Keren

unstoppable_sinematography (Copy)

Wah, beneran deh, buat kalian yang fanatik banget dengan dunia kereta api, kalian wajib nonton ini. Kereta AMVR-777 memiliki tampilan gagah dengan dominasi warna merah pada setiap badannya. Menjadi kepala dari 39 gerbong lainnya. Belum lagi ditambah lokomotif dan kereta-kereta lain yang membantu, tampilan mereka kece sekali!

Ben Seresin si sinematografi dari film Unstoppable ini benar-benar mengambil gambar dengan baik, membuat film menjadi seakan hidup dan kita  bisa ikut merasakan tegangnya film tersebut. Bukan hanya kereta saja, Ben mampu membuat mata kita tidak bosan dengan menampilkan pemandangan kota kecil, hutan-hutan yang diambil menjadi setting film ini.

Overall, film ini asyik banget buat ditonton, apalagi buat kalian yang cinta banget sama cerita-cerita bencana karena human error. Disamping menegangkan, film ini menyuguhkan drama juga yang cukup oke untuk diikuti apalagi ada si ganteng Chirs Pine. Makin betah aja kan kalian nontonnya para gadis-gadis?

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *