bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Swarm, Serangan Belalang Ganas

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 9 September 2021

Setelah film horor original Netflix berjudul Blood Red Sky tayang, kini Netflix mempersembahkan kembali film horor lainnya yang tidak kalah bikin stress berjudul The Swarm. Konyol memang melihat judulnya, namun cerita yang disuguhkan tidak konyol, malah lebih menyeramkan dari apa yang kita bayangkan.

The Swarm sendiri menceritakan tentang peternak belalang di sebuah kota kecil di Perancis. Serangga tersebut dikembangbiakan untuk banyak hal; salah satunya sebagai makanan berprotein tinggi. Namun satu waktu keanehan muncul dan disadari cepat oleh si peternak, serangga yang selama ini rawat kini lebih suka memakan daging dan darah daripada tumbuhan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Sinopsis

The Swarm_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Thriller, Horror
  • Produksi: Arte France Cinéma, Capricci Films, The Jokers Films
  • Sutradara: Just Philippot
  • Pemeran: Suliane Brahim, Sofian Khammes, Marie Narbonne

Virginie (Suliane Brahim) merupakan seorang ibu tunggal, setelah kematian suaminya akibat bunuh diri, ia menjadi orang tua yang harus merawat kedua anaknya yang mulai beranjak besar bernama Laura (Marie Narbonne) dan Gaston (Raphael Romand). Beruntung meski sering memberontak, kedua anaknya tetap menurut pada Ibunya sehingga Virginie tidak kesusahan.

Satu-satu mata pencaharian Virginie adalah dengan beternak serangga belalang yang biasa ia jual sebagai kudapan tinggi protein ke pasar-pasar yang berada di wilayah tempat tinggalnya. Suatu kali, keadaan tidak mengenakan terjadi pada Laura. Ia jadi bahan cemoohan anak-anak sebaya yang suka merundungnya di sekolah. Ini membuat Laura sedih dan kecewa akan kehidupannya.

Ditambah lagi hasil penjualan Virginie tidak sangat bagus dan bahkan memburuk karena serangga miliknya tak lagi banyak. Virginie stress, keuangan mereka hampir habis dan bantuan dari teman Virginie, Karim (Sofian Khammesas) pun tidak lagi membantu banyak. Ini karena Virginie sudah sungkan sekali untuk meminjam uang pada dirinya. 

Virginie akhirnya mengamuk di kandang peternakan serangganya dan tak sengaja melukai dirinya sendiri hingga pingsan, begitu bangun, Virginie kaget karena serangganya sedang asyik memakan dan meminum darah yang berasal dari luka di tangan Virginie. Setelah itu Virginie juga menemukan bahwa setelah memakan dan meminum darah, serangga-serangga itu jadi cepat bertelur dan semakin banyak jumlahnya.

Mengetahui hal tersebut, Virginie senang bukan main. Tanpa sepengetahuan teman dan anak-anaknya, ia mulai memberi makan serangga peliharaan tersebut dengan darahnya sendiri yang menstimulasi para serangga untuk bertelur lebih banyak dan menjadi semakin besar juga semakin berbahaya. Virginie sama sekali tidak mengerti apa yang dilakukannya bisa membahayakan banyak jiwa.

Serangga-serangga yang diternak dan sudah diberi makan darah semakin banyak jumlahnya. Ini membuat Virginie memperbesar lahan ternakannya dan membuat Laura yang kerap diejek oleh teman-temannya akibat Ibunya dianggap sebagai ‘ratu belalang’ semakin murka. Perjanjian Ibunya dengan Laura yang mengatakan akan pindah dari sana untuk memulai hidup baru jadi hanya bohong belaka.

Saking kesalnya, saat Virginie pergi ke kantor pos di kota, Laura yang pusing mendengar suara bising dari ribuan belalang yang diternak lantas mengambil cutter, menghancurkan 1 tenda penuh dengan serangga dan menyobek tenda tersebut. Alhasil, serangga-serangga tersebut akhirnya lepas dan mulai mencari mangsa untuk dimakan. 

Akibat hal tersebut, peliharaan kambing milik keluarga Virginie habis disantap oleh para belalang, sedangkan ratusan belalang lainnya sudah kabur kemana. Merasa masih ada harapan untuk menyelamatkan peternakan miliknya, Virginie akhirnya tutup mulut soal peliharaan mereka yang tewas pada putranya Guston karena kalau Guston sampai tahu, pasti Guston akan sedih.

Kehidupan Virginie akhirnya pelan-pelan membaik, karena para pembeli belalang mulai banyak yang memesan dan puas karena belalang yang mereka beli gemuk dan sehat, bahkan Virginie pun membelikan motor yang sudah dari dulu diidam-idamkan Laura. Tak hanya itu, hutang-hutangnya perlahan-lahan lunas. Namun meski demikian, Virginie jadi tidak cepat puas.

Ia kembali mengembangbiakan peliharaan dan mulai melakukan tindakan kriminal. Ia mengumpulkan Jackie, seorang anjing milik tetangganya, menggorok sapi peliharaan tetangganya untuk diambil darahnya untuk dijadikan santapan para belalang. Ketika suplai darah sudah tidak bisa didapatkan, ia mengorbankan dirinya sendiri untuk disantap.

Hal ini sempat dilihat oleh putrinya Luara yang sehabis pulang mengantar Gaston adiknya untuk menginap di kamp kegiatan pertandingan bola di luar kota. Laura histeris melihat ibunya disantap belalang namun tetap berhasil hidup. Setelah selesai memberi makan peliharaannya, Virginie lantas mendatangi kamar Laura. Namun Laura terlalu takut untuk membuka pintu sehingga ia minta bantuan Karim, teman Ibunya.

Karim pun segera mendatangi kediaman Virginie, ia melihat Virginie kelelahan dan membawanya ke rumah sakit. Ia lantas bertanya pada Laura apa yang sebenarnya terjadi, Laura hanya menjawab bahwa serangga-serangga yang diternak ibunya sudah membuat ibunya menjadi gila. Karim penasaran, ia akhirnya mencoba masuk ke salah satu tempat penangkaran dan menemukan hal yang mengerikan.

Tetangga Virginie yang tinggal tidak jauh dari kediaman Virginie ditemukan tewas di dalam tempat penangkaran, pria itu sedang ‘dikunyah’ oleh ratusan belalang akibat masuk ke tempat penangkaran tanpa baju pelindung khusus saat mencari jackie, anjingnya yang hilang. Well, sebenarnya sudah mati akibat jadi santapan belalang milik Virginie.

Merasa berbahaya, Karim pun akhirnya membakar semua tempat penangkaran, namun celakanya, ini membuat ribuan belalang akhirnya bisa lepas dan menyerang Karim hingga tewas. Virginie pun lantas mengejar Laura yang diincar belalang ganas tersebut. Laura bersembunyi di perahu yang ia balikan di danau supaya ia terlindung. Sedangkan Virginie lantas mengorbankan dirinya untuk dimakan untuk menyelamatkan sang putri.

Kurang Penjelasan

The Swarm_Less Explanation (Copy)

Sedari film mulai, kita akan disuguhkan mengenai peternakan belalang. Namun, saat belalang itu mulai menyukai darah, kita tidak diberi penjelasan kenapa seekor serangga yang umumnya doyan makan serangga lebih kecil atau dedaunan malah jadi gemar minum darah bahkan mengunyah daging. 

Kita akan dibuat bergidik ngeri saja ketika melihat hal itu terjadi. Saya berharap ada penjelasan ilmiah sih mengapa belalang milik Virginie bisa jadi seganas itu bahkan bisa jadi bertelur sangat banyak, ukurannya jadi dua kali lipat besarnya dan juga menjadi kanibal bagi belalang-belalang yang sudah lebih dulu ada.

Cerita yang Biasa Saja

The Swarm_Plot (Copy)

Ceritanya berjalan begitu saja tanpa ada titik klimaks yang benar-benar bikin kita tahan nafas. Mungkin kalau kalian pergi ke toilet atau bahkan memasak pop corn dan kembali ke depan layar, kalian tidak akan ketinggalan terlalu banyak ceritanya; mengingat cerita dalam film ini seakan ‘yang penting seru’.

Padahal, sang sutradara, Just Philippot bisa saja menambahkan cerita lain yang bikin seluruh isi film jadi benar-benar perjuangan hidup banyak orang yang tinggal di wilayah kediaman keluarga Virginie. Hmm, seperti film The Thaw misalnya? Intinya film ini jadi standar. Bagaimana dengan pendapat kalian? Apakah sama?

Akhir yang Menggantung

The Swarm_Ending (Copy)

The Swarm memiliki ending yang seperti ditinggal tak berujung. Setelah Virginie berhasil mengorbankan dirinya supaya para belalang memakan dirinya dan memberi waktu untuk Laura menyelamatkan diri, Virginie yang sedang digulung belalang berjalan pelan masuk ke danau sehingga belalang-belalang itu mati tenggelam.

But hey! Ada ribuan belalang yang ada di tempat penangkaran milik Virginie yang lepas ke udara setelah Karim membakar semua sangkar mereka, tapi kenapa hanya ada sekitar puluhan belalang besar saja yang mati. Bagaimana kabar belalang lain yang mungkin menyerang kota dan berkembang biak menimbulkan keadaan yang lebih buruk lagi? Akhir cerita itu yang kian menambah film ini menjadi film super standar menjadikannya film original Netflix dengan skor 2.5/5.

The Swarm
Rating: 
2.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram