bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Coneheads, Kisah Kocak Alien di Bumi

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 1 Juni 2021

Menonton sebuah film komedi bisa jadi hiburan tersendiri ketika sudah sangat penat dengan segudang aktivitas. Tingkah para pemain, naskah yang lucu, hingga tampilan mereka menjadi elemen-elemen yang mengundang tawa. Di antara sekian banyak film komedi, Coneheads boleh jadi yang cukup unik.

Film komedi sekaligus science fiction ini bercerita tentang keluarga alien berkepala kerucut. Dengan kemampuannya, mereka beradaptasi mengikuti kebiasaan-kebiasaan manusia Bumi, termasuk bekerja. Ingin tahu kelengkapan ceritanya? Sebelum nonton, Anda bisa membaca sinopsis serta ulasannya di bawah ini lebih dulu. Yuk! 

Sinopsis

review film the coneheads_SinopsisSumber: mubi.com
  • Tanggal/Tahun Penayangan: 23 Juli 1993
  • Genre: Fiksi Ilmiah, Komedi
  • Pemain: Dam Aykroyd, Jane Curtin, Michelle Burke, Michael McKean
  • Sutradara: Steve Barron
  • Produksi: Lorne Michaels Productions, NBC Films

Sekelompok pengawal nasional dari Amerika dengan sigap mengirimkan jet tempur untuk menyelidiki serta menembaki sebuah benda asing yang dipercayai sebagai UFO. Benda asing itu rupanya memang pesawat ruang angkasa yang terlambat mengaktifkan cloaking device mereka, sehingga mengalami crashes di Samudra Atlantik.

Di dalam pesawat tersebut terdapat alien dari Planet Remulak. Mereka adalah Beldar Clorhone (Dan Aykoryd) dan “genetomate”nya, Prymaat (Jane Curtin). Menariknya kedua alien tersebut dapat bertahan dan beradaptasi dengan kehidupan manusia Bumi secara cepat. Walau tentu saja bentuk kepala mereka aneh, kerucut, dan suara yang terdengar seperti suara logam.

Beldar sebenarnya sedang melaksanakan tugas yang diberikan oleh Highmaster Mintot (Dave Thomas). Dia diperintahkan untuk menaklukkan Bumi sebagai Protoid Refueling Station atau Stasiun Pengisian Ulang Protoid dalam misi Fuel Survey Underlord of the Wilderness Planet at the end of the Noctolium Solar Chain.

Dalam tugasnya tersebut, Beldar menjalankan pekerjaan sebagai tenaga reparasi. Namun, karena tidak memiliki dokumentasi, alien tersebut tampaknya diperalat oleh sang bos, Otto (Sinbad). Otto kemudian menciptakan identitas palsu untuk Belda dan mengirimkan sebuah tanda untuk memberi tahu INS.

Sementara itu, komunikasi yang dilakukan dengan alien lain mengabarkan bahwa kapal penyelamat mereka tidak akan tiba selama tujuh Zurls, atau tidak akan tiba dalam waktu bertahun-tahun. Keadaan semakin membingungkan bagi Beldar sebab Prymaat hamil.

Pada akhirnya kedua alien itu terpaksa beradaptasi sepenuhnya dan berbaur dengan penduduk Bumi agar dapat membesarkan anak mereka. Kehidupan Beldar tentu tidak baik-baik saja, selain harus terdampar di planet asing, dia juga terus berusaha melarikan diri dari kejaran agen INS yang ambisius beserta asistennya, Gorman Seedling (Michael McKean) dan Eli Turnbull (David Spade). 

Namun, Beldar memang punya kemampuan tak biasa. Alien itu hanya perlu waktu beberapa bulan sebelum akhirnya bisa mendapat pekerjaan seperti manusia pada umumnya. Dia bekerja sebagai sopir taksi yang cukup dihormati. Bersama Prymaat, keduanya tinggal di basement milik bosnya, Khoudri.

Prymaat pun melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Connie. Keluarga kecil tersebut lantas memutuskan membeli rumah dan pindah ke pinggiran kota New Jersey dan memiliki nama keluarga, Conehead. Beldar tidak lagi bekerja sebagai sopir taksi sebab dia sudah beralih profesi menjadi instruktur mengemudi.

Hingga suatu hari, Beldar mendapat panggilan telepon dari The Big Phone. Dia mendapat kabar bahwa kapal penyelamat mereka sedang berada dalam perjalanan. Semua yang harusnya berjalan lancar tiba-tiba menemui masalah ketika Connie tidak mendengarkan kedua orangtuanya.

Beruntung mereka semua dapat kembali, tapi dengan membawa dua agen INS ikut serta, yaitu Gorman dan Eli. Mereka dibawa sebagai persembahan untuk Highmaster Mintot. Semula, sang Highmaster merasa puas hingga dia menyadari bahwa Beldar melakukan sesuatu dengan giginya. Mintot kemudian langsung menuduh Beldar telah berkhianat dan menghukum alien itu.

Beldar menggunakan keahliannya selama tinggal di Bumi untuk menghadapi Garthok sebagai hukuman dari Mintot. Bagaimana akhir kisah Beldar dan keluarganya yang dituduh berkhianat oleh koloni sendiri? Apakah Beldar memutuskan untuk menjadi penduduk Bumi selamanya bersama istri dan anak? Silakan nonton Coneheads secara utuh sebab jawabannya ada di film tersebut.

Hasil Adaptasi dari Sketsa Komedi Terkenal

Premis film Coneheads yang absurd ini merupakan hasil adaptasi dari sebuah sketsa komedi tentang alien yang terdampar di Bumi. Sketsa berjudul The Coneheads tersebut ditayangkan di acara Saturday Night Live di saluran NBS. Penayangan perdana sketsa ini sendiri dimulai pada 18 September 1976 hingga 21 Mei 1977.

Karakter yang ada di sketsa komedi tersebut cukup membekas di benak para penonton. Mulai dari cara mereka berbicara yang cepat dan terdengar nasal hingga cara makan mereka yang selalu dalam porsi besar. Cara mereka melakukan hubungan seksual juga cukup unik dan menjadi unsur komedi tersendiri.

Ide ini pun kemudian diangkat menjadi sebuah film dan tayang pada 1993. Karakter utamanya sama-sama dibawakan oleh Dan Aykroyd. Sang komedian tersebut kemudian dipasangkan dengan Jane Curtin sebagai suami-istri dari Planet Remulak.

Ide Konsep Awal Coneheads

review film the coneheads_Ide Konsep Awal ConeheadsSumber: imdb.com

Rasanya menarik untuk mengetahui ide di balik penciptaan sebuah karakter yang unik, termasuk Coneheads. Kepala berbentuk kerucut seperti sebuah corong es krim, sudah tentu langsung menarik perhatian. Bentuknya menggelitik sebab tidak umum dan menggelikan. Beruntung mereka digambarkan sebagai sesosok alien yang bentuknya memang kerap digambarkan secara aneh.

Dan Aykroyd yang merupakan seorang komedian, aktor, produser, musisi dan pembuat film asal Belanda ini menjelaskan bahwa ide membuat karakter Coneheads muncul ketika dirinya tengah mengonsumsi Mariyuana. Sang komedian terinspirasi dari Moai, patung batu kuno dan misterius yang berada di Easter Island. Menurutnya kepala patung Moai berbentuk mirip kerucut. 

Selain terinspirasi dari patung kuno yang terkenal itu, Dan menyebut bahwa dirinya juga terinspirasi dari film This Island Earth (1955). Di film arahan sutradara Joseph M. Newman dan Jack Arnold tersebut, sosok alien digambarkan memiliki dahi yang tinggi. 

Premis Cerita Menarik

Tayang pada 1993 yang terinspirasi dari sebuah sketsa komedi tahun 1977, Coneheads punya premis cukup menarik. Bentuk alien  yang dikonsep sedemikian rupa lengkap dengan kebiasaan-kebiasaan anehnya dibalut dalam sebuah cerita yang lucu.    

Bagaimana satu keluarga alien beradaptasi dengan kehidupan manusia Bumi, mendapat pekerjaan, anak mereka juga jatuh cinta dengan manusia, merupakan cerita yang menarik. Apalagi ketika Beldar menggunakan kemampuan dan keahlian selama di Bumi untuk melawan orang-orang dari planetnya.

Mendapat Banyak Ulasan Negatif

Sayangnya, premis menarik tersebut dianggap jelek oleh para kritikus. Coneheads mendapatkan banyak ulasan negatif. Sebagian besar berpendapat bahwa ia film yang tidak menginspirasi, crude dan listless. Para pemainnya juga dinilai tidak mampu membangun cerita skenario menjadi lebih menarik. 

Pendapat dari The Los Angeles Times bahkan menyindir bahwa dunia yang ditinggali Beldar sungguh tidak masuk akal sebab teman-teman dan tetangga keluarga alien tersebut seolah tidak pernah benar-benar menyadari bahwa mereka berbeda. Padahal dilihat dari bentuknya saja, sudah sangat mencolok mata. 

Namun, ulasan lain dari para penulis mencatat bahwa film Coneheads ini bisa termasuk satire. Keluarga Beldar mewakilkan keluarga-keluarga imigran sementara para penegak imigrasi adalah agen INS yang mengejar mereka.

Film dengan tema alien cenderung dikemas dengan cerita-cerita menegangkan, yaitu tentang ekspansi, upaya menguasai Bumi sehingga menimbulkan kekacauan di sana-sini. Namun, tidak dengan Coneheads. Film ini memperlihatkan kekonyolan demi kekonyolan keluarga alien yang tinggal di Bumi. Penasaran seperti apa lengkapnya? Saksian sendiri, ya!

Oh iya, Bacaterus juga punya rekomendasi film komedi terbaik lainnya juga yang bisa kamu tonton untuk melepas penatmu, lho.

Coneheads
7 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram