bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Review dan Sinopsis Film Thriller Secret Window (2004)

Review dan Sinopsis Film Thriller Secret Window (2004)

Ditulis oleh Yanyan Andryan - Diperbaharui 1 Juni 2021

Film Secret Window ditulis, dan disutradarai oleh David Koepp, dan ceritanya berdasarkan novel Secret Window, Secret Garden, yang ditulis oleh Stephen King. Film ini sendiri dibintangi oleh Johnny Depp sebagai penulis bernama Morton "Mort" Rainey, Maria Bello sebagai Amy Rainey, mantan istri dari Mort, dan John Turturro, yang memerankan sosok misterius bernama John Shooter.

Film adaptasi dari Stephen King ini tentunya penuh dengan atmosfer thriller, dan menyajikan plot twist yang mengeksplorasi sisi kesehatan mental dari karakter utamanya. Sepanjang 90 menit film ini berjalan, Secret Window pun cukup seru untuk dinikmati, dan lumayan mencekam di beberapa bagian. Penasaran dengan aksi Johnny Depp di film ini? Berikut di bawah ini adalah sinopsis, dan ulasan selengkapnya.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2004
  • Genre: Psychological horror thriller
  • Rumah produksi: Columbia Pictures
  • Sutradara: David Koepp
  • Pemeran Utama: Johnny Depp, John Turturro, Maria Bello, dan Timothy Hutton

Morton "Mort" Rainey adalah seorang penulis novel bergenre misteri yang cukup populer. Suatu hari, ia memergoki istrinya, Amy, berselingkuh dengan seorang pria bernama Ted di sebuah motel. Karena hal itu, Mort memutuskan untuk menyendiri di rumah kabinnya yang ada di di Danau Tashmore, New York, sedangkan Amy memilih tinggal bersama selingkuhannya itu.

Beberapa bulan kemudian, Mort lumayan gelisah karena mengalami “writer's block” dan masih belum bisa menulis cerita yang baru. Di sisi lain juga, ia memutuskan untuk menunda proses perceraian yang diajukan oleh Amy sejak lama.

Di tengah-tengah kebuntuannya akan menulis, seorang pria misterius bernama John Shooter kemudian muncul di depan pintu kabin Mort. Ia lalu menuduh Mort telah melakukan plagiat atas tulisannya yang berjudul Sowing Season. Shooter lalu memberikan naskah cerita tersebut kepadanya, dan kemudian pergi dengan menatap tajam kepada Mort.

Mort kemudian membaca naskah tulisan dari Shooter, dan menemukan bahwa tulisannya hampir mirip dengan novel yang ia buat yakni Secret Window. Namun, bagian akhir dari tulisan yang dibuat oleh Shooter memiliki ending yang berbeda dengan apa yang ditulis olehnya.

Keesokan harinya, Mort bertemu dengan Shooter dan ia memberitahu kepadanya bahwa tulisan yang ia buat sudah dicetak di sebuah majalah misteri tahun 1994, sedangkan Shooter menulis Sowing Season di tahun 1997. Karena tidak percaya akan hal itu, Shooter meminta bukti majalah tersebut, dan memperingatkan Mort agar ia tidak menghubungi polisi.

Pada malam harinya, anjing Mort, yang bernama Chico, ditemukan tewas mengenaskan di luar kabin. Pada mayat anjing itu, ditemukan sebuah catatan dari Shooter yang memberikan ultimatum kepada Mort agar ia bisa memberikan bukti dalam jangka waktu tiga hari.

Selanjutnya, ia lalu pergi ke rumah Amy untuk mengambil majalah tersebut. Namun, ia mengurungkan niatnya itu setelah melihat Ted, dan Amy, yang sedang bersama-sama di sana. Mort menyewa seorang detektif pribadi, Ken Karsch, untuk mengawasi rumahnya. Shooter kemudian datang lagi, dan meminta Mort untuk merevisi akhir cerita Secret Window, dimana protagonist utamanya harus membunuh istrinya.

Sementara itu, rumah Amy terbakar secara misterius, dan karena hal itu bukti majalah tersebut pun ikut hangus. Di sisi lain, Karsch menyarankan kepada Mort untuk menemui seorang petugas polisi, Tom Greenleaf, dimana ia adalah saksi karena sempat melihat Mort sedang berbincang dengan Shooter. Beberapa saat kemudian, Karsch, dan Greenleaf ditemukan tewas secara sadis di dalam sebuah mobil.

Thriller yang Seadanya

Thriller yang Seadanya

Secret Window tidak terlalu mencekam dalam memberikan atmosfer thriller, dan maka dari itu jangan terlalu mengharapkan sesuatu yang menakutkan dalam film ini. Secara keseluruhan, suasana mencekam yang ditampilkan hanya seadanya, dan twist yang coba disuguhkan pun cenderung dapat tertebak akhirnya. Film ini hanya menjadi psikologis thriller yang sederhana, tidak terlalu sadis hingga berbahaya.

Untuk masalah peran yang dimainkan oleh Johnny Depp, ia memainkan karakter Mort dengan sangat baik. Namun, naskah film ini tidak terlalu solid sehingga tidak bisa bersinergi dengan akting yang dilakukan oleh Depp. Walaupun seperti itu, bukan berarti film ini jelek, dan tidak bisa dinikmati.

Secret Window selama 1 jam 36 menit tetaplah seru, namun jangan terlalu berekspektasi tinggi bahwa film ini akan mengandung muatan Psychological horror thriller yang menakutkan. Sekitar satu jam pertama, Secret Window terasa sedikit membosankan karena kurangnya gebrakan-gebrakan yang berarti.

Tetapi, film ini mulai semakin lebih menggigit ketika menuju akhir, dimana Shooter sendiri adalah bentuk manifestasi kebencian yang dibayangkan oleh Mort. Di dalam bawah sadarnya, ia menciptakan sosok tersebut hanya untuk menciptakan dunianya sendiri dengan berbuat jahat kepada orang-orang sekitarnya.

Dengan segala kekurangannya, Secret Window harus diakui masih tidak terlalu mengecewakan. Film ini nyatanya mempunyai potensi yang lebih baik, namun sayangnya intensitas yang benar-benar mencekam baru muncul di bagian akhir. Satu hal yang harus diberikan perhatian lebih adalah John Turturro sebagai John Shooter, ia tampil gemilang menjadi pria misterius yang menakutkan, dan penuh teror intimidasi.

Para Pemain Lumayan Bersinergi ke Karakter dan Cerita

Para Pemain Lumayan Bersinergi ke Karakter dan Cerita

Secret Window memperlihatkan kinerja Johnny Depp, yang berperan menjadi Mort, sebagai penulis yang jorok, malas, dan memiliki masalah mental serius. Adegan film ini dibuka dengan Mort menemukan istrinya, Amy, mengkhianatinya karena telah selingkuh dari dirinya. Adegan kecil itu pada selanjutnya menjadi detail penting terhadap kedalaman kebencian dan kemarahan Mort, yang mendasari tindakan jahatnya di sepanjang film ini.

Kemarahan dingin ini mengendap di dalam dirinya, dan menyebabkan dia harus kembali ke dua kebiasaan buruknya di masa lalu, yakni minum-minuman keras, dan merokok. Karena hal itu, secara tidak langsung ia juga memicu dalam menciptakan karakter jahat bernama Shooter sebagai manifestasi kepribadian ganda yang ia miliki. Akhirnya, semua kejahatan yang dilakukan oleh Shooter ternyata adalah perbuatannya sendiri.

Di sisi lain, setiap adegan pertemuan diantara Johnny Depp (Mort), dan John Turturro (Shooter) merepresentasikan beberapa bagian terbaik dalam film Secret Window ini. Mort menghabiskan sebagian besar waktu tampilnya di film ini dengan menggunakan jubah mandi tua compang-camping, sedangkan Shooter berpenampilan cukup eksentrik lewat topi bundar fendora hitam lewat paduan jas dan kemeja biru muda.

Sementara itu, para pemeran lainnya tidak terlalu banyak tampil, dan mereka kurang memberikan dimensi apa pun dalam pengembangan karakter yang dimainkan, namun sangat penting terhadap alur penceritaannya. Maria Bello sebagai Amy Rainey, telah menyerah pada sikap suaminya, Mort. Peran yang dimainkannya cukup sederhana, dan ia tampil baik hingga ajal menjemput di bagian akhir karena dibunuh oleh Mort.

Peran yang lainnya seperti Charles S. Dutton, yang berperan sebagai detektif pribadinya Mort, Ken Karsch, tampil seadanya, dan ia hanya terlihat seperti semacam cameo saja. Lalu, Timothy Hutton sebagai Ted "Teddy" Milner, hanya digambarkan menjadi pria menyebalkan yang menjadi selingkuhan dari Amy, dan ia pun mesti menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Mort.

Kebencian Berakibat Pembunuhan

Kebencian Berakibat Pembunuhan

Kebencian adalah emosi yang merusak, dan kemarahan yang dipendam dapat melahap keberadaan kita serta mengeraskan hati kita. Lewat skema emosi seperti itu, film ini mencoba mendalami sikap kebencian Mort terhadap Amy, dan Tedd. Keadaan Mort juga semakin gawat ketika ia mempunyai masalah mental dengan memiliki kepribadian ganda, hingga akhirnya rela membunuh orang-orang yang menghalangi niat jahatnya.

Ia lalu mengubur mayat Amy, dan Tedd tepat di bawah kebun yang berada di samping rumah kabinnya. Kebun tersebut pun dapat dilihat melalui “Secret Window” yang berada di lantai atas tempatnya bekerja. Di akhir cerita, ia kembali bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa, dan Sheriff Dave Newsome, yang sebenarnya mengetahui kejahatannya Mort, datang ke kabinnya, dan berjanji akan mengungkapkan kebenarannya.

Setelah itu, film ini selesai dengan kamera menyoroti kebun tersebut, dan Mort masih belum ditahan atas tindakannya itu. Mort pun kembali menulis cerita dengan ide baru, yang ambil dari pengalaman jahatnya.

Secret Window pada akhirnya juga menyajikan definisi kebencian yang dapat dinikmati sebagai tontonan thriller psikologis semata. Walaupun masih belum terlalu “thriller,” dan cukup liar, film ini rasanya masih cukup menarik karena kita bisa melihat Depp berperan sebagai sosok antagonis dan pembunuh.

Artikel Terkait :
Tag: , , ,
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram