Bacaterus / Review Film Korea / Sinopsis & Review Film Korea The Call, Telepon dari Masa Lalu

Sinopsis & Review Film Korea The Call, Telepon dari Masa Lalu

Ditulis oleh - Diperbaharui 25 Desember 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Di penghujung tahun ini, kita kembali kedatangan film baru yang berasal dari Korea berjudul The Call. Dibintangi oleh si cantik Park Shin Hye, film ini menceritakan bagaimana Shin Hye harus berurusan dengan psikopat dari masa lalu yang dianggap Shin Hye sebagai malaikat penolongnya.

Lee Chung Hyun sebagai sutradara; sukses membuat film ini menarik peminat banyak penonton untuk tetap diam di kursi sampai cerita selesai. Belum lagi banyak adegan-adegan tidak terduga yang membuat kita juga jadi ikut berpikir untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh Shin Hye. Penasaran? Let’s go! Simak terus sinopsis dan ulasannya di bawah ini.

Sinopsis

The Call Korean_Poster (Copy)

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Action, drama, Mystery
  • Produksi:Yong Film
  • Pemain: Park Shin Hye, Jeon Jong Seo, Kim Sung Ryung
  • Sutraadra: Lee Chung Hyun

Film dimulai dengan cerita Kim Seo Yeon (Park Shin Hye) yang sedang dirundung masalah sangat berat; ibunya sakit, rumahnya di kota ditinggalkan dan dirinya lebih memilih untuk kembali ke rumah lama keluarganya di tengah hutan; membersihkannya supaya sewaktu-waktu ibunya pulang dari rumah sakit untuk Recovery, bisa langsung menempati rumah tersebut.

Saat Seo Yeon sampai di kediaman lamanya, Seo Yeon menyadari bahwa ponselnya hilang di kereta, membuat dirinya susah untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Beruntung ia menemukan sebuah telepon rumah lama yang sudah usang namun masih bisa berfungsi dengan baik.

Belum sempat menghubungi orang lain, sebuah telepon berdering masuk dari seseorang yang tidak dikenal, di ujung penelepon terdengar suara minta bantuan minta tolong karena dirinya akan disiksa oleh ibunya sendiri. Namun Seo Yeon yang tidak mengerti ada apa cuma bisa bilang kalau telepon itu salah sambung.

Singkat cerita, Seo Yeon yang berulang kali lelah ditelepon terus menyadari suatu hal kalau alamat yang penelepon sebutkan terus menerus adalah alamat rumah Seo Yeon yang kini ia tempati. Penasaran, Seo Yeon lantas mencoba mengangkat telepon yang berdering terus menerus dan mulai membuka pembicaraan yang benar-benar mengubah hidupnya.

Ternyata, telepon itu menyambung pada seorang wanita bernama Oh Young Sook (Jeon Jong Seo) yang hidup lebih dulu di rumah yang kini Seo Yeon tempati. Awalnya mereka super kebingungan bagaimana bisa telepon ini menyambungkan dua orang berbeda yang berada di tempat yang sama bertahun-tahun sebelumnya?

Seo Yeon yang merasa punya teman cerita akhirnya tidak keberatan untuk ditelepon, ia menceritakan semua hal yang akan terjadi di masa datang kepada Oh Young Sook; sampai akhirnya Seo Yeon menceritakan bahwa dirinya anak yatim akibat kebakaran yang menimpa keluarganya dan merenggut nyawa Ayahnya di tahun yang sama saat Oh Yeong Sook kini berada.

Mendengar hal itu, Oh Yeong Sook lantas memberi ide, bahwa dirinya akan menyelamatkan Ayah Seo Yeon dan melihat apa yang terjadi di masa datang. Begitu bencana kebakaran tersebut bisa direset dan dicegah oleh Yeong Sook, Ayah Seo Yeon kembali hidup dan Seo Yeon mendapatkan kehidupan paling sempurna. Tidak berhenti Seo Yeon berterimakasih pada Oh Yeong Sook.

Naas, perbuatan Oh Yeong Sook tersebut membuat dirinya sendiri akhirnya ‘agak’ dihiraukan oleh Seo Yeon yang asyik berbicara dengan ayah dan ibunya yang kembali sehat dengan rumah mewah dan semua yang Seo Yeon miliki.

Merasa dipermainkan, Oh Yeong Sook ngamuk dan meminta Seo Yeon tidak mengabaikannya atau dirinya akan kembali ‘membunuh’ Ayah Seo Yeon. Mendengar hal tersebut Seo Yeon kaget dan meminta maaf namun semuanya terlambat.

Usut punya usut, Oh Yeong Sook memiliki masalah mental yang parah. Ia rela membunuh Ibu kandungnya sendiri yang seorang peramal; itu kenapa Ibu Oh Yeong Sook menyiksa dirinya berharap ada perubahan karena ia tahu kalau Oh Yeong Sook besar nanti akan banyak orang mati yang ada di tangan Oh Yeong Sook.

Kini, Oh Yeong Sook akan membalas dendam kepada semua orang yang merebut kebahagiaannya termasuk Seo Yeon; ia berniat mematikan ayah Seo Yeon kembali dan merusak hidup Seo Yeon di masa lalu supaya lebih hancur di masa depan. Tugas Seo Yeon kini malah bertambah beratus-ratus kali lipat guna mencegah Oh Yeong Sook bertindak yang bukan-bukan. Mampukah Seo Yeon menjaga masa depannya itu?

Jalan Cerita yang Seru

The Call Korean_Plot (Copy)

Lee Chung Yun selaku sutradara dan penulis dari film The Call ini dalam sepertinya memang berencana untuk bikin para penonton The Call jadi hipertensi. Emosi kita diaduk sampai kita ikut pengen masuk ke dalam film dan jambak rambut si Oh Yeong Sook. Sungguh, di awal cerita saya pikir ini film menjadi semacam film pertarungan dua orang perempuan dari masa lalu untuk menyelamatkan sesuatu. Nyatanya…

Selain plot ceritanya yang menarik, para penonton juga tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya pada Seo Yeon. Ceritanya terus bergulir tanpa jeda; memberikan kengerian dan perasaan tegang, juga saling kejar dan saling terror; uniknya semua hal tersebut terjadi di rentang waktu yang berbeda. Yang 1 di tahun 1999 sedangkan yang satu lagi di tahun 2020.

The Butterfly Effect

The Call Korean_Butterfly Effect (Copy) 

Setelah menonton film ini akhirnya saya tahu seberapa berpengaruhnya butterfly effect itu. Untuk kalian yang belum tahu butterfly effect itu apa; Butterfly Effect pertama kali ditemukan oleh matematikawan asal Amerika bernama Edward Norton untuk menjelaskan teori kekacauan yang terjadi akibat kondisi awal.

Sebagai contoh, Oh Yeong Sook berusaha untuk menyelamatkan Ayah Seo Yeon dari kebakaran sehingga tidak jadi meninggal; ini menimbulkan butterfly effect di masa depan dimana Seo Yeon memiliki hidup lengkap namun banyak perubahan yang ia alami saat itu.

Contoh kedua, Oh Yeong Sook yang bertemu dengan Seo Yeon masa kecil menyiksa dirinya habis-habisan. Hal tersebut mengakibatkan Seo Yeon di masa depan cacat. Nah, mengerti sampai di sini kan?

Teori kekacauan ini yang penuh mengisi seluruh cerita The Call. Kalian akan disuguhkan dengan alur cerita maju mundur, time lapsing dan rentetan kejadian yang terjadi akibat butterfly effect. Bingung? Sudah pasti, namun disinilah keseruan dan signature dari film ini. 

Ending Multi-Tafsir

The Call Korean_Ending (Copy)

Akhir cerita film ini super duper membingungkan. Saya sendiri punya tanggapan begitu juga orang lain yang menontonnya. Oh iya, spoiler alert!

Jadi, ending dari film ini adalah Oh Yeong Sook meninggal di masa lalu, membuat masa depan Seo Yeon kembali damai bersama Ibunya yang menjadi sehat (di awal film diceritakan Ibu Seo Yeon dalam keadaan kritis, namun karena Seo Yeon ‘memainkan’ waktu, sehingga cerita hidup Seo Yeon pun berubah).

Belum puas menikmati damainya hidup bersama ibunya, Seo Yeon kembali harus kehilangan ibu nya karena ternyata Oh Yeong Sook di masa lalu masih hidup dan membunuh Ibu Seo Yeon sebagai upaya balas dendam.

Saat tahu hal ini, saya berpikir bahwa Oh Yeong Sook memang tidak mati alias mati suri, namun beberapa rekan saya yang lain mengatakan bahwa itu adalah karangan Seo Yeon saja yang stress akibat hidupnya berantakan. Masih banyak asumsi lainnya yang bermunculan mengenai ending dari film ini.

Seru bukan? Makanya jangan lupa saksikan film The Call yang sudah tayang di layanan film berbayar Netflix dan di beberapa situs film legal lainnya. Dijamin, kalian pasti mempunyai pikiran yang sama dengan saya setelah menonton ini. FILM INI BAGUS. Overall, saya pribadi menilai film ini 8/10. Bagaimana dengan kalian? Tulis di kolom komentar yaa!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *