bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Netflix The Untouchables (1987)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 24 Mei 2021

Selama era Prohibition di Amerika Serikat, Eliot Ness, seorang agen federal, bertekad untuk menghentikan gangster Chicago yang kejam, Al Capone. Karena korupsi yang merajalela di institusi penegak hukum, dia membentuk tim kecil yang dipilih sendiri olehnya untuk membantunya menuntaskan tugas ini. Kevin Costner dan Sean Connery membintangi salah satu film terlaris di tahun 1987 ini.

The Untouchables adalah film kriminal dengan kualitas tinggi karya sutradara Brian De Palma yang selain menampilkan Costner dan Connery, juga menghadirkan Robert De Niro sebagai Al Capone. Film ini didukung oleh nama-nama besar di perfilman Hollywood, antara lain David Mamet sebagai penulis naskah, Giorgio Armani untuk kostum dan sang maestro Ennio Morricone sebagai penggubah musik.

Banyak hal yang akan coba kami ulas, selain review dan sinopsisnya tentu saja, dari film yang berdasarkan buku memoir karya Eliot Ness yang juga menampilkan adegan memorable nan monumental di tangga stasiun kereta ini.

Sinopsis

The Untouchables (1987)
*https://anz.newonnetflix.info/info/60004086
  • Tahun: 1987
  • Genre: Crime / Drama / Thriller
  • Produksi: Paramount Pictures
  • Sutradara: Brian De Palma
  • Pemeran: Kevin Costner, Sean Connery, Robert De Niro

Eliot Ness (Kevin Costner), seorang agen federal yang datang ke Chicago pada era Prohibition, dimana hukum melarang peredaran minuman keras, terutama yang ilegal dan selundupan dari negara lain. Di era itu juga, korupsi merajalela pada insititusi penegak hukum, terutama di kepolisian. Tugasnya adalah membuat gembong kriminal Al Capone dalam jerat hukum.

Tetapi yang jadi masalah adalah Al Capone sangat terkenal dan memiliki banyak tangan di berbagai institusi pemerintahan dan penegak hukum, sehingga pergerakan bisnis haramnya berjalan dengan lancar dan sekaligus membuat tugas Eliot menjadi semakin berat. Setelah operasi pertamanya gagal total dengan pasukan polisi yang lengkap, Eliot kemudian berencana membuat tim kecil yang dapat dipercaya.

Di saat itulah Eliot bertemu dengan Jimmy Malone (Sean Connery), seorang polisi patroli senior yang jujur. Eliot memutuskan jika pria keturunan Irlandia inilah sosok yang dia cari untuk bersama membangun tim yang dia inginkan. Bersama Jimmy mereka merekrut polisi muda yang handal dalam menembak, George Stone (Andy Garcia) dan akuntan pajak Oscar Wallace (Charles Martin Smith) ke dalam tim.

Awalnya, The Untouchables, nama yang disematkan pers kepada mereka, hanya menjadi bahan lelucon. Tetapi setelah penggerebekan di kantor pos berhasil, mereka mulai membuat Al Capone marah. Ditambah dengan taktik yang terkadang melanggar hukum dari Jimmy (seperti menembak kepala jasad mafia agar rekannya mau bicara), membuat Al Capone membalas dengan cara yang lebih kejam.

Satu persatu dari mereka dibunuh oleh anak buah Al Capone. Oscar ditembak di dalam lift bersama akuntan yang akan bersaksi di persidangan. Kemudian Jimmy diberondong dengan senapan di rumahnya yang membuatnya tewas dengan bersimbah darah, tapi sempat memberikan informasi kepada Eliot sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Kematian rekan-rekannya ini membuat emosi Eliot memanas. Tetapi dengan tetap berkepala dingin, bersama George, mereka berhasil menangkap akuntan lainnya untuk bersaksi di persidangan. Dengan bukti-bukti penghindaran pajak, penyuapan juri pengadilan dan kepolisian, serta beberapa kasus pembunuhan lainnya, mereka berhasil menempatkan Al Capone ke dalam penjara.

Kharisma Sean Connery

Kharisma Sean Connery
*https://www.independent.co.uk/arts-entertainment/films/features/sean-connery-death-james-bond-untouchables-obituary-tribute-cause-bahamas-b1481134.html

Sean Connery adalah aktor veteran yang tampil sangat baik membawakan karakter Jim Malone dalam The Untouchables. Arahan yang diberikan Jimmy kepada Eliot mampu mengubah seorang agen yang biasa terpatok dengan textbook menjadi lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak yang pada akhirnya membentuk Eliot sebagai sosok yang disegani oleh lawannya.

Kharisma Connery di film ini membayangi Costner yang masih hijau dan De Niro yang kembali ke habitat mafianya. Aura James Bond yang pernah diperaninya masih tampak membekas meski sudah termakan usia. Akting yang total darinya dengan mimik dan gestur yang sempurna membuatnya meraih Oscar di kategori Best Supporting Actor.

Film ini menjadi pencapaian terbaiknya di dunia film. Pada akhirnya, setelah rentetan film sukses yang dibintanginya, para juri Oscar dibuat terkesima dengan performa aktingnya sebagai polisi jujur di tengah badai korupsi. Beliau telah wafat di usia 90 tahun pada 31 Oktober 2020. Selamat jalan, James Bond pertama, film-filmmu akan selalu dikenang.

Deretan Nama Besar di Balik Produksinya

Deretan Nama Besar di Balik Produksinya
*http://empire301greatestmovies.blogspot.com/2013/12/the-untouchables-1987-295.html

Buku The Untouchables karya Eliot Ness pertama kali diadaptasi dalam bentuk serial TV yang ditayangkan di ABC selama 4 season dari tahun 1959 sampai 1963. Hanya kali ini, kisah ini ditampilkan dalam film layar lebar dengan aktor populer, bujet besar, dan naskah yang ditulis oleh dramawan yang dihormati, David Mamet. Dia adalah orang dibalik kesuksesan The Verdict (1982) dan puluhan drama teater Broadway.

Selain itu, ada sang maestro Ennio Morricone, penggubah musik di Dollars trilogy yang fenomenal dan menjadi salah satu soundtrack yang memorable dan berpengaruh dalam dunia perfilman. Dari gubahannya di film ini, Morricone masuk sebagai nominasi di kategori Best Original Score. Musik di film ini menjadi salah satu karya terbaiknya.

Masih ada lagi Giorgio Armani di bagian kostum. Siapa sih yang tidak mengenalnya? Armani adalah salah satu fashion designer terkenal di dunia. Dia mempersembahkan setelan jas seluruh aktor dalam film ini yang disesuaikan dengan karakternya. Coba lihat betapa kharismatiknya jaket yang dipakai Jimmy Malone dan setelan jas yang dipakai oleh Eliot Ness dan Al Capone.

Dan yang paling menonjol adalah setelan jas yang dipakai Billy Drago sebagai Frank Nitti. Setelan jas putihnya begitu berbanding terbalik dengan karakternya yang sadis, tapi tampak elegan karenanya. Dan yang terakhir, tentu saja sutradara Brian De Palma yang mampu memberikan usaha terbaiknya dalam mewujudkan sebuah film yang menjadi salah satu film terbaik Hollywood ini.

Kedetilan dan pengarahan karakter yang tepat selalu menjadi poin terbaik darinya. Dan sebagai penghormatannya kepada dunia film, De Palma selalu menyelipkan sebuah adegan yang dikutipnya dari film-film terbaik di masa silam. Di film ini, De Palma menghadirkan adegan baku tembak di tangga stasiun yang diambil dari film Battleship Potemkin (1925) karya Sergei Eisenstein.

Adegan yang disebut sebagai “Odessa Steps” ini memang sangat menegangkan. Di tengah baku tembak dengan para mafia, Eliot harus menyelamatkan bayi dalam kereta dorong yang terlepas darinya saat membantu seorang ibu di stasiun. Ditampilkan dalam slow-motion semakin membuat detak jantung seolah berhenti. Dan kereta bayi berhasil diselamatkan dengan gaya menawan Andy Garcia.

Nama “Odessa Steps” ini berasal dari tangga besar di Odessa, Ukraina. Tangga ini menjadi pintu masuk ke kota dari arah laut yang menjadi lokasi paling populer di kota Odessa. Adegan dalam The Untouchables kemudian diparodikan di Naked Gun 33 1/3: The Final Insult (1994) yang hasilnya sangat lucu.

The Untouchables menjadi karya klasik dari Brian De Palma yang kaya dengan sentuhan seni yang tinggi tentang penggambaran sebuah periode kelam di Chicago dengan penampilan aktor kelas atas dan dukungan tim produksi yang sempurna. Tidak banyak kata lagi sebagai bahan rekomendasi, film ini sangat wajib ditonton, apalagi kini sudah tersedia di layar Netflix. Langsung disimak saja ya!

The Untouchables
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram