bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Film Quarantine, Virus Rabies Manusia

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 22 Mei 2021

Film sejenis ini memang sudah banyak sekali tayang di dunia perfilman. Meski demikian, genre katastropi seperti ini masih digemari banyak orang. Apabila film lainnya, menyajikan cerita tentang virus yang menyebar di seluruh dunia; film ini menceritakan virus yang menyebar di 1 gedung apartemen saja.

Hal tersebut otomatis membatasi ruang gerak dan malah membuat film ini menjadi semakin mengerikan dan thrill. Sang sutradara, John Erick Dowdle mampu membangung atmosfer mencekam dengan cara seperti itu. Penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya? Let’s check this out!

Sinopsis

Quarantine_Poster (Copy)
  • Tahun rilis: 2008
  • Genre: Thriller, Horror
  • Produksi: Screen Gems
  • Sutradara: John Erick Dowdle
  • Pemain: Jennifer Carpenter, Jay Hernandez, Columbus Short

Angela Vidal (Jennifer Carpenter) merupakan seorang wartawan. Suatu hari, ia bersama rekan kameramennya bernama Scott Percival (Steve Harris) berkunjung ke stasiun 27 Los Angeles Fire Department untuk meliput shift malam yang terjadi di sana. Angela berharap bisa mendapatkan berita mengenai kasus yang mesti melibatkan para pemadam kebakaran di sana.

Di Stasiun 27, ia bertemu dengan seorang kapten pemadam kebakaran, George Fletcher (Johnathon Schaech) berikut salah satu anggotanya bernama Jake (Jay Hernandez). Mereka berdua yang menemani Angela dan Scott selama di Pos. Tak lama menunggu, sebuah kasus pun muncul dari salah satu apartemen tidak jauh dari Stasiun 27.

Kasus yang terjadi datang dari salah satu kamar di lantai 3 apartemen tersebut. Sang penghuni, Mrs. Espinoza (Jeannie Epper) berteriak seperti kesakitan. Saat didatangi oleh pihak kepolisian dan pemadam kebakaran, Mrs. Espinoza malah agresif dan menggigit salah satu anggota polisi yang berada di dekatnya.

Ketika dibawa turun, George yang masih ada di lantai 3 tiba-tiba ambruk terjun ke dasar lobi. Angela kaget bukan main, ia segera membuka jalur bersama penghuni apartemen lainnya untuk keluar dari gedung tersebut. Namun pintu masuk apartemen baik pintu depan atau belakang dikunci oleh pihak berwenang dari luar.

Penasaran apa yang terjadi, Angela tetap meminta Scott mereka semua hal yang terjadi. Ia, Scott dan dua penghuni apartemen lainnya bernama Bernard (Bernard White) dan Sadie (Dania Ramirez) naik kembali ke kamar untuk melihat berita dari TV lama berantena milik Bernard. Angela bingung karena hal ini dilakukan atas perintah CDC (Centers for Disease Control and Prevention).

Usut punya usut, ternyata anjing yang ada di dalam apartemen tersebut mengalami penyakit rabies yang baru dan membahayakan dan bisa menyebar lewat manusia. Pihak vet akhirnya menelpon CDC dan langsung mengkarantina satu gedung apartemen tersebut. Terlambat, ternyata virus sudah menyebar di sana. 

Salah satu penghuni apartemen bernama Lawrence (Greg Germann) adalah seorang dokter hewan. Ia pun berpendapat demikian dari symptoms yang terjadi pada Mrs. Espnioza dan George. Belum sempat ia menjelaskan lebih rinci, George menyerang Lawrence dan mulai menyebarkan virus pada penghuni lainnya.

Semua orang berlari menyelamatkan diri ke kamar masing-masing, namun semua sudah terlambat. Sudah banyak yang terjangkit virus dan berubah menjadi ‘zombie’ yang menyerang manusia lainnya. Sialnya, mereka sama sekali tidak bisa kemana-mana selain di dalam apartemen. Ruang gerak semua orang terkunci.

Angela ketakutan parah, berulang kali ia dibuat tenang oleh Scott. Scott pun tidak kalah stresnya. Ia harus tetap merekam semua yang terjadi supaya bisa menjadi bukti valid mengenai apa yang sebenarnya terjadi di apartemen tersebut.

Berulang kali mencoba keluar dari apartemen, tetap saja gagal. Malah banyak yang tewas ditembak di tempat oleh pihak berwenang apabila penghuni mencoba keluar paksa.

Penghuni yang tersisa bersama dengan Angela dan Scott juga Jake adalah Pemilik Apartemen Yuri (Rade Šerbedžija) bersama istrinya Wanda (Elaine Kagan) dan Sadie.

Naas, ternyata Sadie sudah terjangkit dan Yuri juga diserang oleh petugas CDC yang terinfeksi dan terkurung bersama mereka disana. Seluruh penghuni sudah berubah menjadi zombie. Bahkan Jake pun terjangkit. Kini tinggal Angela dan Scott yang tersisa.

Mereka berlari ke lantai paling atas dan terkunci disana dalam keadaan super gelap. Betapa terkejutnya Angela dan Scott ketika melihat sekeliling, ada banyak sekali artikel tentang doomsday cult dan pencobaan pembuatan virus. Mereka bahkan bertemu dengan objek bahan percobaan yang ada di loteng bersama mereka. Apa yang akan terjadi pada Angela dan Scott?

Non-Stop Thrills

Quarantine_NonStopThrills (Copy)

Saya dibuat keringet dingin selama menonton film ini. John Erick benar-benar jenius membuat jalan cerita yang meski hanya bersetting di satu tempat tapi rasanya seperti luas sekali. The thing is, cara virus itu bekerja sangat cepat sehingga apabila seseorang terjangkit virus tersebut maka dalam hitungan menit bisa langsung berlari mengejar manusia lain yang masih sehat.

Ketika dikejar, kita tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir harus bersembunyi dimana. Kamar-kamar banyak yang terkunci dan kamar lain terbuka namun akan menjadi jalan buntu. Ini yang membuat saya ikutan pening.

Apalagi seluruh cerita berasal dari kamera Scott yang ikut bergoyang ketika Scott dan Angela berlari. Jadi saat zombie muncul di depan kamera, itu berarti mereka benar-benar tatapan muka. Entah berapa kali saya juga berteriak untuk film ini. Capek.

Film Remake

Quarantine_Remake(REC) (Copy)

Film Quarantine ini merupakan film remake dari film Spanyol berjudul Rec karya sutradara Jaume Balagueró dan Paco Plaza yang tayang tahun 2007 silam. Film ini menceritakan hampir persis sama dengan yang diceritakan dalam film Quarantine ini, bahkan untuk penamaan tokoh utama pun sama; yaitu Angela Vidal.

Meski sama, tapi kengerian yang diberikan oleh sutradara terhadap film ini berbeda. Untuk saya pribadi, tingkat kengerian berhasil diambil oleh Quarantine; namun bukan berarti film Rec tingkat kengeriannya rendah juga ya, karena film ini sama-sama bisa bikin kalian jantungan saking dibuat games, takut dan harus ikut berpikir harus kabur kemana.

Rating Baik

Quarantine_Scene (Copy)

Film ini mendapatkan kritik cukup baik dan rating yang baik pula. Pemutaran film ini menutup keuntungan sebesar $41.3 juta atas budget produksi sebesar $12 juta. Meski tidak begitu besar keuntungan yang didapat, namun saat penayangan pertamanya, film ini menempati ranking 1 untuk film Box Office dan bertahan selama dua pekan. 

Film ini juga mempunyai sekuelnya yang berjudul Quarantine 2, dengan level keseraman yang berbeda pula. Dalam film Quarantine 2, kita akan dibawa sebagai penumpang sebuah pesawat yang sudah terkontaminasi virus yang ada di apartemen dalam film Quarantine ini. Apa ada hubungannya?

Saya pribadi tidak sabar untuk menonton lanjutan film ini. Apabila kita melihat sekilas dari trailernya, rasanya seru sekali. Tapi apakah isi cerita sekuel film ini seseru trailernya? Kita tonton filmnya juga yuk di layanan film berbayar kesukaan kalian! Bacaterus memberi rating untuk film ini 7.5/10! Bagaimana dengan kalian?

Quarantine
7.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram