bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film The Man Without Gravity (2019)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 11 September 2021

Selama ini kita mengenal luar angkasa sebagai ruangan tanpa gravitasi. Lalu bagaimana jadinya jika Bumi juga tak punya itu? Hal semacam ini terjadi pada seorang lelaki bernama Oscar. Sejak lahir, tubuhnya sudah melayang-layang, dia mengambang seperti tidak punya bobot tubuh. Kondisinya yang demikian langsung menarik perhatian orang-orang serakah pengeruk uang.

Oscar sudah punya rumah sendiri. Impiannya untuk punya buku sebentar lagi tercipta, tapi Oscar tidak menikmatinya. Lelaki itu mulai merasa ditekan karena keunikannya; sesuatu yang semula terasa bagai berkah belakangan terasa seperti musibah. Lantas apa yang akan dipilih lelaki ini? Sinopsis dan ulasan dari film The Man Without Gravity (20019) bisa Anda baca lebih dulu sebelum menontonnya nanti.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 1 November 2019
  • Genre: Fantasy, Comedy, Drama
  • Produksi: Isaria Productions, Zagora, Climax Films, Netflix
  • Sutradara: Marcon Bonfanti 
  • Pemeran: Elio Germano, Michela Cescon, Elena Cotta, Silvia D’Amico

Di tengah hujan yang deras, malam itu Natalia (Michela Cescon) mengalami kontraksi. Ditemani ibunya, Alina (Elena Cotta) yang sudah sepuh, Natalia dibawa ke rumah sakit. Proses persalinan ditangani seorang bidang dan berjalan lancar. Anehnya, saat bayi yang diketahui berjenis kelamin lelaki itu lahir, dia terbang, dia mengapung, tidak seperti bayi pada umumnya.

Natalia sampai harus menarik tali pusar untuk merengkuhnya. Tanpa menyelesaikan administrasi lebih dulu Natalia dan ibunya bergegas pergi sambil menggendong bayi tersebut. Sesampainya di rumah, sang ibu bertanya mengenai siapa ayah biologis dari bayi itu. Natalia menjawab tak tahu.

Perempuan itu bahkan berpikir bahwa anaknya bisa saja adalah malaikat yang dikirim alm. sang ayah. Sementara sang ibu justru menganggap bayi itu sebagai hukuman karena Natalia suka melakukan hubungan seks secara bebas. Natalia kemudian menamai bayinya dengan nama bernuansa Amerika, Oscar.

Bagi Alina kelahiran Oscar adalah hal memalukan yang harus dia tanggung. Terutama saat berhadapan dengan teman-temannya. Natalia sendiri sudah tidak muda lagi tapi dia harus mengurus bayi ajaib yang seolah luput dari gaya gravitasi Bumi.

Bayi itu terus mengambang, sampai-sampai bagian atap rumah mereka harus dilapisi selimut atau benda yang empuk. Pasalnya tanpa disadari, saat semua tertidur, Oscar sudah ada di atap.

Alina tak berniat membawa Oscar jalan-jalan ke luar. Dia berdalih pada teman-teman sebayanya bahwa sang cucu memiliki alergi matahari. Pada akhirnya Oscar benar-benar tak pernah ke luar rumah. Dia hanya bisa mengintip dari balik jendela. Natalia terus mencari cara agar putranya bisa ke luar rumah dan bersekolah.

Perempuan itu membuatkan sebuah vest yang dilengkapi dengan pemberat untuk Oscar. Upayanya cukup berhasil karena Oscar kecil (Pietro Pescara) dapat berdiri tegak tanpa mengambang. Bocah lelaki itu juga bisa berjalan walau tertatih. Natalia begitu antusias dan yakin Oscar bisa ke sekolah, tapi Alina tetap melarangnya.

Oscar begitu suka nonton televisi, apalagi acara Batman yang menjadi kegemarannya. Sebagai anak kecil, Oscar tumbuh dengan baik dan seturut usianya. Seperti anak kecil lain, Oscar bermain bersama imajinasinya dan rasa ingin tahu yang besar. Semua itu dia lakukan dari balik jendela sambil melihat situasi di luar rumah.

Oscar kerap ditinggal sendiri di rumah saat Alina dan ibunya pergi, hingga suatu hari dia sempat membuat panik keduanya karena Oscar tidak terlihat berada dalam rumah, tapi jendela dalam keadaan terbuka dan vest yang tergeletak di lantai.

Akibat peristiwa itu, Alina dan Natalia kembali berdebat. Alina keukeuh cucunya tak boleh ke luar rumah. Dia bahkan langsung memaku semua jendela agar tak bisa dibuka.

Natalia yang melihat bahwa ibunya sudah keterlaluan, merasa kasihan pada Oscar. Malam itu dia memutuskan membawa Oscar berjalan-jalan ke luar rumah, meninggalkan Alina yang gelisah. Oscar terlihat senang berjalan walau tangan ibunya tak lepas menggenggam.

Natalia mengingatkan bahwa Oscar tak boleh menceritakan kondisinya pada siapa pun. Sama seperti Batman yang tak pernah bercerita jika dirinya pahlawan. Oscar setuju. Perempuan itu pada akhirnya mulai berani membawa buah hatinya ke luar rumah saat hari masih terang.

Seolah tak peduli pada pandangan para tetangga yang kaget karena baru kali ini putra Natalia itu menampakkan diri, keduanya berjalan dengan sangat yakin. Sampai satu ketika Natalia harus belanja dan masuk ke sebuah toko seorang diri.

Dia meminta Oscar menunggu di luar. Sejurus kemudian anak lelaki itu bertubrukan dengan gadis cilik yang sedang membawa botol air mineral.

Oscar dihukum oleh gadis cilik itu untuk membawakan botol-botol tersebut. Oscar menolak karena dia diminta tak boleh kemana-mana oleh ibunya, tapi si nona kecil terlihat tak mau dengar. Cerita pun berlanjut saat Oscar mengikuti gadis itu sambil membawakan botol-botolnya.

Kelelahan membawa botol dalam jarak lumayan jauh, Oscar membuang beban yang sengaja disimpan sang ibu di vest-nya. Kebingungan terjadi saat sang gadis yang diketahui bernama Agata (Jennifer Brokshi) akhirnya sampai ke rumah dan meminta botolnya. Oscar menolak memberikan karena jika tanpa pemberat, dia akan melayang.

Benar saja, saat keduanya berebut botol dan botol terjatuh, Oscar melayang. Gadis cilik itu kaget dan segera membantunya dengan memberikan sebuah tas berwarna pink sebagai pemberat. Di rumah Natalia dan Alina kebingungan, beruntung Oscar bisa sampai rumah dengan selamat.

Hari-hari berikutnya Agata dan Oscar mulai berteman. Agata tampak senang bermain dengannya. Dia juga tidak kaget atau takut saat melihat Oscar melayang. Namun semua berubah ketika Agata secara polos menceritakan pada neneknya bahwa Oscar bisa terbang. Natalia merasa tidak aman karena Agata tahu kondisi Oscar sesungguhnya. Lantas kejadian apa lagi yang akan menimpa anak ajaib itu?

Efek Anti-gravitasi Dibuat dengan Mulus

Efek Anti-gravitasi Dibuat dengan Mulus

Sebagai film yang fokus bercerita tentang seorang manusia tanpa gravitasi, pertunjukan utama film ini adalah scene-scene ketika Oscar melayang. Di awal film, saat Oscar masih kecil, adegan ini cukup banyak ditampilkan. Terlihat bahwa sutradara memang ingin membangun pondasi cerita yang kuat lebih dulu untuk para penonton.

Adegan tersebut dibuat dengan visual efek yang terlihat cukup nyata. Pergerakan Oscar kecil saat dia perlahan-lahan mengambang diciptakan sangat halus. Persis gerakan seorang astronot yang ada di luar angkasa. Karakter tersebut terlihat seperti tak punya bobot tubuh karena terkesan begitu ringan. Pada bagian ini tim produksi melakukannya dengan cukup baik dan detail.

Sinematografi Menambah Kesan Dramatis

Sinematografi Menambah Kesan Dramatis

Dalam hal sinematografi, The Man Without Gravity (2019) juga terlihat rinci dengan mempertimbangakan alur ceritanya. Ada perubahan mencolok dalam lanskap yang disuguhkan melalui pengambilan gambar saat Oscar masih kecil dan ketika dia dewasa.

Di awal film, sinematografi lebih banyak menampilkan lingkungan tempat Oscar tinggal berupa gedung-gedung tinggi dan lorong gelap serta sepi. Ia seperti mengesankan keterkungkungan karakter Oscar kecil karena terus-menerus berada di rumah. Pada saat Oscar akhirnya dewasa, suguhan sinematografinya pun berubah.

Anda tidak akan lagi melihat gedung-gedung yang kokoh dan sepi, melainkan pegunungan dan hutan yang ditutupi salju lengkap dengan Oscar berjalan di tengah-tengahnya. Pengambilan gambar yang demikian menambah kesan dramatis dalam film ini; seolah menyimbolkan bahwa Oscar dewasa berada dalam suasana hati yang dingin, (lagi-lagi) sepi tapi masih sangat natural (polos).

Pengembangan Karakter Menarik

Pengembangan Karakter Menarik

Alur cerita pada film The Man Without Gravity (2019) merangkum perubahan serta pengembangan karakter utama dengan cukup baik. Sosok Oscar dikenalkan di awal sebagai anak lelaki yang penurut, polos dan lugu. Dia menerima apa pun yang disampaikan ibu dan neneknya.

Kepribadian seperti itu terbawa hingga Oscar dewasa, lengkap dengan beberapa penyesuaian. Oscar dewasa tidak lagi penakut, melainkan dikembangkan sebagai pribadi yang mendambakan kebebasan, penasaran menghadapi dunia luar dan punya mimpi. Hingga akhirnya dia mulai jenuh, bosan, menyadari bahwa ketenaran hanya sementara dan merasa dibodohi serta dimanfaatkan oleh keserakahan lalu kembali kesepian.

Dengan sifat bawaan yang polos, pengembangan karakter Oscar dalam film berdurasi 1 jam 47 menit ini terasa alami dan tidak mengada-ada.  Cukup menarik walau formula semacam ini sudah cukup umum ditemukan. Bermula dari bukan siapa-siapa lalu menjadi terkenal, sampai lupa pada akarnya, kemudian menyesal dan kembali ke ‘tempat’ asal.

Sejak semula, premis film The Man Without Gravity (2021) sangat menarik. Bagaimana kehidupan seorang pria anti-gravitasi ‘kecemplung’ di dunia showbiz yang ternyata tidak cocok untuk kepribadiannya. Adakah sisi romantis yang ditawarkan film ini sehingga tidak terasa kaku? Jika ingin tahu perjalanan Oscar selengkapnya, saksikan segera!

The Man Without Gravity
Rating: 
4/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram