Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Speed Racer, Balapan Mobil Adaptasi Anime

Sinopsis & Review Speed Racer, Balapan Mobil Adaptasi Anime

Ditulis oleh - Diperbaharui 24 November 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pada tahun 2008, Speed Racer muncul menjadi sebuah film live action yang didistribusikan oleh Warner Bros Pictures. Film ini sendiri memang hasil adaptasi dari sebuah serial anime dan manga berjudul Speed Racer, atau di Jepangnya dikenal juga dengan nama Mach GoGoGo.

Versi layar lebarnya diperankan oleh aktor Emile Hirsch yang berperan sebagai Speed Racer. Di sini, ia digambarkan menjadi seorang pemuda berusia 18 tahun yang mengikuti karir kakaknya sebagai pembalap mobil.

Sinopsis

Menerima Tanggapan Kritik yang Kurang Baik

*https://wall.alphacoders.com/big.php?i=814311

  • Tahun rilis: 2008
  • Genre: Sport action comedy
  • Rumah produksi: Village Roadshow Pictures, Silver Pictures, Anarchos Productions, Velocity Productions, dan Studio Babelsberg
  • Sutradara: The Wachowskis
  • Pemeran Utama: Emile Hirsch, Christina Ricci, John Goodman, Susan Sarandon, Matthew Fox, Benno Furmann, Hiroyuki Sanada, dan Rain

Speed Racer berasal dari sebuah keluarga yang sangat mencintai dunia balap mobil. Orangtuanya, Pops dan Mom menjalankan perusahaan otomotif secara independen yang bernama Racer Motors. Speed juga sangat mengidolakan kakaknya, Rex Racer, yang diduga telah tewas saat balapan di Casa Cristo 5000 (The Crucible).

Sekarang ini, Speed menjadi pembalap yang sangat menjanjikan dengan menyapu kemenangan di ajang balapan liar. Saat berada di lintasan balap, Speed menggunakan mobil Mach 5 milik kakaknya, dan tak jarang juga ia mengemudikan mobil miliknya sendiri, T -180 (Mach 6).

Karena reputasinya semakin terkenal, pemilik Royalton Industries, Arnold Royalton, menawarkan Speed uang yang banyak, dan kontrak agar menjadi pembalap mewakili nama perusahaannya. Meski sempat tergiur, ia menolak tawaran itu karena sang ayah menganggap Royalton Industries bukan tempat yang tepat untuknya.

Arnold lalu tersinggung atas penolakan itu, dan ia melampiaskan rasa marah dengan menyuruh pembalapnya untuk mencelakakan Speed di balapan yang disponsori oleh Royalton Industries. Mobil March 6 milik Speed pun hancur, dan Racer Motors kemudian difitnah karena telah menggunakan alat ilegal selama balapan tersebut, dan mesti mengganti kerugian atas kecelakaan yang terjadi.

Sementara itu, seorang pembalap misterius yang selalu mengenakan topeng saat balapan, Racer X, tengah menyelidiki kasus kejahatan yang melibatkan Royalton Industries. Ia kemudian mengajak Speed bergabung bersamanya untuk mengikuti ajang balap Casa Cristo 5000. Namun, Pops melarangnya untuk ikut dikarenakan balapan tersebut telah membuat Rex menghilang, dan dinyatakan meninggal.

Lewat bantuan sang pacar, Trixie, Speed berhasil bergabung dengan Racer X untuk mengikuti lomba balap mobil liar tersebut. Namun di satu sisi, Speed mulai mencurigai jika Racer X mirip dengan kakaknya, Rex. Tapi, ia masih belum bisa memastikan hal tersebut benar atau tidaknya.

Balapan yang dinanti pun telah tiba, dan Speed serta Racer X harus menghadapi Royalton Industries yang ingin menghancurkan karirnya hingga keluarganya. Dengan persaingan balapan yang sengit, dan penuh kecurangan, mereka pada akhirnya berhasil menjuarai Casa Cristo 5000.

Orangtua Speed pada akhirnya mengetahui jika sang anak mengikuti perlombaan tersebut, dan mereka pun tetap mendukungnya sepenuh hati. Namun, misi Speed dan Racer X untuk membongkar kejahatan Royalton Industries tidak semudah yang dikira. Speed mesti mengikuti satu balapan liar lagi dan memenangkannya.

Film Balapan Mobil yang Tidak Terlalu Spesial

Film Balapan Mobil yang Tidak Terlalu Spesial

*https://www.empireonline.com/movies/reviews/speed-racer-review/

Speed Racer adalah sebuah film hasil garapan sutradara The Wachowski Brothers yang sukses membuat film The Matrix Trilogy. Ketika mendengar namanya berada di belakang layar film ini, mungkin kita akan berharap jika Speed Racer akan sekeren film buatannya itu.

Tapi, jangan terlalu berekspektasi tinggi ketika ingin menonton film ini. The Wachowski Brothers pastinya tidak akan membawa formula sains fiksi ala The Matrix ke dalam film Speed Racer. Mereka melakukan pendekatan yang berbeda dengan membuat film live action lewat visual penuh warna-warni. Maka tak heran, aspek CGI sangat kentara sepanjang durasi film ini berjalan.

Film Speed Racer bukanlah sebuah tontonan rumit dan tidak terlalu dikhususkan untuk penonton dewasa seperti The Matrix Trilogy. Film ini nampaknya ditujukan untuk penonton-penonton cilik yang penasaran dengan Speed Racer buatan Jepang yang diadaptasi oleh Hollywood.

Film ini tidak menghadirkan balapan mobil seperti di film Rush, Ford V Ferrari, dan Need for Speed. The Wachowski Brothers melakukan dengan caranya sendiri, dan membuat adegan balapan dengan cara yang fresh sebenarnya. Namun, konsep tersebut nampaknya tidak akan terlalu menarik perhatian bagi para penonton dewasa.

Meski begitu, The Wachowski Brothers sudah cukup maksimal membuat film ini terlihat menyenangkan dan seru untuk ditonton. Bagi yang belum pernah menonton serial anime dari Speed Racer, mungkin tidak akan terlalu banyak protes terkait sisi originalitas dari cerita aslinya. Film ini hanya cukup dinikmati saja karena tidak menghadirkan drama dan konflik yang berlebihan.

The Wachowski Brothers sepertinya menyadari bahwa film yang digarapnya ini akan menyasar kalangan penonton anak-anak hingga remaja, dan bahkan menjadi sebuah film keluarga. Oleh karenanya itu, ia menggarap Speed Racer sedemikian rupa lewat cerita kekeluargaan yang hangat, dan menggambarkan sosok Speed sebagai karakter yang teguh dalam mengejar impiannya.

Tapi, sosok Speed dalam film ini pun kurang menonjol meski dipercaya sebagai karakter utamanya. Karakternya tidak digali lebih maksimal lagi, dan Emile Hirsch yang memainkannya pun terlihat kurang menjiwai perannya. Ia seperti kurang cocok saja berperan sebagai Speed, meski Emile telah berusaha semaksimal mungkin menghidupkan karakter yang dimainkannya itu.

Speed Racer untuk keseluruhan bukanlah sebuah film balapan mobil yang bisa memacu adrenalin. Film ini pun tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan film animasi Jepang Dragon Ball: Evolution yang gagal diproduksi oleh Hollywood.

Dari segi ceritanya sendiri, film ini mencoba menghadirkan adegan-adegan kartun yang terlihat absurd, namun tidak terlalu mengganggu. Alurnya sederhana, dan sedikit membosankan karena tidak terlalu menampilkan kejutan-kejutan yang spesial. Lewat segala visual warna-warni yang ditampilkan oleh film ini, Speed Racer tetap menyenangkan meski tidak terlalu istimewa.

Menerima Tanggapan Kritik yang Kurang Baik

Speed Racer

*https://www.pluggedin.com/movie-reviews/speedracer/

Speed Racer pertama kali rilis di bioskop pada tanggal 9 Mei 2008. Setelah perilisannya itu, film ini langsung mendapatkan beberapa ulasan negatif yang tertuju pada skenarionya. Walaupun, ada beberapa pujian atas sinematografi dan skor musiknya, film ini tetap tidak terlalu menarik perhatian untuk bisa masuk ke dalam box office Hollywood pada tahun tersebut.

Film ini bagi kritikus termasuk ke dalam “box office bomb” karena dinilai kurang mendapatkan hasil yang maksimal. Speed Racer menutup penayangannya di tanggal 1 Agustus 2008, dan meraih pendapatan sekitar 43 juta dollar di Amerika Serikat, dan 93 juta dollar di seluruh dunia.

Hasil pendapatan tersebut sangat jauh dari ekspektasi yang diharapkan oleh pihak studio produksi yang telah mengeluarkan dana lebih dari 120 juta dollar. Tapi di sisi lainnya, Film garapan dari The Wachowski Brothers ini bagi sebagian penggemar Speed Racer dianggap sebagai “underrated film”.

Sementara itu, dalam situs aggregator review Rotten Tomatoes, Speed Racer mendapatkan rating 40% berdasarkan 215 ulasan kritikus, dan meraih nilai 5.15/10. Di situs tersebut dikatakan bahwa, “The Wachowski Brothers hanya berfokus pada sensasi visualnya saja, dan mengorbankan keserasian alur ceritanya”.

Meski mendapatkan banyakan kritikan yang tidak menyenangkan, film Speed Racer masih diapresiasi dengan mendapatkan nominasi di beberapa ajang penghargaan. Dalam MTV Movie Award, film ini masuk kategori “Best Summer Movie So Far”, dan di The Motion Picture Sound Editors Golden Reel Award, Speed Racer masuk ke dalam “Best Sound Editing: Sound Effects and Foley in a Feature Film”.

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *