bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film The Power, Roh Penuntut Balas

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 22 Mei 2021

Entah kenapa, sampai sekarang film dengan premis psychodrama yang dibalut dengan unsur horror masih jadi primadona buat para sutradara untuk membuat para penontonnya jadi capek nonton akibat kengerian yang diciptakan. Meski bisa dibilang bukan hal baru, namun kasus seperti ini masih saja jadi dicari orang untuk diikuti jalan ceritanya.

Kini hal tersebut bisa kita dapatkan dalam film The Power karya sutradara Corinna Faith. Film ini mengisahkan tentang seorang suster muda yang ‘dimintai’ tolong oleh sebuah entitas yang saya juga bingung mengkategorikannya kemana, apakah entitas jahat atau entitas baik. Well, you’ll know after reading the whole article below. Check it out!

Sinopsis

The Power_Poster (Copy)
  • Tahun rilis: 2021
  • Genre: Supernatural, Horor
  • Produksi: A Shudder Exclusive
  • Sutradara: Corinna Faith
  • Pemain: Mark Smith, Marley Chesham, Rose Williams

Valerie atau yang lebih dikenal dengan Val (Rose Williams) merupakan seorang suster muda yang baru saja melamar untuk bekerja di sebuah rumah sakit di kota London pada tahun 1974. Val yang diterima lantas ditugaskan oleh kepala suster bernama Matron (Diveen Henry) untuk bisa langsung bekerja di beberapa bangsal dan mengikuti penuh SOP rumah sakit.

Rumah sakit itu bernama East London Royal Infirmary dan merupakan rumah sakit tua di kota London bagian Barat. Bangunannya terdiri dari 4 lantai yang terbagi atas 3 zona; Level Cokelat, Level Biru dan Level Hijau. Naas, saat itu terjadi pemadaman kota untuk konservasi listrik akibat kondisi ekonomi dan politik di sana sedang tidak begitu baik. 

Hal tersebut membuat banyak pasien dipindahkan ke rumah sakit lain dan beberapa pasien yang memang sudah tidak bisa dipindahkan akan tetap di sana dengan penjagaan dari beberapa suster. Setelah diberi tahu soal itu, Val bertemu dengan seorang dokter anak bernama Dr. Franklyn (Charlie Carrick) dan seorang anak yang tak bisa berbahasa Inggris bernama Saba (Shakira Rahman). 

Ia tidak sengaja berbicara dan mengobrol dengan dokter tersebut dimana peraturannya adalah suster tidak boleh berkomunikasi dengan dokter kecuali hal darurat. Melihat hal itu, Matron lantas menghukum Val dengan mempekerjakan dia dalam dinas malam.

Val sungguh mati ketakutan; selain dia baru, rumah sakit tersebut memiliki banyak lorong yang belum Val hafal membuatnya bak labirin. Val khawatir dia akan tersesat dalam gelap.

Mengalahkan rasa takutnya demi mendapat pekerjaan di sana dan membuat dirinya berguna di depan Matron, kepala suster, Val menerimanya. Ia bertugas untuk membersihkan, menjaga dan memonitor apapun yang terjadi dalam rumah sakit khususnya pasien. Belum lama setelah pemadaman dilakukan, Val sudah mulai diganggu oleh mahluk tak kasat mata.

Awalnya gangguan yang diterima tidak begitu kentara, Val hanya menganggap gangguan yang ia rasa hanya akibat ia lelah, angin dan memang karena rumah sakit itu sudah tua.

Namun semakin lama, gangguannya mulai membuat Val resah. Semakin kuat setelah pemadaman berlangsung. Rumah sakit gelap gulita dan Val hanya mendapatkan sebuah lampu minyak untuk menjelajahi seluruh isi bangsal rumah sakit.

Val ketakutan bukan main, ia bahkan berlari meninggalkan pos nya untuk menyelamatkan diri dengan menuju zona lain tempat bangsal untuk bayi yang baru dilahirkan atau dalam perawatan. Ia bertemu dengan dua suster lainnya yang berjaga. Ia menceritakan semua hal aneh yang ia alami namun satu suster saja yang percaya.

Di satu waktu yang lain juga, Val bertemu dengan rekannya satu kuliah perawatan dulu bernama Barbara atau dikenal dengan Babs (Emma Rigby).

Val dan Babs tidak terlalu akur, ini karena dulu Val pernah membuat berita bohong mengenai dirinya dilecehkan sehingga semua orang di kampus merundung Val. Padahal cerita itu benar, dan suara Val sengaja tidak didengar untuk menjaga reputasi kampus.

Mereka bertiga tidak bisa terus bersama dengan Val karena ada pekerjaan yang harus mereka tangani. Saat Val sendirian dan mencoba mendistraksi rasa takutnya; Val tiba-tiba kemasukan roh (yang saya yakin kalian semua akan menganggapnya sebagai roh jahat).

Roh ini membuat Val menyerang Barb dan membunuh salah satu teknisi RS yang sempat menggoda Val di ruang bawah tanah RS. Entah kenapa setiap Val kesurupan, hanya anak perempuan bernama Saba lah yang bisa menenangkannya.

Lantas Val bingung bukan main, ini membuat dua suster lainnya yang ada di bangsal bayi lari tunggang langgang karena ketakutan dan tidak bisa mengendalikan Val dengan obat penenang. Selagi Val sendirian, ia berusaha mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Betapa terkejutnya Val ketika tahu bahwa roh yang merasuki dirinya adalah roh seorang anak perempuan bernama Gail (Clara Read). Ternyata Gail merasuki Val untuk melakukan sesuatu; yaitu pembalasan dendam karena Val mengalami apa yang Gail pernah rasakan.

Alasan kenapa Saba bisa menenangkan Val adalah juga adalah karena Saba juga merasakan apa yang Val dan Gail rasakan. Pelecehan seksual. Gail menuntut balas pada semua orang - Barb dan teknisi RS - yang tahu akan kebenarannya; bahwa Dr. Franklyn si dokter anak melakukan pemerkosaan terhadap dirinya namun bungkam.

Gilanya, kejadian serupa dialami Saba. Saba yang tidak bisa bahasa Inggris menjadi sasaran empuk Dr. Franklyn. Saat pagi tiba dan pihak RS menahan Val, dirinya mencoba kabur bersama dengan Saba. Ia lantas meminta Gail merasukinya dan membalas dendam terhadapnya.

Saat bertemu Dr. Franklyn dan berhasil ‘menggodanya’ untuk ke sebuah ruangan, Val lantas menghabisi nyawa Dr. Franklyn dibantu oleh Gail. Setelah semua selesai, Baik Val, roh Gail dan Saba melarikan diri bersama.

Si Misterius Saba

The Power_Saba (Copy)

Menurut saya, karakter Saba masih layak untuk dipertanyakan. Pertama, Saba tiba-tiba muncul sebagai anak misterius yang doyan melarikan diri dari bangsal anak.

Tidak ada asal usul yang jelas terhadap karakter ini; yang saya tahu dari jalan cerita, dia merupakan anak asing yang tidak bisa bahasa Inggris dengan baik; dan di sana tidak ada translator yang bekerja. Jadi? Bagaimana Saba bisa mendapatkan pengobatannya dan penyakitnya?

Selain itu, Saba juga terkesan mistis. Saya sempat digiring oleh plot untuk berpikir bahwa biang keladi dari segala keanehan di rumah sakit itu berasal dari Saba. Pasalnya, di saat pemadaman, anak normal biasanya akan ketakutan karena gelap.

Sedangkan Saba malah mondar-mandir di koridor RS yang sudah seperti labirin dan bertemu dengan Val. Ia juga selalu memegang buku yang ternyata adalah kunci dari segala kasus di RS.

Gelap

The Power_Dark (Copy)

Selain ‘gelap’ karena ternyata ini merupakan kasus pelecehan seksual terhadap anak yang biasanya jarang terjadi untuk sebuah isu dalam film dan si anak menjadi hantu untuk membalaskan dendamnya. Untuk kasus begini, kayaknya Indonesia tidak akan pernah menjadikannya sebagai ide cerita sebuah film ya? Sensitif soalnya. Mendengarnya saja sudah bikin kita naik pitam. 

Gelap selanjutnya adalah, setting film ini dari awal sampai akhir. Warna hitam mendominasi seluruh isi film akibat gelap. Sehingga rasa takut yang ditawarkan selama menonton film ini naik 100 kali lipat.

Kita khawatir akan ada jumpscare yang bisa bikin kita terpelanting ke belakang kursi; nyatanya tidak begitu banyak jumpscare yang muncul. Saya lebih ke capek karena harus menyipitkan mata saya guna melihat apa yang sedang terjadi. 

Tapi ya kembali lagi, ini mungkin karena settingnya dibuat gelap sesuai dengan cerita juga alasan tentang pemadaman total di RS dan hanya beberapa persen ruangan yang menggunakan listrik untuk menunjang kebutuhan darurat di RS. 

Terlalu Banyak Dialog

The Power_Dialogue (Copy)

Kemungkinan besar kalian akan punya pemikiran yang sama setelah menonton film ini. Tidak seperti film supernatural horror lainnya yang punya pace yang sangat cepat, film ini menurut saya pribadi terlalu banyak dialog yang diulang atau bahkan tidak penting sama sekali. Sehingga kesannya alot dan membuang-buang waktu.

Dan ada beberapa dialog yang menurut saya lumayan kasar juga loh. Mungkin kata umpatan dan makian yang berawal kata dari huruf F, A, atau S sudah biasa didengar dalam film. Namun ini, jelas-jelas memanggil ‘pasien’ dengan sebutan binatang. Dialog ini diucapkan oleh Matron yang mengatakan pada Val bahwa orang-orang miskin yang dirawat di sini merupakan binatang. 

Hal tersebut disetujui oleh salah satu suster di bangsal bayi ketika melihat Saba diurus oleh Val; ia mengatakan Will ya look at that? Snow White has a way with the animals.” and i was like… Wait, what?

Sekarang ngerti deh kenapa filmnya berjudul Power. Pertama Power yang artinya listrik, kedua Power artinya kekuatan yang dimiliki Gail dan ketiga Power yang berarti kemampuan menjelek-jelekan orang lain. Make sense, eh?

Bacaterus memberi skor 5.6/10 untuk film ini. Meski demikian, film ini lumayan oke untuk ditonton saat kamu menghabiskan waktu yang tidak terlalu penting. Ingin bertemu dengan Gail dan tahu tentang cerita lengkapnya? Tunggu apalagi? Tonton filmnya di layanan film berbayar kesukaan kalian ya!

The Power
5.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram