Bacaterus / Review Film Barat / Review dan Sinopsis Film The Devil Wears Prada (2006)

Review dan Sinopsis Film The Devil Wears Prada (2006)

Ditulis oleh - Diperbaharui 15 Agustus 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Freshgraduate biasanya masih semangat-semangatnya cari kerja. Beruntung apabila pekerjaannya sesuai dengan passion kita. Namun apa yang terjadi kalau ternyata kita dapat pekerjaan yang sangat jauh dari basic atau ilmu yang kita kuasai selama di pendidikan tinggi? Ribet? Kikuk? Bingung mulai darimana? Takut salah? Sudah pasti.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Andrea Sachs. Seorang jurnalis dan editor ulung selama di Universitas. Ketika melamar kerja di sebuah perusahaan publikasi Elias Clark, Andrea yang niat awalnya ingin mengisi posisi sebagai editor malah kecemplung menjadi asisten kedua untuk seorang editor chief ternama majalah fashion Runway, Miranda Priestly.

Penasaran bagaimana usaha mati-matian Andrea untuk diterima di Runway? Dimana seribu gadis akan saling membunuh untuk bekerja di sana? Ikuti terus artikelnya!

Sinopsis

The Devil Wears Prada (Copy)

  • Tahun rilis: 2006
  • Genre: Comedy, Romance
  • Produksi: Fox 2000 Pictures
  • Sutradara: David Frankel
  • Pemain: Anna Hathaway, Meryl Streep, Emily Blunt

Andrea Sachs (Anna Hathaway) menerima panggilan interview di sebuah perusahaan publikasi di New York. Senang bukan kepalang karena berharap pekerjaan itu menjadi awal yang baik untuk dirinya, Andrea menyiapkan diri semaksimal mungkin. Ketika sampai di Elias Clark, ternyata Andrea diarahkan ke kantor majalah fashion ternama Runway.

Emily (Blunt) kaget bukan main karena HRD mengirimkan mereka seorang “Andrea” yang sama sekali tidak memiliki sense dalam berpakaian. Emily mengatakan bahwa Andrea akan di interview untuk menempati posisi sebagai asisten dari sang legenda, Miranda, kepala editor majalah fashion Runway.

Baru saja Emily ingin bertanya lebih jauh, Miranda datang mendadak di luar dugaan membuat seluruh kantor panik. Melihat ini jelas Andrea kebingungan. Se-legend apakah Miranda, calon bosnya nanti.

Pertemuan Andrea dan Miranda pun dimulai. Miranda meminta Emily untuk mengirim Andrea ke ruangannya. Miranda akan melakukan interview sendiri. Andrea gugup sekali karena curriculum vitae dan daftar prestasi juga portofolio Andrea sama sekali tidak dibaca oleh Miranda, diganti dengan pertanyaan tajam yang bikin Andrea kelimpungan menjawab. Pupus harapan, ternyata Andrea diterima.

Drama dimulai. Seluruh manusia di kantor Runway sangat modis baik pria dan wanita. Mereka terlihat begitu chic dan keren sekali dibandingkan Andrea yang kadang hanya memakai kemeja pola, celana katun atau rok remple dan sweater lusuh biasa.

Hal ini membuat Andrea dijadikan bulan-bulanan semua orang di Runway. Belum lagi pekerjaan yang diberikan Andrea tergolong baru semua. Andrea kolaps.

Beruntung salah satu rekan kerja Andrea, Nigel (Stanley Tucci) mau membantu untuk mengubah Andrea menjadi salah satu dari ‘orang-orang Runway’. Berhasil, Andrea tampil memukau dari hari pertama dia dibantu Nigel. Efek sampingnya? Andrea menjadi orang baru untuk teman-temannya dan pacarnya sendiri. Mereka lebih suka Andrea yang lama dari pada Andrea yang sekarang.

Masalah ini bergulung semakin rumit. Di satu sisi, Andrea tidak ingin mengecewakan teman-teman baiknya dan pacarnya, di sisi lain, Andrea tidak mau membuat Miranda marah. Puncaknya ketika Andrea merebut posisi Emily untuk berangkat ke Paris dalam acara bergengsi Paris Fashion Week.

Miranda yang menjadi lebih dekat dengan Andrea memintanya untuk memberitahu ke Emily yang sedang terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan bahwa posisinya ke Paris sudah diganti oleh Andrea.

Semakin lama, Andrea semakin lelah dengan semuanya. Dia kehilangan teman-temannya, kekasihnya, kehilangan waktu untuk keluarga, banyak diminta tolong oleh Miranda 24/7, masih harus memikirkan penampilan tiap hari, bersaing dengan Emily. Akhirnya Andrea mengambil keputusan berani. Dia meninggalkan Miranda dan juga Runway untuk kembali ke kehidupan lamanya.

Sang Legenda, Miranda Priestly

Miranda Priestly (Copy)

Entah karena memang harus tegas karena dirinya seorang bos atau bagaimana, Miranda dikenal sebagai atasan yang sangat keras dan dingin terhadap semua bawahannya tidak terkecuali. Like literary, semua orang takut untuk berurusan dengan Miranda. Apabila Miranda bilang tidak, maka jawabannya tidak. Negosiasi bukan hal yang bisa dimaklumi oleh Miranda.

Banyak adegan yang memperlihatkan Miranda sebagai pengambil keputusan atas semua meeting penting, pertemuan, model yang akan dipilih, bahkan wardrobe yang akan dipakai oleh model yang nantinya akan jadi sampul atau bagian dari majalah Runway. Miranda juga dikenal perfeksionis dan cepat membaca dan mengambil peluang. Tidak heran kalau dirinya menjadi Legenda di Runway.

Dijuluki ‘The Dragon Lady’, Miranda tidak pernah ambil pusing. Kehidupan pribadinya ternyata tidak semulus karirnya. Dirinya sudah bercerai berkali-kali karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga dirasa tidak memiliki waktu untuk keluarga.

Meski begitu, Miranda sangat menyayangi kedua putri kembarnya. Saking sayangnya, ada satu adegan dimana Miranda meminta Andrea untuk mengirimkan copy dari naskah buku Harry Potter terbaru yang hanya dimiliki oleh J.K. Rowling sendiri. Sadis bukan?

Awalnya saya mengagumi karakter Miranda, namun di akhir cerita saya jadi agak kecewa dengannya. Ketika dirinya memanipulasi keadaan dengan mengorbankan pertemanannya dengan Nigel. Hal ini yang juga disesalkan oleh Andrea. Namun tebak respon Miranda. Dia mengatakan bahwa Andrea juga melakukan hal yang sama ketika merebut posisi Emily. Duh, Miranda, apa yang kamu lakukan itu jahat!

Penuh Koleksi Baju

Wardrobe (Copy)

Tidak bercanda. Ini benar. Saat kalian menonton film ini, di setiap detik adegannya kalian akan menemukan banyak baju baru yang dipakai entah pemeran utama dan cameo. Awalnya, saya pikir mungkin seluruh wardrobe yang dipakai hanya baju murah. Eits! Ternyata dugaan saya salah. Sang sutradara, David Frankel, benar-benar ingin semua tampil mempesona.

Sang kostum designer, Pat Field, menghabiskan setidaknya $ 1 juta hanya untuk perhiasan, baju dan lain-lain yang menunjang penampilan para pemain. Dan itu masih dianggap belum all out karena dalam film mereka semua bekerja di Runway. Kiblat seluruh majalah fashion berada. Jadi mau tidak mau Pat Field bekerja keras dalam hal fashion di film ini.

Forever 21? H&M? Nope. Hanya brand ternama yang dipakai oleh para pemain utama (Miranda, Andrea dan Emily). Sebut saja, Chanel, Viviene Westwood, Fendi, Alexander McQueen, Jimmy Choo, Kate Spade, Giuseppe Zanotti, Christian Louboutin, Gucci, Calvin Klein, Hermes, Miu Miu, David Rodriguez, Rebecca Taylor dan sudah pasti. PRADA. You know one of those brand right?

Freshgraduater Wajib Menonton Film ini

Freshgraduate (Copy)

Kenapa saya bilang wajib? Karena dalam film ini kalian akan benar-benar diperlihatkan bagaimana kebanyakan freshgraduate diperlakukan. Pilihan kalian hanya ada dua, mau bertahan atau kalah bersaing. Khususnya di perusahaan di kota-kota besar yang dari gaya hidupnya saja sudah mendongkak ke atas. Menurut saya, film ini semacam starter-pack buat kalian pencari kerja. Khususnya freshgraduate.

Banyak banget loh pelajaran yang bisa diambil dalam film ini. Bagaimana cara kita bersikap dengan rekan kerja, bagaimana cara menghadapi atasan yang luar biasa ajaib.

Bagaimana cara mengatur waktu; karena sudah pasti kalian akan benar-benar mengorbankan waktu pribadi kalian untuk pekerjaan. Dan yang paling penting, memecahkan masalah sendirian karena rekan kerja kalian tidak ada yang bisa bantu.

Kutipan Menarik

Quotes (Copy)

Sungguh! Banyak sekali kutipan bagus yang ada selama film ini ditonton. Entah itu dari Miranda, Andrea bahkan Emily. Kutipan yang dirasa sepele namun nampar. Kutipan-kutipan tersebut malah sempat saya bahas untuk bahan skripsi saya sendiri. Penasaran kutipan apa saja yang bisa dijadikan bahan caption di media sosial kalian?

‘A Million girls would kill for this job’ – Nigel

Kalimat di atas disampaikan Nigel ketika Andrea mengeluh atas kelakuan bosnya, Miranda, yang super kejam. Nigel mengatakan untuk resign dan dia mampu mendapatkan orang baru karena banyak gadis yang mengincar pekerjaan Andrea.

Details of your incompetence do not interest me’ – Miranda

Ucapan ini terlontar ketika Miranda tahu kalau Emily tidak berhasil mengumpulkan informasi yang memang sulit didapatkan. Aduh. Sudah pingsan kalau saya jadi Emily.

‘Why didn’t you just climb into bed with her and ask for a bedtime story?’ – Emily

Emily ngamuk ketika tahu Andrea yang notabene-nya masih pegawai baru; berani masuk ke dalam mansion Miranda dan naik ke ruang utama! Bukan itu saja, Andrea menyaksikan juga pertengkaran Miranda dengan suaminya.

‘That’s all’ – Miranda

Kalimat sakti Miranda untuk semua orang apabila dia sudah selesai meminta para bawahannya untuk mengerjakan sesuatu.

‘Can you please spell Gabanna’ – Andrea

Saya spontan tepok jidat waktu Andrea mengatakan itu. Apa jadinya kalau Miranda tahu hal tersebut, sudah pasti dilempar keluar jendela.

‘Everybody wants to be us’ – Miranda

Kata-kata yang menjadi titik balik Andrea untuk kembali menjadi dirinya sendiri. Andrea yang dulu. Kalau saja Miranda tidak mengatakan hal tersebut, Andrea pasti masih terjebak dengan posisinya sekarang.

Itu tadi review dan sinopsis film The Devil Wears Prada. Buat kalian yang belum nonton filmnya, saya sarankan nonton! ‘Gak akan kecewa deh. Apalagi buat kalian para freshgraduater. Wah tontonan wajib ini mah! Oh iya, untuk rating sendiri IMDB memberi nilai 6.9/10 dan 75% dari Rotten Tomatoes. Lumayan tinggi kan ratingnya? Good job David Frankel!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *