bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Tootsies and The Fake (2019)

Tootsies and The Fake (2019) adalah film yang akan membuat kamu tertawa lepas saat menontonnya. Pasalnya film ini memang memiliki sisi humor yang universal, tapi sisi ceritanya juga tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya film bergenre romantis dan komedi ini memiliki pesan khusus yang kini sudah dianggap sebagai hal yang biasa dalam kehidupan.

Sebenarnya film ini adalah sekuel dari dua season series Diary of Tootsies (2016) dan Diary of Tootsies 2 (2017). Keseluruhan film dan drama serinya digarap oleh sutradara Title Kittiphak Thongauam, yang juga dikenal sebagai aktor dan MC terkenal di Thailand. Kisahnya juga masih berpusat pada empat bersahabat yang mencari arti dari kehidupan mereka.

Lalu apa saja yang akan dialami oleh Natty, Gus, Golf dan Kim dalam Tootsies and The Fake (2019). Sudah penasaran dong? Makanya jangan sampai ketinggalan, kamu bisa mendapatkan informasi lebih lengkapnya hanya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Film Thailand The Gifted: Graduation

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Friendship, Romance, Comedy
  • Sutradara: Title Kittiphak Thongauam
  • Pemeran: Petch Paopetch Charoensook, Pingpong Thongchai Thongkanthom, Ter Ratthanant Janyajirawong, Peak Pattarasaya Kreursuwansiri, Chompoo Araya Alberta Hargate
  • Produksi: GDH 559

Dibuka dengan adegan remake dari film Pee Mak (2013), disini Natty selalu saja menjadi korban dari ketiga temannya. Ternyata semua ini hanya mimpi dari Gus yang tertidur di dalam pesawat, ia kembali ke realita yang ada. Tak lama kemudian pesawat terkena turbulensi, sialnya Natty malah ingin pergi ke toilet untuk buang air besar.

Saat mendengarkan ini semua orang langsung panik, alhasil Natty membuat keributan besar di pesawat. Inilah kehidupan dari tiga sekawan gay dengan satu orang gadis lesbi yang sudah mengenal lebih dari sepuluh tahun.

Pertama ada Golf atau Fatty yang diibaratkan jelmaan gajah, pria berusaha memaksakan cinta pada seorang biksu dan berniat untuk ditahbiskan. 

Cerita berbeda dialami oleh Natty si lesbian judes, hidupnya berubah total saat ibunya memenangkan lotre. Tapi Natty harus bersaing dengan kucing dan harus menikah lalu memiliki anak jika ingin jadi pewaris harta ibunya.

Kesialan lainnya menimpa Kim, pramugara yang gemulai ini terancam kehilangan pekerjaan karena insiden kotoran manusia di pesawat. 

Pria ini benar-benar mencintai pekerjaanya, tapi karena kesalahannya sendiri ia akhirnya dipecat. Terakhir ada Gus seorang blogger dengan banyak followers, pria ini mengalami banyak masalah kehidupan, mulai dari pria hingga mengurus anak hingga.

Keempat sahabat yang disebut Tootsie ini makin hancur, ketika seorang diva hiburan bernama Cathy datang ke kehidupan mereka. Pasalnya Fatty dan Kim tidak sengaja membuat Cathy terluka, alhasil mereka harus membayar ganti rugi sebanyak 50 juta baht.

Agar bisa selamat dari kerugian, Fatty dan Kim memiliki ide untuk mencari seseorang yang telah melakukan operasi plastik mirip Cathy. Ada tiga orang yang melakukan operasi, sayangnya tidak ada satupun yang memenuhi standar. 

Hingga pilihan mereka jatuh pada si penjual makanan jalanan bernama Nam, untungnya imbalan yang dimintanya sangat mudah. Sudah mendapatkan Cathy gadungan, tapi kepribadian mereka sangat berseberangan. Alhasil mereka harus berusaha untuk mengubah Nam jadi Cathy yang anggun bagaikan dewi dalam waktu yang sangat singkat.

Ketika Fatty dan Kim berusaha untuk menjaga rahasia si Cathy palsu, di sisi lain Gus malah bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang tampan dan menggoda.

Sementara Natty makin bernafsu untuk mendapatkan anak, satu-satunya pria yang diincarnya sekarang adalah Kim. Lalu bagaimana cara keempat sahabat ini menyelesaikan masalah mereka?   

Film yang Akan Membuat Tertawa Terbahak-Bahak

Film yang Akan Membuat Tertawa Terbahak-Bahak

Tootsies and The Faker (2019) menjadi salah satu film romcom Thailand yang paling saya rekomendasikan untuk ditonton. Pasalnya film ini benar-benar bisa membuat penontonnya tertawa secara lepas dan melupakan rasa stresnya.

Sebenarnya premis yang diangkat sangatlah simpel, empat bersahabat berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri dari kesialan hidupnya.

Setiap orang memiliki masalah masing-masing, ada yang tidak bisa move on dari mantan pacar. Ada yang harus bersaing dengan kucing demi mendapatkan warisan.

Ada yang dipecat dari pekerjaan dan mencari seseorang yang wajahnya mirip selebriti terkenal. Premis ini diselipkan dengan humor dan ekspresi lucu dari seluruh para pemeran utamanya.

Setiap fase kehidupan yang dialami oleh Gus, Natty, Kim dan Golf atau Fatty terlihat seperti lingkaran setan. Pasalnya ketika satu orang punya masalah, maka akan secara otomatis semuanya akan ikut terseret dalam masalah tersebut. Hanya saja saya merasa masalah Natty dan Kim agak melenceng dari premis Cathy, alhasil ceritanya jadi kurang greget.

Tapi yang paling saya sukai adalah baik sutradara maupun penulisnya tahu bahwa lelucon yang universal memang jadi ujung tombak mereka.

Makanya mereka memakai cara menunjukkan ekspresi lucu hingga lelucon yang simpel untuk membuat penonton tertawa. Mereka menghindari memakai lelucon yang lingkupnya hanya untuk penonton Thailand saja.

Saya sendiri sangat enjoy menonton Tootsies and The Fake (2019), jalan ceritanya sangat bagus dan jelas. Setiap plot hole dijelaskan di bagian akhir, selain itu Chompoo Araya Alberta Hargate dan Pingpong Thongchai Thongkanthom tampil dengan sangat maksimal.

Sementara akting yang lebih melow datang dari Petch Paopetch Charoensook. Overall semuanya terlihat sempurna, pengambilan gambar, dubbing hingga editing-nya dilakukan dengan sempurna.

Menyampaikan Pesan Moral dengan Cara yang Menyenangkan

Menyampaikan Pesan Moral dengan Cara yang Menyenangkan

Sejujurnya saya sendiri tidak menyadari bahwa Tootsie and The Fake (2019) memiliki misi untuk mengkritik kehidupan sosial. Hal ini baru saya sadari di narasi akhir yang karakter Gus ucapkan, berbohong itu adalah hal yang tidak baik. Saat mendengarkan hal ini, saya baru menyadari ternyata inilah arti dari judul yang mereka angkat untuk filmnya.

Pasalnya memang film ini mengangkat kisah para tootsie berusaha menggantikan posisi seorang selebriti terkenal dengan seseorang berwajah mirip.

Meski keduanya terlihat sama dari luar, nyatanya kepribadian mereka tidak bisa ditiru melalui cara apapun. Pesan ini diperkuat oleh dialog yang disampaikan oleh karakter Cathy mengenai karirnya sebagai aktris.

Di sisi lain, kisah hidup para Tootsie memang dipenuhi dengan kebohongan yang menyiksa hidup mereka. Contohnya Gus yang berbohong soal ia menyukai anak-anak hingga bertemu lagi dengan mantan kekasihnya yang makin tampan dan hot.

Fatty dan Kim sama-sama berbohong soal Cathy, sementara Natty berusaha membohongi ibunya soal bisa hamil padahal ia lesbian. Kesulitan dalam hidup keempatnya datang bukan karena mereka dipermainkan oleh takdir. Tapi mereka sendiri yang mempermainkan takdir dengan kebohongan yang mereka lakukan.

Pada akhirnya setiap kebohongan harus ditutupi dengan kebohongan besar lainnya. Hingga ketika mereka terdesak, akhirnya tidak ada jalan lain selain berkata jujur yang pada akhirnya menyakiti orang lain.

Seperti yang kita ketahui, berbohong sepertinya sudah bukan masalah besar bagi banyak orang. Namun film ini menunjukkan akibat dari kebiasaan berbohong yang menyulitkan hidup.

Namun cara yang mereka gunakan memang sangat tidak terduga dan pesannya juga tersampaikan dengan baik. Jadi ayo kita mulai untuk jujur dengan diri sendiri dulu, setelah itu kamu bisa mulai jujur dengan hidupmu.

Jangan Lupa untuk Menonton Seriesnya

ngan Lupa untuk Menonton Seriesnya

Jika kamu baru menonton Tootsies and The Fake (2019) mungkin penasaran dengan bagaimana keempatnya bisa bertemu. Tenang saja, hal ini bukanlah plot hole dari filmnya, justru kisah ini sudah dijelaskan sejak lama. Pasalnya film ini ternyata sudah terlebih dahulu dibuat dalam versi series yang ditayangkan pada tahun 2016 dan 2017.

Diary of Tootsies (2016) dan Diary of Tootsies 2 (2017) menjadi prekuel yang wajib banget untuk kamu tonton. Di Mydramalist rating untuk kedua dramanya cukup tinggi lho, ratingnya selalu di atas nilai 7.5.

Jadi sudah ketebak seberapa serunya versi drama dari tootsies ini? kalau soal pemerannya, semua pemeran hingga sutradaranya tetap sama. Seperti filmnya, kamu juga bisa menonton Diary of Tootsies (2016) dan Diary of Tootsies 2 (2017) di Netflix.

Untuk series pertamanya mengisahkan tiga orang pria gay yang mengalami patah hati, untungnya ada sahabat lesbian mereka yang selalu menemani. Sementara untuk musim keduanya, kali ini Gus sudah dikenal sebagai blogger, namun keempatnya dihadapkan untuk mencari cinta sejati.

Inilah review saya setelah menonton Tootsies and The Fake (2019), film yang bisa meredakan stres dan membuat mood mu naik. Saya sendiri menyukai baik soal jalan cerita hingga akting dari para pemerannya, semuanya terlihat sangat keren. Bagaimana menurutmu? Jangan lupa bagikan pendapatmu setelah menonton filmnya di kolom komentar di bawah ini.

Tootsies and The Fake
Rating: 
3.7/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram