bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Roohi, Menculik Pengantin Kerasukan Iblis

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 19 September 2021

India memang memiliki banyak tradisi unik yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang. Salah satunya adalah tradisi menculik pengantin di daerah Bagadpur. Tradisi yang cukup tua ini tergolong sebagai tindakan melanggar hukum, tapi semua orang sudah terbiasa dengan hal ini.

Sialnya dua orang petugas ini justru harus bertemu dengan wanita yang kerasukan roh penyihir jahat yang kuat. Roohi (2021) adalah film kedua yang masuk dalam Dinesh Vijan’s Horror-Comedy Universe setelah film Stree (2018).

Bahkan film keduanya ini kembali di perankan oleh Rajkumar Rao yang di pasangkan dengan Janhvi Kapoor dan Varun Sharma. Sayangnya Roohi mendapatkan banyak kritik negatif, dalam IMDb film ini mendapatkan rating 4.3 dan 10% dalam Rotten Tomatoes.

Sinopsis

roohi_
  • Tahun Rilis: 2021
  • Genre: Drama, Horror, Comedy
  • Sutradara: Hardik Mehta
  • Pemeran: Rajkummar Rao, Varun Sharma, Janhvi Kapoor
  • Produksi: Maddock Films, Jio Studios

Bhawra dan Kattani sedang memandu seorang reporter yang ingin melihat kehidupan di sebuah desa bernama Bagadpur. Pasalnya, di desa tersebut ada sebuah tradisi untuk menculik wanita yang di cintai si pria untuk dinikahkan.

Di tengah-tengah itu, kedua pria ini diperintahkan bosnya untuk mencari wanita pengganti, karena pengantin wanita yang harusnya menikah menghilang.

Mereka memilih Roohi untuk diculik dan dibawa ke tempat terpencil dan menyembunyikannya di sana. Namun hal aneh terjadi ketika Bhawra akhirnya menyadari bahwa Roohi berbeda dengan gadis lainnya. 

Satu tahun yang lalu Roohi seharusnya menikah, tapi pengantin pria melihat gadis ini kerasukan dan meninggalkannya. Roohi kini dirasuki oleh seorang penyihir “Mudiya Pairi” yang terkenal sangat kuat di klannya.

Bhawra yang awalnya ketakutan akhirnya mulai mencintai Roohi, gadis yang lugu, pendiam dan sangat sopan. Sementara Kattani justru jatuh cinta dengan sosok Afza (penyihir Mudiya Pairi) yang merasuki tubuh Roohi.

Bhawra bisa merasakan rasa takut dan frustasi Roohi, ia bertekad mencari cara untuk mengeluarkan Mudiya Pairi dari tubuh gadis pujaanya hingga ke Chimmattipur. Secara tidak sengaja Bhawra bertemu dengan seorang wanita tua bernama Budhiya, yang katanya akan membantunya.

Mereka membuat rencana untuk mengusir roh tersebut, seperti aturan yang ada roh Mudiya Pairi akan pergi jika pengantin pria menipunya. Pengantin pria harus sudah menikah dan menjadikannya simpanan, sehingga secara paksa akan membuat Mudiya Pairi terusir.

Rencana tersebut hampir berhasil, ketika Budhiya datang menggagalkan pernikahan Afza dengan Kattani. Bermodalkan video pernikahan Bhawra dengan seekor anjing, tapi baju yang dikenakan kini dipakai Kattani. Afza marah dan memaksa Bhawra menikahinya, namun Roohi untuk pertama kalinya melawan.

Roohi memutuskan untuk menolak pernikahan dengan Bhawra dan memilih untuk berkomitmen dengan Afza. Seperti perkataan Afza bahwa ia adalah kekuatannya, Roohi memutuskan untuk merangkul dan menikahi Afza dibanding menjadikannya musuh. Roohi meninggalkan Bhawra dan Kattani, ia memilih melarikan diri dan berpetualang dengan dirinya yang lain.

Sekuel dari Stree, Ternyata Roohi Agak Mengecewakan

Sekuel dari Stree, Ternyata Roohi Agak Mengecewakan_

Mengikuti kesuksesan film Stree (2018), desas desus mengenai musim keduanya memang santer terdengar. Hingga Maddock Films mengumumkan bahwa pasangan Rajkumar Rao dan Janhvi Kapoor akan bermain dalam satu film yang sama.

Film berjudul Roohi-Afza adalah judul pertama untuk film ini, hingga akhirnya mereka memutuskan Roohi sebagai judul finalnya. Bahkan keterangan bahwa Roohi adalah sekuel dari Stree cukup membuat excited, meski Janhvi Kapoor sempat disinisi oleh fans film tersebut.

Benar saja, ketika saya menonton film ini, setelah 20 menit awal saya mulai kehilangan interest. Alur yang diberikan tidak teratur, banyak hal yang tidak penting dimasukkan dalam film ini.

Dengan judul Roohi, saya berharap karakter Janhvi Kapoor bisa di eksplore lebih baik sehingga karakternya lebih kuat. Meski begitu saya cukup mengapresiasi karena disini Janhvi lebih ekspresif dan emosional sebagai Roohi dan Afza.

Rajkumar Rao memang tidak perlu ditanyakan kualitas aktingnya, tapi membosankan melihatnya dengan karakter itu saja. Varun Sharma juga terasa kurang greget karena obsesinya pada Afza memang aneh, tapi dia tidak bisa mengembangkan karakternya.

Sangat disayangkan ketika pembukaan film ini memberikan rasa ketertarikan dan penasaran yang tinggi. Tapi filmnya tidak berhasil memberikan kesan sebagai film horor komedi, Roohi terkesan flat. Kesan horor datang ketika Roohi mulai berubah menjadi Afza di awal, selebihnya hanya roh iblis atau penyihir yang ingin menikah.

Hal yang saya sukai dari film ini adalah mereka memiliki soundtrack yang easy listening, bahkan bisa dibilang sukses besar. Seperti lagu pembuka film yang berjudul “Nadiyo Paar (Let The Music Play Again), lagu yang dinyanyikan oleh Shamur, Rashmeet Kaur, IP Singh dan Sachin Jigar memang enak.

Berkat lagu ini Janhvi Kapoor mendapatkan perhatian dan pujian, bahkan musik videonya sudah ditonton hingga 229 juta.

Plotnya Berbelit dan Simbol yang Tidak terduga

Plotnya Berbelit dan Simbol yang Tidak terduga_

Mendengar film ini adalah sekuel dari Stree (2018), jujur saja saya mengharapkan akan ada premis mendalam yang di angkat. Stree mengambil cerita rakyat horor, ketika melihat Roohi saya tertarik dengan tradisi “menculik pengantin” dan “penyihir Mudiya Pairi.”

Dua premis ini menjadi hal baru, bahkan sangat unik untuk saya yang buta akan sejarah dan budaya India. Sayangnya eksekusi kedua premis ini justru sangat buruk, karena plot-nya terasa mengambang. Belum lagi plot hole yang tiba-tiba saja menjadikan Roohi kerasukan Mudiya Piri, sangat mengganggu.

Sisi komedinya kurang terasa, bahkan ada beberapa line yang menurut saya agak merendahkan wanita. Selain itu sisi horor yang saya harapkan sangat nihil, benar-benar film yang illogical saja.

Belum lagi karakter Rajkumar Rao dan Varun Sharma, terlihat sangat egois dengan keinginan mereka sendiri. Di sini saya merasakan bagaimana budaya pria yang berkuasa atas wanita, karena Roohi juga terlihat sangat tidak berdaya.

Tapi ending filmnya cukup membuat saya kagum, karena Roohi untuk pertama kalinya tahu dan berani mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Roohi (2021) mungkin terdengar tidak masuk akal, cinta segitiga antara dua pemuda dengan satu wanita yang kerasukan penyihir jahat.

Tapi ada hal yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang mengenai film ini, karena ada beberapa simbolis mendalam dalam film ini. Dikutip dari Cinemaholic, Roohi menyumbangkan kiasan tradisional mengenai pernikahan.

Sedikit spoiler, Roohi memilih menikahi Afza (dirinya yang lain) hal ini menjadi dobrakan dalam heteronormatif film. Roohi meruntuhkan lensa sosial, pernikahan ini juga menjadi simbolis dari eksplorasi psikologis mengenai feminim.

Kegagalan para pria untuk menikahi Roohi atau Afza, melanggar tradisi dan klaim kemerdekaan pada para pria. Di akhir film ini juga ada sebuah tulisan yang ternyata memiliki makna mendalam “Beti Bachao, Beti Padhao”.

Arti dari kata-kata tersebut adalah “Selamatkan anak perempuan, ajari anak perempuan”, yaitu takhayul abad pertengahan patriarki Brahmanis. Bukan merendahkan para wanita, kata-kata tersebut berarti pendidikan adalah bantuan yang bisa mengatasi keadaan menyedihkan.

Bisa Disebut Sukses dan Tidak Sukses

Bisa Disebut Sukses dan Tidak Sukses_

Setelah menonton dan melakukan riset mengenai film Roohi (2021), saya mengatakan film ini bisa dikatakan sukses dan tidak sukses. Kenapa? Alasan pertama kesuksesan film ini adalah dua lagu yang berhasil menjadi perbincangan hangat.

"Nadiyon Paar (Let the Music Play Again)" dan "Panghat", lagu yang berhasil menjadi trending di beberapa negara. Musik video dari kedua lagunya ditonton hingga lebih dari 170 juta kali di YouTube Sony Music India VEVO. Hanya dalam beberapa hari saja, musik video soundtrack dari film Roohi ini bisa melawati 100 juta penayangan.

Selain itu, Roohi juga memiliki opening day dengan pemasukan yang cukup besar yaitu ₹ 3.06 crore. Koleksi gross untuk penayangan filmnya di seluruh dunia mencapai angka ₹30,33 crore, setidaknya film ini memiliki keuntungan dari biaya produksinya.

Kenapa disebut tidak sukses? Jawabannya karena plot dari film ini sangat mengecewakan. Pada akhirnya jalan cerita tidak memiliki turning point dan crisis, jadi tidak ada soul di dalamnya.

Premis sudah bagus dan unik, hanya saja pengembangan ceritanya kurang greget. Seakan Roohi memang masalah, tapi yang menjadi masalah utama adalah Bhawra yang ingin menikahi Roohi.

Mulai dari penculikan, pengenalan Mudiya Pairi, obsesi menikah dan kelompok pencari pengantin pengganti semuanya terlalu acak-acakan. Sangat wajar jika Roohi (2021) mendapatkan cukup banyak kritik pedas dan rating yang rendah.

Filmnya bahkan tidak mendekati Stree, sisi horor komedi flat dan plot-nya terasa mentah dan asal. Setidaknya akting para pemeran utamanya membuat film ini layak untuk dinikmati.

Memiliki premis yang bagus, ternyata tidak bisa di seimbangkan dengan jalan ceritanya. Setidaknya Roohi (2021) merupakan film santai yang bisa dinikmati para penakut tapi ingin menonton film horor. Menonton Roohi tidak akan membuat jantung berdegup kencang, tapi tertawa dengan keanehan di dalamnya.

Roohi
Rating: 
2.7/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram