Sinopsis & Review Film Animasi The Willoughbys (2020)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari
The Willoughbys
4.3
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Lahir dari kedua orangtua yang egois, Tim, Jane dan si kembar Barnaby hidup terlantar. Mereka kelaparan dan kerap dihukum atas sesuatu yang bukan kesalahannya. Saking merasa menderita, mereka punya ide mengirim kedua orangtuanya untuk berlibur, jauh dari rumah dan berharap menjadi yatim piatu. 

Dari sini perjalanan mencari ‘arti’ keluarga dimulai, terutama ketika mereka bertemu dengan pengasuh bertubuh tambun yang memiliki rambut membentuk tanda hati. Sempat menginginkan kedua orangtuanya kembali, Tim dan adik-adik kembali ditelantarkan.

Kisah sedih anak-anak keluarga Willoughbys ini bisa Anda ketahui secara utuh dengan menonton film The Willoughbys (2020). Namun sebelum itu mari baca lebih dulu melalui sinopsis dan review dari Bacaterus berikut ini.

Sinopsis

Review film The Willoughbys__
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Computer Animated, Comedy
  • Produksi: Netflix Animation, Bron Animation, Creative Wealth Media
  • Sutradara: Kris Peam
  • Pengisi Suara: Will Forte, Maya Rudolph, Alessia Cara, Terry Crews

Seekor kucing menjadi narator di sini. Dia bercerita mengenai sebuah rumah yang sangat kecil, yang kuno seolah tersembunyi dari kemajuan zaman berada di tengah gedung-gedung tinggi dan apartemen berjendela puluhan. Meski kecil, halaman depan rumah itu penuh dengan bunga berwarna-warni yang cantik.

Rumah tersebut milik satu keluarga yang aneh. Mereka punya sejarah yang sangat panjang. Warisan keluarga yang terdiri dari tradisi, penemuan, kreativitas hingga keberanian. Satu identitas yang diturunkan dari generasi ke generasi di keluarga itu adalah rambut wajah, tepatnya kumis, yang ikonik dan megah, kecuali generasi yang terbaru. 

Generasi terbaru dari keluarga Willoughbys melahirkan bayi, tapi perlakuan mereka pada bayi tersebut sungguh menyedihkan. Ayahnya menggunakan kaki untuk menyentuh kepala sang bayi dan mengatakan untuk mencari kasih sayang di tempat lain. Bayi tersebut diberi nama Tim Willoughbys (Will Forte). Tim tumbuh tanpa cinta kedua orangtuanya.

Waktu berlalu, Tim kini punya adik perempuan bernama Jane Willoughbys (Alessia Cara) serta dua saudara kembar menyeramkan yang masing-masing bernama Barnaby A dan Barnaby B (Sean Cullen). Mereka terlihat menatap tembok yang berisi foto-foto para leluhur keluarga Willoughbys, yang sepertinya sangat dibanggakan oleh Tim. 

Walau tinggal di rumah bersama kedua orangtua, anak-anak itu sama sekali tak diperhatikan. Untuk urusan makan, Walter (Martin Short) dan Helga (Jane Krakowski) Willoughbys bahkan tak membaginya sama sekali. Dua orangtua itu membiarkan anak-anak kelaparan sementara mereka menikmati makanan dengan bahagia.

Jane dan si kembar Barnaby merengek karena lapar, tapi Tim mengingatkan bahwa keluarga Willoughbys tidak meminta makanan melainkan menunggu. Walter dan Helga tak membiarkan anak-anaknya makan makanan hari ini, kecuali makanan kemarin. Tapi itu pun tak berlaku karena dua orangtua serakah tersebut juga memakan makanan kemarin, tak menyisakan apa pun untuk anak-anak.

Saat Tim tengah protes, Jane diam-diam mencuri makanan dan membuat kekacauan. Alih-alih sadar, Walter dan Helga justru berdrama dan menyalahkan semuanya pada Tim. Anak tertua itu akhirnya dihukum. Tim dikunci di gudang batu bara di rumah mereka. Ternyata ini bukan kali pertama Tim dihukum, terlihat dari banyaknya coretan yang menandakan berapa kali dia ada di sana. 

Dalam keadaan seperti itu Tim kadang berharap tidak menjadi bagian dari Willoughbys. Dia lalu mengenang kejayaan para buyutnya melalui sebuah buku yang dia simpan. Dulu, keluarga Willoughbys sangat hebat. Masing-masing ada yang menjadi tentara, ilmuwan, raja, filsuf, penjelajah, penerbang, seniman dan penyair.

Para leluhur Willoughbys punya kebiasaan mendaki yang tak bisa didaki, selalu makan bersama di meja, seperti keluarga. Selain itu, semua Willoughbys dulu memiliki kumis, bahkan para wanitanya. Tim tiba-tiba percaya bahwa keluarganya bisa hebat lagi seperti dulu. Tim dan saudaranya punya keinginan walau di tengah keterbatasan. Mereka masih memiliki tekad, imajinasi dan harapan.

Cerita berlanjut di malam hari. Saat itu hujan dan kucing narator yang berteduh di pohon melihat seseorang melintas di depan kediaman Willoughbys. Orang misterius tersebut meninggalkan sebuah kotak. Misterius, dari dalam kotak terdengar suara raungan gaduh yang membuat dua Barnaby tertarik. Mereka lalu mengabarkan hal itu pada Jane.

Ketiganya kemudian pergi ke atap rumah, melihat ke arah gerbang menggunakan teropong. Begitu antusias dan penasaran, Jane dan kembar Barnaby diam-diam turun dari sana menggunakan sebuah alat yang mereka buat sendiri. Ketiganya sangat hati-hati karena jika Walter dan Helga tahu semua bisa runyam.

Tanpa Tim mereka mulai mendekat ke arah kotak misterius tersebut. Begitu hampir sampai, dua kembar Barnaby kabur meninggalkan Jane yang tak sadar ditinggal sendirian. Gadis itu cukup berani untuk mulai membuka dan saat kotak itu dibuka, Jane seperti diserang sesuatu. 

Pagi hari datang, Tim kabur melalui lubang asap, mencari tiga adiknya. Betapa terkejutnya Tim ketika mendapati seorang bayi ada bersama Jane dan Barnaby. Tim berusaha menjaga agar kegaduhan mereka, apalagi suara bayi, tak sampai terdengar oleh Walter dan Helga. Anak tertua itu tak setuju jika harus menjaga si bayi karena dia tahu Walter dan Helga membenci anak-anak. 

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram