Bacaterus / Review Film Barat / Sinopsis & Review Film Poseidon, Bencana di Kapal Mewah

Sinopsis & Review Film Poseidon, Bencana di Kapal Mewah

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Malam tahun baru dengan orang tersayang sudah pasti diinginkan banyak orang, apalagi menghabiskan waktunya di atas kapal pesiar mewah brand new. Waduh impian sekali! Tapi apa jadinya kalau sedang asyik pesta, tiba-tiba kapal pesiar yang ditumpangi diterpa gelombang besar yang mendadak muncul hingga membuat kapal terbalik 360 derajat.

Pengalaman seram itu bisa kalian saksikan di film besutan sutradara kondang Wolfgang Petersen berjudul Poseidon. Diangkat dari novel berjudul The Poseidon Adventure karya Paul Gallico, film ini dianggap yang paling mendekati dengan film terdahulunya yang tayang 1972. Sebab ada beberapa film berjudul sama hingga kadang membingungkan banyak penonton.

Sinopsis

Poseidon (Copy)

  • Tahun rilis: 2006
  • Genre: Action, Thriller
  • Produksi: Virtual Studios
  • Sutradara: Wolfgang Petersen
  • Pemain: Kurt Russell, Josh Lucas, Emmy Rossum

Berangkat dari Southampton, Inggris, kapal pesiar mewah Poseidon berlayar menuju New York pada bulan Desember setelah natal berlangsung.

Seluruh penumpang kapal menantikan kembali perayaan kedua di atas kapal, yaitu New Year’s Eve yang akan digelar semalaman di ballroom utama kapal yang super duper megah. Pesta? Cocktail? Champagne? Sudah pasti disediakan terus menerus.

Diantara ribuan penumpang, adalah Robert Ramsey (Kurt Russel). Robert sendiri merupakan mantan pemadam kebakaran dan pensiunan walikota New York yang menumpang Poseidon untuk kembali setelah liburan di Inggris bersama putri tunggalnya, Jennifer (Emmy Rossum) dan kekasihnya Christian (Mike Vogel) yang akan melamar Jennifer saat malam tahun baru.

Di atas kapal juga ada seorang ibu tunggal bernama Maggie (Jacinda Barrett) bersama dengan anak lelakinya Conor (Jimmy Bennett) yang sedang dekat dengan pria tampan bernama Dylan (Josh Lucas).

Selain itu ada arsitek yang sedang patah hati karena pasangan gay nya memutuskan hubungan dengannya, Richard (Richard Dreyfuss) dan seorang penumpang gelap bernama Elena (Mia Maestro) yang dibawa masuk ke dalam kapal berkat kekasihnya yang bekerja sebagai pelayan, Marco (Freddy Rodriguez).

Malam tiba, seluruh penumpang ada di ballroom menikmati pesta dan berdansa bersama. Di ruang pantau, kapten dan kru merasa ada yang janggal karena laut terlalu tenang.

Benar saja, setelah hitung mundur selesai dan masuk ke tahun baru, muncul lah ombak berates-ratus kaki tingginya menghampiri kapal Poseidon. Tanpa ampun, ombak itu menghajar kapal dari depan hingga bagian belakang kapal.

Usaha kapten yang mencoba untuk melakukan maneuver ketika gelombang datang sia-sia, bagian depan kapal sudah terangkat naik dan akhirnya terguling. Ombak baru reda setelah menabrak kapal yang akhirnya terbalik. Menjebak semua penumpang tidak bisa kemana-mana karena seluruh bagian bawah adalah area sealed lapis baja.

Richard yang seorang arsitek langsung sadar kapal Poseidon tidak akan bertahan lama meski mengapung terbalik. Lambat laun, udara akan habis dan air pasti mendesak masuk.

Akhirnya Richard, Maggie, Conor, Dylan, Marco si pelayan dan Robert mengabaikan kapten yang meminta semua orang tetap diam di ballroom dengan nekat manjat ke lantai bawah which is berada di atas mereka untuk menyelamatkan diri.

Di perjalanan ke ruang mesin, Robert kembali bertemu dengan anaknya Jennifer, kekasihnya Christian, Elena dan seorang pemabuk bernama Lucky (Kevin Dillon) yang terjebak di ruang disko.

Bersama, mereka semua mencari jalan supaya bisa naik ke ruang mesin. Perjalanan keatas membutuhkan banyak kerja keras. Karena selain membingungkan, banyak debris yang berserakan dan membahayakan mereka.

Satu per satu penyintas mulai berguguran. Ada yang terjatuh, terbentur lantai baja, tenggelam dan lainnya. Belum lagi ballroom tenggelam ketika ada ledakan membuat air jadi semakin masuk.

Salah satu cara adalah keluar lewat celah bow thruster, baling-baling kemudi yang berada di depan kapal. Mereka harus sampai disana sebelum ruang mesin meledak dan menenggelamkan Poseidon.

Punya Claustrophobia? Jauh-jauh deh

Poseidon_Claustrophobia (Copy)

Kalau kamu punya Claustrophobia saya saranin jangan nonton beberapa adegan yang ada di dalam film ini. Cukup awal dan akhir saja. Beneran, soalnya banyak adegan semua tokoh harus melalui halang rintang di tempat yang tidak begitu luas. Ingat. Ini kapal dalam keadaan terbalik. Jalan saja susah ditambah puing-puing yang saling himpit.

Belum lagi mayat yang ada dimana-mana bikin kalian yang punya banyak phobia pasti bergidik ngeri. Salah satu scene uji nyali buat kalian para Claustrophobia adalah waktu mereka harus masuk ke dalam lubang ventilasi udara yang sempit dan terjebak disana.

Ternyata ujung lubang tersebut terkunci oleh jeruji ditambah air yang gesit banget masuk ke sela-sela celah di dalam ventilasi. Masih mau lihat adegannya?

Titanic Wannabe

Poseidon VS Titanic (Copy)

Mewah, megah, pesta, kapal pesiar, Laut Atlantik, Southampton, Inggris ke New York. Jujur saja, melihat film ini saya flashback ke tahun 1998 waktu saya menonton film Titanic.

Ceritanya serupa, yakni bencana kapal laut yang sama-sama berlokasi di Atlantik Utara pada malam hari. Pembeda cerita ini hanya dari jenis kapal dan penyebab tenggelamnya kedua kapal pesiar mewah tersebut.

Kalau sudah begini, engga heran kan kalau film ini jadi semacam Titanic wannabe? Kalau untuk urusan cinta-cintaan seperti Jack dan Rose, kita tidak bisa menemukannya disini.

Poseidon hanya memiliki sepasang lovebird Jeniffer dan Christian saja. Oh iya, dan Maggie juga Dylan yang dekat karena kecelakaan tersebut. Itu saja. Sisanya urusan bertahan hidup semua penyintas.

Sifat Asli Manusia Apabila Terdesak

Poseidon_Survivor (Copy)

Lewat film ini kita juga bisa melihat gimana sifat asli manusia apabila sedang dalam keadaan terdesak. Bencana gelombang itu memaksa semua orang untuk bertahan hidup, di saat seperti itu, ada yang semakin lembut dan peduli, ada juga yang jadi egois dan kasar. Saya menemukan banyak sifat tersebut dari para tokoh diatas. Misalnya saja ketika adegan berikut ini;

  • Para penyintas akan menyebrang ke ruangan selanjutnya dengan melewati elevator shaft yang sudah rusak dan hanya Richard dan Marco yang belum menyebrang. Mereka tergantung dan saling berpegangan. Ketika elevator meluncur jatuh dari atas mereka, Dylan mengatakan lepaskan Marco apabila Richard mau selamat. Keadaan terdesak membuat Richard terpaksa membiarkan Marco tewas terjatuh.
  • Peran Maggie sebagai Ibu yang rela tenggelam untuk menyelamatkan Conor. Begitu juga Robert sebagai Ayah yang mau mengorbankan diri untuk anaknya, Jeniffer sekaligus untuk semua orang tanpa memikirkan dirinya sendiri.
  • Elena ketakutan bukan main ketika tersadar kalau dirinya berdiri diatas tumpukan mayat setelah kapal terguling. However, Elena masih saja mau membantu Jeniffer untuk menolong kekasihnya Christian yang terjepit tiang besi dan tidak bisa bergerak sama sekali.
  • Pria pemabuk yang jadi sangat egois dengan menyelamatkan diri terlebih dulu, meninggalkan Jeniffer di belakang. Namun semenit kemudian karma menghampirinya, ia tewas tergilas mesin yang jatuh dari atas.
  • Richard dan Dylan yang terus menyemangati Elena yang Claustrophobia, awalnya Elena tidak mau masuk karena dirinya sangat ketakutan. Namun berkat bantuan Richard dan Dylan, akhirnya Elena mau mengalahkan rasa takutnya untuk terus berjalan mencari jalan keluar sebelum air menerjang membunuh mereka semua.

Film Kembar

Poseidon_Similar Movie (Copy)

Kalau kalian mengetik Poseidon saja, akan muncul beberapa film yang memang sudah di remake namun ceritanya berbeda-beda. Untuk film terdahulunya, The Poseidon Adventure (1972); cerita masih tergolong sama dengan film Poseidon tahun 2006.

Sedangkan ada film lainnya seperti Beyond The Poseidon Adventure (1979), The Poseidon Adventure (TV Version – 2005), ceritanya sudah sedikit dimodifikasi.

The Poseidon Adventure (TV Version – 2005) ini yang paling agak jauh ceritanya. Apabila yang lain kapal Poseidon terguling karena gelombang, sedangkan kapal Poseidon di film itu terguling akibat bom yang diledakan oleh terrorist yang juga masih ada di dalam kapal. Konyol rasanya bunuh diri dengan cara seperti itu.

Overall, cerita dari Poseidon sudah bagus sekali meski ada beberapa adegan yang saya pikir agak kurang pas. Semisal, Dylan tahu seluk beluk kapal untuk sampai ke ruang mesin padahal Poseidon adalah kapal besar yang memiliki akses begitu banyak dan Dylan adalah penumpang biasa.

Atau masalah kaki Christian yang terjepit hingga membuat dirinya pincang namun bisa langsung berjalan normal ketika sudah diobati.

Sekali lagi, sebagus-bagusnya film tetap saja ada ‘celah’nya bukan? Jadi masih tidak apa-apa selama jalan ceritanya tidak ngawur atau lepas dari cerita asli novelnya.

Poseidon sendiri menutup keuntungan sebanyak $ 181.7 juta dan menjadi nominasi pada Oscar untuk kategori Best Visual Effects; secara CGI yang digunakan ketika proses kapal Poseidon terbalik kelihatan nyata sekali! Buat kalian yang belum menonton film ini, yuk simak filmnya!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *