Bacaterus / Review Film Barat / Review & Sinopsis Film Pet Sematary, Horor yang Emosional

Review & Sinopsis Film Pet Sematary, Horor yang Emosional

Ditulis oleh - Diperbaharui 1 Oktober 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on whatsapp

Kuburan akan selalu diidentikkan dengan cerita-cerita horror. Sebagai tempat bersemayam orang yang meninggal, ia dianggap menjadi tempat yang paling sering ditinggali oleh hantu. Ditambah dengan banyaknya mitos yang beredar membuat keangkeran tempat tersebut semakin memuncak.

pet sematary

Bukan hanya di Indonesia, di dunia barat pun kuburan diidentikkan dengan hal yang menyeramkan. Film Pet Sematary dianggap sebagai salah satu film horror paling mengerikan sepanjang tahun 2019.

Uniknya, kuburan di film ini bukanlah kuburan orang, melainkan kuburan hewan peliharaan. Bagaimana review dan sinopsis Pet Sematary? Mari kita bahas lebih dalam.

Sinopsis

  • Tahun rilis: 2019
  • Genre: Horror, Thriller
  • Produksi: Di Bonaventura Pictures, Room 101, Inc.
  • Sutradara: Kevin Kolsch, Dennis Widmyer
  • Pemain: Jason Clarke, Amy Seimetz, John Lithgow, Jete Lawrence

Louis Creed adalah seorang dokter yang tinggal di Boston, Massachusets. Dia mempunyai istri bernama Rachel dan dua orang anak yaitu Ellie dan Gage. Selain itu, ada juga seorang kucing bernama Church yang begitu disayangi oleh keluarga Creed. Merasa terlalu sibuk dengan pekerjaan, Louis dan keluarganya memutuskan pindah dari tempat tinggalnya

Pilihan Louis adalah wilayah di sekitar kota kecil bernama Ludlow, Maine. Sesampainya di tempat baru, Rachel dan Ellie berjalan-jalan untuk melihat-lihat lingkungan sekitar. Mereka sempat bertemu dengan sekelompok anak yang sedang memakamkan hewan peliharaannya. Kuburan tempat mereka memakamkan itu diberi nama Pet Sematary.

Sinopsis

Di rumah sakit, Louis merasa terpukul setelah gagal menyelamatkan pasien bernama Victor Pascow. Victor mengalami kecelakaan cukup parah. Sesampainya di rumah, Louis bermimpi bertemu dengan Victor yang membawanya ke tumpukan pohon di belakang makam hewan peliharaan. Louis terbangun dengan kondisi kaki dan sprei tempat tidurnya berlumpur.

Pada malam Halloween, Church tewas karena tertabrak sebuah truk. Tetangga keluarga Creed, Jud Crandall mengantar Louis untuk menguburkannya di lokasi yang tersembunyi. Louis merasa nggak enak dengan anggota keluarganya yang begitu menyayangi Church. Kematian Church disembunyikan sedemikian rupa.

Keesokan harinya, Church kembali datang ke rumah keluarga Creed dan membuat Louis kaget. Kedatangan Church bukannya membuat Louis bahagia. Church sudah berubah dari kucing hewan yang lucu menjadi menyeramkan. Dia bertindak agresif bahkan memakan burung hidup-hidup.

Louis mencari Jud untuk mendapat penjelasan. Jud menceritakan bahwa kuburan tempat kucing itu dikubur merupakan makam keramat yang bisa membangkitkan yang sudah mati. Sayangnya, yang bangkit bukanlah Church yang Louis kenal. Perilaku Church semakin mengerikan, sampai Gage sendiri menjadi korbannya.

Merasa sudah terlalu merepotkan, muncul rencana untuk menyuntik mati kucing itu. Louis malah membawanya ke luar rumah dan membebaskannya ke alam liar. Pada saat pesta ulang tahun, Ellie melihat Church di jalanan. Rasa kangen yang besar membuat dia berlari menghampiri Chuch. Sayangnya sebuah truk sedang melaju kencang dan menewaskan Ellie.

Keluarga Creed diselimuti duka. Rachel mengajak Gage untuk tinggal sejenak di rumah orang tuanya. Louis mempunyai niat lain, membangkitkan kembali Ellie. Dia meminta bantuan Jud yang memberinya peringatan bahwa kadang kematian lebih baik. Peringatan itu diacuhkan, Louis kemudian membongkar makam Ellie dan memindahkannya ke lokasi pemakaman hewan peliharaan.

Rachel kembali mengingat kejadian memilukan ketika saudaranya, Zelda, meninggal. Gage terus dihantui bayangan Victor. Sementara itu, Ellie kembali hidup hanya saja menjadi sosok menakutkan. Rachel kembali pulang ke rumah dan bertemu lagi dengan Ellie. Pertemuan yang nggak disangka-sangka itu menjadi malapetaka. Bisakah keluarga Creed selamat?

Remake dari Film Tahun 1989

Remake dari Film Tahun 1989

Film Pet Sematary yang dirilis tahun 2019 merupakan remake dari film berjudul sama yang dirilis tahun 1989. Inti cerita tentang kuburan hewan yang bisa membangkitkan yang sudah mati masih tetap dipertahankan. Ada beberapa perbedaan yang dibuat sebagai upaya membuat cerita lebih segar dan nuansa menyeramkan semakin terasa.

Selain merupakan film remake, film ini juga merupakan film adaptasi kedua dari novel karya Stephen King. Buat yang belum tahu Stephen King, dia adalah salah satu penulis buku horror ternama. Selain Pet Sematary, dia juga yang menulis buku berjudul The Shining. Ya, The Shining yang kemudian dibuat versi filmnya dengan Jack Nicholson sebagai bintang utama.

Perbedaan dari Buku dan Film Pet Sematary Sebelumnya

Perbedaan dari Buku dan Film Pet Sematary Sebelumnya

Salah satu perbedaan yang paling berani adalah cerita tentang anak Louis yang tewas terbunuh. Dalam novel dan film Pet Sematary tahun 1989, yang terbunuh dan dibangikitkan kembali adalah Gage. Keputusan mengubahnya menjadi Ellie adalah keputusan yang cukup krusial. Menurut sang sutradara, sosok anak perempuan yang berubah jauh lebih mengintimidasi.

Keputusan mengubah sosok anak yang menjadi masalah di keluarga Creed terbukti berhasil membuat film menjadi lebih seram. Pendapat bahwa seorang ayah akan merasa lebih dekat dengan anak perempuan merupakan pemicu supaya Louis terlihat nggak rela Ellie meninggal. Perasaan dibuat campur aduk menyimak cerita yang terjadi pada Ellie.

Dua Sisi Jete Laurence

Dua Sisi Jete Laurence

Di film Pet Sematary, Jete Laurence berperan sebagai Ellie Creed. Sebagai anak perempuan, dia adalah pribadi yang hangat, menyenangkan, dan penyayang. Bahkan karakternya itu membawa dia begitu dekat dengan kucing kesayangannya, Church. Nggak mengherankan kalau dia begitu terpukul ketika Church yang kemasukan roh halus disebut hilang.

Di sisi lain, Laurence harus memerankan Ellie yang dibangkitkan dari alam kubur. Ya, Ellie yang berbeda muncul dengan sifat yang bertolak belakang dengan Ellie sebelum meninggal. Dia menjadi sosok yang agresif, bahkan nggak segan-segan untuk melukai dan membunuh siapa saja yang dianggap nggak menyukainya.

Dengan umur yang semua itu, dia sudah berhasil menghidupkan peran serumit itu. Memerankan satu orang yang sama dengan dua karakter yang berbeda bukanlah sesuatu yang mudah. Terlebih, perbedaan itu sangat bertolak belakang. Kamu pasti akan terkesan melihat kemampuan akting Jete di film ini.

Adegan yang Emosional Sekaligus Mengerikan

Adegan yang Emosional Sekaligus Mengerikan

Menuju akhir film, kita akan disuguhkan sebuah adegan menyentuh sekaligus menyeramkan. Rachel yang baru sampai di rumahnya, bertemu dengan Ellie yang sudah kerasukan oleh roh halus. Pertemuan itu langsung disambut oleh Ellie yang ingin memeluknya. Rachel merasa sedih, ragu sekaligus takut karena harus memeluk sosok berbeda yang tinggal di tubuh anak perempuannya.

Adegan ini menjadi adegan paling ikonik dari film ini. Adegan ini pula yang membuktikan bahwa keputusan sutradara untuk mengganti anak yang tewas menjadi Ellie adalah keputusan yang tepat. Keputusan itu yang membuat adegan ini menjadi lebih menggigit. Pertanyaannya, apakah keluarga Creed yang masih hidup akan selamat? Nonton filmnya kalau ada waktu, ya!

Kalau suka film horror dengan tema supranatural, Pet Sematary merupakan tontonan wajib. Cerita yang menarik dan ketegangan yang apik adalah alasannya. Siap-siap saja sering menutup mata kalau nggak suka adegan-adegan gore. Kalau sudah menonton, coba beri tahu pembaca adegan manakah yang menurutmu paling menegangkan? Tulis di kolom komentar ya, teman-teman!

Artikel Terkait

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *