bacaterus web banner retina

Sinopsisi & Review The Ruins, Tumbuhan Pemakan Daging

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 17 September 2021

Film-film yang bisa memacu adrenalin saat menontonnya selalu berhasil menyedot banyak penonton. Maka dari itu tidak heran jika The Ruins (2008) cukup sukses dengan meraih pendapatan berlipat-lipat dari biaya produksi yang sudah dikeluarkan. Dibintangi oleh Jena Malone dan Jonathan Tucker, film ini rupanya diangkat dari sebuah novel misteri dan thriller berjudul sama karya Scott Smith.

Novel tersebut terbit pada 2006; dua tahun sebelum resmi dibuatkan versi filmnya oleh pihak DreamWorkd Pictures. Ia bercerita tentang petualangan sekelompok pemuda dan pemudi yang berakhir mengerikan. Mereka diteror oleh sesuatu yang tidak diduga dan tidak masuk akal. Ingin tahu kelanjutan cerita seutuhnya? Kalau begitu simak lebih dulu sinopsis serta ulasan berikut ini!

Sinopsis

The Ruins (2008)
  • Tanggal/Tahun Penayangan: 4 April 2008
  • Genre: Supernatural horor, Misteri, Thriller, Petualangan, Persahabatan
  • Pemain: Jonathan Tucker, Jena Malone, Shawn Ashmore, Laura Ramsey
  • Sutradara: Carter Smith
  • Produksi: DreamWorkd Pictures, Spyglass Entertainment, Red Hour

Berlibur harusnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Lepas dari segala aktivitas untuk sejenak, melupakan kepenatan lalu dapat kembali dengan segar. Sayangnya itu tidak terjadi pada Amy (Jena Malone) dan kawan-kawan. Ketika liburan tersisa tinggal beberapa hari, mereka memutuskan untuk menjelajah; menemukan sebuah situs peninggalan Suku Maya.

Ide ini datang dari Mathias (Joe Anderson) sebab kerabatnya sudah lebih dulu berangkat ke situs tersebut. Dia lantas mengajak Amy, Jeff (Jonathan Tucker), Stacey (Laura Ramsey), Eric (Shawn Ashmore) dan satu orang Yunani bernama Dimitri (Dimitri Baveas). Mereka bertemu di hotel tempat empat orang sahabat itu menginap.

Hari keberangkatan pun tiba. Antusias Jeff mulai mengemas barang-barang yang akan dibawanya. Begitu pun dengan Eric dan Stacey. Semua tampak berjalan baik-baik saja. Mereka dengan mudah menemukan situs tersebut. Sesampainya di sana hal tidak terduga dan mengerikan terjadi.

Secara tiba-tiba sekelompok orang yang merupakan penduduk setempat mengepung Amy dan rombongan. Menggunakan bahasa yang sulit dimengerti mereka hendak menyerang anak-anak muda tersebut. Tanpa diberi kesempatan untuk menjelaskan, Dimitri tiba-tiba saja dipanah. Dia yang sudah tidak berdaya dibunuh dengan cara ditembak di depan rombongan yang lain.

Ketakutan, ke lima anak muda tersebut langsung naik ke situs yang sejak awal menjadi tujuan mereka. Situs tersebut berbentuk piramida dengan banyak anak tangga yang diselimuti oleh tumbuhan merambat. Tanpa disadari, ancaman yang lebih mengerikan justru menunggu mereka di atas.

Sesampainya di atas, mereka menemukan tenda yang dicurigai milik kerabat Mathias. Namun, tidak ada siapa pun di sana. Hingga tiba-tiba terdengar dering telepon dari dalam sumur. Di situs tersebut terdapat lubang yang dilengkapi dengan tali untuk menderek dan untuk naik turunkan seseorang.

Mathias merasa harus masuk ke sana. Sayang, tali yang digunakan ternyata rapuh. Lelaki itu pun jatuh ke dasar lubang dan mengalami patah tulang. Dengan susah payah, Amy dan Stacey turun ke bawah untuk menyelamatkan Mathias. Mereka bertiga akhirnya berhasil naik ke atas tapi dengan keadaan yang memprihatinkan, terutama Mathias.

Masih penasaran dengan bunyi dering telepon, dua wanita dalam rombongan tersebut terpaksa kembali turun ke dalam sumur. Betapa terkejutnya mereka ketika begitu masuk lebih dalam, yang ditemukan hanya mayat dan telepon genggam yang sudah pecah. Rupanya suara dering telepon yang mereka dengar berasal dari tumbuhan misterius yang bisa menirukan bunyi.

Keduanya panik sebab tumbuhan itu tiba-tiba bergerak menyerang. Beruntung keduanya berhasil sampai ke atas. Keadaan tidak kunjung membaik. Penduduk desa masih menunggu mereka, berjaga-jaga jika tumbuhan mematikan tersebut bergerak mengancam. Semantara itu, kondisi Mathias juga semakin buruk.

Mereka mulai menyadari bahwa teror sesungguhnya adalah tumbuhan misterius yang mematikan. Itulah pasal penduduk setempat sangat menghindari lokasi tersebut dan tidak segan membunuh siapa pun yang sudah terkena. Berhasilkah Amy dan kawan-kawan melarikan diri dalam keadaan hidup dari situs tersebut?

Tumbuhan Misterius Pemakan Daging

Tumbuhan Misterius Pemakan Daging

Pengalaman menegangkan yang coba ditularkan oleh film The Ruins cukup mengecoh. Di menit-menit awal, Anda akan mengira bahwa ancaman bagi Amy dan kawan-kawan adalah suku kanibal yang masih memangsa daging manusia. Bagaimana tidak, sebab sejak awal langsung terjadi adegan pembunuhan terhadap salah satu dari anggota rombongan.

Penduduk di film ini diceritakan langsung menembak Dimitri tanpa basa-basi. Suasana bertambah tidak karuan dan membingungkan ketika mereka tidak saling memahami bahasa masing-masing. Semakin lama, cerita semakin bergulir, barulah mereka menyadari bahwa musuh yang sebenarnya adalah tumbuhan misterius yang ada di sekitar mereka.

Tidak ada satu pun yang menduga bahwa tumbuhan bisa mengancam nyawa. Saat menonton film ini Anda akan ikut terbawa bingung sekaligus panik karena yang dihadapi adalah tumbuhan. Terkesan sepele, tapi jika sudah melilit, ia akan sulit lepas.

Dalam salah satu adegan, Anda bisa terbawa geli sekaligus mual ketika melihat ada tumbuhan berhasil masuk ke dalam tubuh Stacey. Ia juga memakan daging-daging di kaki Mathias yang sudah tidak bisa lagi digerakkan. Ancaman tumbuhan merambat yang seperti dirasuki iblis ini menjadi teror utama dalam The Ruins (2008).

Mengandung Scene Berdarah-Darah

Mengandung Scene Berdarah-Darah

The Ruins bukan hanya menegangkan dari segi cerita. Di dalamnya terdapat pula beberapa scene yang sangat tidak ramah untuk siapa pun yang takut dengan darah. Anda harus bersiap sejak menit-menit awal ketika Dimitri ditembak di bagian kepala oleh para penduduk setempat.

Adegan berdarah pada film ini terhitung cukup vulgar ditampilkan. Luka-luka yang diderita Mathias misalnya, meski hanya beberapa detik, para penonton diperlihatkan keadaan kaki Mathias yang sudah tinggal tulang, dagingnya koyak di sana-sini dan luka amputasi yang mengerikan.

Selesai dengan luka Mathias, adegan berdarah lain akan menghantui Anda ketika kulit Stacey harus disayat untuk mengeluarkan tumbuhan yang merambat dan hidup di bawah kulitnya. Tumbuhan tersebut seperti cacing berukuran kecil namun panjang. Menonton bagian ini Anda akan ikut merasakan sakit, panik dan geli.

Persahabatan Hingga Akhir

Persahabatan Hingga Akhir

Film berdurasi sekitar 90 menit ini sekaligus memperlihatkan persahabatan yang solid antara para tokoh. Hasilnya The Ruins bukan hanya memancing ketegangan melainkan juga emosi. Anda akan melihat mereka tetap dalam keadaan saling melindungi, saling memberi sugesti positif dan menenangkan sekalipun dalam keadaan yang sudah sangat sulit.

Hingga cerita berakhir, sutradara tidak menghilangkan sisi emosional dalam film ini. Dia mengarahkan jalan cerita tetap berlangsung tegang, panik sekaligus mengharukan. Jika Anda terbiasa melakukan perjalanan dan liburan dengan teman, kepanikan Amy dan kawan-kawan pasti bisa turut dirasakan. Begitu juga dengan sisi emosi yang dimaksud.

Menegangkan dengan Akhir Terbuka

Menegangkan dengan Akhir Terbuka

Akhir seperti apa yang Anda sukai dari sebuah film? Satu hal yang pasti adalah, film dengan ending terbuka atau menggantung akan sangat menggemaskan. The Ruins rupanya ingin tetap membiarkan Anda bingung sampai film berakhir. Anda tidak akan menemukan sebuah akhir yang bahagia atau sebaliknya dari film ini.

The Ruins dibuat dengan akhir yang terbuka setelah Amy diceritakan berhasil melarikan diri dari hutan, berkat bantuan Jeff. Sayang, secara sekilas tumbuhan mengerikan tersebut diperlihatkan sudah terlanjur masuk ke dalam tubuh wanita itu. Amy berhasil melarikan dengan membawa tumbuhan di tubuhnya lalu film pun berakhir.

Sebelum benar-benar berakhir, dua teman Dimitri, sesama orang Yunani yang akan pulang pada hari itu diperlihatkan menyusul sahabatnya dan menemukan situs mengerikan tersebut. Apa yang akan terjadi pada Amy dan dua orang itu dibiarkan terbuka; penonton dibiarkan menebak bagaimana akhir ceritanya.

Beruntung kejadian tragis yang menimpa Amy dan kawan-kawan tidak harus Anda alami. Meski begitu sensasi panik, tegang dan deg-degan tetap bisa Anda rasakan hingga The Ruins berakhir. Film ini cocok untuk Anda yang butuh petualangan menegangkan. Tertarik untuk menyaksikannya? Masukkan ke dalam daftar tontonan Anda segera ya!

The Ruins
Rating: 
3.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram