Review dan Sinopsis The Guys, Film Komedi Raditya Dika

Ditulis oleh Yanyan Andryan
The Guys
3
/5

Selain dikenal sebagai seorang komika, dan penulis novel, Raditya Dika pun kerap mengadaptasi cerita dari bukunya itu ke dalam sebuah film layar lebar. Cerita di novelnya itu merupakan kisah nyata dari pengalaman pribadinya, baik soal cinta, persahabatan, dan pekerjaan. 

The Guys adalah salah satu film yang diangkat dari pengalaman pribadi Radit saat ia bekerja kantoran sebelum memutuskan untuk menjadi penulis. Film ini masih menggunakan formula yang sama dengan film-film sebelumnya, menghadirkan keresahan seorang pria jomblo yang dibalut dengan komedi, dan kisah persahabatan.

Di film ini juga, Radit mengajak dua aktor Thailand untuk bergabung dalam film The Guys. Mereka adalah Pongsiree Bunleuwong, dan satu lagi ada Baifern Pimchanok, aktris yang terkenal lewat perannya sebagai Nam dalam film A Little Thing Called Love pada tahun 2010.

Sinopsis

Sinopsis

Empat orang sahabat, Alfi, Aryo, Rene, dan Sukun, bekerja di sebuah perusahaan agensi periklanan yang sama. Selain itu, mereka juga tinggal satu atap di rumah yang sama pula. Alfi adalah karakter utamanya dalam film ini, dan tentu saja ia adalah pria lajang yang sedang mencari kekasih. Untuk mewujudkannya itu, Alfi berusaha mendekati teman satu kantornya, perempuan cantik yang bernama Amira.

Keduanya lalu saling berkenalan, hingga lambat laun mereka semakin dekat. Walaupun begitu, proses pendekatan terhadap Amira ternyata tidak selancar yang ia bayangkan. Suatu hari, Amira mengundang Alfi untuk makan malam di rumahnya. Setibanya di sana, Alfi terkejut setelah mengetahui jika Amira merupakan anak dari Pak Jeremy, atasan di kantor tempatnya bekerja.

Pak Jeremy memang dikenal sebagai seorang bos yang galak, dan Alfi nampaknya belum siap menerima kenyataan bahwa Amira adalah anak dari bosnya itu. Alfi merasa gugup, dan malah secara tak sengaja merusak makan malam yang sudah direncanakan di rumah Amira. Kesan pertama yang diperlihatkan Alfi kepada ayah Amira begitu tidak berkesan, dan seketika saja ia merasa malu bersikap seperti itu. 

Oleh karena itu, Alfi mencoba mengubah kesan buruk tersebut dengan mengundang Pak Jeremy, dan Amira untuk makan malam di rumah ibunya. Tapi sekali lagi, momen itu malah menimbulkan masalah baru ketika Pak Jeremy ternyata menyukai ibunya Alfi bernama Bu Yana, dan keduanya kebetulan sama-sama sedang sendiri sudah sejak lama.

Alfi pun dilemma dihadapkan pada masalah rumit yang tidak ia pikirkan. Di sisi lain, Alfi tidak ingin pendekatannya kepada Amira terganggu, maka dari itu ia pun meminta bantuan teman-temannya, Aryo, Rene, dan Sukun, untuk menggagalkan proses kedekatan Pak Jeremy dengan ibunya.

Komedi yang Klise

Komedi yang Klise

The Guys membagi konfliknya ke dalam dua bagian, dimana bagian pertama berpusat pada permasalahan kehidupan sosial Alfi, termasuk kisah cintanya, sedangkan bagian yang kedua berfokus pada Pak Jeremy, dan ibunya Alfi, Bu Yana. Meski menawarkan dua konflik yang berbeda, tapi semua bagian tersebut menyajikan komedi-komedi konyol yang terlihat cukup klise.

Momen sosial Alfi lebih banyak menonjolkan tujuan hidupnya, mulai dari percintaan, membahagiakan ibunya, dan bermimpi menjadi seorang bos untuk diri sendiri. Di momen itulah peran teman-temannya Alfi cukup penting lewat saran-sarannya yang jenaka. Mereka pun muncul menjadi kawan yang baik saat mencoba membantu Alfi untuk menggagalkan hubungan Pak Jeremy, dan Bu Yana.

Separuh film ini dipenuhi komedi cinta yang konyol cenderung klise diantara Alfi dan Amira, sementara di separuh bagian lainnya hingga menuju akhir, film ini berusaha untuk unjuk gigi, meski tidak terlalu terasa signifikan. The Guys mencoba mendramatisasi situasi konfliknya sedemikian rupa, tapi tampaknya agak kurang berhasil, dan malah membuat fokus ceritanya terpecah.

Sang tokoh utama, Alfi, tidak memiliki karakterisasi yang kuat, dan motivasinya di dalam film ini kurang maksimal mendukung cerita. The Guys seperti tidak berhasil dalam menggali karakter Alfi sebagai tokoh sentralnya. Terkadang kita dibuat bingung olehnya yang sering merasa jenuh dengan pekerjaannya, tapi film ini tidak detail mengungkapkan kesibukan yang membuat Alfi merasa seperti itu.

The Guys adalah film komedi ala Raditya yang formulanya kurang lebih sama dari film-filmnya yang terdahulu. Di film ini, kita masih akan dipertontonkan perjuangan cinta dari seorang pria jomblo dalam merebut hati perempuan idamannya. Alurnya tentu saja bakal ada komedi konyol klise yang monoton, hingga sedikit dipaksakan.

Materi Cerita yang Biasa Saja

Materi Cerita yang Biasa Saja

Raditya memang gemar sekali mengeksplorasi pengalaman hidupnya ke dalam novel, lalu diadaptasi ke layar lebar. Meski dihadirkan dengan judul yang berbeda-beda, konsep ceritanya kurang lebih sama secara garis besar. Apa yang terjadi dengan film The Guys pun tidak terlalu berbeda dari film dia yang lain, dan film ini menyajikan materi cerita yang mudah ditebak, kurang menarik karena terus diulang-ulang.

Aspek cerita yang disuguhkan dalam film ini diolah sangat dasar sekali, dan klise. Meski mencoba menawarkan sebuah tontonan yang ringan, dan sederhana, The Guys sebenarnya tidak terlalu istimewa, serta mungkin biasa saja. Walaupun begitu, salut untuk Tarzan dari Srimulat, dan aktris senior Widyawati yang tampil baik di film drama komedi ini. 

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram