bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Pee Nak, Dikejar Hantu yang Ingin Jadi Biksu

Berniat menjalankan sumpah setelah selamat dari kecelakaan yang hampir membunuhnya. Tiga sekawan harus pergi ke sebuah kuil yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Tapi disanalah Nong, Ballon dan First malah mendapatkan teror dari hantu yang ingin membunuh mereka di kuil angker dan terkutuk itu. 

Kisah di atas bisa kamu saksikan saat menonton film horor komedi Thailand berjudul Pee Nak (2019). Film ini memang bisa membuat kamu tertawa melihat aksi kocak dari Ballon dan First yang aneh dan gila.

Film yang disutradarai oleh ike Phontharis Chotkijsadarsopon, memang mendapat rating rendah yaitu 4.9 di IMDb. Tapi kamu juga akan bergidik ketakutan setelah melihat hantu Nont yang sangat menyeramkan dan kejam.  

Pasti sudah penasaran dengan kelanjutan cerita Nong, Ballon dan First melawan hantu Nont? Jawabannya bisa kamu dapatkan dibawah ini.

Baca juga: Sinopsis & Review Pee Mak, Hidup Bersama Hantu Istri

Sinopsis

Sinopsis

Cerita ini dimulai ketika Ballon, First dan temannya berpikiran untuk berlibur menghabiskan uang lotre yang dimenangkannya. Mereka asal menaiki bus sehingga tidak tahu akan pergi kemana, tapi di dalam bus mereka bertemu dengan Nong.

Dalam perjalanan bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan setelah sang sopir melihat penampakan dari kaca spion. Semua penumpang bus mengalami luka, bahkan salah satu teman Ballon dan First yang ikut meninggal dunia.

Mereka merasa sangat berduka hingga Ballon mengingat janjinya, pria ini mengatakan akan menjadi biksu jika memenangkan lotre. Terpaksa Ballon, First dan Nong harus menjalankan sumpah tersebut bersama-sama.

Tapi sebelum pergi mereka bertemu dengan seorang biksu, dimana Nong diberikan sebuah kalung jimat. Ketiganya berangkat ke suatu kuil sesuai dengan arahan Biksu, disana mereka disambut oleh Aod.

Di hari berbeda, ada seorang pria yang berniat ditahbiskan tiba-tiba ditemukan meninggal dunia. Makannya di hari kedatangan ketiga sekawan ini, mereka diminta untuk membantu proses pemakaman.

Anehnya sejak pertama kali datang ke kuil, ketiga orang itu memang merasakan ada hal yang janggal. Mereka seakan diikuti dan mulai diteror, hingga mereka menyadari adanya hantu Nont.

Menurut cerita yang ada, sekitar tujuh tahun yang lalu ada seorang pria bernama Nont akan ditahbiskan. Pria ini dulunya seorang gangster yang sudah membunuh banyak orang, hingga ia bertobat demi ibunya.

Sayangnya di hari penahbisan, Nont meninggal dunia dan hal ini membuat kejiwaan ibunya terguncang. Sejak saat itu hantu Nont selalu mengganggu setiap orang yang akan ditahbiskan di kuil ini.

Hantu Nont memang sangat kuat dan kejam, ia hampir saja membunuh Nont, Ballon dan First. Mereka bertiga akhirnya mencari cara agar hantu Nont bisa ditahbiskan sesuai dengan keinginannya.

Tapi semua ini tidak bisa berjalan dengan lancar, karena yang bisa ditahbiskan hanyalah manusia. Hal ini membuat hantu Nont sangat marah, hingga ia berusaha untuk membunuh Nong. Bisakah mereka menyelamatkan diri dari hantu ini?  

Ceritanya Bagus dan Unik, Tapi Plotnya Membingungkan

Ceritanya Bagus dan Unik, Tapi Plotnya Membingungkan

Film horor komedi Thailand memang selalu bisa menaikkan mood saat menontonnya, makannya saya sangat excited. Pee Nak (2019) sendiri menceritakan kisah tiga orang yang berjanji akan menjalani proses penahbisan untuk menjadi seorang biksu. Namun mereka diganggu oleh hantu yang membunuh semua orang jika ingin ditahbiskan.

Semua komponen yang ada sebenarnya sudah dibuat dengan benar, hanya saja plotnya tidak terkendali. Saya pikir mereka seharusnya bisa fokus pada cerita dibanding dengan unsur komedi.

Pasalnya ceritanya jadi tidak on point, sehingga tidak bisa menunjang perkembangan karakter dan klimaksnya. Banyak cerita yang diselipkan dan penempatan plot yang kurang pas satu sama lain.

Hal yang membuat saya sangat suka adalah karakter dari setiap pemerannya benar-benar sangat berbeda. Dinama Nong adalah seorang pria sejati, ia jatuh cinta pada Jui sehingga bersedia tinggal di kuil dan membantu proses pemakaman kakak gadis itu.

Sementara Ballon dan First adalah pria gay yang sangat kekinian dan selalu berusaha menggoda Nong. Bahkan ketiganya bisa berakhir di kuil berhantu itu karena sumpah Ballon yang sangat sembarangan.

Karena ia berhasil memenangkan lotre, Ballon bersumpah akan ditahbiskan bersama dengan teman-temannya. Pada awalnya film ini mengisahkan bagaimana seseorang mempersiapkan diri mereka untuk ditahbiskan di kuil.

Namun hantu dari seorang pria bernama Nont terus mengganggu mereka, bahkan ingin membunuh ketiganya. Uniknya hantu Nont ini bukan semacam iblis atau hantu yang kejam pada semua orang, hantu ini sangat menghormati agamanya. Hantu Nont bahkan hafal semua doa-doa dan sangat menghormati biksu yang ada di kuil.

Aksi Komedinya Terasa Kurang Universal Bagi Penonton Luar Thailand

Aksi Komedinya Terasa Kurang Universal Bagi Penonton Luar Thailand

Salah satu alasan saya menyukai film komedi Thailand karena mereka selalu memberikan komedi yang mudah dipahami penonton. Jadi meski kita bukan orang Thailand, masih bisa ikut tertawa dengan berbagai dialog komedi yang diberikan.

Sayangnya hal ini tidak saya rasakan saat menonton Pee Nak (2019), karena ada banyak unsur komedi yang tidak saya pahami. Saya menitik beratkan sisi komedi yang ditunjukkan oleh Ballon dan First, ada banyak perkataan mereka yang tidak saya pahami.

Ada banyak jargon-jargon yang dijadikan sebagai dialog, sehingga adegan yang harusnya lucu menjadi kosong bagi saya. Setidaknya saya bisa menikmati polah tingkah dari Ballon dan First yang selalu saja membuat tertawa.

Dari yang saya baca, jokes yang ditunjukkan dalam film ini tipikal in-house jokes yang hanya diketahui oleh orang Thailand saja. Jadi tidak aneh jika banyak penonton internasional yang mengkritik bagian komedi dalam film ini terasa kurang. Imbasnya membuat performa James Puwadon Vejvongsa dan Tar Atiwat Saengtien terasa kurang maksimal.

Penampilan yang Sempurna dari Seluruh Pemerannya

Penampilan yang Sempurna dari Seluruh Pemerannya

Meski ada kekurangan dari sisi komedi dan plotnya yang agak berantakan, tetap saja saya sangat mengapresiasi para aktor yang ada di sini. Pasalnya mereka semua memberikan kesan yang sangat mendalam bagi saya. Apalagi semua aktor dan aktris yang ada di film, merupakan pertama kalinya saya melihat akting mereka.

Untuk duo gay James Puwadon Vejvongsa dan Tar Atiwat Saengtien saya menyukai cara mereka memerankan karakter. First yang diperankan oleh James Puwadon Vejvongsa memang karakter yang lebih agresif namun masih lebih rasional pemikirannya.

Untuk sikapnya pria ini memang agak egois, tapi dibalik itu ia terbelenggu dengan ayahnya yang tidak bisa menerima dirinya. Sementara Ballon memang versi agak halus, karena beberapa kali juga pria ini cukup temperamen dan tidak berpikir panjang.

Salah satu adegan yang paling saya ingat adalah ketika Ballon meluapkan emosinya setelah diputuskan. Ia menghancurkan sebuah kuil atau pura kecil yang dipersembahkan untuk Nont dan menantang hantu itu.

Sementara penampilan August Vachiravit Paisarnkulwong sebagai Nong, memang sangat karismatik dan penuh ketenangan. Namun saya sangat terpukau dengan Chin Chinawut Indracusin sebagai hantu Nont yang membekas sekali. Pasalnya pria ini tetap terlihat tampan meski menjadi hantu dengan wajah yang agak rusak.

Pembawaan karakter hantu kejam namun taat beribadah benar-benar ditunjukkan dengan sangat sempurna. Ada banyak sekali adegan epic dari Chin Chinawut Indracusin, hal paling bagus ketika ia kembali gagal ditahbiskan karena sudah menjadi hantu. Karakter Nont dan Aod juga tidak kalah menghibur, mereka adalah duo santai dan ribut yang menggemaskan.

Inilah review saya setelah menonton Pee Nak (2019), bagi saya ceritanya bagus hanya saja plotnya agak membingungkan. Film ini juga memiliki sekuel yang berjudul Pee Nak 2 yang tayang pada tahun 2020, dengan kisah hantu baru lainnya.

Pee Nak
Rating: 
2.3/5
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram