Sinopsis & Review Film The Impossible, Kisah Tsunami 2004

Ditulis oleh Gerryaldo
The Impossible
4
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Pada tahun 26 Desember 2004 silam, beberapa negara terkena dampak dari gempa bumi laut India yang terjadi di lepas pantai dekat pulau Sumatera Utara. Gempa berskala 9,1 - 9,3 skala richter tersebut membuat tsunami setinggi 3 sampai 10 meter menerjang Aceh di Indonesia, Sri Lanka, Tamil Nadu di India, Khao Lak di Thailand.

Berangkat dari cerita tersebut, sutradara Spanyol bernama J. A. Bayona membuat film yang mengambil dari kejadian gempa bumi 2004 itu. Ia menggandeng beberapa artis ternama seperti Naomi Watts, Ewan McGregor dan si keren Tom Holland semasa kecil! Penasaran sama ceritanya?

Sinopsis

The Impossible_Poster
  • Tahun Rilis: 2012
  • Genre: Drama, Disaster
  • Produksi: Apaches Entertainment, Telecinco Cinema
  • Sutradara: J. A. Bayona
  • Pemain: Naomi Watts, Ewan McGregor, Tom Holland

Henry Bennett (Ewan McGregor) bersama istrinya, Maria (Naomi Watts) dan ketiga anaknya Lucas (Tom Holland), Thomas (Samuel Joslin), Simon (Oaklee Pendergast), sedang dalam masa liburan. Mereka ingin menghabiskan liburan natal dan tahun baru bersama di Khao Lak, Thailand. Selain menghabiskan waktu bersama, Henry juga sedang ingin melepaskan penat atas pekerjannya.

Setibanya di Khao Lak, mereka langsung bersenang-senang. Pihak hotel Orchid meminta maaf pada keluarga Bennett karena harus mengganti kamar mereka di lantai 2 menjadi di lantai pertama namun dengan pemandangan langsung menghadap laut, namun tidak masalah bagi keluarga Bennett, mereka malah senang karena mendapat kamar sebagus itu.

Henry, Maria, Lucas, Thomas dan Simon melewatkan hari natal bersama dengan ratusan tamu lainnya di hotel itu. Sampai di tanggal 26 Desember 2004 sekitar pukul 7 pagi, keluarga Bennett sudah mulai aktivitasnya di kolam renang. Henry dan ketiga anaknya asyik bermain air sedangkan Maria diam di patio untuk membaca buku. Suasananya hangat dan ramai.

Sampai ketika seluruh tamu di Hotel Orchid tersebut merasa tiba-tiba suasana di sekitar hotel hening tiba-tiba, burung-burung terbang menjauhi pantai, listrik tiba-tiba padam. Henry dan yang lainnya lantas melihat ke arah pantai yang tertutup bangunan hotel, terlihat banyak pohon kelapa yang tiba-tiba tumbang satu per satu dan angin mulai bertiup kencang.

Tsunami setinggi 6 meter menerjang Hotel Orchid, menyapu semua yang ada di jalurnya. Banyak tamu yang belum siap menghadapi kejadian itu tergulung bersama puing-puing termasuk Henry, Lucas, Thomas dan Simon. Sedangkan Maria menjadi orang yang terakhir yang dilumat air bah karena berada di ujung area kolam renang.

Belasan menit digulung air, Maria berhasil menahan dirinya di pohon kelapa yang berada tak jauh dari pekarangan luar hotel. Badannya tertabrak banyak benda-benda yang terbawa arus air ke arah daratan. Maria histeris bukan main karena kehilangan keluarganya, di saat merasa semuanya sudah tamat, samar-samar ada suara anaknya yang pertama, Lucas.

Lucas menjerit meminta tolong, badannya yang kecil lebih mudah terbawa arus air. Maria yang melihat itu lantas melepaskan pegangannya dan berenang mendekati Lucas, bersusah payah mereka berdua saling berenang mendekat. Baru saja bisa saling berpegangan, sebuah kasur yang mereka pegang terguling menabrak tiang listrik membuat mereka kembali terpisah. 

Begitu mereka terbawa arus, Tsunami datang dari arah berlawanan membuat Maria dan Lucas kembali harus menghadapi terjangan air bah yang kedua. Sialnya, ombak yang kedua ini membawa lebih banyak puing yang tajam sehingga Maria dan Lucas berkali-kali tertusuk ranting pohon tajam, besi dan lainnya. Kaki Maria tertusuk mengakibatkan luka dalam.

Setelah terombang-ambing, Maria dan Lucas pun akhirnya bisa bersama. Ibu dan akan tersebut berpegangan pada pohon tumbang yang nyangkut di sela-sela reruntuhan lainnya. Begitu air sudah mulai surut, Maria dan Lucas langsung menepi dan berjalan ke dataran yang lebih kering. Mereka memanjat pohon dan memutuskan untuk diam di sana bersama seorang adik kecil bernama Daniel yang terpisah dari orang tuanya.

Mereka menunggu di atas berjam-jam hingga akhirnya warga Khao Lak yang tidak tertimpa musiba datang membantu untuk dibawa ke rumah sakit. Begitu Maria dan Lucas dibawa ke rumah sakit, mereka bertemu ratusan orang lainnya yang dirawat akibat kejadian tsunami tersebut. Maria lantas ditempatkan di sebuah bangsal, menunggu pengobatan.

Maria lantas meminta anaknya untuk berbuat sesuatu yang berguna ketimbang menunggu. Ingin membuat ibunya senang, akhirnya Lucas membantu orang lain yang sedang mencari keluarganya di rumah sakit tersebut. Waktu berlalu dan Lucas berhasil membuat seorang Ayah kembali bertemu dengan anaknya lagi. 

Saat akan memberitahu soal itu pada ibunya, Maria sudah tidak ada di bangsal membuat Lucas panik; beruntung ada seorang suster yang mau membantunya. Di tempat lain, Henry dan kedua anaknya, Thomas dan Simon masih berada di Hotel Orchid mencari Maria dan Lucas. Tapi keadaan sudah tidak memungkinkan, mereka harus dievakuasi. Akhirnya Henry merelakan kedua anaknya untuk dievakuasi terlebih dulu sedangkan dirinya tetap tinggal.

Henry yang akhirnya menyerah lantas ikut di evakuasi gelombang terakhir. Di tempat penampungan Henry bertemu dengan para penyintas lainnya dan berhasil mengabari keluarganya yang berada di Inggris dan memutuskan untuk mencari keluarganya lagi besok pagi ditemani dengan seorang penyintas lain bernama Karl (Sönke Möhring).

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram