bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Purge: Election Year, Pembersihan Keji

The Purge Series is back! Film The Purge kali ini masih menceritakan mengenai banyaknya penduduk lokal Amerika harus bertahan hidup atas kegiatan pembersihan yang dilegalkan oleh pemerintah Amerika Serikat demi mengurangi angka kemiskinan di negara adidaya tersebut. Tak hanya kemiskinan, pemerintah ternyata punya maksud lain.

Hal ini jadi perdebatan bagi para calon presiden Amerika Serikat yang baru. Di satu sisi, seorang senator ingin sekali menyudahi kegiatan mengerikan tersebut namun di sisi lain, anggota dari NFFA ingin kegiatan pembersihan tersebut terus dilakukan supaya semuanya seimbang dan seturut kehendak NFFA yang menginginkan Amerika bebas dari kemiskinan dan orang dari kasta rendah.

Sinopsis

The Purge: Election Year_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Platinum Dunes, Blumhouse Productions, Man in A Tree Productions
  • Sutradara: James DeMonaco
  • Pemain: Frank Grillo, Elizabeth Mitchell, Mykelti Williamson

Di tahun 2022, Charlene Roan (Elizabeth Mitchell) atau yang dikenal dengan Charlie mengalami hal mengerikan. Saat itu ia masih remaja dan satu keluarganya harus mengikuti ritual pembersihan yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Orang tersebut membantai semua keluarga Charlie kecuali dirinya. Charlie harus menyaksikan Ibu, Ayah dan saudara laki-lakinya terbunuh.

Delapan belas tahun kemudian, pada tahun 2040, Charlie menjadi senator Amerika Serikat. Ia dalam kampanye nya untuk menjadi Presiden Amerika Serikat yang baru menjanjikan tindakan eksekutif untuk mengakhiri malam Pembersihan tahunan. Hal ini bertentangan dengan keinginan rivalnya yang adalah kandidat lain dari anggota The New Founding Fathers of America (NFFA) Edwige Owens (Kyle Secor).

Edwige menginginkan malam pembersihan tahunan itu terus berlangsung. Mengetahui keinginan Charlie untuk memberantas malam pembersihan, Edwige dan anggota NFFA lainnya memandang Charlie sebagai ancaman. Untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik, para petinggi Amerika mencabut kekebalan bagi pejabat pemerintah, termasuk Charlie, pada malam Pembersihan.

Di sisi lain, seorang pemilik toko kelontong dan makanan, Joe Dixon (Mykelti Williamson) dan asistennya Marcos (Joseph Julian Soria) juga seorang mantan Purgers yang sudah tobat dan menjadi anggota EMT (Emergency Medical Team) bernama Laney Rucker (Betty Gabriel) sedang berkumpul untuk menonton debat presiden tersebut. 

Saat yang bersamaan, datanglah sepasang gadis remaja mencoba mengutil, Joe lantas menciduknya namun Joe malah diserang balik secara verbal. Joe akhirnya mendapat bantuan dari Laney yang sudah melegenda di daerahnya sehingga sepasang gadis remaja tersebut pergi dengan damai namun masih menaruh dendam pada Joe. 

Seperti tak habis masalah bagi Joe, dia mendapat telepon kalau biaya asuransi selama kegiatan malam pembersihan naik jauh dari jangkauan Joe. Joe kebingungan, itu berarti dia harus menjaga tokonya sendiri. Joe tidak takut namun ia sungguh khawatir kalau kegiatan malam pembersihan tersebut makin mengerikan akibat datangnya para wisatawan luar negara datang ke Amerika untuk berpartisipasi dalam malam Pembersihan tahunan. 

Malam Pembersihan pun dimulai. Joe menjaga tokonya bersama dengan Marcos. Mereka berdua berhasil menangkis sepasang gadis remaja yang sebelumnya datang mengutil yang ikut menjadi The Purgers, gadis itu mengajak temannya untuk menyerang Joe namun berhasil di pukul mundur. Gadis-gadis itu berjanji akan datang kembali untuk menyerang dengan jumlah anggota yang lebih banyak. 

Tak jauh beda dari Joe, keadaan genting pun dialami oleh Charlie, dirinya yang menolak protokol keselamatan yang ditawarkan oleh pemerintah AS juga disarankan oleh pengawalnya Leo Barnes (Frank Grillo), membuat semua petugas pengawal khusus bekerja ekstra untuk melindungi Charlie. Namun beberapa pengawal khusus Charlie membelot. Mereka ingin menculik Charlie untuk diserahkan pada rival Charlie, Edwige dengan upah fantastis.

Kekacauan pun terjadi, meski kediaman Charlie sudah dijaga penuh; semua jadi percuma karena penyerangan terjadi dan membunuh semua pengawal Charlie digantikan dengan pasukan pasukan paramiliter neo-Nazi yang dipimpin oleh Earl Danzinger (Terry Serpico) yang mulai mencari keberadaan Charlie. Beruntung Leo yang sadar lebih awal bisa membawa Charlie keluar dari kediamannya. 

Charlie dan Leo mulai menavigasi jalan-jalan yang tidak bersahabat di Washington D.C., untuk mencari bantuan guna bersembunyi dari incaran Earl. Belum sempat dapat perlindungan dan tempat bernaung, Charlie dan Leo disergap oleh sekelompok Turis Pembunuhan yang ikut dalam malam pembersihan. Joe dan Marcos yang melihat hal tersebut membantai para turis hingga tewas dan menyelamatkan Charlie dan Leo.

Joe dan Leo membawa mereka berdua ke dalam toko dan membuat toko Joe jadi tempat persembunyian sebelum akhirnya kelompok para gadis yang mengarah Joe kembali datang bergerombol.

Saat terpojok, Laney yang menerima pesan Joe lantas datang menghantam semua orang yang ingin masuk ke toko Joe dan membawa mereka pergi. Mereka akhirnya bersama-sama untuk melindungi Charlie supaya ia bisa menang dalam pemilihan dan janjinya bisa ditepati untuk menghapus malam pemebrsihan selamanya.

Tak hanya Joe dan Marco juga Laney; anggota baru pun berdatangan untuk melindungi Charlie dibawah komando Leo dan Dwayne Bishop (Edwin Hoge) seorang pemimpin yang menaungi kelompok anti-pembersihan dan bermarkas di tempat aman dari para purgers.

Naas, akibat satu hal dan lainnya yang tidak sinkron, Charlie berhasil diculik oleh tim Earl yang lantas membawanya pada Edwige yang memimpin upacara pembersihan dengan membantai warga sipil di depan para anggota NFFA.

Beruntung kelompok Leo, Joe dan Bishop bisa mengembalikan keadaan, mereka memutar situasi dengan menculik Edwige meski terjadi huru hara besar dengan tembakan yang membabi buta; menghabiskan banyak nyawa, salah satunya Joe. Dia kemudian meminta Laney dan Marcos untuk mengurus tokonya sebelum menyerah pada luka-lukanya.

Dua bulan kemudian, Charlie memenangkan pemilihan dengan telak, sementara Leo ditunjuk sebagai Direktur Dinas Rahasia yang baru. Marcos dan Laney merenovasi toko Joe, yang telah dijarah dan dihancurkan oleh separuh kelompok remaja yang masih hidup, dan terus menjalankan bisnis milik Joe.

Film berakhir dengan sebuah laporan berita yang menyatakan bahwa pendukung NFFA telah melakukan pemberontakan dengan kekerasan di seluruh negeri yang memprotes hasil pemilihan dan berakhirnya malam pembersihan tahunan.

Hal Percuma

The Purge_Election Year_Real (Copy)

Sepertinya melindungi Charlie, sang senator Amerika, tidak merubah keadaan ya? Meski para tokoh sudah mencoba untuk membuat Charlie menang dalam kampanye pemilihan Presiden Amerika Serikat, kegiatan malam pembersihan terus berlangsung (bisa kita lihat dalam film The Forever Purge yang terjadi belasan tahun setelah The Purge: Election Year).

Hal tersebut sebenarnya sudah bisa diprediksi setelah pencabutan tentang malam pembersihan saat Charlie terpilih menjadi presiden. Tindakan itu malah menyulut emosi banyak orang yang berada di bawah pengaruh NFFA. Jadi perjuangan Leo, Joe, Marco, Laney dan lainnya ya akhirnya sia-sia. 

Urutan Film The Purge

The Purge_ElectioThe Purge_Election Year_Timelapse (Copy)n Year_Real (Copy)

Mungkin untuk yang tidak mengikuti franchise film ini, maka menonton film ini tanpa menonton film-film The Purge sebelumnya tidak jadi masalah. Namun bagi kalian yang memang mengikuti film series The Purge dari awal, pasti kalian akan kebingungan sebenarnya film The Purge itu mulai dari film yang mana?

Bacaterus akan coba mengurutkan ya! Film The Purge sesuai urutannya dimulai dari film The First Purge yang tayang di tahun 2018. Setelahnya, film berlanjut ke film The Purge yang tayang di tahun 2013, lantas kembali lanjut pada urutan film ketiga, The Purge: Anarchy yang tayang di tahun 2014; bersambung ke film The Purge: Election Year tahun 2016 yang kita bahas kali ini; dan terakhir adalah The Forever Purge yang tayang di tahun 2021.

The Purge Apakah Bisa Terjadi?

The Purge_Election Year_Fight (Copy)

The Purge sendiri memang cerita fiksi yang diciptakan oleh James DeMonaco yang ditulis untuk film berjudul sama; bercerita tentang pemerintah Amerika Serikat yang melegalkan tindak kriminal selama 12 jam pada tanggal 21 Maret setiap tahunnya. Upaya ini dilakukan untuk menekan tindak kejahatan, pengangguran dan kerusuhan sosial yang terjadi tiap hari dengan ‘memusnahkan’ orang-orang dari kasta rendah yang doyan melakukan hal tersebut.

Pertanyaannya adalah, apakah The Purge ini bisa dilakukan dalam kehidupan nyata? Jawabannya adalah tidak! Para psikolog yang meneliti mengenai acara malam pembersihan itu mengatakan bahwa apabila hal tersebut dilakukan maka akan ada kekacauan dimana-mana; alih-alih menekan tindak kejahatan, pengangguran dan kerusuhan sosial.

The Purge in real life malah bisa membuat dunia kacau balau. Jadi jawabannya The Purge tidak mungkin terjadi. Film ini mendapat skor 2.4/5 dari Bacaterus.

The Purge: Election Year
Rating: 
2.4/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram