bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Rescue, Tim Penyelamat dari China

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 23 Juli 2021

Sepertinya negeri tirai bambu ini doyan sekali ya untuk membuat film dengan tema penyelamatan setelah negeri Jepang; khususnya yang berhubungan dengan coast guard atau pemadam kebakaran. Sama seperti film yang disutradarai oleh Dante Lam dan diperankan oleh si ganteng Eddie Peng ini. 

Film The Rescue menceritakan tentang pengalaman para penjaga lepas pantai yang harus menghadapi beberapa bencana yang terjadi di laut. Kita akan dibawa ikut serta untuk langsung terjun ke lapangan dan melihat bagaimana sulitnya proses penyelamatan yang dilakukan oleh para penjaga pantai dalam melindungi banyak nyawa.

Sinopsis

The Rescue_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Action, Disaster
  • Produksi: Bona Film Group, China Communication Press, Tencent Pictures
  • Sutradara: Dante Lam
  • Pemain: Eddie Peng, Wang Yanlin, Xin Zhinlei

Gao Qian (Eddie Peng) merupakan seorang pemimpin dari kelompok China Coast Guard. Ia bersama timnya selalu mendapatkan tugas yang cukup besar untuk dilakukan dan berbahaya. Tak hanya sebagai seorang pemimpin, ia juga merupakan seorang ayah tunggal dari anak lelakinya yang ingin sekali memiliki seorang ibu bernama Cong Cong (Zhang Jingyi).

Satu kali, CCG mendapatkan panggilan atas musibah kebakaran di rig minyak lepas pantai China. Di sana ada beberapa kru yang terjebak dan tidak bisa kemana-mana akibat api yang membakar hampir seluruh rig berikut akses jalan keluar ke tempat yang lebih aman terhalang oleh puluhan beton. Situasinya sangat sulit dan mengerikan.

Gao Qian dan tim lantas melesat ke tempat kejadian perkara. Kapten pilot saat itu berikut Co-Pilot sudah tidak bisa lagi melihat ada jalan keluar. Namun Gao Qian bersikukuh, dia bahkan meminta izin untuk terjun langsung ke rig melewati api yang berkobar di antara helikopter.

Baru saja Gao Qian sampai di rig, ledakan demi ledakan silih berganti menghancurkan pondasi rig membuat semua orang jadi dalam bahaya.

Gao Qian terus berusaha mencari cara supaya dia dan dua orang staf rig minyak tersebut bisa selamat dari sana. Setelah mencari akal dan memutar otak; akhirnya Gao Qian bisa mendapatkan akses untuk keluar dari rig.

Ia mengikatkan dua orang staf tersebut ke tali katrol menara rig disaat dirinya mulai melepaskan katrol tersebut untuk dikaitkan ke sling baja helikopter. Mereka semua pun selamat.

Kejadian mengerikan itu malah membuat pilot dan co-pilot helikopter memutuskan untuk keluar dari tim karena merasa apa yang mereka kerjakan bersama dengan Gao Qian terlalu berbahaya sehingga CGC menghadirkan pilot lain yang adalah seorang wanita bernama Fang (Xin Zhilei).

Gao Qian dan Fang awalnya tidak bisa satu pemikiran. Saat dalam latihan pun, Fang mengatakan bahwa hampir semua misi yang Gao Qian lakukan merupakan misi bunuh diri.

Meski awalnya suka clash, Fang tetap menghargai Gao Qian begitu juga sebaliknya. Kini mereka berdua menjadi dekat. Hal ini diketahui oleh Cong Cong yang lantas memberanikan diri untuk meminta Fang menjadi ibu barunya tanpa sepengetahuan Gao Qian.

Fang kaget bukan main namun memaklumi anak lelaki tersebut. Gao Qian lantas meminta maaf apabila anaknya itu doyan sekali mengganggu Fang. Fang jadi tahu bahwa Gao Qian menyayangi anaknya begitu besar.

Keesokan harinya, Gao Qian dan kedua timnya Zao Cheng (Wang Yanlin), Bai Yang (Xu Yang) juga Fang dan co-pilotnya Liu Bin (Li Mincheng) melakukan latihan rutin. Namun setelah mengantarkan Cheng dan Bai, helikopter yang mereka tumpangi limbung akibat malfungsi sehingga mereka harus mendarat darurat di dalam pegunungan sembari menunggu bantuan.

Fang ngamuk pada Bai karena disangka tidak becus dalam inspeksi helikopter sebelum latihan. Ini membuat Bai kesal dan memutuskan berhenti beberapa hari setelahnya tepat di saat kejadian mengerikan terjadi lagi. Sebuah pesawat komersial, Larus Wings dengan nomor penerbangan HL538 mengalami kendala setelah masuk ke dalam awan badai sehingga harus mendarat darurat.

Belum sempat melakukan pendaratan, Larus Wings terkena ledakan mikro dari awan badai sehingga membuatnya turun lebih cepat disaat kedua mesin pesawat telah mati total. 113 penumpang benar-benar dalam bahaya. Tim CGC langsung menuju ke lokasi menunggu pesawat melakukan ditching. Area di sekitar laut tempat ditching juga sudah disterilkan.

Begitu pesawat menghantam laut, semua tim CCG bergerak cepat. Pasalnya bagian ekor pesawat lepas membuat air dengan mudah masuk. Hidung pesawat juga mengalami keretakan sehingga bisa terbelah sewaktu-waktu. Meski banyak yang meninggal, tim CCG terus mencari kemungkinan korban selamat. Mereka diburu waktu sebelum pesawat benar-benar tenggelam.

Setelah semua korban selamat dirasa sudah dievakuasi, tugas mereka adalah menyelamatkan pilot. Gao Qian dan Cheng langsung berusaha masuk ke kokpit. Mereka menemukan pilot masih bernyawa sedangkan co-pilot tidak.

Sial, ketika Cheng akan menarik pilot, hidung pesawat patah dan jatuh ke laut membuat guncangan dan badan Cheng terjepit di instrumen kemudi. Pesawat mulai tenggelam.

Setelah pilot berhasil diangkat, kini Gao Qian mencoba untuk menyelamatkan anak buah yang juga teman dekatnya, namun tidak berhasil. Pesawat sudah tenggelam terlalu dalam sehingga Gao Qian dan Cheng mengalami dekompresi.

Cheng meminta Gao Qian menyelamatkan dirinya sebelum akhirnya ia tewas tenggelam bersama dengan pesawat tersebut membuat Gao Qian terpukul.

Belum reda akan duka yang ia dan tim CGC alami, kini Gao Qian dihadapi pula oleh masalah Cong Cong yang ternyata memiliki tumor di otaknya sehingga ia tidak bisa melihat.

Saat akhirnya memutuskan untuk mengoperasi anaknya itu, panggilan darurat lain diterimanya. Kini kasusnya menimpa sebuah kapal tanker gas alam yang mengalami kecelakaan sehingga menimbulkan banyak korban jiwa. Di sana masih banyak pekerja yang terjebak di dalam lambung kapal.

Parahnya, banyak tim CGC yang terluka juga. Gao Qian yang sedang menjaga anaknya akhirnya berangkat membantu setelah diizinkan oleh Cong Cong. Ia dan Fang langsung berangkat untuk masuk ke dalam kapal yang kini sudah bagai obor menyala terang di tengah laut.

Apabila api masuk ke dalam tangki utama yang berisi gas alam, semua orang yang ada di dalamnya tidak akan selamat. Maka dari itu Gao Qian dan tim CGC yang tersisa langsung menuju TKP.

Gao Qian dan seorang anggota baru mendapatkan bagian untuk menyelamatkan semua orang yang terjebak di lambung kapal sedangkan sisa tim lain mencek apa ada pekerja lain yang terjebak.

Situasinya sudah tidak bisa dikontrol. Suhu dalam kapal mencapai 100 derajat celcius; meski begitu, Gao Qian tidak menyerah. Ia harus menyelamatkan para pekerja sebelum kapal meledak.

Tim Gao Qian berhasil menyelamatkan diri, namun telat untuk Gao Qian yang terjebak puing-puing juga api. Ia sempat menyerah namun bayangan anaknya yang ada di meja operasi juga terbayang-bayang.

Hal tersebut membuat Gao Qian menjadi lebih kuat. Meski kapal akhirnya meledak dan terbelah dua juga tenggelam, Gao Qian bisa menyelamatkan dirinya dan kembali pada Cong Cong dan Fang yang akhirnya hidup bersama.

3 Cerita

The Rescue_Antologi (Copy)

Dalam film-film action-disaster sebelumnya; kebanyakan saya melihat cerita yang diusung pasti berfokus pada 1 inti cerita saja. Namun The Rescue memunculkan tiga cerita sekaligus yang saya rasa punya porsi yang sama; tidak sekedar intermezzo saja sebagai bagian atau support story atas cerita utama.

3 kejadian yang dialami oleh Gao Qian dan tim CGC lainnya diceritakan secara detail mulai dari awal kejadian, pemecahan masalah dan hasil akhir.

Ini menjadikan film The Rescue menjadi semacam film Antologi; film yang berisikan judul-judul lainnya namun saling berkaitan. Untuk kalian yang sudah menonton film ini, bagaimana menurut kalian apakah kalian punya pikiran yang sama?

CGI Super

The Rescue

Semakin lama, CGI yang ditayangkan oleh para sineas dalam membuat film asal China menjadi sangat mumpuni. Setelah sebelumnya film bencana Skyfire besutan sutradara Simon West, lantas film besutan Dante Lam lainnya seperti The Mekong dan Operation of Red Sea menggunakan CGI super yahud, kini The Rescue pun menjadi film dengan CGI paling oke.

Tak tanggung-tanggung, biaya pembuatan film ini saja menembus angka $90 juta! Jadi tidak heran kalau semua yang terjadi dalam kejadian mengerikan dan misi penyelamatan tim CGC terlihat begitu nyata, mulai dari hancurnya rig minyak, jatuhnya pesawat hingga kebakaran di kapal tanker gas alam.

Carlos Benassini dan Miguel Castillo selaku Art Director The Rescue benar-benar bekerja keras untuk film berdurasi 139 menit ini.

Back Up Pemerintah

The Rescue_Dante Lam (Copy)
*Source: CMC Pictures

Maksudnya Back Up Pemerintah apa sih? Oke, kita spill ya! Ternyata film ini mendapat full support dari Kementerian Transportasi China. Bukan dari segi produksi atau perizinan saja, sebagian dana pembuatan film ini juga digelontorkan oleh pemerintah akibat kepiawaian Dante Lam yang (pasti) memperkenalkan kekuatan militer China di setiap filmnya.

Dengan begini, wajar saja bukan kalau pemerintah China mendukung apapun yang dikerjakan oleh Dante Lam selama sang sutradara handal ini terus memberi unjuk pada dunia tentang tim Coast Guard China dan angkatan laut China. Tak tik yang bagus dalam membuat film ya?

Secara garis besar film The Rescue masuk ke dalam salah satu film  dengan genre action-disaster asal negeri China yang saya suka.

Meski kebanyakan hanya memperlihatkan ‘rasa berani’ mereka dalam menjalankan misi berbahaya, The Rescue berhak meraih skor 7 dari Bacaterus. Semoga film-film seperti ini yang disutradarai oleh Dante Lam lebih menonjolkan adegan yang memacu adrenalin ya! Biar makin seru!

The Rescue
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram