bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review The Life Ahead, Akting Comeback Sophia Loren

Sinopsis & Review The Life Ahead, Akting Comeback Sophia Loren

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 1 Juni 2021

Di sebuah kota kecil di tepian laut Italia, seorang wanita penyintas Holocaust yang memiliki usaha penitipan anak menerima anak laki-laki berusia 12 tahun yang pernah menjambretnya di jalanan. Peraih Oscar Sophia Loren membintangi film yang disutradarai oleh anaknya, Edoardo Ponti, yang merupakan adaptasi dari novel The Life Before Us karya Romain Gary yang diterbitkan pada tahun 1975.

The Life Ahead (judul aslinya La Vita Davanti a Se) sendiri merupakan film adaptasi yang ketiga dari novel ini yang menjadi original film Netflix berbahasa Italia yang juga menjadi akting comeback Sophia Loren setelah terakhir kali kita lihat performanya di Nine (2009) bersama deretan wanita cantik lainnya di film musical karya Rob Marshall dengan bintang Daniel Day-Lewis itu.

Pasti penasaran kan dengan akting aktris yang pada masanya menjadi definisi kata “cantik” bagi wanita seluruh dunia ini? Simak review kami tentang film yang dirilis pada 13 November 2020 secara internasional oleh Netflix ini.

Sinopsis

  • Tahun: 2020
  • Genre: Drama
  • Produksi: Palomar
  • Sutradara: Edoardo Ponti
  • Pemeran: Sophia Loren, Ibrahima Gueye, Renato Carpentieri

Madame Rosa (Sophia Loren) adalah wanita tua yang merupakan penyintas peristiwa Holocaust yang mengerikan pada masa Perang Dunia II silam. Dia memiliki usaha penitipan anak di apartemennya dan sedang kesulitan membiayai hidupnya. Saat itulah, Dr. Coen (Renato Carpentieri) meminta dirinya untuk mengasuh Momo (Ibrahima Gueye), anak jalanan yang selama ini diasuhnya.

Dengan bayaran yang tinggi dari Dr. Coen, Madame Rosa menerimanya, meski dengan berat hati, karena Momo cenderung badung dan pernah menjambretnya di jalanan beberapa hari sebelumnya. Momo sendiri adalah anak laki-laki yatim piatu berusia 12 tahun yang merupakan imigran dari Senegal. Dia terbiasa hidup di jalanan dan berteman dengan bandar narkoba.

Karena kesulitan mendidik Momo yang bengal, Madame Rosa menitipkan Momo ke Monsieur Hamil (Babak Karimi), pemilik toko Muslim yang dianggapnya mampu mendidik Momo, di siang hari untuk bekerja disana. Tapi selain itu, Momo juga menjual narkoba dan dipercaya oleh boss-nya untuk memegang sebuah wilayah karena penjualannya yang sukses.

Meski awalnya Momo sulit berteman dengan anak-anak lainnya, seperti Iosef, tapi lambat-laun Momo mulai bisa mengembangkan sifat baiknya berkat penyampaian filosofi Islam dari Monsieur Hamil dan rasa kasihannya kepada Madame Rosa yang seringkali seperti kehilangan akal dan terdiam tanpa menyadari sekitarnya. Hubungan mereka semakin erat ketika Momo menemukan sebuah kamar di basement.

Rupanya kamar ini adalah tempat Madame Rosa untuk menenangkan diri. Di kamar inilah dia menceritakan semua kisah hidupnya kepada Momo yang semakin membuatnya bersimpati. Momo menyadari jika hidupnya yang dianggap sudah paling sulit, masih lebih ringan dengan apa yang pernah dialami oleh Madame Rosa dahulu.

Ketika Madame Rosa dilarikan ke rumah sakit karena penyakitnya yang kambuh, Momo kemudian menculiknya untuk dibawa kembali ke apartemen dengan kursi roda yang didorongnya dari malam hingga pagi. Mereka bersembunyi di kamar basement sehingga tidak diketahui oleh orang lain, termasuk polisi. Tapi suatu hari Momo terlihat oleh Lola, salah satu penghuni apartemen.

Dari situlah diketahui jika Madame Rosa sudah wafat. Jenazahnya dimakamkan dengan diiringi oleh teman-teman yang setia mendampinginya hingga akhir hayat, tidak terkecuali Momo yang sudah menjadi lebih baik yang juga sudah meninggalkan usaha penjualan narkoba.

Kembalinya Sophia Loren

The Life Ahead sinopsis

Sofia Villani Scicolone, atau yang lebih dikenal dengan Sophia Loren, adalah aktris paling populer di masa keemasan Hollywood era 1960an. Kecantikan khas wanita Italia mampu menyihir mata dan hati para penikmat film di seluruh dunia, terutama di film Two Women (1961) yang memberinya Oscar sebagai Best Actress dan menjadi aktris pertama yang meraihnya lewat film berbahasa non-Inggris.

Tidak hanya Academy Awards saja yang pernah memberinya penghargaan, tetapi berbagai ajang penghargaan film bergengsi lainnya pun pernah mengganjarnya dengan limpahan piala. Sebut saja Golden Globe, BAFTA Awards, Cannes Film Festival, dan Cesar Awards. Selain itu, Loren juga mendapat penghargaan kehormatan dari Academy Awards atas “memorable performances”.

Selama satu dekade kita tidak pernah melihatnya berakting lagi, tapi dia pun tidak menyatakan pensiun dari dunia film. Adalah putranya, Edoardo Ponti, yang menyuntikkan kembali gairah aktingnya sejak kerjasama mereka di film pendek Human Voice (2014) berbuah penghargaan dari David di Donatello Awards atas performa akting Sophia Loren.

Tapi butuh beberapa tahun kemudian bagi Loren untuk memastikan dirinya kembali berakting dalam sebuah film feature. Jika bukan karena motivasi dari putranya dan naskah adaptasi dari novel populer, tentu Loren masih berada di, meminjam istilah dalam filmnya, “batcave” miliknya. Ternyata kekuatan aktingnya membuat The Life Ahead tampil gemilang.

Sekilas Tentang Novel The Life Before Us

Sekilas Tentang Novel The Life Before Us
*https://www.imdb.com/title/tt10627584/mediaviewer/rm2960580097/

Novel dengan judul asli La Vie Devant Soi ini adalah karya Romain Gary yang tampil dengan menggunakan nama alias Emile Ajar. Novel berbahasa Prancis ini terbit di tahun 1975 dan meraih Prix Goncourt, sebuah penghargaan bagi karya tulis di Prancis. Awalnya novel ini berjudul Momo dan kemudian diganti menjadi The Life Before Us sejak edisi revisinya di tahun 1986.

Novel ini bercerita tentang euthanasia, prostitusi, efek dari Holocaust, imigran dan penuaan. Novel The Life Before Us dicekal di Iran dua kali dalam dua periode berbeda. Yang pertama sejak terjadinya revolusi Islam pada tahun 1979 hingga 1989. Kemudian ketika Presiden Mahmoud Ahmadinejad mulai memerintah di tahun 2005 hingga 2018 yang akhirnya membuat lega penerjemahnya, Lili Golestan.

Tercatat, The Life Ahead merupakan adaptasi film ketiga dari novel ini, setelah sebelumnya hadir dengan judul Madame Rosa (1977) dengan sutradara Moshe Mizrahi yang meraih Oscar sebagai Best Foreign Language Film. Kemudian di tahun 2010, Myriam Boyer menampilkan kisah ini dalam format movie TV yang ditayangkan di salah satu stasiun TV di Prancis.

The Life Ahead, yang tampil dalam Bahasa Italia, menghadirkan kembali kisah ini dengan mengubah seting lokasi dari Belleville di Prancis menjadi ke kota kecil di tepian Italia, tepatnya di kota Bari. Seting waktu juga diubah ke masa kini dengan imbuhan musik-musik pop dan hip-hop ala Italia. Tidak banyak yang diubah dari segi cerita, hanya beberapa karakternya mengalami sedikit penyesuaian saja.

Jika di film, Momo ditinggal wafat ibunya, dalam novel Momo ditinggalkan oleh ibunya dengan menitipkannya ke Madame Rosa. Sedangkan Madame Lola, yang diceritakan dalam novel sebagai mantan juara tinju di Senegal, dalam film dia hanyalah mantan petinju di Prancis. Jika merujuk narasi Momo, “Dia bisa menjadi juara tinju di Senegal.”

Pola Standar untuk Cerita yang mengikat

Pola Standar untuk Cerita yang mengikat
*https://www.imdb.com/title/tt10627584/mediaviewer/rm1398071041/

The Life Ahead memiliki pola yang standar dalam memaparkan sebuah kisah melodrama. Adegan pembukanya berguna untuk menahan posisi pemikiran kita supaya tetap tidak bergeser hingga cerita sampai ke adegan itu kembali. Selebihnya, film ini memaparkan perubahan dan perkembangan sikap serta pemikiran Momo dari bengal menjadi lebih baik lewat orang-orang di sekitarnya.

Kekuatan akting Sophia Loren memang menjadi poros utama kualitas film ini. Edoardo Ponti sukses menghidupkan kembali performa cantik ibunya yang legendaris. Tapi aktor cilik Ibrahima Gueye-lah yang mampu mencuri perhatian kita sepanjang film. Dia bisa menampilkan akting yang memikat untuk anak seusianya, dimana ekspresinya sangat nyata saat dia bengal juga saat dia menangis.

Karakter Momo, yang sedikit mengingatkan saya kepada pesepakbola Mario Balotelli, menjadi sosok sentral dari novelnya dan juga film ini, dan Gueye mampu mengemban tugas berat ini dengan baik. Bisa jadi, masa depan Gueye akan cerah di dunia film kelak. Kita akan dibuat simpati kepada karakternya yang mengalami perubahan menjadi lebih baik secara bertahap.

Salah satu karakter lain yang menyita perhatian ialah Monsieur Hamil yang diperankan oleh Babak Karimi. Aktor asal Iran ini tampil tenang dan meyakinkan dengan filosofi Islam yang diucapkannya yang mampu mempengaruhi pemikiran Momo yang juga diceritakan seorang Muslim, karena nama aslinya adalah Mohammed. Karimi sendiri sudah kita kenal lewat A Separation (2011) dan The Salesman (2016).

Bagi penyuka film drama, The Life Ahead kami rekomendasikan untuk ditonton. Melodrama ini memiliki cerita yang menarik dan mengikat dengan penampilan memukau dari aktris legendaris Sophia Loren dan aktor cilik berbakat Ibrahima Gueye. Pengarahan Edoardo Ponti yang apik mampu membuat sisi melankolis kita tersentuh dengan kehangatan emosi yang ditampilkan. Watch it now!

The Life Ahead
6.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram