Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Titanic (1997) ‘Cinta di Tengah Bencana’

Review & Sinopsis Film Titanic (1997) ‘Cinta di Tengah Bencana’

Ditulis oleh - Diperbaharui 7 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Menjadi salah satu film terlaris sepanjang masa, membuat Titanic masuk ke dalam daftar film wajib yang harus kamu tonton. Anak-anak ‘90 biasanya yang paling khatam nih sama jalan ceritanya yang nguras emosi sama air mata. Apalagi adegan-adegan kece di kapal yang bikin ikutan ngelayang even di akhir cerita harus nangis bombay. 

Titanic merupakan karya dari sutradara kondang James Cameron. Release di tahun Desember 1997, Titanic berhasil menutup keuntungan bersih sebanyak $2.194 miliar dollar di akhir penayangannya termasuk penayangan ulang versi 3D pada bulan April 2012 dalam rangka penghormatan akan tenggelamnya kapal tersebut. Angka yang fantastis bukan?

Jadi engga heran deh kenapa kalian harus nonton film ini atau paling tidak tahu mengenai sejarahnya. Mau tahu apa saja yang bikin film ini menarik? Yuk simak artikelnya!

Sinopsis

Titanic Poster

  • Tahun rilis: 1997
  • Genre: Drama, Romance, Tragedy
  • Produksi: Paramount dan 20th Century Fox
  • Sutradara: James Cameron
  • Pemeran: Leonardo Di Caprio, Kate Winslet, Billy Zane

Adalah Rose DeWitt Bukater diperankan oleh Kate Winslet, seorang gadis kaya berumur 18 tahun yang dalam perjalanan pulang ke Amerika menumpang Titanic, kapal dengan segala kecanggihan dan paling mewah pada masanya, untuk melaksanakan acara tunangan dengan seorang pria bangsawan bernama Caledon Hockley yang diperankan oleh Billy Zane di Philadelphia.

Tidak ada yang bisa menandingi eloknya kapal Titanic. Membentang sepanjang hampir 1 km, Titanic menyuguhkan pelayanan terbaik untuk setiap para penumpangnya. Bahkan, untuk penumpang kelas 3 saja, masih diberi kamar dan kasur tingkat nyaman disaat kapal lainnya pada saat itu hanya menyediakan lantai geladak sebagai alas tidur mereka.

Para penumpang sangat senang menjadi bagian pelayaran perdana kapal ini. Diisi hampir 1.000 orang bangsawan dari kelas 1 yang gemar pesta pora di atas kapal, tidak membuat Rose bahagia. Dirinya merasa seperti dikurung dengan orang-orang yang dianggapnya berpikiran sempit; bahkan ibu dan tunangan Rose ‘pun seakan tidak peduli.

Murka, Rose berniat untuk bunuh diri dengan cara melompat dari buritan kapal. Di sinilah Rose bertemu dengan Jack Dawson diperankan oleh Leonardo Di Caprio, seorang pria proletar yang beruntung bisa ikut menumpang dari judi poker. Jack menolong Rose. Bukan dari rencana bunuh dirinya saja, tapi benar-benar menolong Rose keluar dari kehidupan yang Rose tidak sukai.

Cerita cinta mereka berubah sedemikian rupa menjadi cerita bertahan hidup setelah Titanic tenggelam karena menabrak gunung es di Samudra Atlantik yang kala itu suhu nya minus dua derajat. Tak ada ampun, kapal mewah itu hancur terbelah dua sebelum akhirnya ditelan samudra meninggalkan sedikitnya 1.500 dari 2.227 penumpangnya terapung-apung di lautan.

‘Nothing on Earth Could Come Between Them’

Jack and Rose (Copy)

Setuju engga sih kalau film ini layak diberi rating 10/10? Buat saya pribadi dan mungkin pecinta film Titanic lainnya pasti setuju! Film ini bukan hanya menyuguhkan sinematik yang luar biasa spektakuler. Tapi banyak cerita yang bisa dipetik sebagai pelajaran. Kalian akan tahu bagaimana rasa sayang mengalahkan semuanya dari cerita cinta Jack dan Rose.

Dari awal film, kita bisa melihat raut wajah Rose yang rasanya berat untuk melakukan perjalanan dengan Titanic. Rose menganggap Ibu nya terlalu egois dengan ‘menjodohkan’ dirinya dengan pria yang sama sekali tidak Rose suka hanya untuk menyelamatkan keuangan keluarga mereka. Belum lagi tunangan Rose, Cal, temperamen abis! Bikin Rose semakin pening.

Kehadiran Jack saat itu benar-benar tepat sekali. Jack bisa ‘mengeluarkan’ Rose dari sangkar dan bisa membuat Rose tersenyum kembali. Rose jatuh hati pada Jack begitupun sebaliknya. Seperti tagline dari film ini; ‘Nothing on Earth Could Come Between Them’. Terdengar sangat romantis bukan? Tapi memang begitu kenyataannya. Sampai saat terakhirnya, Rose terus mengingat Jack.

 Worth it Buat Ditonton!

ttitanic-movie-1997 (Copy)

Meskipun durasi film ini lumayan lama, saya jamin sih kalian tidak akan bosan menontonnya. Jalan ceritanya rapih ditambah bumbu-bumbu drama cinta Jack dan Rose yang seru sekali. Kalian juga akan disuguhkan dengan tampilan kapal dan interior kapal yang kece abis. Dijamin deh kalian pasti suka menontonnya.

Adegan paling oke buat saya adalah saat kapal angkat sauh dan membunyikan klakson panjang. Mereka tidak tahu saat kapal berangkat, kapal Titanic tidak akan kembali lagi. Dilanjut dengan adegan Jack membawa Rose ke anjungan kapal untuk membentangkan tangannya layaknya seperti sedang terbang. Manis sekali! Ditambah dengan background langit senja Atlantik yang cantik!


1 jam terakhir film ini adalah cerita klimaks. Kalian akan disuguhkan dengan adegan dramatis ketika Titanic menabrak gunung es, merobek lambung kapal dan membuatnya tenggelam. Seluruh kekacauan dimulai di sini. Kalian akan melihat perjuangan semua orang termasuk Jack dan Rose untuk tetap selamat.  

Saya sendiri tidak bisa membayangkan apabila saya harus ada di posisi Jack atau Rose atau penumpang Titanic lainnya yang saat itu hanya bisa menunggu apakah mereka akan hidup atau mati ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam. Mereka panik bukan main, bingung tidak tahu harus kemana dan hanya bisa pasrah melihat air menggulung di depan mata.

Belum lagi sekoci yang jumlahnya sedikit untuk sebuah kapal sebesar Titanic. Rasanya konyol saja, kapal berkapasitas 2.000 orang hanya memiliki sekoci yang jumlahnya hanya bisa menampung setengah dari jumlah penumpang keseluruhan. Kalian tahu alasan kenapa jumlah sekocinya kurang? Para parancang kapal melihat kalau kebanyakan sekoci, tampilan kapal jadi berantakan. Serius loh!

Ada banyak scene yang menyita perhatian saya. Kalau diingat-ingat saya bisa merinding sendiri. Ketika ibu dan dua anaknya yang tidak kebagian sekoci, memilih untuk kembali ke kamar mereka menunggu ajal. Sang ibu membacakan dongeng untuk anaknya hingga anaknya terlelap padahal di atas geladak, semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri.

Ditambah lagi adegan saat pasangan kaya raya Ida & Isidor Straus yang memilih untuk tetap bersama. Kalian ingat ada cuplikan dimana sepasang kakek nenek tidur berpelukan di saat air mulai masuk kedalam kamar mereka? Ya, pasangan ini yang saya maksud. Sejarah juga menceritakan bahwa Ida menolak untuk naik sekoci karena tidak mau meninggalkan suaminya, Isidor, sendirian di kapal.

Pembuatan Film

Titanic BTS (Copy)

Diproduksi di Baja Studio, James Cameron benar-benar membangun kembali replika Titanic, bahkan sedikit lebih besar. Membutuhkan lebih dari 19.000.000 galon air yang dibutuhkan untuk menenggelamkan setting replika tersebut. Semula, rumah produksi Paramounts & 20th Century Fox enggan bahkan menolak ide pembuatan film ini.

Level C di kedua rumah produksi tersebut sangsi bahwa cerita cinta selama 3 jam penuh mampu menarik minta orang untuk menontonnya. Apalagi biaya yang saat itu digelontorkan sangatlah besar 200 juta dollar. Namun berkat kepiawaian James dalam mengarahkan, memberikan detail informasi dan keuntungan sebagainya, akhirnya sepakat bahwa film Titanic akan segera dibuat.

Soundtrack Hits My Heart Will Go On

My Heart Will Go On (Copy)

Mungkin film Titanic tidak akan spesial apabila lagu ini tidak ada. Lagu yang dinyanyikan oleh Celine Dion ini dianggap soundtrack paling cocok setelah lagu I Will Always Love You milik Whitney Houston dari film Bodyguard. My Heart Will Go On ditulis oleh Will Jennings dan disulap menjadi lagu paling oke oleh James Horner, komposer yang sama yang membuat Music Scoring film Titanic.

Tapi tahukan kalian? Awalnya Celine Dion tidak mau untuk menyanyikan lagu ini. Ia menganggap lagu ini terlalu sendu dan menurutnya, dirinya sudah cukup menyanyikan lagu mellow untuk sebuah film setelah Celine sukses menyanyikan Beauty and The Beast.

Saat James Horner bertemu dengan Celine dan mulai memainkan intro; Celine langsung bilang ke suami yang juga managernya, ‘Aku tidak akan menyanyikan lagu itu’. Namun suami Celine, membujuknya untuk melakukan demo saja terlebih dulu. Apabila tidak suka, Celine bisa menolaknya setidaknya setelah melakukan demo.

Celine Dion akhirnya terbang ke New York untuk melakukan demo. Celine menyanyikan lagu My Heart Will Go On sebaik yang ia bisa. Tebak apa yang terjadi? Demo tersebut sukses! Tanpa sepengetahuan Celine, James Horner sudah menyiapkan orkestra di belakang studio. Jadi saat Celine menyanyi, ia sebenarnya sudah diiring seluruh instrumen musik.

Hasilnya? Lagu My Heart Will Go On yang sekarang kalian dengarkan bukanlah hasil recording. Namun itu benar-benar demo Celine yang saat itu tidak mau menyanyikan lagu tersebut. Sekarang baik film Titanic maupun lagu My Heart Will Go On menjadi film dan bahkan masuk ke dalam 10 Soundtrack Film Terpopuler dan Terbaik sepanjang masa versi Bacaterus! Celine pun bangga akan keputusannya untuk tetap melakukan demo tersebut.

Setelah membaca ulasan film Titanic tadi, kalian jadi kangen film Titanic bukan? Yuk nonton film nya lagi; khususnya buat teman-teman yang sama sekali belum nonton. Wah, jangan kelewatan ya! Oh iya, siapain tissue juga buat jaga-jaga kalau kalian tiba-tiba netesin air mata. Maklum, filmnya sudah romantis, sedih pula. Wah top markotop deh!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *