bacaterus web banner retina

Sinopsis & Review Passengers, Kapal Ulang Alik yang ‘Tenggelam’

Ditulis oleh Gerryaldo - Diperbaharui 9 September 2021

Menjadi salah satu film sci-fi super seru yang asyik sekali buat ditonton. Selain seru, film ini juga menyisipkan cerita romantis yang tidak bikin mules liatnya dan aksi yang mendebarkan sehingga semua dibuat pas oleh sang sutradara, Morten Tyldum. Ditambah lagi si cantik Jennifer Lawrence dan si tampan Chris Pratt menghiasi layar, jadi makin oke deh.

Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang penumpang pria yang bangun 90 tahun lebih awal sebelum sebuah pesawat ulang alik bernama Avalon sampai di ‘bumi kedua’. Mengetahui dia sendiri di dalam pesawat raksasa tersebut akhirnya ia berusaha berjuang seorang diri selama satu tahun sebelum akhirnya memutuskan satu hal penting. Apa yang akan terjadi padanya?

Sinopsis

passengers (Copy)
  • Tahun Rilis: 2016
  • Genre: Drama, Action
  • Produksi: Columbia Pictures, LStar Capital, Village Roadshow Pictures, Wanda Pictures
  • Sutradara: Morten Tyldum
  • Pemeran: Jennifer Lawrence, Chris Patt, Michael Sheen

Pesawat raksasa bernama The Avalon membawa setidaknya 5,000 penumpang bersama dengan 258 kru untuk berangkat dari bumi ke sebuah planet kembar seperti bumi yang sudah dipastikan akan menjadi tempat hidup untuk para koloni tersebut. Seluruh perjalanan untuk sampai ke planet baru bernama Homestead II tersebut memakan waktu selama 120 tahun.

Dalam perjalanan, The Avalon harus melewati banyak rintangan, salah satunya menembus sabuk asteroid yang ukurannya besar. Para ilmuwan kemungkinan besar luput akan masalah tersebut, sehingga begitu pesawat ulang alik itu masuk ke sabuk asteroid dan dihujani ratusan batu tajam, pesawat Avalon mengalami malfungsi namun bisa kembali normal.

Sayangnya kejadian tersebut berimbas dengan konsletnya salah satu pod penumpang yang diisi oleh seorang insinyur mekanik bernama James ‘Jim’ Preston. Ia bangun 90 tahun lebih awal. Pertamanya Jim merasa itu memang sudah waktunya bangun dan mulai mencoba memulihkan diri di kamar dan merasa tidak sabar untuk bertemu dengan penumpang lainnya.

Namun begitu ia masuk ke ruangan serbaguna yang seharusnya terdapat banyak penumpang yang kudu diedukasi selama berada di pesawat, ia tidak menemukan siapapun, ia juga mencoba untuk mencari ke seluruh penjuru tempat publik namun hasilnya nihil.

Di pesawat raksasa bak kota melayang itu, ia hanya tinggal sendirian. Ini membuat Jim panik, namun setelah setahun berlalu ia sudah ‘berdamai’ dengan dirinya sendiri untuk menerima keadaan.

Jim hanya memiliki satu teman yaitu robot android bernama Arthur (Michael Sheen) yang bekerja sebagai bartender di salah satu bar di pesawat. Meski robot, Jim dan Arthur bisa jadi teman baik. Arthur benar-benar sudah diupgrade menjadi robot super pintar yang bisa menemani dan berinteraksi dengan penumpang layaknya manusia.

Meski demikian, Jim benar-benar merasa kesepian. Ketika ia menjelajahi 4,999 pod penumpang lainnya yang masih tertidur, ia bertemu dengan seorang penulis cantik bernama Aurora Lane (Jennifer Lawrence), Jim benar-benar berharap kalau Aurora bisa bangun dan menemaninya supaya ia tidak sendiri. Berkali-kali Jim mencoba hal tersebut namun ia berpikir kalau itu terlalu egois.

Rasa egois itu akhirnya meledak setelah Jim merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena tidak tahan akan kesendiriannya. Jim akhirnya mengotak-atik pod milik Aurora sehingga ia bangun. Aurora yang kebingungan karena mengetahui dirinya bangun sendiri mencoba untuk mencari bantuan dan ‘bertemu’ dengan Jim.

Jim mengaku bahwa pod miliknya rusak dan ia terbangun, kemungkinan besar pod Aurora juga mengalami hal serupa. Jim berbohong. Aurora yang mengetahui bahwa ia bangun sebelum waktunya panik dan histeris. Itu berarti dia akan tua dan meninggal dalam usia lanjut di dalam kapal ulang alik tersebut. Namun Jim berhasil menenangkannya sehingga perlahan Aurora menerima keadaan.

Meski ‘menerima’ keadaan, Aurora tetap mendesak dan meminta Jim untuk terus berupaya membuat mereka berdua bisa kembali tidur, tapi Jim memang benar-benar tidak punya ide cemerlang lain; ini disebabkan ruang gerak untuk mencari tahu jalan keluar serba terbatas karena akses ke tempat-tempat penting tertentu tidak bisa ditembus.

Perjalanan hidup Aurora dan Jim mulai membaik, mereka sudah tidak memikirkan hal untuk kembali tidur. Mereka berdua hidup senang dari segala fasilitas yang disediakan di Avalon. Mereka berdua pun jadi saling suka sehingga selalu ada disaat salah satu membutuhkan. Hingga satu masa, ketika Jim ingin melamar Aurora kejadian tidak mengenakan terjadi.

Jim yang sempat cerita ke Arthur mengenai tindakannya atas pod milik Aurora terbongkar akibat Arthur membocorkan rahasia tersebut. Hal ini tidak bisa disalahkan karena Arthur adalah robot dan tidak memiliki perasaan, sehingga ia bisa mengatakan apapun yang ada di dalam memorinya.

Aurora yang mendengar hal itu menjerit, ia marah pada Jim. Aurora menganggap nyawanya sudah diambil oleh Jim. Tindakan Jim saja membunuhnya perlahan.

Jim yang sudah kepalang tanggung akhirnya menceritakan alasan sebenarnya bahwa ia kesepian. Namun semakin Jim memberi alasan, semakin Aurora benci pada Jim. Ia tidak peduli Jim mau meminta maaf bagaimana atau selama apapun. Aurora sangat kesal dan marah mengetahui ia sengaja dibangunkan hanya karena tindakan egois Jim.

Berminggu-minggu lamanya mereka tidak berbicara, kejadian yang tak diharapkan terjadi. Benturan asteroid yang menembus kapal hingga membuat pod milik Jim korslet setahun lalu ternyata berefek buruk pada Avalon.

Kapal ulang alik itu ternyata rusak dan perlahan mulai menimbulkan hal yang membahayakan. Residu pembuangan bahan bakar nuklir terjebak sehingga mulai membakar komponen di dalam kapal.

Akibat hal tersebut pod milik perwira pertama Avalon, Gus Mancuso (Laurence Fishburne) pun aktif sehingga membangunkan Gus dengan keadaan cacat. Fungsi kerja tubuh Gus tidak bekerja dengan baik sehingga ia meninggal setelah memberi semua akses ke seluruh penjuru kapal kepada Jim dan Aurora.

Mendapatkan akses, Jim dan Aurora kembali bersatu untuk melepaskan residu pembakaran keluar dari kapal sehingga semua sistem bisa restart dan kembali normal.

Apa yang dilakukan Jim dan Aurora berhasil. Mereka bisa membuat Avalon kembali pada kondisi prima. Namun Jim hampir kehilangan nyawanya karena terlempar dari kapal ulang alik itu. Beruntung ada Aurora yang membantu Jim.

Aurora menjemput jim di luar kapal dan memasukannya ke pod autodoc, peralatan medis super canggih yang membuatnya hidup kembali. Cerita pun selesai dengan kelanjutan hidup Jim dan Aurora hingga mereka meninggal tua dan seluruh koloni bangun.

Plot Sederhana

Passengers_Simple Plot (Copy)

Bisa dibilang film Passengers ini punya plot yang cukup sederhana. Inti ceritanya hanya tentang Jim dan Aurora terjebak di sebuah kapal ulang alik besar yang memiliki teknologi super canggih di dalamnya. Mereka berjuang untuk tetap hidup setelah mengetahui kapal yang mereka tumpangi ada dalam masalah besar.

Hanya saja, Morten Tyldum, sang sutradara, menambahkan banyak bumbu ‘drama’ di dalamnya sehingga kesannya plot film menjadi kompleks. Mulai dari masalah percintaan, perang batin, perjuangan hidup, keputusan rumit dan terakhir hidup bersama.

Tidak salah sih, hanya saja kalau ada teman saya yang akan menanyakan tentang garis besar film ini, saya tidak harus susah payah menjelaskan; hanya tinggal menjawab, film soal manusia yang terjebak di kapal ulang alik yang rusak bersama 5,000 koloni lainnya yang tertidur. 

Pahlawan atau Pembunuh?

Passengers_Hero/Killer (Copy)

Begitu menonton setengah isi film dan menyaksikan bagaimana tokoh Jim putus asa hingga ingin bunuh diri, saya merasa kasihan. Namun begitu ia memutuskan untuk merusak pod milik Aurora supaya ia bangun demi ego Jim yang tidak mau hidup sendiri, saya agak kesal dan berpikir bahwa Jim jahat. Ini sama saja membunuh orang secara tidak langsung.

Namun begitu tahu kalau The Avalon ‘tenggelam’ perlahan dan membutuhkan bantuan dari manusia supaya kapal itu selamat, saya bersyukur sekali si Jim membangungkan Aurora yang setidaknya sudah sedikit mengenal kapal Avalon.

Kebayang saja kalau sudah mepet dan Jim baru membangunkan penumpang lainnya untuk membantu dia menyelamatkan kapal. Kayaknya belum sadar sepenuhnya, penumpang tersebut sudah tewas kembali akibat kapal keburu lebur.

Chris Pratt si Penjelajah Luar Angkasa

Passengers_Chris Pratt (Copy)

Kemungkinan besar Chris Pratt ini memang ditakdirkan untuk mengisi peran di film yang mengusung konsep luar angkasa. Dia terkenal dengan perannya di film The Guardian of The Galaxy, menjadi si keren Star Lord/Peter Quill. Penjelajah luar angkasa yang punya banyak anak buah unik. Aktingnya yang seru membuat perannya menjadi disukai banyak orang.

Namun kali ini ia harus kembali menjelajah luar angkasa bukan sebagai Star Lord yang mengendarai pesawat ulang alik yang tak terlalu besar, melainkan seorang insinyur mesin yang menumpang pesawat ulang alik raksasa yang sedang ‘tenggelam’. Kesan dewasa lebih kentara dalam film ini dibanding peran Star Lord yang kadang sembrono dan doyan guyon.

Overall, Passengers layak mendapatkan skor 3.5/5 dari Bacaterus. Sayang sekali, CGI yang ditampilkan masih terasa sekali editannya. Meski demikian, film ini sukses bikin saya sebagai penontonnya tidak beranjak dari kursi dan menikmati film mulai dari awal hingga akhir tanpa skip. Good job!

Passengers
Rating: 
3.5/5

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram