bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review The Bravest, Kisah Pemadam Kebakaran

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 23 Juli 2021

Cerita tentang perjuangan para pemadam kebakaran dalam menyelesaikan misi selalu saja menjadi cerita menarik untuk diikuti. Selain seru dan tegang, film mengenai kinerja para pemadam kebakaran pun kerap kali memberi para penontonnya pelajaran mengenai hal-hal apa saja yang mesti dilakukan dalam menghadapi kejadian kebakaran mikro atau major.

Seluruh cerita diatas dimuat dalam satu film besutan sutradara Tony Chan yang berjudul The Bravest. Film berdurasi 120 menit tersebut dijamin akan membuat para penontonnya diam di tempat. Serius! Bila kalian belum punya rekomendasi film untuk ditonton di akhir pekan ini, try this one; tapi sebelumnya yuk kita simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini!

Sinopsis

The Bravest_Poster (Copy)
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Action, Disaster
  • Produksi: Bona Film Group, Asia-Pacific Chinese Film (Beijing) Pictures Co., Ltd
  • Sutradara: Tony Chan
  • Pemain: Huang Xiaoming, Yang Zi, Du Jiang, Tan Zhuo

Cerita dimulai dengan sekelompok tim pemadam kebakaran Tiongkok yang sedang mencoba memadamkan api yang membakar sebuah ultra kompleks di tengah kota. Kebakaran yang cukup besar itu membutuhkan 5 pemadam kebakaran.

Beruntung api bisa dipadamkan dengan cepat; bahkan pemadam kebakaran juga sempat menyelamatkan seorang anak kecil bernama Cai Cai yang terjebak di lantai 3.

Kapten Liwei (Huang Xiaoming) yang saat itu memimpin skuadron meminta tim nya untuk memeriksa penyebab kebakaran. Seorang anggota baru menawarkan diri untuk ikut bersama seniornya Kapten Ma (Jiang Du) dalam penyelidikan. Naas, di dalam tempat makan ultra kompleks tersebut ada 1 ruangan tempat penyimpanan gas yang ‘mendidih’ akibat uap panas.

Saat anggota baru tersebut ingin memberi tahu pada Kapten Ma, ruangan berisi uap panas tersebut tersulut membakar puluhan tabung gas yang tersimpan disana. Ledakan besar terjadi menghancurkan seluruh bangunan dan menewaskan anggota baru. Berangkat dari masalah tersebut, Kapten Liwei mengalami PTSD dan mengundurkan diri dari skuadron.

Posisi Kapten Liwei secara langsung berpindah ke tangan Kapten Ma yang memang sedari dulu mengincar posisi tersebut. Liwei kembali pada keluarganya, meski di kediamannya pun banyak orang yang mengatai bahwa Liwei adalah pemadam kebakaran gagal karena ia membuat orang lain terbunuh.

Istri Liwei berusaha menenangkan suaminya tersebut meski anak Liwei tetap tidak terima dan murung sepanjang waktu akibat kena rundung dari teman-temannya.

Satu waktu, di sebuah depot minyak terbesar di Tiongkok, Bingang Oil Depot, kecelakaan terjadi akibat adanya malfungsi pada pipa penyaluran minyak dari kapal tanker ke salah satu dam di depot minyak tersebut. Alhasil ledakan besar terjadi melumat wilayah pemukiman di dekatnya yang berkilo-kilometer jauhnya. Hal ini menjadi bencana nasional. 

Kebakaran juga mulai menyebar dan mendekati tangki minyak yang berisi 100.000 kubikmeter bahan bakar juga ratusan tangki yang berisikan bahan kimia berbahaya seperti sianida, benzoyl peroxide dan bahan kimia lainnya.

Jika semua itu meledak bersamaan maka kekuatannya seperti 20 kali bom atom Hiroshima dan Nagasaki dan melepaskan racun bukan hanya ke negeri Tiongkok saja tapi ke negara tetangga juga.

Mendengar hal buruk itu, Liwei lantas bergabung kembali dengan tim gabungan pemadam kebakaran bersama Kapten Ma. Saat sampai di TKP, betapa terkejutnya mereka semua saat mengetahui api sudah banyak menyebar ke beberapa tempat dan efek panas mulai melelehkan pipa-pipa minyak lainnya yang sangat berbahaya untuk para pemadam.

Kepanikan melanda negeri Tiongkok. Media mulai menayangkan dan memberitahu informasi mengenai efek ledakan yang apabila benar terjadi bisa membuat Tiongkok mati total. Mulai dari kereta, pesawat dan moda transportasinya dipenuhi oleh banyak orang yang mau mengungsi untuk evakuasi. Proses evakuasi yang mendadak membuat isi kota jadi kacau balau.

Saat mencoba pergi menjauh dari kota, istri Liwei, Li Fang (Zhou Tan) dan anaknya Miao (Yuncong Lu) terpisah akibat seluruh warga Tiongkok berjejal masuk ke dalam kereta.

Beruntung Miao dibawa oleh sepasang kakek nenek yang hendak mengungsi juga sedangkan Li Fang malah ikut membantu banyak orang seraya mencari anak semata wayangnya tersebut. Keadaannya benar-benar chaos.

Kapten Ma dan Liwei sama-sama berjuang dengan timnya. Kapten Ma bertugas untuk terus mendinginkan tangki di saat Liwei bersama rekannya bertugas untuk menutup 8 katup supaya tidak ada lagi minyak yang mengisi ke tangki utama. Tangki yang Kapten Ma dinginkan bukan hanya tangki A saja tapi puluhan tangki yang berdekatan dengan tangki yang terbakar.

Mereka semua berburu dengan waktu. Proses pemadaman pun banyak menemui kendala. Pipa air yang disambungkan lewat pipa air laut terhalang sampah dan minyak hasil rembesan dari bocornya tangki di Bingang Oil Depot.

Keadaan ini membuat para petugas pemadam kebakaran jadi tidak bisa maksimal bekerja ditambah api yang makin berkobar membuat petugas damkar terluka.

Satu per satu pemadam mulai kehilangan nyawanya akibat terbakar hidup-hidup. Hal ini membuat para petugas damkar lainnya hilang harapan. Mereka yakin bahwa mereka semua akan berakhir dalam kejadian kebakaran tersebut. Mereka bahkan membuat video terakhir untuk keluarga mereka. Rasa takut, sedih bercampur jadi satu.

Kapten Ma yang tahu kalau tim nya ketakutan memberi support mental. Ia mengatakan bahwa kematian rekan-rekan damkar lainnya jangan menjadi sia-sia. Skuadron satu harus tetap bisa menjalankan tugasnya.

Di saat harapan sudah mulai tipis, anggota damkar lainnya yang bertugas terus membersihkan pipa air laut dari sampah berhasil menarik semua sampah yang menghalangi pipa. Ini membuat air kembali bisa masuk ke selang-selang para pemadam.

Di saat mereka sudah mulai bisa menjinakan kebakaran, mereka harus melihat Liwei tewas terbakar akibat ledakan setelah ia berhasil menutup katup pipa terakhir tangki A. Tewasnya Liwei disaksikan oleh banyak regu pemadam lainnya. Mereka tidak bisa menolong Liwei karena ia jatuh terjerembab dalam lautan api. 

Begitu kebakaran yang melanda Bingang Oil Depot bisa dikuasai, teman-teman Liwei menangisi kepergian sahabatnya itu. Kapten Ma juga tak kalah sedih kehilangan dua orang terdekatnya sekaligus. Semua berduka.

Istri Liwei dan Miao menerima semua meski sempat histeris kehilangan orang yang dicintainya. Kenangan Liwei pun terlintas dalam pikiran Kapten Ma, Liwei berharap setelah selesai memadamkan api, ia ingin bisa kembali lagi untuk bertemu istri dan anaknya lagi.

The Real Hero

The Bravest_The Hero (Copy)

Bukan dari film ini saja sih sebenarnya, tapi dari film-film lainnya yang punya genre yang sama seperti The Rescue, The Tower dan lainnya, saya benar-benar mengagumi profesi pemadam kebakaran. Apa yang ditayangkan dalam film dan di dunia nyata benar adanya. Banyak dari mereka yang setelah tiba di TKP akhirnya tidak kembali pulang pada keluarga.

Dari semua karakter yang muncul dalam film The Bravest ini, Kapten Liwei lah yang menurut saya paling berjasa. Selain ia gugur dalam tugas, Liwei pun mengorbankan dirinya untuk rekan lain yang hendak menyelamatkan diri.

Dalam film, rekan Liwei yang bertugas untuk membantu Liwei bersama-sama menutup katup diselamatkan oleh Liwei sendiri; sedangkan ia kembali ke dalam kobaran api. Duh, hormat saya untuk Kapten Liwei.

Peran Antagonis

The Bravest_Role (Copy)

Di setiap film seru, pasti selalu ada saja pemeran antagonisnya. Saya dibuat darah tinggi oleh pemeran antagonis dalam film ini. Bukan hanya egois, ia bahkan tidak mau kalau perusahaan Bingang Oil Depot yang ia tangani merugi besar sehingga ia berbohong pada semua pemadam mengenai sistem yang ada di tempat tersebut.

Saat ditanya kenapa berbohong oleh pemimpin pemadam kebakaran Tiongkok, pejabat Bingang Oil Depot ini malah mengatakan kalau ia menjelaskan sejujurnya, nanti tidak ada yang mau memadamkan api. Mendengar hal begitu, kok ya saya ingin nyemplungin si pejabat ini ke dalam lautan api yang lagi berkobar di dalam tangki.

Terinspirasi dari Kejadian Nyata

The Bravest_True Story (Copy)

Apakah kalian tahu? Kejadian di Bingan Oil Depot yang menjadi inti cerita dari film The Bravest ini diambil dari kisah nyata loh! Kejadiannya terjadi pada bulan Juli 2010 silam.

Penyimpanan minyak Xingang Port Oil di kota Dailan, Provinsi Liaoning, China mengalami kebakaran hebat yang tercatat dalam sejarah negeri tersebut. Sebanyak 90,000 ton minyak tumpah ke laut Kuning dan mencemari banyak aspek.

Hal tersebut terjadi persis sama apa yang terjadi dalam film. Proses desulfurizer yang dilakukan saat menyuplai minyak dari tangki kapal ke tangki utama mengalami malfungsi sehingga menimbulkan kebakaran hebat selama 15 jam.

Sebelum cerita ini dibuat film, sebuah buku non-fiksi karya Bao'erji Yuanye berjudul The Deepest Water is Tears sudah lebih dulu tayang based on kejadian di XIngang Port Oil.

Sepanjang film kalian akan dibuat terpukau akibat CGI yang disuguhkan dan jalan ceritanya yang menarik untuk terus disimak. Film ini tayang di tahun 2019 silam, masih bisa dibilang baru kan? Jadi tunggu apalagi, segera simak filmnya ya! Oh iya, Bacaterus memberi rating 7.5 untuk film The Bravest ini. Way to go Tony Chan!

The Bravest
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram