bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Suddenly 20, Tiba-Tiba Menjadi Muda Lagi

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 14 Desember 2021

Dikenal sebagai wanita tua yang sangat keras kepala, Parn memnag banyak tidak di sukai. Bahkan menantu dan cucunya sendiri tidak menyukainya, pasalnya Parn memang sangat keras pada mereka namun hidupnya berubah setelah ia mengambil foto di sebuah studio bernama “Chayan Lumreuk”.

Parn mendapati dirinya berubah menjadi wanita cantik berusia 20 tahunan yang dikejar-kejar para pria. Kisah di atas bisa kamu dapatkan saat menonton film Thailand berjudul Suddenly Twenty (2016). Film yang diadaptasi dari film Korea berjudul Miss Granny (2014), memang sukses dipasaran. Pasalnya film ini dibintangi oleh salah satu aktris cantik dan populer Thailand yaitu Davika Hoorne.

Apakah kamu penasaran dengan apa yang akan dilakukan nenek Parn dengan wajah mudanya? Temukan jawabannya di bawah ini.

Baca juga: Sinopsis dan Review Film BL Thailand Tharntype

Sinopsis

Sinopsis

Panward adalah seorang wanita yang memiliki masa muda kurang menyenangkan. Pasalnya sejak ia masih kecil, wanita ini berkeinginan untuk bisa menjadi seorang penyanyi terkenal. Sayangnya sang ayah tidak pernah merestui cita-citanya ini, hingga ia berpikir bahwa kabur adalah jalan terbaik. Tapi semua itu hanya angan-angan belaka, karena justru wanita ini harus berjuang keras untuk hidup.

Kini Panward tengah menjalani kehidupannya di masa tua, ia tinggal bersama dengan keluarga putranya yaitu Phong. Disana ia hidup bersama dengan menantu dan dua menantunya yaitu Boom dan Bam yang beranjak dewasa. Nenek Parn memang dikenal sebagai wanita yang sangat cerewet, ketus dan selalu saja berkata blak-blakan.

Alhasil perilakunya ini membuat menantunya sangat tertekan, bahkan hal ini mendorong putra dan cucunya untuk mengirimnya ke panti jompo. Hal ini secara tidak sengaja terdengar olehnya, sejak saat itu hubungan keluarga ini terasa menjadi canggung. Hingga suatu hari nenek Parn tiba-tiba menemukan sebuah studio foto bernama “Chayan Lumreuk”.

Awalnya nenak Parn berniat mengambil foto, agar kelak foto cantik ini bisa digunakan untuk pemakamannya. Hingga sang fotografer mengatakan bahwa ia akan membuat nenek Parn terlihat cantik dan 50 tahun lebih muda. Awalnya nenek Parn merasa ini semua hanya bualan, hingga ia melihat sendiri dengan wajah anak muda usia 20-an.

Dari sinilah petualangan baru nenek Parn untuk menikmati masa mudanya lagi datang. Nenek Parn langsung menguras semua tabungannya, wanita ini menghabiskan uangnya untuk mendandani diri.

Ia memutuskan untuk menyewa kamar milik temannya kakek Chian, yang sudah bersahabat sejak kecil. Keahlian menyanyinya pun berhasil menggaet seorang produser muda dan tampan bernama Kun.

Bahkan keahliannya membuat sang cucu sampai rela mengubah genre musik, demi bisa menjadikan Parn anggota bandnya. Tentu saja Boom tidak tahu bahwa wanita muda di hadapannya adalah neneknya, hanya satu orang yang mengetahui hal ini. Siapa lagi kalau bukan sang sahabat setia Kakek Chian. Di sisi lain hilangnya Nenek Parn membuat keluarga sangat khawatir.

Makannya Parn dan kakek Chian membuat rencana, agar keluarga putranya tidak khawatir lagi. Di sisi lain Parn mulai menapaki kesuksesan dari cita-cita masa muda yang tidak pernah ia miliki. Akankah nenek Parn turus menjadi muda selamanya? Bagaimana caranya menyembunyikan identitasnya?

Alur Ceritanya Sangat Menyentuh dan Kocak

Skenario dan Alur Ceritanya Sangat Menyentuh dan Kocak

Suddenly Twenty (2016) memang adaptasi dari film asal negeri ginseng Korea Selatan berjudul Miss Granny (2014). Tapi bagi saya film ini terlihat cukup original, karena bisa benar-benar mengadaptasi semuanya dalam taste Thailand. Apalagi pembuka filmnya, bagi saya hal itulah yang membawa suasana film langsung berasa Thailand banget.

Alur ceritanya benar-benar dibuat dengan taste kehidupan di Thailand, karena dari beberapa komentar yang saya baca. Film Suddenly Twenty (2016) ini menyelipkan berbagai dialog yang merupakan wejangan yang biasa diucapkan dari para orang tua. Memang ceritanya agak biasa saja, tapi jujur saya memang terkesan dengan berbagai pesan tersirat di dalamnya.

Kita bisa melihat bagaimana seorang wanita tua yang sangat bawel, angkuh dan hobinya menyalahkan semua orang. Karakter nenek Parn ini memang tidak aneh jika tidak disukai oleh keluarganya sendiri, tapi memang inilah karakter yang biasa ditampilkan para tetua. Mengatakan ini salah dan itu salah, menyuruh melakukan sesuatu hingga selalu mengkritik atau membandingkan.

Ini memang realita yang ada, tiba-tiba saja saya mengingat bagaimana nenek saya berperilaku. Namun di balik semua hal keras yang ditampilkan, saya tidak memungkiri bagaimana rasanya kehilangan sosoknya. Ini juga yang dirasakan oleh putranya yaitu Pong dan cucunya yang bernama Boom, mereka sangat kehilangan dan bingung.

Untuk sesaat mereka merasa tidak terlalu banyak hal yang berubah, namun lambat laun semuanya terasa makin kosong. Apalagi kalau di lihat lebih dalam lagi, semua yang di lakukan oleh nenek Parn hanya tidak ingin keluarganya merasakan kesulitan seperti dirinya. Makannya ia membiarkan Boom tetap menggeluti keinginannya untuk menjadi seorang musisi.

Lalu sikapnya yang keras pada No sang menantu, hanya agar wanita itu bisa menggantikan dirinya kelak. Parn sangat menyayangi keluarganya, wanita ini hanya tidak bisa menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang baik. Semua keindahan ini dibalut dalam sebuah film bergenre komedi, yang memiliki banyak makna dibaliknya.

Mai Davikah Tampil Apik dan Epik

Mai Davikah Tampil Epik Sebagai Wanita Tua dalam Tubuh Anak Muda

Tidak bisa di pungkiri saya sangat terkesan dengan penampilan Davika Hoorne sebagai Parn muda. Pasalnya saya bisa merasakan bahwa Davika bukanlah wanita usia 20 tahunan seperti wujudnya. Ini lebih pada seorang nenek tua yang terjebak dalam tubuh seorang gadis berusia 20 tahunan. Benar-benar bisa memberikan vibes ala wanita 80-an yang energik dengan sangat baik.

Lebih uniknya lagi, Davika juga bisa memberikan vibes yang sama dengan karakter nenek Parn yang diperankan oleh Neeranuch Pattamasoot. Mereka terasa seperti pinang dibelah dua, tidak ada perbedaanya sama sekali, hanya wajahnya saja. Cara bicara, menatap dan berpikir, semuanya benar-benar sama dengan body language yang serupa.

Sehingga sejak awal perubahan Nenek Parn menjadi wanita muda, saat itu juga saya bisa merasakan bahwa orang itu bukan orang lain. Gadis muda itu adalah nenek parn, hanya saja kini ia menjadi lebih muda dan terlihat sangat cantik. Ketika Davika mulai mengomel, hal ini benar-benar sangat menyenangkan dan sekaligus kocak.

Karena saya tidak menyangka bahwa Davika bisa memberikan totalitas seperti ini. Meski tidak sempurna, setidaknya 80% dari penampilannya, benar-benar sangat baik.

Pasalnya dalam scene yang emosional, saya merasa ada kecanggungan yang dikeluarkan oleh Davika. Namun hal ini tidak merusak suasana, hanya saya sedikit sadar saja bahwa emosi yang ditampilkan kurang maksimal.

Banyak Pelajaran Berharga untuk Kehidupan Nyata

Banyak Pelajaran Berharga yang Bisa Diadaptasi Ke Kehidupan Nyata

Menjadi film komedi yang ringan, nyatanya Suddenly Twenty (2016) bukanlah film yang menghibur saja. Pasalnya ada banyak sekali pesan-pesan mendalam yang ditampilkan, agar kita bisa hidup lebih baik lagi. Film ini seakan menjadi guide untuk kehidupan sosial kita, bahwa tidak semua yang kita lihat sesuai dengan kenyataan yang ada.

Seperti yang kita lihat dari sikap nenek Parn selama ini, wanita ini memiliki kepribadian buruk dan sangat bawel. Nyatanya nenek Parn tidak lebih dari seorang wanita yang memiliki masa muda yang sulit, karena harus berjuang demi menghidupi dirinya dan anaknya. Bahkan karena keputusannya yang sembrono dan ayahnya, nenek Parn harus merelakan cita-citanya menjadi seorang penyanyi.

Tentu saja akan sangat sulit untuk memperbaiki itu semua, apalagi kini usianya sudah tidak muda lagi. Tapi dengan kesempatan ia bisa merasakan hidup di tubuh seorang gadis berusia 20 tahunan.

Sebenarnya nenek Parn bisa saja mengabaikan keluarganya dan menikmati hidup selayaknya anak usia 20-an. Namun wanita ini memilih untuk tetap dekat dan mengawasi keluarganya, bahkan tetap mengarahkan mereka.

Hal ini diperlihatkan dari bagaimana nenek Parn berusaha membawa cucunya Bomb agar bisa lebih percaya diri akan taste musiknya. Lalu bagaimana ia masih tetap menghargai persahabatan dengan kakek Chian sebagai orang kepercayaan. Terakhir kasih sayangnya pada keluarganya, ia tetap mencintai putranya meski ia sempat sakit hati, memang sangat indah.

Bagi saya film ini menjadi salah satu film yang terasa sangat indah, karena sangat ringan namun penuh makna. Suddenly Twenty (2016) mungkin akan membuat kamu teringat dan memahami kenapa nenek kita bisa menjadi sangat bawel dan cerewet. Kalau menurut kalian bagaimana? Bagikan jawabannya di kolom komentar dibawah ini.

Suddenly Twenty
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram