Sinopsis & Review Paa (2009), Drama Komedi Menyentuh Hati

Ditulis oleh Suci Maharani R
Paa
3.5
/5
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Memang harus ada kecanggungan, namun khusus untuk Amol dan Auro seharusnya ada kemistri lebih kuat sebagai pasangan ayah dan anak. Tapi babak kedua film ini malah flat dan kehilangan nyawa, hal ini bertahan hingga penghujung film.

Lalu beberapa sub cerita yang diangkat terutama soal politik, bagi saya hal ini sangat tidak memiliki impack. Setelah memasuki sesi kedua, ceritanya menjadi sangat lambat dan cukup berputar-putar, sehingga terasa membosankan.

Makanya saya hanya menikmati 10 menit awal dan 10 menit akhirnya saja, setidaknya untuk soundtrack dan sinematografinya sangat baik.

Kehadiran Dua Bachchan dengan Vibes Berbeda

Kehadiran Dua Bachchan dengan Vibes Berbeda

Kehadiran duo ayah dan anak paling terkenal di Bollywood, sempat membuat kisah anak pengidap progeria tersisihkan. Sebenarnya hal ini sangat wajar, pasalnya Amitabh Bachchan dan putranya Abhishek Bachchan memang sangat terkenal.

Apalagi keduanya kini bergantian peran, dalam film ini Abhishek yang memerankan sosok ayah, untuk karakter yang diperankan oleh Amitabh Bachchan.

Terdengar mustahil, tapi Paa (2009) berhasil merealisasikannya dengan sangat baik dengan cerita dan makeup yang mumpuni. Bayangkan saja, Amitabh Bachchan harus duduk di hadapan meja rias selama lima jam untuk terlihat seperti Auro. Lalu ia menghabiskan waktu sekitar dua jam lagi, hanya untuk menghapus makeup setiap harinya.

Makeup prostetik Amitabh Bachchan juga dipegang langsung oleh makeup artist terkenal Hollywood Christien Tinsley. Ia dikenal berkat keahlian makeupnya untuk film trilogi The Lord of The Rings, Catwoman (2004) dan The Passion of the Christ (2004).

Jujur saja Amitabh Bachchan sangat keren, kualitas aktingnya tidak diragukan lagi meski plot filmnya kurang greget. Tapi karakter Amol Arte yang diperankan oleh Abhishek Bachchan entah mengapa terasa sangat kosong. Saya tidak merasakan adanya soul, baik Amol Arte sebagai seorang politisi muda maupun sebagai ayah dari Auro.

Penampilan Abishek menjadi salah satu hole yang bikin film ini kurang greget, padahal tensi ceritanya sedang naik tapi little Bachchan sepertinya kurang masuk dengan karakternya. Perbedaan performa ini menjadi hal yang cukup krusial, karena karakter mereka memang sama pentingnya untuk film ini.

Saya mengapresiasi bagaimana R. Balki berusaha mengarahkan ceritanya dan memberikan sisi lain dari Amitabh Bachchan yang tidak pernahk dilhat sebelumnya. Tapi penampilan Abhishek dan pemilihan jalan ceritanya, menjadi lubang yang cukup besar.

Vidya Balan sebagai Wanita Kuat Tanpa Ikatan Tradisi

Vidya Balan sebagai Wanita Kuat Tanpa Ikatan Tradisi

Sudah tidak aneh jika berbagai film India selalu saja mengambil kisah hidup para wanita sebagai kritik sosial. Namun dalam Paa (2009) ada hal lain dari karakter seorang wanita yang ingin ditunjukkan, bahwa wanita tetap bisa kuat meski tanpa bantuan seorang pria dan lingkungan.

Inilah yang dirasakan oleh karakter Dr. Vidya yang diperankan oleh Vidya Balan saat membesarkan Auro. Menjadi ibu tunggal yang bukan karena bercerai atau karena suaminya meninggal, tapi ia ditinggalkan oleh pacarnya saat sedang mengandung.

Vidya tidak dinikahi oleh siapapun, ia bertemu dengan pria brengsek di London dan pulang ke India dalam keadaan hamil. Alih-alih menggugurkan kandungannya seperti keinginan si pria, Vidya memilih untuk tetap melahirkan putranya.

“Sudah jatuh tertimpa tangga”, inilah yang dirasakan Vidya ketika Auro lahir dengan penyakit langka bernama progeria. Hanya bisa bekerjasama dengan sang ibu, Vidya bekerja sambil membesarkan putranya dengan keadaan yang spesial ini.

Setelah sekian lama kini Vidya dihadapkan dengan kenyataan, ketika Amol Arte ternyata pria yang telah meninggalkannya di London dan juga ayah dari Auro.

Dari sini kita bisa melihat bahwa, sebenarnya wanita sangat mampu untuk menjalani hidupnya sendiri. Apalagi jika lingkungan sosial dan tradisi tidak membelenggu, karena hal inilah yang terkadang menyulitkan.

Tapi Vidya berhasil menunjukkan, ketika wanita memiliki tanggung jawab mereka akan menyelesaikannya hingga akhir, tanpa meminta bantuan sedikitpun.

Paa (2009) menjadi salah satu film keluarga yang cukup mengharukan, apalagi ada edukasi soal penyakit langka bernama progeria. Sayangnya plot twist mengenai siapa Amol bagi Auro, seharusnya bisa disimpan untuk bagian akhirnya saja. Bagaimana menurutmu? Jangan lupa bagikan pendapatmu mengenai film ini di kolom komentar di bawah ini.

«1 2
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram