bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Jepang Umizaru: Brave Hearts (2012)

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 10 Juli 2021

Ta-da! Film seri Umizaru kembali lagi nih, sudah pasti dengan cerita baru yang super seru. Kali ini, Senzaki, Tetsuya dan regu penyelamat lainnya harus berhadapan dengan kejadian pendaratan darurat sebuah pesawat komersial di laut lepas. Hal ini menyita perhatian publik karena berita bocor pada media; sehingga semua menyoroti kinerja para JGC.

Sutradara Eiichiro Hasumi masih dipercaya untuk mendirect film Umizaru ke 4 ini. Cerita yang disuguhkan tak kalah bagus dari film Umizaru pertama yang tayang di tahun 2004, lantas film Umizaru: Limit of Love di tahun 2006 dan Umizaru ke 3: The Last Messages yang tayang di tahun 2010 silam. Penasaran? Yuk simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini!

Sinopsis

Umizaru: Brave Hearts_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Action, Disaster
  • Produksi: TOHO Co., Ltd.
  • Sutradara: Eiichiro Hasumi
  • Pemain: Hideaki Ito, Ai Kato, Ryuta Sato

2 tahun setelah kejadian di kilang minyak Regalia, duo sohib Senzaki dan Tetsuya mendapatkan kenaikan pangkat. Mereka kini ditempatkan di garda paling depan dalam regu penyelamatan khusus. Baik Senzaki dan Tetsuya sangat senang sekali akan pencapaian dari kinerja mereka yang sampai detik ini tidak ternoda oleh hilangnya nyawa para korban.

Rasa bahagia Senzaki juga ditambah dengan persiapan kelahiran anak kedua mereka. Untuk merayakannya, Kanna, istri Senzaki mengundang Tetsuya dan kekasih barunya untuk datang makan bersama di kediaman Kanna dan Senzaki. Kekasih baru Tetsuya adalah seorang pramugari pesawat Global Wings bernama Mika (Riisa Naka).

Bila dalam film Umizaru: Limit of Love kita sempat membahas cerita cinta Senzaki dan Kanna, kini dalam film Umizaru yang ketiga ini, kita akan mengikuti kisah cinta Tetsuya dan Mika. Tetsuya yang sudah jatuh hati pada Mika sempat dibuat kecil hati karena Mika belum bisa menerima Tetsuya sepenuhnya. Meski demikian, Tetsuya tetap sayang pada Mika.

Suatu kali, Mika dalam perjalanan kembali ke Tokyo. Ia bekerja melayani setidaknya 346 penumpang bersama pramugari lainnya di pesawat Boeing 747, Global Wings Airlines. Saat bekerja, Mika benar-benar put her heart. Ia melayani semua penumpang bahkan penumpang anak kecil pun jadi pusat perhatiannya. Ia senang bisa bekerja sebagai pramugari.

Pesawat Global Wings Airlines rencananya akan mendarat di Haneda, namun tiba-tiba mesin jet pesawat tersebut mengalami malfungsi dan meledak hingga merobek badan pesawat yang akhirnya mau tidak mau sang pilot memutuskan untuk melakukan ditching di perairan teluk Tokyo.

Sang pilot berusaha semaksimal mungkin supaya pesawat bisa mendarat dengan mulus tanpa kejadian buruk. Kabar ini menyebar ke semua pihak. Media langsung meliput berita pendaratan darurat di air tersebut. Semua mata kini tertuju pada tim penyelamat JGC.

Tak lama setelah laporan bahwa pesawat G-Wings dalam masalah, pemimpin tim lantas meminta semua berkumpul untuk membahas taktik penyelamatan. Saat tahu bahwa pesawat yang ditumpangi Mika lah yang akan jatuh ke laut, Tetsuya drop bukan main.

Setelah selesai briefing, semua regu langsung menuju TKP. Mereka lantas membuat landasan darurat supaya pesawat diarahkan untuk lokasi pendaratan. Mereka menggunakan lampu air untuk membuat ‘runway’ dibantu oleh banyak kapal nelayan, kapal pribadi, kapal laut militer dan kapal laut JCG. Semua saling bahu membahu untuk membantu.

Pesawat akhirnya keluar dari awan dan mulai terlihat. Pilot merasa lega karena ia bisa melihat landasan darurat di air yang sudah dipersiapkan oleh tim JCG. Akhirnya pesawat melakukan ditching lumayan keras hingga menimbulkan retakan di hidung pesawat. Pesawat jumbo jet tersebut akhirnya berhenti beberapa meter setelah perut menyentuh air pertama kali.

Senzaki, Tetsuya dan regu lainnya dengan segera menghampiri pesawat, namun belum sempat sampai, mesin sebelah kiri pesawat tersebut meledak menjadikan tantangannya dua kali lipat lebih bahaya. Perhitungan para tim penyelamat, mereka hanya memiliki waktu sekitar 20 menit sebelum pesawat akhirnya tenggelam. Mereka harus dengan cepat mengevakuasi para penumpang.

Di dalam pesawat, keadaan sudah kacau balau. Banyak penumpang yang terjepit. Pramugari langsung membuka pintu darurat dan meminta semua penumpang yang bisa bergerak segera meninggalkan pesawat. Beruntung bagi penumpang yang baik-baik saja, sedangkan penumpang lainnya banyak yang pingsan dan tak bisa bergerak karena tertindih puing-puing. 

Semua orang di dalam pesawat saling bantu untuk mengeluarkan penumpang lain. Saat Senzaki, Tetsuya dan regu penyelamat lainnya mulai masuk ke pesawat, mereka langsung menyisir semua baris tempat duduk untuk memastikan kalau tidak ada penumpang lainnya.

Hal tersebut dilakukan oleh Mika juga, di saat pramugari sudah mulai dievakuasi, Mika mencari penumpang yang dikhawatirkan tertinggal. Celaka, saat melakukan pencarian pesawat retak.

Goncangannya membuat Mika tersungkur jatuh ke dalam kamar mandi pesawat dan tertindih rak dan trolly makanan sehingga Mika terjebak. Beruntung Tetsuya menyadari sapu tangan yang dikibarkan Mika.

Dengan segera, Tetsuya langsung membongkar semua puing-puing yang ada dan menyelamatkan Mika. Begitu mereka akan keluar dari belakang pesawat, pesawat malah tenggelam dan miring membuat Tetsuya terpeleset dan terjepit puing-puing pesawat lainnya.

Mika yang melihat hal itu kembali lagi ke kabin tengah pesawat untuk membantu mengeluarkan Tetsuya. Senzaki tidak mengetahui keadaannya karena membantu pilot yang terjepit juga untuk dievakuasi ke kapal terdekat. Rekan-rekan Tetsuya mati-matian mengangkat Tetsuya dengan peralatan seadanya namun nihil. Tetsuya terjepit. 

Pesawat pun akhirnya terbelah, hidung pesawat mulai tenggelam tepat disaat Senzaki mengeluarkan co-pilot. Bagian belakang pesawat pun tenggelam. Tetsuya meminta Mika untuk pergi menyelamatkan diri sedangkan ia harus tertinggal bersama dengan bangkai pesawat ke dasar laut. Mika histeris, begitu juga dengan rekan-rekan Tetsuya khususnya Senzaki.

Senzaki yang tetap berharap bahwa temannya itu masih hidup lantas meminta izin untuk menyelam bersama beberapa rekannya untuk mengangkut Tetsuya. Mereka akhirnya menyelam untuk kembali masuk ke dalam pesawat, Senzaki sedih bukan main melihat Tetsuya terjepit dan sudah tidak bergerak.

Namun rasa lega akhirnya muncul ketika ternyata Tetsuya menggunakan selang oksigen di pesawat sebagai cadangan oksigen dirinya sembari menunggu diselamatkan.

Tetsuya pun akhirnya dievakuasi dan diangkut ke daratan disambut riuh rendah dari semua orang. Begitu Tetsuya diangkut ke ambulans, tanpa menunggu lama, Mika meminta untuk dinikahi secepatnya. Mika bangga punya calon suami yang begitu berani berkorban, baik, tulus dan mengerti Mika seutuhnya. Film pun berakhir bahagia.

Si Malang Tetsuya

Umizaru: Brave Hearts_Tetsuya (Copy)

Apabila kalian mengikuti film ini sedari awal seriesnya, kalian pasti tahu bahwa entah mengapa si Tetsuya ini selalu saja ketiban sial. Mulai dari Umizaru: Limit of Love, Tetsuya harus ikut tenggelam bersama kapal akibat terhimpit reruntuhan yang mengakibatkan dirinya tidak bisa melepaskan diri menunggu diselamatkan.

Kali ini dalam film Umizaru: Brave Hearts, terulang kembali hal yang sama. Tetsuya yang berniat baik menyelamatkan orang lain malah harus lagi-lagi terhimpit puing-puing di pesawat dan juga ikut tenggelam bersama dengan pesawat. Even tenggelam bersama TKP, Tetsuya tetap selamat kok!

Keuntungan Tertinggi

Umizaru: Brave Hearts_1.5 billion Yen (Copy)

Film Umizaru: Brave Hearts ini menjadi film seri Umizaru yang mencatat keuntungan super banyak! Dilansir dari kanal Cinema Today; dalam 5 hari penayangannya di Jepang saja, film ini sudah mengantongi keuntungan sebanyak 1,5 miliar yen! Padahal film sebelumnya saja hanya meraup sekitar 7-8 miliar yen saja. Wah kerja bagus nih sutradaranya!

Bukan soal keuntungan saja yang bisa dibanggakan dalam film ini, penonton film Umizaru: Brave Hearts ini juga meledak! Jumlah penonton yang menyaksikan Brave Hearts di bioskop mencapai 1.2 juta orang! Fantastis bukan? Tidak heran sih mengingat jalan ceritanya yang epik dengan CGI yang lumayan mumpuni. 

Umizaru 5?

Umizaru: Brave Hearts_Next Movie (Copy)

Sebagai pecinta film Umizaru ini dan pecinta film dengan genre action-survival-disaster, saya berharap sih akan ada Umizaru 5 yang bisa tayang di bioskop. Saya menantikan jalan cerita seru lainnya yang dibuat oleh Eiichiro Hasumi. Cerita kecelakaan-kecelakaan besar lainnya yang bikin kita penontonnya jadi ikut stress juga saking tegangnya.

Secara keseluruhan dari pengambilan gambar, setting, jalan cerita, akting dan elemen-elemen lainnya, Bacaterus memberi skor 7.5/10 untuk film Umizaru: Brave Hearts. Oh iya, para pecinta pesawat terbang dijamin suka deh dengan ceritanya yang membahas tentang pesawat komersial jumbo jet ini!

Umizaru: Brave Hearts
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram