Bacaterus / Ju-On: The Origin / Review dan Sinopsis Film Seri Netflix Ju-On: The Origins

Review dan Sinopsis Film Seri Netflix Ju-On: The Origins

Ditulis oleh - Diperbaharui 14 Juli 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sudah seperti The Conjuring Universe, film Ju-On juga memiliki beberapa sub cerita yang saling berhubungan dengan cerita utama. Dimulai dari Ju-On: The Grudge yang release tahun 2003 silam, dilanjut dengan film pendek berjudul Katasumi and 4444444444 hingga yang paling baru, Netflix menayangkan versi seriesnya dengan judul Ju-On: The Origins.

Ju-On: The Origins memiliki cerita yang hampir seluruhnya sama dengan film Ju-On sebelumnya, menceritakan kutukan sebuah rumah yang berasal dari dendam kesumat seorang wanita yang dibunuh dan arwahnya terperangkap di dalam seisi rumah. Sehingga siapapun yang menempati rumah itu tidak akan selamat dan bisa keluar hidup-hidup.

Sinopsis

ju-on-origins-netflix-review (Copy)

  • Tahun rilis: 2020
  • Genre: Horror, Drama
  • Produksi: Netflix
  • Sutradara: Sho Miyake
  • Pemain: Yosiyosi Arakawa, Yuina Kuroshima, Ririka

Cerita dimulai dari kisah mistis seorang aktris pendatang baru bernama Haruko (Yuina Kuroshimia). Di apartemen miliknya, Haruko selalu mendengar suara derap langkah kaki yang berlarian di seluruh sudut kamarnya. Haruko yang tinggal sendiri akhirnya pindah ke rumah kekasihnya, namun suara langkah kaki itu seperti mengikuti Haruko dan kekasihnya kemanapun mereka pindah.

Hal ini disampaikan oleh Haruko di sebuah program TV yang membahas informasi mistis seperti yang Haruko rasakan. Narasumber yang datang bernama Yasuo Odajima (Yosiyosi Arakawa) sangat tertarik dengan cerita Haruko. Yasou ingin cerita Haruko bisa disampaikan dengan jelas padanya supaya bisa menjadi referensi buku baru Yasuo.

Di sinilah bencana dimulai. Keinginan Yasuo untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut menghantarkan dirinya kepada masalah lain yang lebih pelik. Satu-satu rahasia terungkap, membuat Yasuo dan Haruko mau tidak mau saling bantu supaya masalah tersebut tidak membuka pintu Pandora dan menyebabkan orang lain menjadi terluka.

Belum selesai, cerita pun berpindah dari sudut pandang seorang siswi SMA pindahan bernama Kiyomi (Ririka) yang diperkosa di sebuah rumah terkutuk; membuat salah satu teman Kiyomi yang ikut merundungnya hilang entah kemana. Cerita pun berlanjut kembali menceritakan kehidupan Kiyomi setelah kasus pemerkosaan itu.

Yasuo si Penulis Misterius

yasuo (Copy)

Yasuo sendiri adalah seorang penyintas dari rumah terkutuk itu. Awalnya Yasuo sudah lupa dengan alamat yang jadi sumber masalah miliknya dulu. Namun karena kasus tewasnya Tatsuya, kekasih Haruko, Yasuo sangat ingin kembali kesana.

Banyak alasan yang Yasuo sendiri ingin pecahkan; pertama, ia ingin tahu bagaimana kabar kakak nya yang hilang di dalam rumah itu, kedua apa penyebab Tatsuya meninggal.

Saat di Episode terakhir, Yasuo memasukkan isi cerita seram hasil penelitiannya atas rumah itu kedalam buku. Namun ada beberapa hal yang diceritakan Yasuo terlihat terlalu detail, padahal polisi pun tidak pernah menemukan apapun yang persis ditulis Yasuo dalam bukunya. Ini membuat seorang detektif agak curiga kepada Yasuo.

Saat ditanya alasan kenapa memasukan cerita sedetail itu, Yasuo hanya menjawab untuk kepentingan konten buku saja, membuat sang detektif merasa kurang puas. Sebagai catatan, Yasuo ini bukan pria biasa. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, dia adalah anak yang selamat dari rumah terkutuk itu. Dia sendiri sebenarnya sudah melihat keanehan di seluruh rumah.

Alur Roller Coaster

Kiyomi (Copy)

Serius, buat kalian yang memang malas untuk mikir dan ingin menikmati film selayaknya film normal, mending engga usah nonton sampai habis karena kalian akan dibuat bingung bila tidak sengaja skip. Entah dibuat supaya seluruh cerita masuk ke dalam film atau bagaimana, sang sutradara, Sho Miyake, membuat alur film ini menjadi maju mundur, naik turun layaknya roller coaster.

Kemungkinan alur cerita Ju-On: The Origins ini memang sengaja dibuat seperti itu supaya para penonton mengerti kenapa rumah itu terkutuk dan siapa saksinya dan siapa korbannya. Tapi bagi saya pribadi hal itu membuat kepala saya pening. Contohnya saat cerita berpusat di Haruko yang kehilangan kekasihnya, cerita tiba-tiba flashback kepada cerita dari sudut pandang Kiyomi.

Semoga di season 2, semua hal itu bisa dijelaskan mengapa ya. Ju-On: The Origins sendiri hanya memiliki 6 episode dalam 1 season, kalau di total, setiap episode nya hanya 16-30 menit saja. Sehingga kalian bisa menonton season 1 dalam waktu yang tidak terlalu lama. Untuk saya pribadi menonton Ju-On: The Origins ini seperti nonton film pada umumnya. Tidak terasa seperti series.

Penuh dengan Karakter

juon (Copy)

Baru kali ini saya melihat salah satu film dari Ju-On Universe yang memiliki karakter yang banyak sekali. Biasanya dalam 1 film Ju-On, karakter yang muncul 1-5 karakter. Sedangkan untuk film Ju-On: The Origins, Sho, memasukan lebih dari 10 karakter dan dari banyaknya karakter tersebut ada beberapa karakter yang kadang masuk dalam 1 frame.

Jujur saja, saat saya sendiri nonton, saya harus beberapa kali rewind karena ingin mengingat siapa lagi karakter yang masuk sebelumnya. Karena lagi-lagi, saya pikir Sho Miyake ingin membuat ceritanya bisa dijelaskan semua dalam satu waktu, namun menurut saya ceritanya malah jadi menyebar tidak fokus ke satu tokoh.

Ending yang Menggantung

JU-ON-Origins-Season-1-ed1 (Copy)

Episode 6 merupakan episode terakhir dari serial Ju-On: The Origins Season 1. Dalam cerita terakhir ini, kita akan dibawa ke dalam rumah terkutuk itu untuk pemanggilan arwah oleh Ibu Tatsuya, Ibu dari kekasih Haruko.

Ibu Tatsuya memanggil arwah tersebut untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Permintaan pemanggilan arwah ini diminta oleh Haruko setelah penghuni baru rumah itu diganggu.

Saat semuanya terlihat selesai dan akan baik-baik saja karena permintaan sang arwah untuk mengubur 1 peninggalan lagi yang tersisa, Haruko merasa tenang dan akan pulang dari rumah terkutuk itu. Namun saat akan keluar, terdengar kembali suara bayi dari dalam kubur dan dari dalam tas Haruko. Tiba-tiba Haruko disergap dari belakang oleh arwah lainnya dan film selesai. Menggantung bukan?

Kita tidak dijelaskan kenapa penghuni baru itu diganggu. Kenapa Haruko disergap, kenapa Ibu Tatsuya tiba-tiba menghilang setelah pemanggilan arwah, kenapa Yasuo masih terus bersikukuh untuk menyingkirkan semua orang yang ingin tinggal di rumah itu, kenapa detektif masih agak sulit mengungkap fakta sebenarnya, kenapa Kiyomi kembali ke rumah itu dan hilang dan juga misteri-misteri lainnya.

Kemungkinan Sho membuat filmnya menggantung seperti itu supaya ada semacam bridging sebelum masuk kedalam Ju-On: The Origins Season 2 yang dikabarkan sudah siap tayang dalam tahun ini. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan film serial ini. Apakah akan lebih bagus dari film pertamanya, atau menjadi semakin sulit karena misteri yang timbul bertambah banyak?

Restricted

Netflix Ju-On The Origins

*Sumber:

Untuk kita-kita yang sudah masuk usia 21 tahun keatas, boleh deh nonton film ini karena ya sudah dianggap dewasa kan. Namun yang masih dibawah umur sepertinya kalian harus dibimbing ya. Soalnya beberapa scene di Ju-On: The Origins ini mengandung unsur kekerasan; mengarah ke gory, sex dan obat-obatan terlarang. Pokoknya bijak dalam menonton ya teman-teman!

Tahukah Kamu?

Ju-On-Origins-Evil-Spirit-Woman-At-Window (Copy)

Bukan hanya tentang isi film nya saja yang bikin kita tertarik untuk menonton. Ju-On Universe ini memiliki banyak fakta menarik loh. Penasaran gak sih untuk tahu fakta-faktanya? Ayo simak bareng-bareng.

Kisah Ju-On ini diambil dari kisah Kayako, seorang gadis Jepang penyendiri yang hidupnya malang. Dibuang orang tuanya sendiri dan memiliki hanya sedikit teman; di saat seperti itu, Kayako bertemu dengan Taeko, ia jatuh cinta dan akhirnya menikah dan memiliki seorang anak bernama Toshio. Karena Kayako tidak bisa mengungkap perasaannya terhadap lelaki sebelum bertemu Taeko, dia suka menulis di buku hariannya.

Sial, Taeko membaca itu dan tidak tahu bahwa buku harian milik Kayako sudah lama dan itu hanya sebuah fantasi. Salah paham, Taeko yang mengira Kayako selingkuh darinya naik pitam dan menyerang Kayako dengan pisau dapur hingga menyayat leher Kayako hingga leher hampir putus. Kayako yang masih hidup minta tolong namun dengan suara parau karena tenggorokannya terbuka.

Taeko akhirnya membungkus mayat Kayako dan menaruhnya diatas loteng dan membunuh anak kandungnya sendiri, Toshio, menenggelamkannya di bak mandi. Dari sini lah kutukan Kayako muncul. Dendam Kayako yang dibunuh dan kehilangan anaknya sekaligus mengisi penuh seluruh rumah itu hingga rumah itu terkutuk.

  • Kisah di atas sebenarnya diadaptasi dari legenda Jepang berjudul Onryo yang dalam Bahasa Indonesia adalah Arwah Pendendam. Menceritakan seorang gadis bernama Oiwa yang dibunuh oleh suaminya, Tamiya, untuk menikah lagi dengan perempuan lebih kaya. Kutukan Oiwa tidak pernah lepas dari Tamiya sampai ia meninggal. Legenda Jepang ini begitu terkenal sehingga menginspirasi kisah Kayako.
  • Ju-On sendiri memiliki makna sebagai Kutukan atas Dendam.
  • Sang pencipta film Ju-On, Shimizu, mendapatkan inspirasi untuk membuat film itu akibat rasa takut yang muncul ketika saat masih kecil, ia melihat sebuah lukisan hidup berwarna hitam-putih melenggok membuat dirinya bergidik ngeri.
  • Hampir seluruh film dalam Ju-On Universe menceritakan mengenai dendam kesumat yang menjadi sumber utama kutukan dalam film itu ada.
  • Rumornya, rumah yang dipakai di dalam film Ju-On itu memang ada. Rumah terkutuk yang dibiarkan begitu saja setelah kasus pembunuhan menimpa 1 keluarga di rumah itu. Ingat film Hollywood The Amityville? Kira-kira begitu kasusnya. Sampai sekarang tidak ada yang tahu keberadaan rumah itu. Warga Jepang pun tidak ada yang mau kesana.
  • Masuk kedalam daftar 10 Film Jepang paling Menyeramkan

Well, itu tadi pembahasan mengenai film serial Ju-On: The Origins. Untuk kalian yang langsung lompat ke film besutan Netflix ini, ada baiknya untuk nonton film Ju-On yang pertama ya! Tayang pada tahun 2003, film Ju-On pertama akan membantu kamu supaya lebih mudah paham mengenai apa yang terjadi pada rumah terkutuk di Jepang itu.

Kita akan membahas juga nanti untuk Ju-On: The Origins Season 2 saat film serial nya sudah tayang kembali di Netflix. Semua yang ditulis di review film ini murni dari sudut pandang pribadi ya. Lepas setuju atau tidak setuju, kita kembalikan lagi nih ke para penonton. Oh iya, semoga artikel ini bisa sedikit membantu kalian mengenal Ju-On: The Origins ya! Ayo buka Netflix dan tonton filmnya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *