bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Film Prom Night, Pesta Senior Terakhir!

Sinopsis & Review Film Prom Night, Pesta Senior Terakhir!

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 24 Maret 2021

Apa jadinya kalau kamu adalah seorang mahasiswi yang disukai banyak orang karena cantik dan juga pintar? Bukan hanya teman-teman kalian melainkan dosen pun menyukaimu. Terlalu menyukaimu malah, hingga jatuhnya menjadi obsesi. Kira-kira, apa kalian masih bangga kalau semua orang menyukai kalian?

Ini yang terjadi dalam film besutan sutradara Nelson McCormick. Film dengan genre Thriller/Slasher ini tayang di tahun 2008 dengan budget produksi sebesar $ 20 juta dan menutup keuntungan sebesar $ 57,2 juta hasil dari penayangannya di seluruh dunia. Bukan hanya sukses, film ini juga akan memberimu mimpi buruk, penasaran seseram apa ceritanya? Simak yuk sinopsis dan ulasannya!

Sinopsis

Prom Night (2008)_Poster (Copy)

  • Tahun rilis: 2008
  • Genre: Thriller, Slasher
  • Produksi: Prom Productions
  • Sutradara: Nelson McCormick
  • Pemain: Brittany Snow, Scott Porter, Jessica Stroup

Pada tahun 2005 silam Donna Keppel (Brittany Snow) merupakan siswi baru di SMA kota Bridgeport. Suatu malam, ia baru pulang sehabis menonton bersama sahabat baiknya Lisa (Dana Davis). Ketika dirinya masuk ke rumah, perasaan tidak enak mulai muncul. Benar saja, Donna mendapati keluarganya sudah tewas, parahnya, ia menyaksikan Ibunya sendiri dibunuh di depan matanya sendiri saat bersembunyi.

Pelakunya adalah guru sekolahnya sendiri bernama Richard Fenton (Johnathon Schaech) yang memiliki obsesi besar pada dirinya. Dengan segera Fenton pun dipenjara. Donna akhirnya diurus oleh Paman dan Bibinya yang tidak memiliki anak dan menganggap Donna sebagai anaknya sendiri.

Bertahun-tahun kemudian Donna yang masih dalam pantauan psikolog, mulai menjalani hidup secara normal. Bisa kembali bermain bersama teman-teman dan bersiap untuk mengikuti acara prom night yang diselenggarakan oleh komite sekolah guna menandakan akhir dari tahun ajar para senior. 

Saat sedang bersiap-siap, Donna mulai merasakan kehadiran Fenton di sekitarnya. Donna bergidik takut dan gampang kaget. Takut untuk sendiri dan berharap kekasihnya yang akan kuliah ke luar kota tetap ada di dekatnya. Benar saja, ternyata Fenton berhasil kabur dan mengincar Donna dan siapapun orang yang menghalangi dirinya untuk bertemu dengan Donna.

Paman dan Bibi Donna yang diberitahu oleh kepolisian bahwa Fenton kabur langsung bereaksi. Mereka ingin Donna terus dipantau karena kalau menarik Donna pulang saat itu juga, apa yang dibangun pelan-pelan oleh Donna akan runtuh dalam sekejap. Mengikuti permintaan Paman dan Bibi Donna, beberapa satuan kepolisian pun datang mengawasi Donna.

Celaka, Donna sudah keburu pergi ke kamar untuk menyusul temannya yang sedang menenangkan diri pasca bertengkar dengan pasangannya. Polisi kehilangan jejak dan Fenton pun jadi seperti punya akses banyak untuk mendapatkan Donna. Fenton yang saat itu sudah di kamar Donna lantas memburu Donna begitu ia berada di kamar.

Donna berontak setengah mati menjauhi Fenton, memintanya untuk berhenti. Namun semakin histeris Donna, semakin senang Fenton. Donna mencoba untuk bersembunyi dan menemukan mayat temannya Claire (Jessica Stroup) dibawah tempat tidur. Donna kembali depresi. Ia benar-benar ketakutan bukan main. Ketika ada celah kabur, ia langsung berlari keluar kamar dan bertemu para polisi.

Donna segera dibawa pulang bersama dengan kekasihnya Bobby (Scott Porter). Ia ketakutan hebat, Donna yang menemukan teman baiknya Lisa terbunuh pun tidak bisa berbuat apa-apa. Rasa takut berlebih dan depresi akan bayangan pembunuhan itu kembali menyerang. Ini yang membuat Donna membawa Bobby pulang untuk menjaga dirinya

Polisi pun disiapkan di luar rumah Donna. Paman dan Bibinya juga berjaga-jaga di bawah. Donna sempat tertidur sebentar lantas bangun karena ia bermimpi bahwa Bobby sudah meninggal akibat sayatan di lehernya akibat ulah Fenton.

Melihat Bobby tertidur lelap, Donna ke kamar mandi untuk mengambil minum, namun saat kembali, Bobby sudah benar-benar meninggal dibunuh Fenton yang langsung menyerang Donna. Polisi yang berjaga lantas melepaskan tembakan pada Fenton hingga Donna pun terselamatkan.

Jalan Cerita yang Mudah Ditebak

Prom Night (2008)_Scene (Copy)

Saat menonton film ini, entah memang banyak clue yang ditayangkan atau bagaimana, saya sendiri malah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dengan mudah. Serius, film dengan jalan cerita seperti ini menjadi kurang thrilled. Pasalnya, para penonton yang sepemikiran sama saya sudah bisa menebak siapa yang akan terbunuh, sehingga para penonton sudah siap-siap duluan supaya tidak kaget.

Adegan yang paling tidak saya duga selama di film hanya saat bagian akhir cerita. Donna yang mencoba bersembunyi di dalam lemari setelah mendengar suara langkah kaki, salah mengira bahwa yang berjalan naik itu adalah Fenton. Ternyata pembunuhnya ada bersama dengan Donna di dalam lemari. Pas adegan ini, saya kaget bukan main!

Polisi Banyak Kecolongan

Prom Night (2008)_Killer (Copy)

Agak heran sebenarnya kalau melihat film ini secara keseluruhan. Bayangkan saja, polisi yang dikerahkan untuk menjaga seorang gadis SMA saja kecolongan terus-menerus. Padahal jumlahnya banyak sekali. Kocaknya saat berhadapan dengan si penjahat, polisi yang berhasil meringkus cuma satu orang yaitu Winn (Idris Elba).

Dalam film ini, saya juga merasa kalau para polisi lama sekali untuk merespon panggilan darurat. Hotel tempat pagelaran acara malah tetap dibiarkan terbuka padahal mereka tahu pembunuhnya ada di sana, mbok ya shut down langsung dan segera melakukan penggeledahan.

Belum lagi lemahnya sistem keamanan di penjara sampai memungkinkan penjahat kelas kakap seperti Fenton lolos dan kembali mengincar Donna sampai ke rumah paman-bibinya dan bahkan sampai ke acara Prom Night sekolah. Waduh repot juga ya kalau kelakuan polisinya memang seperti itu? Berjaga penuh tapi tetap kecolongan juga! Fenton memang jago sekali mengelabui para polisi.

Film Remake

Prom Night 1980_Poster (Copy)

FIlm Prom Night ini merupakan film remake dengan judul yang sama di tahun 1980. Film ini dibintangi oleh sederet selebriti papan atas dan menjadi film thriller paling laris di pasaran dengan menutup keuntungan sebanyak hampir $ 15 juta; padahal budget yang dikeluarkan hanya sekitar $ 1,5 juta.

Perbedaannya:

  1. Pembunuh di film Prom Night 1980 adalah seorang kakak yang menuntut balas dendam akibat adiknya yang diajak bercanda hingga meninggal terjatuh dari lantai dua.
  2. Pembunuh di film Prom Night 2008 adalah seorang guru yang terobsesi pada salah satu muridnya.
  3. Pembunuh di film Prom Night 1980 memakai topeng semacam balaclava
  4. Pembunuh di film Prom Night 2008 terang-terangan memperlihatkan muka si pembunuh

Meski demikian kedua film ini cocok ditonton untuk sekedar menghibur atau menakut-nakuti penonton sebagai hiburan sih.

Overall, Bacaterus memberi skor 6,4/10 untuk seluruh jalan cerita, tokoh dan opening film. Ending filmnya cuma memperlihatkan Donna sesenggukan menangisi mayat kekasihnya di ranjang dan film pun selesai. Untuk kamu yang sudah pernah nonton film ini, bagaimana pengalamannya? Jangan lupa tulis di kolom komentar ya!

Sedangkan untuk kalian yang belum menonton filmnya, ayo ajak sahabat kamu untuk menonton film ini deh. Pengalaman Prom Night seru sudah ada di depan mata! Jadi tunggu apalagi, saksikan filmnya. That's all, semoga informasi sinopsis dan ulasannya dapat menambah informasi kalian soal film ini ya!

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram