bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Romantis Twivortiare (2019)

Pernikahan menjadi tahapan paling serius bagi pasangan, tapi pernikahan yang sehat belum tentu didapatkan semua orang. Contohnya seperti yang dialami oleh Reza Rahadian dan Raihaanun dalam film berjudul Twivortiare (2019). Meski saling mencinta, dua kali menikah tidak menjamin keduanya bisa saling memahami dan saling terbuka satu sama lain.

Film yang disutradarai oleh Benni Setiawan ini, diangkat dari novel populer dengan judul yang sama karya Ika Natassa. Film ini dibintangi oleh nama-nama terkenal, seperti Denny Sumargo, Citra Kirana hingga Boris Bokir. IMDb sendiri memberikan rating 6.2/10, pokoknya film ini akan membuat pasangan yang menontonnya jadi gemas sendiri.

Kira-kira konflik apa saja yang akan dirasakan oleh Reza Rahadian dan Raihaanun di pernikahan kedua mereka? Kamu bisa mendapatkan jawaban lebih lengkapnya, hanya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis dan Review Film Melodrama Critical Eleven (2017)

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Romantic, Comedy, Drama
  • Sutradara: Benni Setiawan
  • Pemeran: Reza Rahadian, Raihaanun, Arifin Putra, Denny Sumargo, Citra Kirana, Anggika Bolsterli, Dimas Aditya, Boris Bokir
  • Produksi: MD Pictures

Setelah dua tahun menjalani bahtera pernikahan, Beno (Reza Rahadian) dan Alex (Raihaanun) tidak bisa bertahan lagi. Pasalnya rumah tangga mereka sudah tidak memiliki excitement, dimana keduanya malah saling menyakiti satu sama lain. Akhirnya Alex memutuskan untuk bercerai dengan pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu.

Cinta ini berawal ketika keduanya dipertemukan dalam sebuah acara. Saat itu Alex hampir pingsan karena mengalami maag. Maklum saja, Alex melewatkan jam makannya lalu pergi berpesta dengan kedua temannya Alex (Boris Bokir) dan Wina (Anggika Bolsterli).

Saat itulah Beno yang seorang ahli bedah menolongnya, keduanya pun mulai dekat dan menjalin hubungan. Jujur saja baik Beno dan Alex merasakan banyak hal yang cocok di antara mereka, hubungan keduanya sangat hangat dan penuh romansa.

Namun setelah menikah, Alex merasa Beno terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga selalu pulang larut malam. Ketika Alex berusaha untuk mengungkapkan perasaanya, Beno selalu saja menolak dengan alasan lelah.

Setelah bercerai dari Beno, ternyata Alex tidak pernah bisa melepaskan perasaannya begitu saja. Meski menunjukkan rasa bencinya pada sang mantan suami, hati kecilnya selalu merindukan kebersamaan itu. Bahkan ketika Alex berpikir untuk menjalin hubungan baru dengan Denny (Denny Sumargo), tapi ia tetap tidak bisa lepas dari Beno.

Alex tidak bisa memungkiri, cintanya pada Beno si dokter yang super sibuk itu tidak pernah bisa padam. Apalagi baik kedua orang tuanya, orang tua Beno sampai sahabatnya sendiri, masih saja menyangkutkan dirinya dengan Beno. Melihat adanya perubahan pada diri Beno, Alex langsung luluh dan tidak bisa menolak permohonan pria itu.

Caranya jauh dari kata romantis, tapi Alex mau menerima Beno dan saling berjanji untuk menjalani pernikahan keduanya lebih dewasa lagi. Baik Alex dan Beno sepakat, untuk belajar saling memahami, lebih terbuka dan mencintai satu sama lain. Tapi lagi dan lagi, masalah yang datang pada keduanya ternyata hal yang sama seperti sebelumnya.

Beno semakin sibuk dengan pekerjaanya di rumah sakit, pria itu juga tidak menunjukkan sisi romantis yang diinginkan Alex. Sebagai seorang istri, Alex berusaha untuk legowo, namun dalam hati kecilnya ia tetap marah dan kesal. Belum lagi Alex merasa cemburu dengan kedekatan Beno dengan Rani (Citra Kirana), yang seakan-akan lebih mengenal suaminya.

Apakah Beno dan Alex bisa mengatasi kendala yang sama seperti di pernikahan pertama mereka? Atau mungkin mereka akan benar-benar berpisah kali ini?

Sangat Menghanyutkan, tapi Terasa Kurang

Sangat Menghanyutkan, Tapi Tetap Terasa Kurang

Twivortiare (2019) menjadi film yang mungkin akan membuat para pasangan yang sudah menikah atau akan menikah berpikir keras. Pasalnya film ini pasti akan membuat hati kalian merasa takut, karena kisah yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Saking dekatnya dengan kenyataan, ketika saya menonton film ini sampai melupakan soal tata kamera dan sinematografinya. 

Jujur saja saya sangat menyukai film ini karena terasa nyata, tapi tetap saja masih terasa kurang di beberapa sisi. Performa Reza Rahadian sebagai dokter Beno Wicaksono dan Raihaanun sebagai bankir bernama Alexandra Rhea sangat real.

Sosok keduanya memiliki kekuatan dan relatable banget, jadi siapapun akan merasa sedang menonton kehidupan orang terdekatnya. Saya terpesona dengan kemistri Reza Rahadian dan Raihaanun, ini seperti saya menonton Reza dengan Adinia Wirasti dalam Critical Eleven (2017).

Bahkan tensi ceritanya juga mirip, karena sama-sama diangkat dari novel karya Ika Natassa. Namun jika harus membandingkan, Critical Eleven (2017) memiliki intensitas cerita lebih dalam dan lebih bergejolak.

Sedangkan Twivortiare (2019) cenderung repetitif, karena pengulangan konflik yang menurut saya bikin pemeran utamanya seakan tidak berkembang. Bahkan ketika mereka menampilkan sosok pria lain, yang dijadikan sosok pria idaman Alex.

Mulai dari Denny (Denny Sumargo) dan Adrian (Arifin Putra), dua sosok ini tetap tidak bisa menunjang pengembangan karakter tokoh utamanya. Film berdurasi 103 menit ini bagi saya memiliki plot yang lambat, karena mereka ingin menggiring konflik secara perlahan tapi tidak ada rasa excitement.

Bagi saya Twivortiare (2019) terasa flat, karena tidak ada konflik utama dan plot twist yang bikin drama banget. Untung dialognya sangat bagus, saya akui Alim Sudio dan Benni Setiawan sangat luar biasa dalam hal ini.

Mungkin saya kurang menyukai mood yang ditunjukkan, pencahayaan, musik latar dan penyuntingan gambarnya terasa kurang nendang. Gaya busana dan makeup Raihaanun juga terlihat sangat monoton, malah Anggika Bolsterli lebih baik. Overall Twivortiare (2019) adalah film yang watchable dan penuh makna, salah satu film rekomendasi bagi para pasangan. 

Seperti Apa Rumah Tangga yang Ideal Itu?

Seperti Apa Rumah Tangga yang Ideal Itu?

Rumah tangga ideal, saya pikir banyak pasangan yang ingin mendapatkan kehidupan rumah tangga seperti ini. Seperti apa sih rumah tangga yang ideal itu? Karena kata ideal bagi setiap orang itu belum tentu sama lho.

Jika merujuk pada Twivortiare (2019), film ini menunjukkan tipe lain dari rumah tangga yang ideal bagi pasangan Beno dan Alex. Ketika kedua pasangan ini sudah berada di titik mapan, tetap saja rumah tangga mereka tidak lepas dari konflik yang bikin keduanya berpisah.

Seperti yang kita tahu, Beno Wicaksono adalah seorang dokter bedah ahli jantung. Sementara Alexsandra Rhea, ia bekerja sebagai seorang bankir yang penghasilannya pasti lebih dari cukup.

Tapi kenapa rumah tangga yang keduanya tidak berjalan dengan baik? Tidak memiliki masalah finansial, kedua keluarga saling mendukung, bahkan pertemanan pun tidak ada yang menolak.

Ternyata perusak dari image ideal ini berasal dari diri dan pribadi pasangan Beno dan Alex sendiri. Twivortiare (2019) tidak berbicara soal rumah tangga ideal dari sisi, finansial tercukupi dan keluarga mendukung saja. 

Tapi hal paling penting dari kata ideal, ternyata berasal dari dua pribadi yang akan menjalani kehidupan baru. Faktor ini kadang dilupakan para pasangan, karena mereka merasa cinta lebih penting dibanding sikap dewasa. Bercermin dari kisah Beno dan Alex, tidak bisa dipungkiri bahwa perusak rumah tangga bisa berasal dari pribadi mereka. 

Tapi jika mereka bisa saling memahami, menerima dan mengerti, maka segala perbedaan dan ego masing-masing tidak akan mengganggu. Pasalnya hal ini memang sangat sulit untuk dilakukan, tidak semua orang bisa legowo untuk menerima dan memahami perbedaan.

Rumah Tangga atau Profesi, Mana yang Penting?

Rumah Tangga atau Profesi, Mana yang Penting?

Salah satu dialog yang bagi saya jadi jurang kehancuran, antara rumah tangga dan profesi seseorang. Dialog ini datang dari karakter Beno yang diperankan oleh Reza Rahadian, yang memiliki arti mendalam bagi seorang dokter.

“Sepanjang hari aku hidup untuk menolong orang, sepanjang hari itu juga aku bertahan. Karena aku tahu setelah setiap hari yang berat itu, aku punya kamu sebagai tujuan pulang.”

Saya pikir konflik ini bukanlah hal baru bagi para pasangan, ketika mereka harus memilih antara profesi atau rumah tangga. Apalagi posisinya seperti Beno dan Alex, keduanya sama-sama memiliki karir yang cemerlang dan menguras waktu pribadi.

Makanya saya mengatakan, betapa relate-nya Twivortiare (2019) dengan kehidupan pasangan perkotaan. Bukan sekali atau dua kali saya mendengar, ketika teman-teman saya menikah salah satu dari mereka akan merelakan karirnya.

Tujuannya jelas untuk membuat hubungan rumah tangga mereka tetap rukun, karena waktu memang penting. Bahkan jika kamu berprofesi sebagai dokter sekali pun, setiap detiknya bisa menyelamatkan kehidupan orang lain.

Tidak ingin menghakimi mana yang lebih penting, tapi satu-satunya solusi yang bisa diambil untuk hal ini adalah kedewasaan. Bagaimanapun sebagai pasangan suami istri, keduanya harus belajar untuk menerima satu sama lain.

Mengurangi ego menjadi hal paling penting, karena toh kini kehidupan tidak hanya tentang diri sendiri tapi ada orang lain. Inilah yang ditunjukkan oleh Twivortiare (2019), konflik-konflik rumah tangga yang berpotensi kehancuran. Film ini memberikan insert penting bagi para pasangan, tapi ego dan kedewasaan adalah sumber utamanya.

Menerima dan berubah bukanlah hal mudah, makanya ada banyak orang yang harus merelakan rumah tangganya meski saling mencintai. 

Inilah kesan-kesan saya setelah menonton Twivortiare (2019), jujur saja bagi saya film ini akan sangat bermakna untuk pasangan muda. Pasalnya film ini menunjukkan bahwa jadi “dewasa” itu penting dan tidak mudah. Kira-kira bagaimana menurutmu? Bagikan jawabannya di kolom komentar di bawah ini. 

Twivortiare
Rating: 
3.6/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram