bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Till Death, Pernikahan Berdarah

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 13 Oktober 2021

Setelah vakum beberapa lama dari dunia perfilman, akhirnya Megan Fox kembali lagi ke layar sinema dengan membawakan tokoh ‘kuat’ dalam film berjudul Till Death karya sutradara S.K. Dale. Dalam film ini Megan memiliki peran sebagai seorang istri bernama Emma dari suami yang mungkin bisa dibilang agak ‘gila’.

Pernikahan mereka yang awalnya mulus menjadi berantakan akibat satu dan lain hal. Mengetahui pernikahannya rusak, sang suami dari tokoh yang diperankan Megan ini ingin membuat semuanya kembali lagi menjadi normal. Namun alih-alih menjadi normal, semuanya malah makin kusut. Apa yang sebenarnya suami Emma tersebut?

Sinopsis

Till Death_Poster (Copy)

Emma (Megan Fox) adalah seorang istri sah dari seorang pengacara terkenal bernama Mark (Eoin Macken). Pernikahan mereka yang semula baik-baik saja mulai amblas akibat tingkah laku Mark yang tidak seperti yang dulu Emma kenal, sehingga Emma pun akhirnya berselingkuh dengan pegawai Mark bernama Tom (Ami Ameen).

Suatu kali, Emma yang mengetahui kalau perbuatannya itu salah besar memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan Tom dan kembali ke pelukan suaminya Mark. Keputusan Emma sudah bulat sehingga pada saat ulang tahun pernikahannya, Emma dan Mark merayakannya secara romantis di sebuah restoran mewah. Disana ia diberi kalung baja cantik mengkilap.

Emma senang karena semuanya berjalan dengan lancar, meski agak sedikit kecewa karena hadiah untuk Mark ditolak mentah-mentah oleh suaminya itu. Begitu sampai di apartemen, mereka tidak segera masuk dan malah pergi ke sebuah rumah danau milik mereka di wilayah bersalju yang lumayan jauh dari New York. Disana Mark sangat romantis dan membuat Emma senang menganggap pernikahannya bisa diselamatkan.

Perasaan bahagia tersebut pupus begitu Emma bangun dan mendapati dirinya diborgol ke tangan suaminya sendiri lantas Mark bunuh diri di depan Emma. Emma histeris dan hendak meminta bantuan, namun karena ruang gerak Emma jadi serba terbatas akibat terborgol bersama suaminya yang sudah tewas, Emma kewalahan.

Ditambah lagi semua hal yang bisa membuka borgol tersebut sudah dilenyapkan oleh Mark; mulai dari perkakas, benda tajam bahkan alat bantu seperti handphone, mobil tidak bisa digunakan lagi oleh Emma. Ternyata alasan ia bunuh diri karena karirnya sudah selesai akibat penggelapan kasus ditambah Mark mengetahui istrinya selingkuh dengan pegawainya.

Ini membuat Mark menggenapi janji pernikahan mereka, yaitu ‘till death do us apart’. Intinya Mark ingin mengurung Emma di rumah danau yang ada di wilayah es bersama dengan dirinya. Namun Emma berusaha sekuat mungkin untuk mencari jalan sampai Tom mendatangi rumah danau tersebut dengan alasan Tom dikirim pesan untuk datang ke rumah tersebut.

Emma senang bukan main, ia berharap Tom bisa melepaskan borgol tersebut atau setidaknya menelpon polisi. Namun begitu tahu kalau Mark atau bos nya sudah meninggal dengan keadaan kepala pecah separuh akibat tertembak dan mayatnya diseret kesana kemari oleh Emma, Tom langsung sadar kalau Emma pun bisa ditangkap sehingga ia menyusun strategi.

Belum lama Emma dan Tom memikirkan apa yang akan mereka lakukan, sebuah mobil 4D mendatangi rumah danau milik Emma dan Mark. Tom lantas bertanya apakah Emma menunggu seseorang atau tidak karena mobil itu sepertinya membuntutinya semenjak Tom akan kemari. Saat Emma menjawab tidak, Tom segera tahu kalau ada yang aneh.

Tom akhirnya menerima tamu tak diundang tersebut yang mengaku sebagai plumber atau tukang pipa yang dipekerjakan Mark untuk mengurus sistem air di rumah danau itu. Tom yang semakin merasa ada yang aneh dengan pengakuan orang tersebut meminta untuk janjinya dibatalkan saja dan ia akan membayar uang ganti. Meski demikian orang itu bersikukuh untuk diam disana.

Saat Tom dan pria paruh baya (Jack Roth) itu berdebat, seorang pria lainnya bernama Bobby (Callan Mulvey) keluar dari mobil dan langsung menusuk Tom hingga tewas. Setelah membunuh, Bobby dan rekannya lantas masuk ke rumah danau tersebut. Emma yang mengetahui dirinya dalam bahaya mulai menyeret mayat suaminya ikut bersamanya guna bersembunyi di sebuah garasi perahu di tepi danau.

Di garasi tersebut Emma memutuskan ibu jari suaminya menggunakan jangkar tajam supaya borgolnya bisa longgar dan lepas membuat ruang gerak Emma lebih terbuka. Begitu berhasil melepaskan diri, Emma lantas bersembunyi di tempat lain setelah mengambil sebuah jerigen bensin untuk diisi manual ke mobilnya yang sengaja dikuras oleh Mark supaya Emma tidak bisa kabur.

Bobby yang tahu kalau Emma masih berkeliaran lantas membuat ban mobil itu kempes tepat disaat Emma perlahan kabur masuk kembali ke dalam rumah lewat pintu rubanah di luar rumah. Namun jejak kaki Emma yang tak memakai sepatu dan jejak darah yang ada di tubuh Emma menuntun Bobby ke arahnya. Sialnya di sisi pintu rubanah lain rekan Bobby juga sudah menunggu. Beruntung Emma memegang kunci mobil dan menyalakan alarm. Sehingga perhatian mereka terdistraksi.

Keadaan jadi runyam begitu Bobby dan rekannya mengetahui keberadaan Emma, meski sudah melawan Emma kalah kuat sehingga hampir menyerah. Ternyata mereka tak mengincar Emma saja namun berlian yang dijanjikan oleh Mark. Sedikit flashback, Bobby merupakan kriminal. Ia pernah masuk penjara akibat menyerang Emma namun dibebaskan oleh Mark untuk membalaskan dendamnya. Sedangkan berlian yang dimaksud adalah kalung baja milik Emma.

Kalung tersebut tidak bisa dilepas, sehingga Bobby ingin menebas kepala Emma dengan gergaji yang Mark sudah siapkan dalam brankas. Pertikaian terjadi, rekan Bobby tidak ingin membunuh Emma dan malah tewas akibat berkelahi dengan Bobby. Bobby semakin naik pitam dan ingin membunuh Emma, beruntung Emma bisa mengalahkan si pembunuh hingga Bobby dan mayat suaminya, Mark bersama tenggelam di danau.

Petak Umpet Versi Mengerikan

Till Death_Scene2 (Copy)

Selama menonton film ini, para penonton akan dibuat deg-degan karena sutradara membuat plotnya bak petak umpet. Emma harus terus bersembunyi entah bagaimana sulitnya keadaan yang ia hadapi. Mulai dari bersembunyi di kolong dek yang dilapisi es dengan keadaan kaki telanjang hingga Emma kesakitan sampai bersembunyi di seluruh penjuru rumah supaya tidak ketahuan oleh Bobby.

Petak umpet tersebut punya versi gory, karena disaat upaya Emma melarikan diri, banyak scene berdarah-darah yang cukup membuat kalian mual. Entah itu saat Emma bersembunyi di dalam perahu dengan keadaan tangan dari mayat suaminya masih bergelantungan dengan keadaan jari-jarinya sudah hancur akibat ditebas jangkar oleh Emma sendiri. Aduh.

Ceritanya yang Acak

Till Death_Scene3 (Copy)

Untuk saya sendiri, film ini punya awal yang membosankan. Jalan ceritanya seperti lama sekali dan pengenalan tokohnya acak. Awalnya, saya kita Tom adalah suami Emma, namun ternyata selingkuhannya, lantas kita dikenalkan dengan tokoh Bobby yang adalah perundung Emma di masa lalu yang sama sekali tak dijelaskan kenapa ia bisa diserang.

Lanjut lagi pengenalan suaminya yang tiba-tiba sudah ‘dingin’ perlakuannya terhadap Emma dan terkesan mendominasi Emma untuk menggunakan ini itu juga arogan. Cerita bagaimana dan kenapa Mark bisa berubah dingin pada Emma pun tidak dijelaskan secara gamblang, tahu-tahu pernikahan mereka sudah rusak. Membuat saya berpikir, ada apa sih sebenarnya?

Siapa yang Salah?

Till Death_Scene (Copy)

Saat semua mulai terungkap saya berpikir jadi sebenarnya yang salah dalam pernikahan mereka itu siapa? Emma yang berselingkuh atau Mark yang memang agaknya semena-mena terhadap Emma. Namun sutradara jadi menggiring bahwa Mark lah yang bersalah karena ia membebaskan bahkan meminta Bobby si kriminal yang kasusnya ditangani oleh Mark untuk membunuh Emma.

Tapi di sisi lain, kalau saja Emma tidak berselingkuh, saya yakin Mark tidak akan melakukan tindakan gila seperti itu. Lucunya, Megan Fox yang memerankan tokoh Emma pun mengatakan pada ET Online kalau semisal kita sudah punya hubungan yang awalnya hancur lebih baik diakhiri bukan berselingkuh, yet she did it in the movie. Untuk film ini Bacaterus memberi skor 3/5.

Till Death
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram