bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Rocketman, Film Biografi Elton John

Ditulis oleh Dhany Wahyudi - Diperbaharui 21 September 2021

Rocketman menghadirkan kisah musisi populer Elton John dalam format musical fantasy yang penuh imajinasi dari kisah kesuksesan di awal karirnya yang fantastis. Dexter Fletcher, yang tahun sebelumnya sukses menyelesaikan pekerjaan Bryan Singer sebagai sutradara Bohemian Rhapsody (2018) berusaha menampilkan sosok Elton John seakurat mungkin.

Alur cerita yang ditulis oleh Lee Hall dalam format flashback diharapkan bisa mengukuhkan pondasi cerita yang penuh emosi karena efek psikologis yang dialami Elton John dengan memasukkan mayoritas lagu-lagu hits Elton John, baik secara utuh atau hanya sepotong saja. Apakah film Rocketman bisa menjadi salah satu film biografi terbaik? Simak review dan sinopsisnya berikut ini!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 2019
  • Genre: Biography, Drama, Music, Musical
  • Produksi: New Republic Pictures, Marv Studios, Rocket Pictures
  • Sutradara: Dexter Fletcher
  • Pemeran: Taron Egerton, Jamie Bell, Richard Madden, Bryce Dallas Howard

Mengenakan kostum panggung seperti setan, Elton John masuk ke pusat rehabilitasi dan mulai bercerita di dalam salah satu pertemuannya. Reginald Dwight dibesarkan oleh ibu yang tidak peduli padanya dan nenek yang sangat sayang padanya. Reginald ingin bermain musik dan mempersembahkannya kepada ayahnya jika dia pulang dari tugas militer. Tetapi ayahnya pun tidak peduli padanya.

Reginald kemudian les piano dan direkomendasikan oleh gurunya untuk masuk ke Royal Academy of Music. Reginald kemudian tertarik dengan musik rock dan membuat band untuk tampil di berbagai café. Kemudian band mereka ditawari untuk mendampingi dua grup dari Amerika selama tour mereka di Inggris. Disinilah dia mendapat ide untuk mengganti namanya menjadi Elton John.

Elton kemudian mencoba peruntungan di label rekaman DJM Records di bawah manajemen Ray Williams yang mempertemukannya dengan penulis lirik bernama Bernie Taupin. Elton dan Bernie berteman akrab dan menggarap musik bersama di sebuah kontrakan. Ketika anak pemilik kontrakan tahu jika Elton adalah gay, dia mengusir Elton dan Bernie dari kontrakannya. Mereka berdua terpaksa kembali ke rumah Elton.

Berkat lagu “Your Song”, produser Dick James sangat menyukainya dan langsung mengirimkan mereka untuk tampil di Amerika. Saat tampil di Troubadour di Los Angeles, performa Elton mampu menyihir para penonton dengan aksinya yang enerjik. Elton menikmati kesuksesan barunya ini, tapi dia sedikit merasa sendiri ketika Bernie meninggalkannya di sebuah pesta.

Elton bertemu dengan John Reid, seorang manajer musik. Reid mempengaruhi Elton untuk meninggalkan manajemen lamanya dan pindah ke manajemennya. Reid pun mempengaruhi Elton dengan gaya hidup hedonis yang penuh dengan alkohol, narkoba, pesta dan seks. Elton pun menjelma menjadi bintang rock dengan kostum panggung yang unik dan fenomenal.

Tapi karena ketidakpedulian kedua orang tuanya tentang pengakuannya jika dia adalah gay, Elton tenggelam semakin dalam di bawah pengaruh narkoba dan mempengaruhi hubungannya dengan rekan-rekan serta sahabat-sahabatnya. Bahkan dalam sebuah pesta di rumahnya, Elton hampir saja bunuh diri dengan menenggak obat-obatan dan menenggelamkan dirinya ke kolam.

Meski hubungan asmaranya dengan Reid sudah putus, tapi Reid tetap bertindak sebagai manajernya dan terus memberikan jadwal yang padat tanpa mempedulikan perasaan dan psikologisnya. Elton sempat menikah dengan seorang wanita, Renate. Tapi dia tidak bisa menampik jika dia memang gay, pernikahan mereka pun berakhir dengan perceraian.

Elton berselisih dengan Bernie dan ibunya, serta terus menerus tenggelam dalam pengaruh narkoba hingga dia mengalami serangan jantung. Elton berusaha mencari bantuan dan mengunjungi pusat rehabilitasi yang ditampilkan di awal film. Bernie datang menjenguk dan menenangkan Elton serta memberikan lirik terbarunya untuk dijadikan lagu.

Akhirnya, Elton berhasil sembuh dari kecanduan narkoba dan alkoholnya, serta melanjutkan karir musiknya yang sukses. Di epilog, ditampilkan kehidupan Elton setelahnya yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak bersama suaminya, tapi tidak bisa menghentikan kecanduan akan belanja.

Daya Magis Elton John di Dunia Musik

Daya Magis Elton John di Dunia Musik

Elton John adalah sosok penting di peta musik internasional. Rasanya kita pasti sudah pernah mendengar lagu-lagu hits-nya, paling tidak satu lagi dari sekian banyak lagu yang pernah ditulisnya. Tercatat, Elton John memiliki lebih dari 50 lagu Top 40 di Inggris dan Amerika, termasuk 7 lagu pemuncak tangga lagu di Inggris dan 9 lagu di tangga lagu Billboard Hot 100 di Amerika.

Lagu “Candle in the Wind 1997” yang ditulis ulang sebagai dedikasi bagi wafatnya Putri Diana telah mencatatkan rekor tersendiri. Lagu ini terjual sebanyak 33 juta keping di seluruh dunia dan menjadi lagu terlaris sepanjang masa, baik di Inggris maupun di Amerika. Tentu saja, sebagai musisi papan atas, Elton John sudah berkali-kali meraih penghargaan di Grammy Awards dan Brit Awards.

Bahkan Billboard menunjuknya sebagai penyanyi solo terbaik sepanjang masa, mengalahkan Elvis Presley dan Michael Jackson. Nama Elton John pun sudah terpatri di Songwriters Hall of Fame sejak 1992 dan di Rock and Roll Hall of Fame di tahun 1994. Dia pun sudah meraih gelar kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II karena perannya di dunia musik dan kegiatan amalnya.

Saat ini, Elton John sudah pensiun dari kegiatan tour untuk musiknya sejak tahun 2018 dimana dia mengadakan farewell tour selama tiga tahun ke seluruh dunia, dan kini dia sibuk mengurus keluarganya.

Performa Apik Taron Egerton

Performa Apik Taron Egerton

Untuk memerankan sosok Elton John, produser Matthew Vaughn tertarik dengan sosok Taron Egerton setelah bekerja sama dengannya di film Kingsman: The Golden Circle (2017) untuk menggantikan Tom Hardy yang mundur dari proyek. Setelah disetujui oleh Elton John sendiri, yang juga bertindak sebagai produser filmnya, Vaughn kemudian merekrut Dexter Fletcher untuk duduk di kursi sutradara.

Dexter Fletcher sendiri sudah tidak asing dengan Taron yang pernah dia arahkan di film Eddie the Eagle (2015) dan baru saja merampungkan film biografi Queen, Bohemian Rhapsody (2018), menyelesaikan pekerjaan Bryan Singer yang dipecat dari proyek tersebut. Maka tidak heran jika kemudian Rocketman akan selalu dibanding-bandingkan dengan Bohemian Rhapsody dalam segala hal.

Taron Egerton sendiri menampilkan performa akting yang sangat baik dengan menampilkan semua sisi emosional sosok salah satu musisi paling berpengaruh ini. Emosi yang membuncah, kerentanan psikologisnya, juga kharisma dan kesedihannya, sudah pasti akan membuat kita tercengang. Rasanya memang dia sangat pantas memerankan Elton John, meski wajahnya sedikit kurang tirus.

Bahkan Taron sendiri menyanyikan semua lagu dalam film ini dan sempat berduet dengan Elton John untuk lagu yang menjadi soundtrack utama film ini, “(I’m Gonna) Love Me Again” yang berhasil meraih Best Original Song dari Academy Awards dan Golden Globes Awards. Dan Taron pun berhasil meraih Golden Globes di kategori Best Actor in Motion Picture Musical or Comedy.

Penuh Imajinasi dari Fakta yang Tidak Akurat

Penuh Imajinasi dari Fakta yang Tidak Akurat

Rocketman menampilkan banyak visualisasi yang imajinatif yang bersumber dari pemikiran dan perasaan karakter Elton John atas berbagai kejadian dalam hidupnya. Paling tidak, kita akan terkesima dengan tiga adegan, yaitu konser di Troubadour dimana dia melompat sambal bermain piano yang ditampilkan dalam efek slow motion.

Kemudian ketika Elton melompat ke dasar kolam renang dimana dia melihat dirinya saat masih kecil yang bermain piano dengan pakaian seperti astronot. Dan yang terakhir adalah saat Elton berada di pertemuan kelompok pecandu alkohol dimana hadir orang-orang penting dalam hidupnya yang kemudian membuatnya sadar diri atas kesalahannya dan juga memaafkan kesalahan mereka.

Adegan-adegan imajinatif ini ditampilkan dalam porsi yang cukup banyak, sehingga jika kita tidak mencermatinya dengan baik, kita akan sulit membedakannya dengan kenyataan seharusnya. Selain itu, banyak fakta yang dipelintir demi melancarkan jalan cerita, antara lain lagu-lagu yang dibawakan banyak yang tidak sesuai dengan waktu kejadiannya.

Salah satunya ialah lagu “Crocodile Rock” yang dinyanyikan Elton di Troubadour pada tahun 1970, padahal lagunya baru diciptakan di tahun 1972. Kemudian, Elton memang pernah masuk rehabilitasi, tetapi itu di tahun 1990 bukan di tahun 1970an seperti diceritakan di dalam film. Juga termasuk lagu “I’m Still Standing” dirilis di tahun 1982, sebelum Elton berada di pusat rehabilitasi.

Rocketman memang sebuah biografi yang tidak menghiraukan fakta dan kronologis, semua dikorbankan demi jalan cerita yang dicocokkan dengan lirik lagu yang ditampilkan. Tapi dengan performa solid dari Taron Egerton, film ini memiliki nilai lebih tersendiri, apalagi ditambah dengan desain kostum yang meriah dan fenomenal yang sangat akurat dengan apa yang pernah dipakai Elton dalam berbagai konsernya.

Sekarang film yang meraih banyak penghargaan ini telah hadir di layar Netflix, rasanya kita tidak perlu menunggu lama lagi untuk menontonnya segera. Dengan rating 7,2 dari IMDb dengan Metascore sebesar 69 dan cap certified fresh dari Rotten Tomatoes, tidak ada keraguan untuk menonton film yang meraih pendapatan sebesar $96 juta ini. Selamat menonton dan menyanyi bersama,ya!

No review box found! Insert a valid box ID.

Rocketman
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram