bacaterus web banner retina
Bacaterus / Review Film / Sinopsis & Review Pihu, Kisah Mimpi Buruk Para Orang Tua

Sinopsis & Review Pihu, Kisah Mimpi Buruk Para Orang Tua

Ditulis oleh Suci Maharani R - Diperbaharui 25 Mei 2021

Pihu adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata yang terjadi di New Delhi, India, tahun 2014 silam. Seorang anak ditinggal hidup sendirian di rumah dengan orang tuanya yang telah meninggal dunia. Satu lagi film india bergenre thriller yang wajib banget untuk kamu tonton bersama keluarga yaitu Pihu. Karena di film ini kita akan menyaksikan bagaimana seorang anak berusia dua tahun harus menjadi korban dari perbuatan orang tuanya.

Film Pihu mendapatkan rating 67% di situs Rotten Tomatoes dan 6.7 di situs IMDb. Pihu juga berhasil mendapatkan banyak apresiasi baik di India hingga ke berbagai festival film internasional. Pihu berhasil menjadi film pembuka dalam ajang Film Internasional India ke-48 9(IFFI) tahun 2017. Pihu juga berhasil mendapatkan apresiasi di Film Internasional Vancouver, Festival Film Palm Spring di California.

Sinopsis

Sinopsis Pihu
*
  • Tahun Rilis: 2018
  • Genre: Thriller
  • Rumah Produksi: RSVP Moviess & Roy Kapur Films
  • Sutradara: Vinod Kapri
  • Pemeran Utama: Myra Vishwakarma, Prerna Sharma

Sehari setelah Pihu merayakan ulang tahunnya yang kedua, Pihu terbangun di samping sang Ibu, Puja. Pihu bertanya dimana ayahnya sambil terus berusaha membangunkan ibunya, namun tidak ada respon. Pihu pergi keluar kamar mencari keberadaan ayahnya, Gaurav pergi ke Kolkata untuk menghadiri konferensi.

Pihu terus mencoba membangunkan Puja, tapi ibunya tidak bangun dan tetap tertidur di tempatnya. Pihu mulai menangis hingga ia mendengar suara telepon berdering dan berusaha meraihnya. Pihu mengambil kursi rotan untuk mengambil telpon, sayangnya telepon terjatuh dalam keadaan tersambung. Gaurav mengomel dan mengatakan ia lupa mematikan setrika dan khawatir Pihu akan memegangnya.

Dari situlah diketahui bahwa Puja memutuskan bunuh diri karena pertengkarannya dengan Gaurav. Puja kecewa karena Gaurav terlambat datang ke pesta ulang tahun Pihu dan curiga adanya perselingkuhan. Puja meninggalkan pesannya di cermin, ia juga menuliskan akan membawa Pihu tapi ia tidak tega. Tak lama setelah itu kecemasan Gaurav terjadi, jari Pihu terbakar karena menyentuh setrika yang panas.

Pihu menangis di atas tubuhnya ibunya hingga tertidur dan terbangun karena suara telpon. Pihu yang merasa lapar akhirnya turun ke dapur dan mencoba memasak roti dalam microwave hingga terbakar. Tidak mendapatkan rotinya, Pihu menyalakan semua kompor dan membakar roti di atasnya. Pihu juga hampir mati kedinginan karena terkunci dalam kulkas, tapi ia berhasil keluar dengan selamat.

Gaurav kembali menelpon dan Pihu berhasil meraih telpon dari kolong lemari dan berbicara dengan Gaurav. Sayangnya Gaurav tidak mengerti dengan perkataan Pihu ketika ia mengatakan “Ibu tidur sepanjang hari”. Pihu hampir tersetrum listrik saat ingin menyalakan TV dan tertidur di lantai sambil mendengar pertengkaran pengantar susu dan tetangganya di luar. Saat Pihu terbangun lalu berjalan menaiki tangga, geyser tiba-tiba meledak dan listrik pun mati.

Pihu
*

Pihu kaget dan menangis, air keran yang terus menyala juga akhirnya membanjiri lantai hingga ke luar pintu dan membuat para tetangga marah. Pihu naik ke kamar dan mendengar suara anak-anak dari balkon, namun bonekanya justru jatuh. Pihu berusaha mengambil dan hampir jatuh hingga tetangga dari seberang gedung membujuknya agar kembali ke dalam rumah.

Pihu kembali masuk dan mulai merasa haus, Pihu menuangkan cairan pembersih lantai berwarna putih ke botol minumnya. Untungya botol itu jatuh dan semua cairannya tumpah ke lantai, Pihu menangis tidak mendapatkan susunya. Pihu kembali ke kamar dan memakan makanan sisa pesta, lalu ia juga memakan beberapa pil tidur miliki Puja.

Pil itu terjatuh dari tangan Puja saat Pihu berusaha membangunkan Puja. Pihu memakan beberapa pil dan mulai tertidur di lantai. Gaurav yang terus menelpon dan tidak mendapat jawaban dari Puja mulai curiga dan berusaha pulang secepat mungkin. Ketika pulang Gaurav kaget ketika tetangga berkerumun di depan pintu rumahnya dalam keadaan gelap.

Mereka mendobrak pintu, Gaurav kaget melihat rumahnya yang berantakan dan hampir terbakar. Gaurav naik ke kamar di lantai dua dan menemukan Puja tertidur lemas di tempat tidur tanpa Pihu di samping. Gaurav yang panik dan histeris mencari keberadaan Pihu dan terus memanggilnya, hingga akhirnya ia mendengar Pihu memanggil “Papa” dan mencari sumber suara itu.

Pihu berada di kolong tempat tidur ditemani lampu tidur yang menyala dan mainan rumah-rumahan. Pihu mengatakan “Papa bangunkan mama, aku membuat rumah yang cantik”, hal ini membuat Gaurav histeris dan menangis.

Realita: Buah Pertengkaran Orang Tua, Anak Menjadi Korban

Realita Buah Pertengkaran Orang Tua, Anak Menjadi Korban

'Pihu' adalah metafora yang dimaksudkan untuk mengungkap dua realitas mencolok dari masyarakat tempat kita tinggal - dampak kekerasan dalam rumah tangga / hubungan disfungsional yang dapat ditimbulkan pada anak-anak dan bagaimana orang-orang di kota besar tidak terlalu peduli dengan orang-orang di luar keluarga mereka dan kerabat.

Puja mungkin berhasil menyelesaikan masalahnya dengan cara mengakhiri hidupnya untuk selamanya. Tapi, Puja lupa bahwa ia memiliki Pihu yang masih membutuhkan kasih sayang dan perlindungan darinya. Akibat pertengkaran Gaurav dan Puja, Pihu harus berkali-kali berada di ambang maut di dalam rumahnya sendiri. Rumah yang seharusnya menjadi tempatnya untuk berlindung.

Mungkin terdengar egois tapi itulah konsekuensinya, sebagai orang tua kita tidak lagi menjadi milik diri sendiri. Kita memiliki kewajiban dan tanggungan bukan hanya untuk membahagiakan tapi juga melindungi anak. Memang benar, sebagai orang tua kita harus mengesampingkan kepentingan dan ego demi kebaikan anak. Karena nyatanya ketika kita memiliki anak, maka hidup kita sepenuhnya diberikan untuk tumbuh kembang sang anak.

Detail kecil lainnya adalah adanya potensi dari terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Jika di perhatikan lebih detail, terdapat luka-luka yang ada pada beberapa bagian tubuh Puja. Seperti di pergelangan tangannya yang terdapat bekas cengkraman tangan yang kuat. Lalu di bagian wajah Puja juga terdapat beberapa luka dan pembengkakan.

Bukan hanya itu, realita lainnya dalam film ini adalah bagaimana orang-orang sekitar tampak tidak peduli. Cerita Pihu mungkin tidak akan begitu tragis jika tetangganya memiliki rasa kepedulian yang lebih. Nyatanya mereka hanya mengomel dan mengeluh, tanpa mau memeriksa lebih lanjut apa yang sedang terjadi sebenarnya.

Pihu yang Berhasil Membuat Merinding Sepanjang Film

Pihu yang Berhasil Membuat Merinding Sepanjang Film
*

Pihu mungkin menjadi salah satu film India terbaik dan bisa membuat kita merasa mind blowing. Pasalnya kita dibuat merinding selama film diputar hanya melihat anak berusia dua tahun sendirian di rumahnya. Kita disuguhkan dengan akting yang natural dan polos dari Myra Vishwakarma yang memerankan Pihu. Hal ini tidak lepas dari tangan dingin Vinod Kapri sebagai penulis dan juga sebagai sutradara film ini.

Vinod berhasil mengarahkan Myra dengan sangat baik, dimana Myra terlihat begitu nyaman saat berhadapan dengan kamera. Vinod berhasil memberikan gambaran ketegangan di film ini, yang hanya diperankan oleh satu protagonis yaitu Pihu. Kita disuguhkan dengan berbagai adegan yang dalam kehidupan mungkin sepele tapi justru mematikan bagi anak berusia dua tahun.

Kita mungkin penasaran bagaimana Vinod Kapri mengarahkan seorang Myra untuk menjadi Pihu. Bagaimana ia membuat Myra tertawa, bernyanyi, menangis, berteriak dan berbicara bersama ayahnya sepanjang film. Film ini mungkin bukan survival layaknya The Hunger Games yang menegangkan, tapi hanya dengan satu sentuhan jari ke setrika panas sudah membuat kita gusar bukan main.

Pihu menjadi film horor paling menakutkan bagi para orang tua dimanapun mengenai anak mereka. Bagaimana mereka bisa membayangkan membiarkan anak mereka hidup sendiri tanpa pengawasan. Realita yang disampaikan dalam film ini dimana rumah tidak selalu menjadi tempat berlindung,  terkadang rumah juga menjadi tempat mematikan bagi anak-anak.

Pihu
8.5 / 10 Bacaterus.com
Rating

linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram