bacaterus web banner retina

Sinopsis dan Review Film Drama India Pagglait (2021)

Ditulis oleh Desi Puji Lestari - Diperbaharui 23 Juli 2021

Sandhya tidak terlihat bersedih atas kematian suaminya, Astik. Mengurung diri di kamar, dia tampak baik-baik saja sampai suatu ketika tanpa sengaja Sandhya menemukan selembar foto perempuan di antara tumpukan dokumen Astik. Dari sana dia mulai mencari tahu tentang suaminya melalui perempuan dalam foto yang ternyata adalah mantan kekasih Astik.

Permasalahan pribadi yang dirasakan Sandhya bertambah berat ketika keluarga besar mempermasalahankan uang asuransi jiwa Astik yang ditujukan untuk dirinya seorang. Lantas, bagaimana Sandhya bisa menyikapi permasalahan di antara kesedihannya? Pagglait (2021) sebuah film India yang rilis tahun 2021 akan menjawabnya untuk Anda. Sebelum itu, mari simak sinopsis dan ulasannya di bawah ini!   

Sinopsis

Sinopsis
  • Tanggal/Tahun Rilis: 26 Maret 2021
  • Genre: Drama, Black Comedy
  • Produksi: Balaji Motion Pictures, Sikhya Entertainment
  • Sutradara: Umesh Bist  
  • Pemeran: Sanya Malhotra, Ashutosh Rana, Sheeba Chaddha, Chetan Sharma

Ibu dan ayah Astik, Shivendra (Ashutosh Rana) dan Usha  (Sheeba Chaddha) tengah berduka sebab sang putra baru saja meninggal dunia. Kremasi terhadap jenazahnya sudah dilakukan tapi kondisi di rumah masih saja ramai oleh mereka, sanak saudara dan keluarga yang turut berduka. Banyak orang di rumah itu mengkhawatirkan kondisi Sandhya (Sanya Malhotra), janda Astik yang baru menikah sekitar lima bulan.

Sandhya sudah beberapa hari mengurung diri di kamar tapi tak ada yang menyangkan bahwa dirinya baik-baik saja. Dia asyik rebahan sembari membaca ucapan belasungkawa yang dikirim banyak orang ke media sosialnya; ucapan belasungkawa yang terasa hanya sebagai formalitas dan basa-basi untuknya.

Tak lama Sandhya kedatangan ayah dan ibunya, Alka Pandey (Natasha Rastogi) dan Girish Pandey (Bhupesh Pandya). Begitu masuk kamar Sandhya, Alka memeluk putrinya sambil menangis kencang, tapi perempuan itu justru meminta ibunya berhenti menangis.

Saat Usha akan menyiapkan teh untuk kedua orangtua Sandhya, Sandhya justru minta minuman bersoda. Kelakuannya yang mengherankan membuat Alka khawatir. Alok (Chetan Sharma) adik lelaki Astik bertanya perihal kasur di kamarnya. Seorang tokoh masyarakat yang mengatur acara ritual untuk kematian Astik mengatakan bahwa arwah Astik masih ada di rumah selama 13 hari.

Roh membutuhkan waktu 10 hari untuk bebas dari tubuh. Pada hari ke 13, rohnya akan dibebaskan menuju surga. Keluarga diminta melakukan ritual terakhir untuk Astik dan mengikuti aturan selama 13 hari. Rokok, alkohol dan tembakau dilarang. Makan satu kali tanpa kunyit, bawang bombay, bawang putih serta hanya boleh tidur di lantai dan terpisah dari yang lain. Ritual-ritual tersebut membuat Alok keberatan tapi bagaimana pun dia harus melakukan itu untuk saudaranya.

Di dalam kamar Sandhya bertanya berapa hari kedua orangtuanya akan menginap. Sang ayah menjawab bahwa mereka akan menginap di sana selama 13 hari, selama ritual dilakukan, tapi Sandhya keberatan karena toilet di rumah keluarga Astik adalah toilet jongkok bukan toilet duduk. Dia yang sudah lima bulan berada di sana saja masih kesulitan beradaptasi.

Janaki (Yamini Singh), bibi Astik, dan suaminya yang baru tiba setelah dikabari Shivendra merasa bahwa ada yang tidak beres dengan Sandhya tapi Usha menutupinya. Mereka lalu bingung akan tidur di mana selama ritual digelar. Tak berapa lama seorang gadis bernama Nazia Zaidi (Shruti Sharma) datang ke rumah keluarga Astik. Sambil memencet bel bersuara ajaib, kedatangannya membuat yang lain bertanya-tanya.

Rupanya dia adalah teman Sandhya. Nazia datang karena mengetahui kabar duka itu dari postingan saudari Sandhya. Parchun (Aasif Khan), tetangga pemilik toko yang bantu membawakan koper milik Nazia dimintai tolong oleh Sandhya untuk menyediakan pepsi dan keripik pedas. Dengan perasaan bingung sambil melihat Sandhya tidak memakan makanan yang dikirimkan untuknya, Parchun pun mengerti. 

Bukan hanya Sandhya saja yang tidak napsu makan, tapi semua orang yang ada di rumah pun begitu. Tiba-tiba suami Janaki, Ghanshyam (Jameel Khan) yang merupakan seorang banker, mengatakan pada anggota keluarga yang tengah berkumpul dan tak selera makan bahwa Sandhya terkena PTSD atau gangguan stress pascatrauma.      

Di dalam kamar Nazia bertanya pada Sandhya mengapa sikapnya seolah terlihat tidak bersedih. Perempuan itu mengatakan bahwa dia tidak ingin bersedih sebab saat dulu kucingnya tewas, Sandhya bercerita dirinya tidak makan selama tiga hari untuk meratapinya. Sandhya sebenarnya ingin kabur, tapi tak bisa.

Cerita berlanjut saat Alka masuk ke kamar putrinya secara mengejutkan sambil membawa kursi dan wajan. Sandhya yang sedang asyik membaca sambil nyemil keripik buru-buru menyembunyikan kudapannya. Alka lalu meminta Nazia membawakan koran bekas dan meminta Sandhya duduk di kursi yang dibawanya. Sang ibu juga meminta Nazia mencarikan batu atau apa pun untuk menaruh wajan.

Rupanya Alka akan melakukan ritual pada putrinya. Dia merasa Sandhya diguna-guna sejak pertama melihatnya tadi. Perempuan itu merasa terhina karena ibunya masih percaya dengan takhayul. Sejak dia kecil hingga dewasa tidak ada yang berubah; semua dikaitkan dengan guna-guna dan jimat.

Seisi kamar kini sudah dipenuhi asap yang pekat dari ritual tersebut. Alka mengartikan itu adalah tanda bahwa roh yang menguasai Sandhya begitu kuat. Sejurus kemudian, ibu mertua Sandhya, Usha, mengetuk pintu kamar.

Ditemani Parchun, sambil terisak Usha mengatakan bahwa Paman Ghanshyam akan mengurus surat kematian Astik. Dia juga akan mengurus semua keperluan di bank. Oleh karena itu Paman Ghanshyam membutuhkan semua dokumen bank Astik dan meminta Sandhya menyiapkannya.

Dengan ekspresi muka yang sulit ditebak, Sandhya mulai membuka lemari Astik guna mencari dokumen yang diperlukan sang paman. Saat itulah dia menemukan sesuatu yang mengejutkan secara tidak sengaja. Sandhya menemukan sebuah foto perempuan bertuliskan “Untuk sayangku,” di bagian belakangnya. Lantas, siapa sebenarnya perempuan itu? Apa yang akan dilakukan Sandhya dengan foto tersebut?

Premis Tak Biasa dan Menarik

Premis Tak Biasa dan Menarik

Kesan pertama saat menonton film Pagglait (2021) yang akan Anda dapat adalah tentang duka sebuah keluarga karena ditinggal sang putra. Jika menonton lebih jauh, Anda akan tahu bahwa premis dari film ini sebenarnya adalah mengenai seorang istri yang berusaha mengenal suaminya justru setelah dia tiada.

Menariknya, dia melakukan itu dengan bantuan mantan kekasih dari mendiang suaminya. Berangkat dari premis yang menarik ini, Paggliat (2021) dieksekusi dengan alur cerita yang tak berlebihan. Sebagian besar scene atau plot dalam film ini terasa natural dan mengalir; baik pada bagian konflik utama atau subkonflik.   

Memuat Nilai-nilai Kepercayaan dan Ritual

Memuat Nilai-nilai Kepercayaan dan Ritual

Berdurasi sekitar 115 menit, Paggliat (2015) menampilkan salah satu kekhasan yang dimiliki film India, yaitu turut memperlihatkan nilai-nilai kepercayaan dan ritual di dalam masyarakatnya. Dalam hal ini, Anda akan menyaksikan sebuah ritual setelah kematian seseorang.

Astik yang dalam film diceritakan meninggal, membuat keluarganya harus mengadakan dan mengikuti serangkaian ritual selama 13 hari. Selumrahnya ritual, ada beberapa larangan yang diterapkan. Selain ritual, nilai-nilai kepercayaan juga turut ditampilkan di sini. Anda bisa melihatnya melalui scene ketika abu Astik diceritakan ditabur di tengah Sungai Gangga.

Menurut kepercayaan warga setempat, mereka yang abunya ditaburkan di Sungai Gangga, akan pulang dalam keadaan suci karena semua dosa-dosanya terampuni. Pada bagian ini, terselip juga sebuah sindiran sosial terhadap kepercayaan tersebut. Dalam salah satu dialog yang diucapkan Sandhya, dia mengatakan bahwa sangat tidak adil jika orang jahat bisa begitu saja diampuni dan dianggap suci hanya karena abunya dibuang ke Sungai Gangga.

Banyak Karakter yang Terlibat

Banyak Karakter yang Terlibat

Saat akan menonton Paggliat (2021) bersiap saja dengan banyaknya karakter yang terlibat. Konteks dan latar belakang film ini memang bercerita tentang ritual kematian yang diadakan sebuah keluarga. Sehingga, semua anggota keluarga besar, berikut menantu dan anak turut datang dan mengikutinya.

Kepiawaian sang sutradara terlihat diuji dalam hal ini. Beruntungnya, Umesh Bist mampu membagi setiap karakter sehingga mendapatkan porsinya secara pas di dalam cerita. Satu per satu Anda akan diajak berkenalan dengan anggota keluarga Astik, mulai dari kedua orangtua, paman dan bibi-bibinya. Tidak ketinggalan juga ada kedua orangtua Sandhya yang turut dihadirkan.

Subkonflik dalam film ini berasal dari karakter-karakter tersebut. Terutama terlihat ketika Sandhya ditunjuk oleh Astik sebagai ahli waris satu-satunya. Pada bagian ini Anda akan melihat konflik baru muncul di tengah-tengah mereka. Pihak keluarga Astik secara diam-diam merasa keberatan dan membicarakan hal buruk tentang keluarga Sandhya; sebuah potret realistis yang biasa terjadi di tengah masyarakat, bukan?

Pengembangan karakter dalam film ini juga menarik. Walau agak membosankan karena tidak ada bagian dalam film yang memicu ledakan-ledakan emosi, melalui hal tersebut Anda bisa terbawa oleh perubahan emosi karakternya, terutama Sandhya. Sandhya yang semula tampak dingin, tidak merasakan kesedihan setelah ditinggal suaminya, berubah emosional setelah mengetahui siapa suaminya lebih jauh.

Alur Rapi Tak Sulit Diikuti

Alur Rapi Tak Sulit Diikuti

Paggliat (2021) memang memiliki banyak karakter, tapi Anda jangan khawatir kesulitan mengikuti ceritanya karena alurnya dibuat cukup rapi. Semua plotnya dibuat maju, tidak ada flashback, bahkan nama Astik yang sering disebut dalam film ini pun tidak divisualkan melalui scene-scene di masa lalu.

Sebagai sebuah film yang menyuguhkan konflik dalam satu keluarga besar dengan karakter yang berbeda-beda, Anda akan cukup betah menyaksikannya karena tidak dibuat terlalu berpikir menyambungkan plot demi plot. Apalagi dalam beberapa bagian sinematografinya juga tidak terlalu buruk. Anda akan mendapat suguhan pemandangan di sekitar Sungai Gangga seperti ketika Alok menghanyutkan sajian untuk mendiang kakaknya.

Pagglait (2021) sebuah film India yang kental dengan isu-isu pada perempuan dalam pernikahan, khususnya mereka yang menjanda. Konfliknya cukup dekat dan realistis, termasuk untuk masyarakat yang tinggal di Indonesia. Selain itu film ini juga dilengkapi plot twist. Tertarik menontonnya? Film ini bisa disaksikan di Netflix sekarang juga!

Pagglait
8 / 10 Bacaterus.com
Rating

MENU

© Bacaterus Digital Media
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram