bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Horror The Devil (2010)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 Juni 2021

Sebuah lift di gedung bertingkat secara misterius mati. Di dalamnya terdapat lima orang dengan latar belakang dan dosa masing-masing. Tanpa disadari, satu di antara lima orang tersebut adalah iblis yang datang untuk memperingatkan manusia mengenai dosa-dosanya dengan cara menewaskan mereka satu-satu sebagai pelajaran untuk yang lain.

Bagi lima orang di dalam lift ini, lampu mati adalah petaka karena setelah ia hidup kembali, ada satu orang yang tewas mengenaskan di antara mereka. Hingga akhirnya tersisa satu orang yang mendapat keajaiban setelah mengakui dosa-dosa yang dilakukannya.

Cerita menegangkan ini terangkum dalam film Devil/The Devil (2010) karya sutradara John Erick Dowdle. Seperti apa persisnya cerita dalam film supernatural horor ini? Berikut ulasan serta sinopsisnya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 17 September 2010
  • Genre: Misteri, Horor, Supernatural Horor
  • Produksi: Media Rights Capital, The Night Chronicles
  • Sutradara: John Erick Dowdle
  • Pemeran: Chris Messina, Logan Marshall-Green, Geoffrey Arend, Bojana Novakovic

Cerita dalam film The Devil diawali dengan narasi dari Ramirez (Jacob Vargas), seorang pekerja keamanan gedung, yang mengatakan bahwa ibunya selalu bercerita mengenai iblis-iblis yang menjelajahi Bumi dengan cara menyamar menjadi manusia untuk membunuh manusia.

Pada setiap cerita yang disampaikan sang ibu, selalu diawali dengan kisah bunuh diri dan diakhiri dengan kematian orang-orang. Cerita berlanjut saat sebuah scene memperlihatkan seseorang bunuh diri dengan cara terjun dari sebuah gedung bertingkat.

Peristiwa tragis ini kemudian diselidiki oleh seorang detektif bernama Bowden (Chris Messina). Bowden sendiri merupakan seorang pecandu alkohol setelah istri dan anaknya tewas dalam sebuah tragedi kecelakaan tabrak lari. Sayang pelaku tabrak lari tersebut tidak pernah tertangkap.

Di sisi lain, di gedung tempat terjadinya peristiwa bunuh diri tersebut, terlihat lima orang menaiki sebuah lift. Mereka terdiri atas Ben Larson (Bokeem Woodbine), Jane Kowski (Jenny O’Hara), Vince McCormick (Geoffrey Arend),  Tony Janekowski (Logan Marshall-Green) dan Sarah Caraway (Bojana Novakovic).

Kelima orang tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda, yaitu Ben, seorang tenaga pengaman, Vince yang bekerja sebagai sales tempat tidur serta Tony yang merupakan mekanik sekaligus mantan tentara. Tidak lama setelah mereka memasuki lift, lift tersebut tiba-tiba berhenti. Kejadian ini segera disadari oleh Ramirez dan kepala keamanan gedung. Mereka pun segera mencarikan pertolongan.

Ramirez serta kepala gedung terus memantau kelima orang yang ada di dalam lift tersebut dengan terus berkomunikasi walau hanya satu arah, yang artinya dia hanya bisa bicara pada mereka tetapi tidak bisa mendengar apa pun yang dikatakan lima orang itu. Sambil menunggu pertolongan datang, kelima orang itu mulai saling membuka percakapan.

Beberapa saat kemudian, lampu di dalam lift mulai tidak stabil dan berkedap-kedip. Dalam keadaan lampu yang mati-nyala, dari dalam monitor yang terhubung dengan CCTV di dalam lift, Ramirez sekelebat melihat wajah aneh.

Tak lama lampu lift mati lalu menyala kembali. Anehnya, ketika lampu nyala, Sarah mendapati tubuhnya sudah terluka di bagian puinggung. Wanita itu menjelaskan bahwa saat lampu mati dia merasa ada sesuatu menggigit tubuhnya.

Sarah menuduh Vincelah yang melakukan hal tersebut karena posisi pria itu berada paling dekat dengannya. Sebaliknya, Vince malah menuduh Sarah telah menyakiti dirinya sendiri. Setelah lelah berargumen, mereka mulai berusaha membuka paksa lift; Tony dan Ben melakukannya dengan sekuat tenaga tapi tetap tidak bisa terbuka.

Detektif Bowden yang masih berada di lokasi kejadian dimintai pertolongan oleh penjaga keamanan gedung untuk turut memerika orang-orang di dalam lift. Bowden pun memerintahkan bawahannya untuk memanggil petugas pemadam kebakaran.

Di dalam lift lampu kembali mati dan saat hidup kembali, alangkah kagetnya mereka karena mendapati Vince ditemukan tewas dengan pecahan kaca yang tertancap di lehernya.

Bowden dan tim keamanan yang masih memonitor mereka, menyaksikan kejadian ini dan langsung mengadakan penyelidikan. Detektif itu memulainya dari memeriksa daftar tamu yang masuk dalam gedung. Dia lantas mendapati di antara lima orang tersebut hanya empat yang namanya tercatat di sana, yaitu Sarah, Vince, Ben dan Jane. Fakta ini membuat Bowden mencurigai Tony.

Bowden kemudian lanjut memeriksa rekaman CCTV dan  menemukan bahwa Jane mencuri dompet seseorang sebelum masuk lift. Upaya penyelamatan mereka mulai setahap lebih maju dengan kehadiran Dwight (Joseph Cobden) sebagai elevator repairman.

Belum sempat berhasil mengeluarkan lima orang di dalam, secara tiba-tiba Dwight diserang oleh sekawanan burung yang datang entah dari mana. Lelaki itu pun terjatuh tepat di atas lift tempat lima orang itu berada dan tewas seketika.

Lampu lift lagi-lagi mati dan saat hidup kembali, giliran Jane, wanita paruh baya yang ditemukan tewas dalam posisi tergantung menggunakan kabel. Sarah dan Ben sepakat bahwa Tonylah yang melakukan ini semua. Belakangan Bowden mengetahui bahwa Sarah adalah istri dari pemilik gedung yang sedang mengurus perceraian. 

Detektif itu lantas menyimpulkan bahwa si pemilik gedung yang tidak diterima digugat cerai, menyewa Ben untuk membunuh Sarah, apalagi dulu Ben dikenal sebagai orang yang kerap melakukan kekerasan. Saat lampu lift mati untuk kesekian kali, giliran nyawa Ben yang melayang. Dia ditemukan tewas dengan posisi kepala terputar.

Kini di dalam lift hanya tersisa Sarah dan Tony. Mereka jelas saling mencurigai dan bersiap hendak saling serang menggunakan pecahan kaca yang menewaskan Vince. Bowden yang melihat itu coba menenangkan mereka, tapi Sarah diam-diam menyelipkan pecahan kaca di belakang tubuhnya.

Benar saja, tak lama lampu lift kembali mati dan kali ini Sarah yang harus tewas dengan leher tersayat. Lalu siapa sebenarnya ulah di balik peristiwa ini?

Mengadopsi Struktur Cerita Novel Horor Agatha Christie

Mengadopsi Struktur Cerita Novel Horor Agatha Christie

Berdasarkan pengakuan dari Ysamur Flores, seorang PhD di bidang Floklore and Mythology UCLA, dan sutradara John Erick Dowdle, premis dalam film The Devil/Devil (2010) terinspirasi oleh mitologi Devil’s Meeting; bahwa iblis ada di Bumi sebagai pengingat manusia.

Mereka berada di tengah-tengah manusia untuk menguji kita, terutama siapa pun yang memiliki dan pernah melakukan kejahatan dengan menyiksanya. Untuk struktur ceritanya sendiri, film ini mengadopsi cerita novel karya Agatha Christie yang terbit tahun 1939 berjudul Then There Were None.

Dalam novel tersebut sekelompok orang yang memiliki masa lalu kelam, terperangkap di sebuah daerah terpencil lalu tewas satu per satu. Bagian akhir film juga punya kesamaan pola dengan cerita dalam novel.

Bukan hanya itu, pemilihan nama Tony di sini rupanya juga sama. Bedanya dalam novel dia bernama Tony Marston sementara dalam film bernama Tony Janekowski. Namun, tentu saja ada perbedaan cerita antara novel dan film. Walau sama-sama digambarkan berdosa karena membunuh dua orang dalam sebuah kecelakaan, pada film Devil, karakter Tony diberi kesempatan hidup dengan mengakui dosanya.

Menegangkan, Mengancam dan Penuh Teka-teki

Menegangkan, Mengancam dan Penuh Teka-teki

The Devil/ Devil (2010) setipe dengan film-film supernatural horor yang meneror dari sisi psikis. Ketakutan yang coba ditampilkan pada para penonton bukan berupa sosok-sosok mengerikan yang berlebihan, melainkan mengancam dari dalam pikiran.

Anda akan dibuat tegang, ikut merasa terancam sekaligus dibuat bingung dengan sebuah teka-teki dari adegan demi adegannya. Bayangkan saja, Anda terjebak dalam sebuah lift, yang setiap kali lampu dalam lift mati, ada satu orang yang tewas.

Selain bingung dan super ketakutan karena melihat mayat satu per satu berjatuhan, Anda pasti akan merasa terancam.

Menonton ini seperti berada dalam ruangan yang gelap dan kita tidak tahu ada siapa saja di sana, sekaligus was-was karena nyawa kita bisa terancam kapan pun tanpa kita tahu harus bagaimana. Melalui pola seperti ini, The Devil (2010) berhasil meneror penonton secara mental.  

Supernatural Horor dengan Plot Twist

Supernatural Horor dengan Plot Twist

Setelah dibuat kaget sepanjang film karena kematian satu per satu karakternya, di akhir film The Devil (2010) kita akan disuguhi sebuah plot twist yang jelas mengejutkan. Seperti judulnya, The Devil/Devil, Anda harus siap dibuat terkecoh oleh ulah iblis yang berhasil menutupi penyamarannya selama film berlangsung.

Adegan di akhir film, mempertegas bahwa iblis memang ditakdirkan untuk menipu dan mengecoh manusia, bahkan dengan cara yang sangat halus. Anda mungkin tidak menyangka bahwa daftar nama yang dilihat Bowden dalam film ini adalah salah satu trik iblis mengelabui prasangka manusia.

Tony sengaja memilih menuliskan nama panjangnya di daftar tamu, yaitu Janekowski; sebuah nama yang Bowden pikir merupakan nama perempuan. Hal ini dimanfaatkan iblis untuk mempermainkan mereka. Apalagi dalam film ini, sosok iblis yang memasuki tubuh manusia, diceritakan tewas lebih dulu.

Devil/The Devil (2010) tidak hanya menyeramkan dan menegangkan. Film ini sekaligus menjadi pengingat bahwa yang diperlukan manusia-manusia berdosa adalah mengakui perbuatannya, bukan saling menyalahkan atas situasi buruk yang terjadi.

Film yang screenplay-nya berada di tangan Brian Nelson ini juga menyentil siapa pun yang masih punya dendam dalam hidupnya untuk memaafkan dan menerima keadaan. Bagaimana? Sebuah film horor yang berbeda ya? Jika Anda penasaran dengan keseluruhan isi film The Devil, jawaban yang paling tepat adalah segera menontonnya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram