bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Resident Evil: Afterlife (2010), Lebih Seru?

Ditulis oleh Jihan Fauziah - Diperbaharui 11 September 2021

Rentetan film Resident Evil yang diawali dengan film Resident Evil (2002) dan Resident Evil: Apocalypse (2004) kembali dilanjutkan dengan kehadiran sequel dari film sebelumnya, Resident Evil: Extinction (2007), yakni Resident Evil: Afterlife. Film ini kembali digarap oleh sutradara Paul W.S Anderson dan menempatkan kembali Milla Jovovich sebagai tokoh sentralnya.

Pada pembahasan kali ini, Bacaterus akan mengulas sinopsis dan juga mengulas Resident Evil: Afterlife, spesial buat kamu yang penasaran sama film zombie satu ini. Yuk, simak langsung saja sinopsis dan review film Resident Evil: Afterlife di bawah ini!

Sinopsis

review resident evil afterlife 1
  • Tahun rilis: 2010
  • Genre: Action, Adventure, Horror
  • Produksi: Screen Gems, Constantin Film, Davis Films
  • Sutradara: Paul W.S Anderson
  • Pemeran: Milla Jovovich, Ali Larter, Wentworth Miller, Boris Kodjoe, Shawn Roberts

Cerita film ini dimulai dengan adegan di mana seorang wanita muda yang sedang berjalan di tengah kota di Jepang menyerang pejalan kaki lainnya dan menggigitnya hingga tewas. Ternyata, sang wanita merupakan orang pertama di Jepang yang terinfeksi oleh virus dan membuatnya menjadi zombie. Sejak saat itu, terjadilah wabah zombie yang melanda hampir semua wilayah di dunia.

Empat tahun setelah kejadian tersebut, Alice (Milla Jovovich) beserta kloningannya menyerang Umbrella Corporation Headquarter yang berlokasi di Jepang. Tempat yang berada di bawah tanah itu berhasil ia porak-porandakan. Di sana, Alice bertemu dengan bos Umbrella Corporation, Albert Wesker (Shawn Roberts) yang merupakan musuh bebuyutannya.

Dulunya, Alice sempat kabur dari sebuah genetic research facility yang bernama The Hive. Alice kemudian ditangkap dan dijadikan bahan percobaan oleh para ilmuwannya. Tak dinyana, wanita ini berhasil 'menyatukan dirinya' dengan T-Virus dan malah membuatnya memiliki kekuatan super yang luar biasa.

Alice yang kini menjadi buruan Wesker, bertarung dengan pria berambut pirang tersebut bersama dengan para kloningannya. Wesker berhasil kabur dengan menggunakan helikopter dan meledakkan Umbrella Corporation Headquarter hingga rata dengan tanah.

Tanpa diketahui, ternyata Alice yang asli mengikuti dirinya dan mencoba membunuh Wesker di dalam helikopter. Namun, Wesker menyerang balik Alice dan menyuntikkan anti-virus untuk menghilangkan kekuatan super yang dimilikinya. Tak lama, helikopter yang mereka kendarai menabrak gunung dan jatuh, hingga terbakar. Hebatnya, Alice berhasil selamat.

Selang beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Alice pergi menuju ke sebuah wilayah bernama Arcadia yang berada di Alaska, setelah sebelumnya menerima pesan lewat radio yang menyatakan bahwa tempat tersebut aman dan bebas dari infeksi virus.

Sesampainya di sana, Alice justru tidak menemukan apa-apa. Ia malah melihat banyak pesawat yang sudah usang terparkir di dekat pantai. Tak lama kemudian, Alice diserang oleh seorang wanita yang membawa pisau. Belakangan, diketahui bahwa wanita tersebut adalah Claire Redfield (Ali Larter) yang sebelumnya pergi bersama beberapa rekan Alice menuju Arcadia.

Claire saat itu hilang ingatan akibat sebuah gadget berbentuk laba-laba yang menempel di dadanya. Ia bahkan tak mengenali Alice. Meski begitu, Claire akhirnya ikut terbang bersama Alice ke Los Angeles.

Setibanya di sana, mereka mendarat di sebuah gedung penjara dan bertemu dengan beberapa orang penyintas. Mereka adalah Luther West (Boris Kodjoe), Bennett Sinclair (Kim Coates), Angel Ortiz (Sergio Peris-Mencheta), Kim Yong (Norman Yeung) dan Crystal Waters (Kacey Clarke).

Para penyintas tersebut mengira Alice dan Claire merupakan orang yang dikirim Arcadia untuk menyelamatkan mereka. Namun, mereka semua salah.

Alice diberitahu Luther dan kawan-kawan kalau Arcadia bukanlah sebuah wilayah, melainkan sebuah kapal yang berlabuh di lepas pantai. Mereka akhirnya berencana kabur dari gedung penjara yang sudah diserang para zombie, termasuk Axeman, monster zombie besar dengan kapak raksasa yang membunuh Kim Yong.

Untuk mewujudkan rencana mereka kabur dan pergi menuju Arcadia tidaklah mudah. Akhirnya, mereka membebaskan seorang pria yang dikira tahanan, Chris Redfield (Wentworth Miller), karena Chris-lah yang mengetahui jalan keluar dan rahasia besar yang dimiliki gedung tersebut.

Chris sendiri merupakan kakak dari Claire. Namun, saat itu Claire yang ingatannya belum pulih, tak mengenali Chris sama sekali. Meski begitu, perlahan Claire mulai menerima Chris setelah ingatannya berangsur pulih.

Semua orang yang tersisa, kecuali Bennett yang kabur menggunakan pesawat Alice, akhirnya pergi menuju kapal Arcadia. Namun, untuk bisa menuju ke sana, satu persatu dari mereka tewas dan hilang. Kira-kira, bagaimana kelanjutan kisahnya?

Kemunculan Perdana Chris Redfield di Film Resident Evil

review resident evil afterlife 2

Pencinta dan penggemar Resident Evil sudah pasti tak asing dengan karakter Chris Redfield yang merupakan seorang anggota pasukan elit militer, sekaligus kakak Claire. Hadirnya karakter Redfield yang diperankan Wentworth Miller di film ini menjadi kemunculan perdana Chris di franchise film Resident Evil, lho.

Sekadar info, film ini sendiri terinspirasi dari seri kelima game Resident Evil yang menampilkan Chris sebagai tokoh utamanya. Sayangnya, peran Chris dalam film ini bisa dibilang tidak sevital di dalam game. Menurut kami, kehadiran Chris dan Claire dalam film ini terasa seperti pelengkap saja.

Menghadirkan Visual Effect yang Oke

review resident evil afterlife

Tak seperti film-film terdahulunya, Resident Evil: Afterlife menyuguhkan visual effect yang tergolong oke untuk sebuah film yang dirilis di tahun 2010 lalu. Monster-monster yang dihadirkan di dalam film terlihat cukup nyata dan mengerikan.

Salah satu contohnya adalah ketika kepala zombie terbelah dan berubah menjadi seperti kaki gurita. Kemudian, kehadiran zombie dog atau cerberus dengan badannya yang terbelah dua, membuat daging di dalam tubuhnya terekspos pun berhasil dihadirkan dengan baik dan membuat kami bergidik ngeri saat menonton.

Oh iya, film Resident Evil: Afterlife menjadi film 3D pertama dari serial film Resident Evil, lho. Kabarnya, pengambilan gambar film ini menggunakan sistem kamera film digital yang dikenal dengan sebutan Fusion Camera System. Sistem ini dikembangkan oleh sutradara film Titanic (1997), James Cameron.

Sebelumnya, ada beberapa film yang sudah menggunakan Fusion Camera System untuk pengambilan gambarnya. Salah satunya adalah film Avatar (2009) yang juga disutradarai Cameron.

Penampilan Karakter Wesker Kurang Greget

Sinopsis & Review Resident Evil: Afterlife (2010), Lebih Seru? 4

Entah kenapa, saat menonton film ini, kami merasa penampilan karakter dari Albert Wesker terasa kurang greget. Namun, bukan karena akting dari Shawn Roberts yang buruk. Memang mungkin penokohan Wesker di dalam film ini sengaja dibuat tak se-greget di game-nya.

Di dalam film, kamu akan disuguhi pertarungan Wesker dan Chris, yang dibantu oleh Claire. Sayangnya, menurut kami, pertarungan ini pun terasa kurang sengit.

Di dalam film ini pun, kami tidak menyaksikan Wesker berubah menjadi monster seperti di game-nya. Mungkin, pertarungan mereka akan terasa lebih seru jika Wesker berubah menjadi monster seperti dalam game Resident Evil seri kelima.

Terlepas dari segala kekurangannya, film ini menjadi salah satu film laga dan horor yang masih layak untuk dijadikan tontonan. Resident Evil: Afterlife bahkan menjadi salah satu film Resident Evil yang cukup sukses di pasaran.

Film ini sempat menjadi film Resident Evil dengan pendapatan tertinggi karena berhasil meraih box office hingga 300 juta dolar, sebelum akhirnya disusul oleh seri terakhirnya, Resident Evil: The Final Chapter (2016) yang berhasil meraih box office hingga 312 juta dolar.

Sampai di sini pembahasan tentang sinopsis dan review Resident Evil: Afterlife dari Bacaterus. Jika kamu punya pengalaman seru nonton film ini, yuk sampaikan langsung saja melalui kolom komentar di bawah!

Resident Evil: Afterlife
Rating: 
3/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram