Sinopsis & Review Passengers, Kapal Ulang Alik yang ‘Tenggelam’

Ditulis oleh Gerryaldo
Passengers
3.5
/5

Menjadi salah satu film sci-fi super seru yang asyik sekali buat ditonton. Selain seru, film ini juga menyisipkan cerita romantis yang tidak bikin mules liatnya dan aksi yang mendebarkan sehingga semua dibuat pas oleh sang sutradara, Morten Tyldum. Ditambah lagi si cantik Jennifer Lawrence dan si tampan Chris Pratt menghiasi layar, jadi makin oke deh.

Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang penumpang pria yang bangun 90 tahun lebih awal sebelum sebuah pesawat ulang alik bernama Avalon sampai di ‘bumi kedua’. Mengetahui dia sendiri di dalam pesawat raksasa tersebut akhirnya ia berusaha berjuang seorang diri selama satu tahun sebelum akhirnya memutuskan satu hal penting. Apa yang akan terjadi padanya?

Sinopsis

passengers (Copy)

Pesawat raksasa bernama The Avalon membawa setidaknya 5,000 penumpang bersama dengan 258 kru untuk berangkat dari bumi ke sebuah planet kembar seperti bumi yang sudah dipastikan akan menjadi tempat hidup untuk para koloni tersebut. Seluruh perjalanan untuk sampai ke planet baru bernama Homestead II tersebut memakan waktu selama 120 tahun.

Dalam perjalanan, The Avalon harus melewati banyak rintangan, salah satunya menembus sabuk asteroid yang ukurannya besar. Para ilmuwan kemungkinan besar luput akan masalah tersebut, sehingga begitu pesawat ulang alik itu masuk ke sabuk asteroid dan dihujani ratusan batu tajam, pesawat Avalon mengalami malfungsi namun bisa kembali normal.

Sayangnya kejadian tersebut berimbas dengan konsletnya salah satu pod penumpang yang diisi oleh seorang insinyur mekanik bernama James ‘Jim’ Preston. Ia bangun 90 tahun lebih awal. Pertamanya Jim merasa itu memang sudah waktunya bangun dan mulai mencoba memulihkan diri di kamar dan merasa tidak sabar untuk bertemu dengan penumpang lainnya.

Namun begitu ia masuk ke ruangan serbaguna yang seharusnya terdapat banyak penumpang yang kudu diedukasi selama berada di pesawat, ia tidak menemukan siapapun, ia juga mencoba untuk mencari ke seluruh penjuru tempat publik namun hasilnya nihil.

Di pesawat raksasa bak kota melayang itu, ia hanya tinggal sendirian. Ini membuat Jim panik, namun setelah setahun berlalu ia sudah ‘berdamai’ dengan dirinya sendiri untuk menerima keadaan.

Jim hanya memiliki satu teman yaitu robot android bernama Arthur (Michael Sheen) yang bekerja sebagai bartender di salah satu bar di pesawat. Meski robot, Jim dan Arthur bisa jadi teman baik. Arthur benar-benar sudah diupgrade menjadi robot super pintar yang bisa menemani dan berinteraksi dengan penumpang layaknya manusia.

Meski demikian, Jim benar-benar merasa kesepian. Ketika ia menjelajahi 4,999 pod penumpang lainnya yang masih tertidur, ia bertemu dengan seorang penulis cantik bernama Aurora Lane (Jennifer Lawrence), Jim benar-benar berharap kalau Aurora bisa bangun dan menemaninya supaya ia tidak sendiri. Berkali-kali Jim mencoba hal tersebut namun ia berpikir kalau itu terlalu egois.

Rasa egois itu akhirnya meledak setelah Jim merasa putus asa dan ingin bunuh diri karena tidak tahan akan kesendiriannya. Jim akhirnya mengotak-atik pod milik Aurora sehingga ia bangun. Aurora yang kebingungan karena mengetahui dirinya bangun sendiri mencoba untuk mencari bantuan dan ‘bertemu’ dengan Jim.

Jim mengaku bahwa pod miliknya rusak dan ia terbangun, kemungkinan besar pod Aurora juga mengalami hal serupa. Jim berbohong. Aurora yang mengetahui bahwa ia bangun sebelum waktunya panik dan histeris. Itu berarti dia akan tua dan meninggal dalam usia lanjut di dalam kapal ulang alik tersebut. Namun Jim berhasil menenangkannya sehingga perlahan Aurora menerima keadaan.

Meski ‘menerima’ keadaan, Aurora tetap mendesak dan meminta Jim untuk terus berupaya membuat mereka berdua bisa kembali tidur, tapi Jim memang benar-benar tidak punya ide cemerlang lain; ini disebabkan ruang gerak untuk mencari tahu jalan keluar serba terbatas karena akses ke tempat-tempat penting tertentu tidak bisa ditembus.

Perjalanan hidup Aurora dan Jim mulai membaik, mereka sudah tidak memikirkan hal untuk kembali tidur. Mereka berdua hidup senang dari segala fasilitas yang disediakan di Avalon. Mereka berdua pun jadi saling suka sehingga selalu ada disaat salah satu membutuhkan. Hingga satu masa, ketika Jim ingin melamar Aurora kejadian tidak mengenakan terjadi.

Jim yang sempat cerita ke Arthur mengenai tindakannya atas pod milik Aurora terbongkar akibat Arthur membocorkan rahasia tersebut. Hal ini tidak bisa disalahkan karena Arthur adalah robot dan tidak memiliki perasaan, sehingga ia bisa mengatakan apapun yang ada di dalam memorinya.

Aurora yang mendengar hal itu menjerit, ia marah pada Jim. Aurora menganggap nyawanya sudah diambil oleh Jim. Tindakan Jim saja membunuhnya perlahan.

Jim yang sudah kepalang tanggung akhirnya menceritakan alasan sebenarnya bahwa ia kesepian. Namun semakin Jim memberi alasan, semakin Aurora benci pada Jim. Ia tidak peduli Jim mau meminta maaf bagaimana atau selama apapun. Aurora sangat kesal dan marah mengetahui ia sengaja dibangunkan hanya karena tindakan egois Jim.

Berminggu-minggu lamanya mereka tidak berbicara, kejadian yang tak diharapkan terjadi. Benturan asteroid yang menembus kapal hingga membuat pod milik Jim korslet setahun lalu ternyata berefek buruk pada Avalon.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram