bacaterus web banner retina

Review & Sinopsis Rose Island (2020), Film Para Pemimpi

Ditulis oleh Aditya Putra - Diperbaharui 1 Juni 2021

Bagi sebagian orang, mimpi hanya bunga tidur atau angan-angan. Bagi sebagian lagi mimpi berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai di kehidupan nyata. Bisa itu dalam jangka waktu yang dekat maupun jangka waktu yang panjang. Hal itu juga yang menggerakkan kita dalam melakukan sesuatu karena mempunyai tujuan.

Kata Walt Disney, semua mimpi itu bisa menjadi nyata asalkan kita mengejarnya. Seperti Giorgio Rossa yang punya impian untuk punya negara sendiri. Sekilas terdengar kurang masuk akal, tapi dia tetap bersikukuh untuk mewujudkannya. Bagaimana caranya dia mewujudkan mimpinya? Simak dulu review dan sinopsis film Rose Island di sini.

Sinopsis 

Sinopsis 
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Drama, Comedy
  • Produksi: Groenlandia
  • Sutradara: Sydney Sibilia
  • Pemain: Elio Germano, Matilda De Angelis, Leonardo Lidi, Fabrizio Bentivoglio, Luca Zingaretti

Giorgio Rosa adalah seorang pemuda asal Italia yang baru saja menyelesaikan kuliah di bidang teknik. Bisa dibilang, dia merupakan seseorang yang jenius dengan bisa membuat mobil dan menggunakannya. Sayangnya, dia nggak mendaftarkan lisensinya dan yang parahnya nggak punya SIM untuk bisa mengendarainya di jalanan secara legal.

Polisi yang melihat tingkah Rosa langsung menangkapnya. Dia dipenjara selama tiga hari sebelum dijamin oleh ayahnya. Ternyata bukan hanya mobil yang pernah Rosa buat, melainkan juga pesawat. Sayangnya, nggak ada yang didaftarkan. Rosa pun bekerja sebagai teknisi untuk pembalap walau dia merasa pekerjaan itu nggak cocok untuknya.

Rosa mempunyai seorang kekasih, Gabriella. Gabriella merasa sang kekasih terlalu banyak bermimpi sampai kadang terdengar mustahil. Merasa hubungannya dengan Rosa nggak akan berhasil, Gabriella memutuskan hubungan. Padahal Rosa sudah punya niat baik yaitu ingin menikahi wanita yang dicintainya itu.

Sifat Rosa yang punya banyak mimpi besar dianggap berlebihan oleh sang ayah. Bagi sang ayah, Rosa harus mulai berubah menjadi orang normal, seperti kebanyakan orang. Bahkan dia memberi saran supaya sang anak bisa bekerja dengan pekerjaan stabil, seperti dirinya yang bekerja di sebuah pabrik otomotif terkemuka.

Merasa nggak dipercayai orang-orang di sekitarnya, Rosa nggak menyerah begitu saja. Dia melihat iklan tentang sebuah pulau yang belum banyak diketahui orang-orang. Dia berniat membangun pulau itu sesuai keinginannya. Untuk mewujudkannya, dia meminta bantuan pada temannya, Maurizio.

Rosa mengatakan bahwa di pulau baru, orang-orang bisa hidup sesuai dengan kemauan mereka. Sesuatu yang gagal dia dapatkan ketika hidup di negara asalnya, Italia. Berbagai kendala muncul tapi nggak menyurutkan niat Rosa. Setelah setahun membangun, dia berhasil membuat tempat yang bisa dijadikan tujuan untuk turis yang berlibur.

Rosa menamai pulau itu dengan nama belakangnya sebagaimana dia merasa yang menemukan keistimewaannya. Pulau itu akhirnya dikenal dengan nama Rose Island. Kabar mengenai Rose Island mulai menarik perhatian dan mendatangkan banyak wisatawan. Bahkan beberapa investor sangat tertarik untuk mengubahnya menjadi ladang uang bagi mereka.

Merasa berhasil menciptakan terobosan, Rosa bersikeras bahwa Rose Island adalah negara terpisah dari Italia. Ia punya bahasa, mata uang, sampai perangko yang berbeda. Gabriella mendatangi Rosa dan semakin terkejut dengan ide-ide sang kekasih. Dia menganggap pulau itu hanyalah tempat pesta, bukan negara karena nggak ada pernyataan secara resmi.

Rosa mengirim surat pada PBB agar pulau yang diciptakannya bisa diubah statusnya menjadi negara. Hal itu membuat pemerintah Italia gerah. Rosa diminta untuk segera meninggalkan pulau tersebut dan menyerahkannya pada pihak berwenang. Bisakah Rosa memenangkan gugatan dan menjadikan pulau miliknya sebagai negara?

Berdasarkan Kisah Nyata

Berdasarkan Kisah Nyata

Film Rose Island mengambil cerita dari kisah nyata. Sosok Giorgio Rosa memang benar-benar ada. Dia membuat heboh dunia dengan mendirikan Rose Island di akhir dekade 60-an. Saking mencuri perhatiannya, negara yang didirikannya itu sempat menjadi berita besar bahkan mengalahkan berita invasi Amerika ke Vietnam saat itu.

Ada yang menyatakan bahwa banyaknya anak muda yang protes terhadap invasi Amerika berkurang karena pergi ke Rose Island. Selain menjanjikan pesta, pulau itu juga dijadikan simbol penentangan terhadap negara. Terlebih ketika Rosa menganggapnya serius bahkan benar-benar ingin mendapat pengakuan dari PBB atas karya yang diciptakannya menjadi negara baru.

Penambahan unsur komedi dalam film ini sepertinya membuat kita harus melupakan tingkat keakuratan dalam film dibanding dengan kenyataan. Walau begitu, film ini bisa menjadi hiburan bagi yang ingin melihat peristiwa bersejarah dalam kacamata yang menyenangkan. Tentu saja dengan ceritanya sudah dibumbui dengan fiksi.

Plot Serius Dikemas dengan Komedi

Plot Serius Dikemas dengan Komedi

Plot dari film Rose Island adalah bagaimana Rosa mewujudkan mimpinya dalam membangun sebuah negara. Merasa muak dengan segala peraturan dan nilai yang ada di Italia menjadi motivasinya. Terlebih orang-orang sekitarnya terkesan nggak menganggap serius segala ide gila yang dimilikinya.

Plot serius itu dikemas dengan komedi di dalam film. Saking lucu dan konyolnya, kita mungkin bisa terkecoh seakan-akan cerita yang disampaikan adalah fiksi. Sang sutradara, Sibilia, lebih menekankan pada segi cerita dibanding pada sisi teknis pembangunan pulau. Mungkin ada kekhawatiran kalau digarap terlalu serius, orang-orang nggak akan terlalu tertarik.

Keinginan Rosa membuat Rose Island menjadi negara termasuk topik yang berat. Tapi Sibilia enggan membuat cerita dengan bobot yang berat untuk ditampilkan. Setidaknya, dia berhasil membuat perjuangan Rosa melawan pemerintah Italia seperti David melawan Goliath menjadi terasa menyenangkan.

Penuh Satir

Penuh Satir

Cerita Rosa melawan pemerintah Italia demi membuat Rose Island menjadi negara terpisah mengalami penyesuaian di Rose Island. Cerita yang ada diadaptasi menjadi komedi. Sebagaimana cerita nyata yang diubah menjadi komedi, banyak satir yang ditampilkan di dalam film. Salah satu adegan satir di film ini adalah bagaimana pemerintah Italia merasa terganggu oleh tindakan Rosa.

Berbagai cara dilakukan agar Rosa nggak membangkang. Sang ayah yang bekerja di pabrik otomotif terkenal menjadi korban dengan dipecat setelah ada permainan politik. Kenyataannya saat itu pemerintah Italia enggan memberi tanggapan secara terbuka. Begitu juga dengan tuduhan Rosa mendirikan negara karena ingin menghindari pajak.

Karakter Giorgio Rosa yang Likeable

Karakter Giorgio Rosa yang Likeable

Film Rose Island akan dengan mudah membuat kita mendukung Giorgio Rosa sebagai karakter utama. Seorang pemimpi mencoba mewujudkan ide-ide gilanya walau mendapat berbagai halangan. Terlebih ketika yang dihadapinya bukanlah pihak sembarangan, melainkan pemerintah Italia. Padahal status Rosa adalah warga negara Italia.

Rosa nggak digambarkan sebagai sosok yang sempurna. Di satu sisi, dia adalah seorang jenius yang bisa menciptakan berbagai penemuan bahkan cenderung arogan karena kepintarannya. Di sisi lain, saking terfokus untuk mewujudkan mimpinya, dia menjadi orang yang terlalu ambisius. Apalagi dengan mudahnya mengatakan bahwa Rose Island punya bahasa dan mata uang sendiri

Rose Island merupakan film untuk para pemimpi. Perlu motivasi dan keteguhan besar untuk mewujudkan mimpi seperti Rosa. Di akhir film kita akan melihat bagaimana kenyataan merupakan sesuatu yang terlalu rumit untuk ditaklukan. Untuk mengetahui endingnya, harus nonton filmnya dulu, ya. Nanti, kamu bisa membagikan pelajaran yang kamu dapat dari film ini di kolom komentar.

Rose Island
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram