Sinopsis & Review Neerja, Pramugari Penyelamat Banyak Nyawa

Ditulis oleh Gerryaldo
Neerja
3.7
/5

Film dengan jalan cerita pembajakan masih seru untuk disimak; ini mungkin karena ceritanya yang seru untuk ditonton dan juga dibumbui dengan banyak strategi yang kadang kita sebagai para penontonnya jadi ikut mikir harus bagaimana bertindak, tak jarang pula kalau filmnya memang bagus dan akting para aktor dan artisnya keren, kita jadi merasa ada di dalam film tersebut.

Berangkat dari hal ini lah, Ram Madhvani, sang sutradara membuat film Neerja. Film ini bukan sembarang film, selain menyuguhkan cerita seru mengenai pembajakan pesawat, film ini juga merupakan film biografi dari sosok Neerja sendiri. Penasaran siapa sebenarnya Neerja yang dari tadi disebut? Simak sinopsis dan ulasan lengkapnya dibawah ini ya!

Sinopsis

Neerja_Poster (Copy)

Neerja Bhanot (Sonam Kapoor) merupakan seorang perempuan berusia 22 tahun yang sudah sempat menikah lalu bercerai. Ia yang merupakan model tidak lagi menggeluti karir modelnya dan memilih untuk melakukan pekerjaan lain sebagai pramugari sebuah maskapai bernama Pan Am Airways yang berbasis di New Delhi, India.

Satu kali, Neerja selesai bekerja dan pulang agak larut padahal saat itu sedang ada acara keluarga yang hampir semua anggota keluarga besar Neerja menunggunya untuk hadir disana. Ibu dari Neerja, Rama (Shabana Azmi) langsung meminta Neerja untuk kembali ke karir modelingnya karena ia dapat banyak menghabiskan waktu bersama keluarga daripada saat ia bekerja sebagai pramugari.

Neerja hanya mengangguk mendengar permintaan ibunya dan malah bernyanyi menghibur semua keluarga. Pesta saat ada Neerja jadi meriah. Meski demikian ia tidak bisa terlalu lama ada disana karena saat pagi ia harus pergi bekerja. Neerja dapat tugas untuk berangkat ke New York dengan penerbangan transit menggunakan maskapai Pan Am nomor 73, dari Mumbai ke Karachi lalu lanjut ke New York.

Pada penerbangan tersebut, Neerja dipercaya untuk menjadi kepala pramugari yang membawahi belasan kru kabin lainnya. Semua penumpang mulai dari kelas bisnis dan ekonomi senang saat Neerja melayani, wajahnya yang ramah dan senyumnya yang manis membuat semua menjadi tenang mengingat penerbangan lama biasanya bisa bikin para penumpang stress. Neerja juga sampai menjaga 3 anak kecil yang terbang sendiri ke New York.

Pesawat lepas landas dari bandara Sahar Internasional dan mendarat di kota Karachi untuk transit. Namun begitu melakukan pemeriksaan, segerombolan teroris dari organisasi Abu Bidal, militan Palestina langsung menyerang pesawat Pan Am yang ditumpangi oleh Neerja. Neerja yang sadar ada yang aneh ketika melihat banyak orang bersenjata mau menaiki pesawat langsung meminta semua awak kabin menutup pintu pesawat, sayangnya usaha mereka kelewat cepat dari para teroris itu.

Kini gerombolan militan tersebut sudah masuk ke dalam pesawat dan mulai mengancam semua penumpang yang ada disana. Neerja langsung memberitahu pilot soal hal tersebut. Pilot yang mendengar itu langsung menutup pintu kokpit dan keluar dari pesawat; bukan karena pengecut, tapi prosedurnya sudah seperti itu supaya teroris tidak bisa mengancam keselamatan pilot dengan menerbangkan pesawat dan menjatuhkannya di satu tempat.

Keadaan di kabin semrawut. Banyak yang terkena luka tembak dan tidak sedikit ancaman sadis terdengar oleh para penumpang juga kru kabin. Neerja yang saat itu adalah kepala pramugari langsung menghadap pada pimpinan teroris itu yakni menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak langsung dijawab, kepala teroris Zayd Safarini (Abrar Zahoor) malah membuat pengumuman yang bikin Neerja lemas.

Zayd dan anggota teroris lainnya yang tahu bahwa mereka tidak memiliki pilot, langsung meminta para pramugari memeriksa mana saja semua penumpang yang berasal dan memiliki paspor dari Amerika. Neerja tahu kalau para teroris mendapatkan para penumpang Amerika, pasti mereka akan dijadikan sandera utama dan pasti akan dibunuh.

Begitu semua paspor dikumpulkan, Zayd sadar bahwa tidak ada passport Amerika yang terdapat dalam gulungan paspor yang dikumpulkan tersebut. Ini membuat Zayd merasa curiga dan menanyakan apakah Neerja minta semuanya kru nya menyembunyikan paspor mereka. Neerja bungkam, meski di luar tegar; Neerja sebenarnya sangat ketakutan.

Akhirnya para teroris sepakat untuk membunuh penumpang yang memegang paspor dengan kewarganegaraan Inggris. Hal dilakukan untuk membuka jalur komunikasi dengan pihak berwajib yang kelihatannya sudah siap mengepung mereka. Apabila pihak militer macam-macam, maka para teroris itu akan membunuh nyawa tiap saatnya. Komunikasi secara verbal tidak bisa lagi dilakukan karena radio di pesawat sudah mati. Maka dari itu mereka melakukan cara tersebut.

Sebelumnya mereka sudah menanyakan apakah ada kru darat yang mengerti radio dan masih tertinggal di pesawat, namun begitu Ali (Shashi Bhushan) si insinyur mesin akan berdiri, Neerja menatapnya untuk memberi sinyal jangan berdiri, eh, negosiator Pakistan malah tidak sengaja mengungkapkan nama Ali, yang akhirnya dibawa pembajak ke kokpit untuk menggunakan radio untuk negosiasi dan setelahnya dibunuh.

Situasinya malah jadi semakin kacau ketika setelah 17 jam pesawat dibajak, daya listrik di dalam pesawat pun akhirnya padam karena tidak ada dana cadangan yang terpasang di pesawat. Ini malah mengirimkan kode yang salah pada para teroris dan menganggap bahwa hal tersebut disengaja oleh militer untuk melakukan penyerangan balik.

1 2»
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram